Laboratorium Akuakultur

IMG_5204Laboratorium Akuakultur menjadi laboratorium pendidikan dan peneltian, baik untuk mahasiswa (S1, S2, dan S3) dan dosen/peneliti, dari dalam maupun luar Jurusan Perikanan UGM, khususnya  dalam bidang pengembangan teknologi dan manajemen budidaya ikan (akuakultur). Laboratorium ini memiliki fasilitas berupa bak fiberglass kapasitas 1 ton (12 buah) dan 0,2 ton (12 buah), serta akuarium kaca kapasitas 0,1 ton (24 buah). Peralatan pendukung terdiri dari theodolite, almari pendingin, water quality checker, redox potential meter, heater, blower, tangki oksigen, mikroskop, dan perlengkapan sampling (timbangan dan pengukur panjang). Laboratorium ini juga dilengkapi dengan unit pengolah air berupa bak tandon dan instalasi resirkulasi air non permanen.

Laboratorium Akuakultur mengembangkan penelitian dalam bidang teknologi dan manajemen akuakultur berkelanjutan (carrying capacity, sistem budidaya terpadu, sistem budidaya resirkulasi, dan lain-lain). Komoditas unggulan yang dikembangkan meliputi nila (Oreochromis sp.), udang galah (Macrobrachium rosenbergii), ikan mas (Cyprinus carpio), lele (Clarias sp.), dan sidat (Anguilla sp.). Laboratorium Akuakultur bekerjasama dengan UKBAT Cangkringan telah berhasil merilis varietas nila merah unggul hasil persilangan dan seleksi individu bernama Nilasa (SK Menteri Kelautan dan Perikanan No.KEP.47/MEN/2012). Laboratorium ini juga telah berhasil mengembangkan paket teknologi aquaponic skala kecil, sistem budidaya udang galah produktif dengan shelter bertingkat, dan metode estimasi carrying capacity perairan waduk bagi pengembangan akuakultur.

Dalam satu dekade terakhir Laboratorium Akuakultur telah berhasil menjalin kerjasama penelitian dengan SEARCA (Philipina) untuk mengembangkan akuakultur di perairan waduk. Kerjasama dengan pihak swasta (PT Indokor Bangun Desa) juga telah dilakukan untuk meneliti dinamika produksi dan kualitas air di tambak udang. Kerjasama penelitian untuk mengembangkan komoditas unggulan udang galah juga pernah dijalin dengan Balai Benih Udang Galah (BBUG) Samas dan Bidang Perikanan Sleman. Kerjasama penelitian yang saat ini masih terus berlangsung adalah pengembangan komoditas unggulan nila merah dan ikan mas dengan UKBAT Cangkringan.

Selain kegiatan penelitian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga secara rutin menjalin kerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dan Bidang Perikanan Sleman serta secara insidental dengan beberapa pihak swasta dan BUMN. Dalam beberapa tahun ke depan Laboratorium Akuakultur akan tetap berupaya menjalin kerjasama penelitian dengan berbagai pihak untuk mengembangkan teknologi dan manajemen akuakultur berkelanjutan, dengan komoditas utama nila, udang galah, dan ikan mas. Dalam dua tahun ke depan ikan mas Cangkringan diupayakan telah berhasil dirilis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta dapat mengembangkan komoditas unggulan sidat yang saat ini mengalami penurunan drastis di alam.

EXL 033 tambak1 P1050263