Program Magang Berdampak di Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali melahirkan karya penelitian yang dekat dengan realitas masyarakat pesisir. Salah satu mahasiswa, berhasil mengangkat dinamika sosial-ekonomi nelayan melalui penelitian berjudul “Protes Nelayan terhadap Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasca Produksi di Pelabuhan Perikanan Pantai Juwana.”
Penelitian ini lahir dari pengalaman lapangan yang diperoleh selama kegiatan magang dan observasi langsung di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Juwana, Kabupaten Pati. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, Ia melakukan wawancara dengan pemilik kapal, pengurus kapal, ABK, hingga pihak pelabuhan untuk memahami dampak kebijakan PNBP pasca produksi terhadap kehidupan nelayan.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem PNBP pasca produksi sejak 2023 memunculkan keresahan di kalangan nelayan Pantura. Bentuk protes yang dilakukan meliputi demonstrasi, audiensi langsung, pemasangan surat terbuka, hingga penundaan pembayaran PNBP. Nelayan menilai kebijakan tersebut memberatkan karena pendapatan mereka sangat bergantung pada cuaca, musim, dan hasil tangkapan yang fluktuatif. Selain itu, adanya ancaman suspend izin kapal, denda keterlambatan pembayaran, serta ketidaksesuaian harga acuan ikan dengan harga pasar menjadi persoalan utama yang dirasakan nelayan.
Menariknya, penelitian ini tidak hanya menyoroti konflik kebijakan, tetapi juga menunjukkan pentingnya dialog antara pemerintah dan masyarakat pesisir. Respons dari pihak pelabuhan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang membuka ruang diskusi menjadi indikasi bahwa pengelolaan perikanan membutuhkan pendekatan partisipatif dan adaptif.
Melalui pengalaman Magang Berdampak, Mahasiswa tersebut tidak hanya belajar metode penelitian, tetapi juga memahami secara langsung kompleksitas kehidupan nelayan dan tata kelola sektor perikanan nasional. Pengalaman ini memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan ilmu akademik dengan persoalan nyata di masyarakat.
Program ini juga memiliki keterkaitan kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian mengenai kesejahteraan nelayan mendukung SDG 1 (No Poverty) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui perhatian terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas. Selain itu, kajian tata kelola perikanan yang lebih adil dan partisipatif turut mendukung SDG 14 (Life Below Water) dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui karya seperti ini, mahasiswa Departemen Perikanan UGM menunjukkan bahwa riset bukan hanya tentang data dan teori, tetapi juga tentang menghadirkan suara masyarakat pesisir ke ruang akademik dan pengambilan kebijakan.