Faperta UGM dan Woogene B&G Korea Jalin Kerja Sama Vaksin Marikultur
Berita Selasa, 3 Maret 2026
Fakultas Pertanian UGM resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, Woogene B&G, pada Kamis (26/2/2026). Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kolaborasi internasional di bidang bioteknologi perikanan dan kesehatan ikan, khususnya untuk mendukung pengembangan industri marikultur nasional yang berdaya saing global. Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan delegasi Woogene B&G ke kampus Universitas Gadjah Mada pada Desember 2025 lalu. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas potensi transfer teknologi dan riset bersama terkait pengendalian penyakit pada komoditas budidaya laut bernilai ekonomi tinggi. Penyakit viral, terutama yang disebabkan oleh Iridovirus, selama ini menjadi salah satu faktor pembatas produktivitas kerapu dan kakap putih di berbagai sentra budidaya Indonesia. Kolaborasi ini akan dikawal secara teknis oleh tim peneliti Departemen Perikanan di bawah pimpinan Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., yang memiliki rekam jejak panjang dalam riset kesehatan ikan dan pengembangan vaksin. Sinergi antara pimpinan fakultas, peneliti, serta mitra industri diharapkan mampu menjembatani kebutuhan akademik dan implementasi teknologi di lapangan. Pendekatan ini dinilai strategis untuk memastikan hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan benar-benar diadopsi oleh pelaku usaha budidaya.
Selama lima tahun ke depan, fokus utama kerja sama adalah pengembangan dan uji aplikasi vaksin Iridovirus untuk kerapu dan kakap putih. Tahapan kegiatan meliputi penelitian dasar, formulasi vaksin, uji efikasi di laboratorium, hingga uji lapang di unit-unit budidaya laut. Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan teknis bagi dosen, mahasiswa, serta praktisi perikanan guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam bidang bioteknologi akuakultur.
Inovasi vaksin ini diharapkan mampu menekan angka kematian ikan akibat infeksi virus, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup (survival rate), serta memperbaiki performa produksi. Dampak jangka panjangnya adalah peningkatan efisiensi usaha, stabilitas pasokan ikan konsumsi, dan penguatan ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan teknologi mutakhir dari Woogene B&G dan basis riset kuat dari Fakultas Pertanian UGM, kerja sama ini diharapkan menjadi model kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan industri global dalam mendorong transformasi sektor perikanan Indonesia menuju praktik yang lebih modern, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.




