Laboratorium Hama dan Penyakit Ikan

IMG_5220Penyakit ikan merupakan salah satu faktor pembatas terpenting dalam budidaya ikan, yang juga bisa mengancam kelestarian sumberdaya perikanan. Kejadian penyakit ditentukan oleh kesehatan ikan, adanya patogen serta lingkungan. Laboratorium Hama Penyakit Ikan merupakan salah satu laboratorium yang ada di Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Laboratorium ini merupakan laboratorium pendidikan yang melaksanakan tridarma perguruan tinggi yang berupa pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang terkait dengan hama dan penyakit ikan serta kesehatan ikan dan lingkungan. Laboratorium terdiri atas laboratorium utama dan laboratorium basah yang digunakan untuk menguji perlakuan pada ikan. Di samping ruangan yang memadai, peralatan standar mikrobiologi dan histologi, laboratorium dilengkapi dengan peralatan-peralatan untuk kajian biologi molekuler seperti mikroskop fluorescent.

Laboratorium telah banyak mengkaji berbagai aspek tentang penyakit ikan dan udang. Untuk penyakit parasit telah dikaji identifikasi dan inventarisasi berbagai penyakit parasit pada ikan dan udang, sedangkan untuk bakteriologi telah dilakukan isolasi, karakterisasi, inventarisasi berbagai jenis bakteri patogen (Aeromonas hydrophila, Vibrio spp., Streptococcus spp. dan lain-lain) baik pada ikan dan udang, dari air tawar maupun air laut, patologi dan patogenisitasnya. Dari penelitian bakteri-bakteri ini telah dilakukan pengembangan vaksin untuk penanggulangan penyakit. Di antara hasil penelitian yang dilakukan adalah patent pada tahun 2010 dengan Nomer ID P0026256 tentang Vaksin polivalen Vibrio untuk Menanggulangi Vibriosis pada Ikan Kerapu. Aktivitas penelitian Vibrio ini telah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia. Bekerjasama dengan Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan KKP serta  PT Caprifarmindo (Sanbe Group), produk komersial vaksin ini telah di-launching pada tanggal 17 Juni 2013.

Untuk kajian virus, telah dilakukan pengamatan penyakit virus pada ikan maupun udang, kloning berbagai gen virus, karakterisasi genetik virus melalui sekuensing, pengembangan metode deteksi berbagai jenis virus baik dengan polymerase chain reaction (PCR), reverse transciptase PCR (RT-PCR), loop-mediated isothermal amplification of DNA (LAMP), dan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Di laboratorium juga sudah mengembangkan vaksin untuk penanggulangan penyakit VNN dan KHV melalui teknik protein rekombinan. Vaksin protein betanodavirus VNN sudah diuji efikasinya di tingkat laboratorium, dan diharapkan bisa dikomersialkan dalam waktu dekat. Untuk vaksin KHV akan segera dilakukan uji efikasi di laboratorium.

Penelitian-penelitian di laboratorium dibiayai dari berbagai dana penelitian antara lain Hibah Penelitian fakultas, Indonesian Toray Scientific Foundation (ITSF), Hibah Bersaing Dikti, Hibah Pekerti Dikti, Hibah Fundamental Dikti, Riset Insentif Menristek, Rusnas Menristek. Kegiatan laboratorium juga bekerjasama dengan berbagai pihak antara Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara, Balai Budidaya Air Payau Situbondo, Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Badan Karantina Ikan dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan KKP, PT Capri Farmindo, dan Indonesian Network on Fish Health Managenement (INFHEM). Di samping itu, kerjasama juga dilakukan dengan lembaga dan universitas di luar negeri dalam bentuk guest lecture, workshop, training, internship, visiting researcher, dan joint research antara lain dengan Nara Institute of Science and Technology Jepang (JASSO), University of Sydney (ACIAR), Katsesart University Bangkok.

Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan Laboratorium dalam bentuk layanan pada petani yang datang ke Laboratorium, penyuluhan, dan pelatihan. Penyuluhan dilakukan dengan bekerjasama dengan instansi pemerintah, mahasiswa KKN, serta LSM. Pelatihan dilakukan dalam bentuk workshop (nasional dan international) magang bagi peneliti dari universitas dan lembaga lain. Laboratorium turut menginisiasi pembentukan dan pengembangan karantina ikan di Indonesia yang dimulai pada tahun 1992 dalam bentuk pelatihan dasar petugas karantina ikan dari berbagai daerah di Indonesia. Sampai sekarang, Badan Karantina Ikan dan Pengawasan Mutu Produk Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, melakukan pelatihan di laboratorium UGM. Selain itu, peneliti UGM diminta untuk memberikan pelatihan di laboratorium stasiun karantina (in house training). Laboratorium juga diminta bantuan oleh dinas perikanan kabupaten dan provinsi untuk melakukan pemantauan kesehatan ikan dan lingkungan di berbagai sentra budidaya serta melakukan sosialisasi hasil pemantauan tersebut pada petani dan penyuluh.

IMG_5222 EXL 056