Laboratorium Ilmu Makanan Ikan

Nutrisi 3Pengembangan usaha budidaya perikanan akan terus meningkat di masa yang akan datang. Meningkatnya perkembangan usaha akan semakin meningkatkan kebutuhan sarana produksi seperti benih, pupuk, pakan dan obat-obatan. Pakan merupakan faktor penentu dalam keberhasilan usaha produksi budidaya karena memberikan kontribusi biaya sebesar 35-60% dari total biaya produksi. Selain itu, pakan sangat penting dalam menjamin kecepatan pertumbuhan, tingkat kematian, dan kualitas daging. Karena pentingnya peranan pakan dalam bidang budidaya, Jurusan perikanan membuka laboratorium yang secara khusus meneliti dan mengembangkan mengenai pakan ikan dengan nama Laboratorium Ilmu Makanan Ikan.

Laboratorium Ilmu Makanan Ikan menyediakan beberapa fasilitas untuk pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bentuk analisis bahan pakan dan pakan, pembuatan formulasi pakan alternatif, isolasi dan kultur mikroalga. Selain itu juga melayani keperluan praktikum para mahasiswa dan pengguna lainnya yang membutuhkan. Fasilitas yang dimiliki Laboratorium Ilmu Makanan Ikan, antara lain full automatic drying oven, soxhlet fat extractor, Kjeldahl nitrogen digesting and distilling apparatus, Muffle furnace, freeze dryer, centrifuge, ruangan untuk kultur pakan alami skala laboratorium, seperangkat alat pembuat pakan ikan dan lain-lain.

Beberapa penelitian yang sudah dilakukan meliputi penelitian tentang pakan alternatif (melalui pemanfaatan atau substitusi bahan baku/pakan lokal seperti daun turi, azolla, kulit kakao fermentasi, kulit kacang tanah, dedak fermentasi, maggot dan lain-lain), penelitian tentang aplikasi bioflok pada budidaya lele dengan berbagai sumber karbon, pengayaan pakan alami dengan vitamin, manajemen pemberian pakan alami maupun buatan pada ikan dan udang, serta penelitian tentang mikroalga (Tetraselmis suesica dan lain-lain). Penelitian yang sedang dan akan dilakukan yaitu penelitian dengan objek khamir laut (marine yeast) sebagai single cell protein untuk pakan ikan. Tahap-tahap penelitian tersebut meliputi isolasi, seleksi, pola pertumbuhan, kandungan protein, karakterisasi dan identifikasi beberapa isolat khamir laut yang dilakukan melalui uji biokimia maupun molekuler. Selain itu, juga dikembangkan beberapa jenis mikroalga untuk kegiatan budidaya perikanan atau produk lainnya (biofuel dan lain-lain) seperti Spirulina dan Botryococcus. Sumber pendanaan beberapa penelitian yang dilakukan di Laboratorium Ilmu Makanan Ikan berasal dari dana hibah di tingkat fakultas (Hibah Penelitian Fakultas tahun 2010 – 2013) maupun tingkat universitas melalui Hibah Penelitian Dosen Muda tahun 2013 serta dana mandiri.

Selain di bidang penelitian, Laboratorium Ilmu Makanan Ikan juga akan memberikan dukungan pada kegiatan pengabdian masyarakat melalui perannya sebagai pendamping, trainer maupun narasumber melalui program pemberdayaan masyarakat. Salah satu bentuk kerjasama yang telah dilakukan diantaranya adalah kerjasama dengan beberapa Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan), perorangan maupun lembaga lainnya. Kerjasama tersebut diramu dalam bentuk pelatihan pembuatan pakan, meliputi penyusunan formulasi pakan, pembuatan pakan, evaluasi pakan dan manajemen pemberian pakan.

Nutrisi 2 Nutrisi 1