Kepala laboratorium : Dr. Nurfitri Ekantari, S.Pi., M.P
Selayang Pandang Laboratorium Teknologi Pengolahan Ikan (Lab-TPI)
Laboratorium Teknologi Pengolahan Ikan mula-mula bernama Teknologi Ikan (Lab-TI) dan berubah menjadi Teknologi Pengolahan Ikan sejak tahun 2015 sampai sekarang. Fokus utama laboratorium meliputi pengembangan pangan berbasis ikan, diversifikasi berbagai produk olahan ikan, ekstraksi senyawa aktif, produk fungsional dari sumber daya perikanan, penjaminan keamanan pangan, serta pemanfaatan limbah untuk meningkatkan nilai tambah. Lab-TPI merupakan salah satu fasilitas akademik dan penelitian di Departemen Perikanan yang berfokus pada pengkajian, pengembangan, inovasi teknologi hasil perikanan serta meningkatkan nilai tambah sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Laboratorium ini menjadi wadah untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat mencakup pengelolaan pasca panen, diversifikasi dan pemanfaatan limbahnya, serta penjaminan mutu produk akhir untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Sejak tahun 2004, Lab-TI meneliti topik kajian pangan ikani berbasis fish gel yang sehat, tanpa bahan penyedap dan pengawet. Melalui perjalanan panjang, Lab-TI berhasil mengeluarkan satu merek produk olahan ikan yang diberi nama delifiZ®. Launching Delifiz dilakukan pada acara puncak dies natalis Fakultas Pertanian ke- 61 (tahun 2007) dan sudah mendapatkan sertifikat halal dan PIRT serta merek terdaftar di KemenkumHAM.
Selain itu topik kajian pengembangan produk pangan berbasis Spirulina platensis, telah dikembangkan sejak tahun 2008 dan Lab-TI menjadi Unit Pelaksana Riset Produk Spirulina sejak tahun 2012.
Kegiatan akademik, Lab-TPI mendukung proses pembelajaran mahasiswa melalui berbagai mata praktikum, integrasi pengembangan produk yang berada dalam silabus perkuliahan serta pengembangan keterampilan riset terkait inovasi produk. Mahasiswa dibekali kemampuan dalam melakukan karakterisasi bahan baku, pengujian fisik, kimia, hingga analisis sensori produk perikanan. Laboratorium juga mendorong pendekatan kreatif dan kewirausahaan dengan mengintegrasikan aspek sains pangan, teknologi industri, dan keberlanjutan ekonomi dalam pemanfaatan sumber daya perikanan.
Fokus Riset
Dalam kegiatan penelitian, Lab-TPI berperan sebagai pusat riset yang menghasilkan informasi ilmiah dan solusi praktis untuk menjawab tantangan industri hilir perikanan. Fokus penelitian saat ini meliputi:
Publikasi Penelitian Terbaru
Berikut merupakan beberapa publikasi dari kegiatan penelitian yang berada dalam naungan Lab-TPI:
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
Program PkM dari Lab-TPI melibatkan Dosen, Tenaga Kependidikan dan mahasiswa, serta dapat bekerja sama dengan beberapa instansi. Kurikulum kegiatan PkM telah dikembangkan di Lab-TPI mencakup teknologi pasca panen, pengolahan dan diversifikasi, penjaminan mutu produk akhir serta pemanfaatan hasil samping (by product) serta pengelolaan limbahnya agar UMKM pengolahan ikan dapat menerapkan industri dengan konsep zero waste sekaligus berpartisipasi dalam mengimplementasi Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF).
Beberapa kolaborasi pelatihan pengembangan produk perikanan berbasis ikan dan rumput laut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan di beberapa daerah di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Luar Negeri, dengan peserta berbagai kelompok UMKM dari beberapa daerah di Indonesia serta dari Kepulauan Solomon.
Pada Tahun 2016-2018 dalam program CaRED (Community Resilience and Economic Development) kerja sama antara UGM dan New Zealand, Lab-TPI berpartisipasi dalam pemberdayaan perempuan melalui pengembangan produk perikanan di daerah perbatasan Nusa Tenggara Timur dengan Timor Leste.
Sejak 2023 Lab-TPI mendukung pemanfaatan dan pengolahan ikan di pondok pesantren, kerjasama antar bidang akuakultur dan agronomi, sehingga tercipta pemanfaatan air yang efisien untuk produksi ikan dan sayuran serta olahan ikan untuk mencukupi kebutuhan ponpes juga sebagai bagian pengembangan usaha komersial.
Sampai saat ini masih aktif melakukan pelatihan secara parsial maupun pendampingan secara intensif pada beberapa UMKM maupun Desa Binaan.