• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Beasiswa
Arsip:

Beasiswa

Mahasiswa Magister Ilmu Perikanan UGM Ikuti Program Internship di NAIST Jepang

BeasiswaBerita Selasa, 31 Maret 2026

Mahasiswa Program Magister Ilmu Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2024 Ganjil, Rahma Aulia, mengikuti program internship di Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang. Program ini berlangsung pada 23 Februari hingga 20 Maret 2026 di Bessho Laboratory (Gene Regulation Laboratory), Division of Biological Science NAIST.

Kegiatan internship terlaksana atas rekomendasi dosen pembimbing, Dr. Dini Wahyu Kartika Sari, S.Pi., M.Si., serta dukungan Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM. Program ini juga didukung melalui pendanaan dan fasilitasi riset dari Division of Biological Science NAIST sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik internasional. Program ini turut diikuti mahasiswa Sarjana Biologi dan Magister Bioteknologi UGM serta akademisi dari Malaysia dengan topik riset yang berbeda.

Selama internship, Rahma mengerjakan mini-project Whole-Mount In Situ Hybridization (WISH) Analysis in Zebrafish Embryos di bawah supervisi Assoc. Prof. Takaaki Matsui di Bessho Laboratory (Lab PI: Prof. Yasumasa Bessho). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi lokasi ekspresi gen pada embrio ikan zebra (Danio rerio). Analisis dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari ekstraksi RNA dan sintesis cDNA ikan zebra, pembuatan probe RNA, hingga proses fiksasi, hibridisasi, serta pewarnaan embrio untuk mengamati pola ekspresi gen menggunakan mikroskop. Selain itu, Rahma juga terlibat dalam pemeliharaan ikan zebra strain wild-type, termasuk proses breeding dan kultur embrio.

Melalui program ini, Rahma memperoleh pengalaman riset internasional serta peningkatan keterampilan di bidang biologi molekuler. Selain aspek akademik, internship juga memberikan kesempatan memperluas jejaring internasional serta mengenal budaya dan lingkungan di Jepang. Program ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara UGM dan NAIST serta mendorong peningkatan kualitas riset mahasiswa Indonesia di tingkat global. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Mangrove Kulon Progo Masih Bertahan, Tapi Perlu Perhatian: Temuan Riset Mahasiswa

Beasiswa Rabu, 11 Maret 2026

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, mulai dari melindungi garis pantai hingga menjadi habitat bagi berbagai organisme laut. Melihat pentingnya fungsi tersebut, mahasiswa melakukan penelitian untuk menilai kondisi kesehatan mangrove di kawasan Jembatan Api-Api, Kabupaten Kulon Progo.

Penelitian oleh Galang Mahmud Zaelani yang dibimbing Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si. ini, bertujuan menganalisis struktur komunitas vegetasi mangrove, menghitung Indeks Kesehatan Mangrove (Mangrove Health Index/MHI), serta mengevaluasi pengaruh kualitas air terhadap kondisi ekosistem. Pengambilan data dilaksanakan pada September hingga Desember 2025 dengan metode purposive sampling di tiga titik pengamatan.

Dalam proses penelitian, Galang menggunakan metode transek untuk menganalisis struktur vegetasi mangrove. Sementara itu, persentase tutupan kanopi diukur menggunakan teknik hemispherical photography, yang memungkinkan pengamatan kondisi tajuk pohon secara lebih akurat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove Jembatan Api-Api didominasi oleh spesies Avicennia marina dengan nilai Indeks Nilai Penting (INP) mencapai 213,99%. Secara umum, nilai rata-rata Indeks Kesehatan Mangrove (MHI) di kawasan tersebut berada pada angka 35,86%, yang menandakan kondisi ekosistem dalam kategori sedang.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa rata-rata kerapatan mangrove mencapai 3.800 individu per hektar dengan tutupan kanopi sekitar 76,6%. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa faktor kualitas air berpengaruh terhadap kondisi mangrove. Salinitas diketahui memiliki pengaruh negatif yang sangat kuat terhadap kerapatan pohon, sedangkan kandungan fosfat justru memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan tutupan kanopi.

Melalui penelitian ini, diharapkan informasi mengenai kondisi kesehatan mangrove dapat menjadi dasar pengelolaan dan konservasi ekosistem pesisir di Kulon Progo agar tetap berkelanjutan. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Sharing Session MTCRC 2025: Mahasiswa Magister Ilmu Perikanan UGM Antusias Kenali Instrumen Oseanografi dan Gali Ide Riset

BeasiswaBerita Rabu, 17 September 2025

Yogyakarta, 17 September 2025 – Departemen Perikanan UGM sebagai mitra Perguruan Tinggi Korea-Indonesia MTCRC telah menyelenggarakan “Sharing Session MTCRC 2025” yang bertempat di Ruang 2.02 Departemen Perikanan UGM. Acara yang mengangkat tema “Mengenal Instrumen Oseanografi (CTD, ADCP, dan MBES) serta Sharing Riset Mahasiswa” ini dihadiri oleh mahasiswa dan Dosen Magister Ilmu Perikanan. Acara dibuka dengan sambutan dan pemaparan program MTCRC di Magister Ilmu Perikanan UGM oleh Dr. Eko Setyobudi, yang memberikan gambaran umum mengenai program dan aktivitas mahasiswa awardee MTCRC Scholarship. Sesi utama diisi oleh dua alumni Awardee Beasiswa MTCRC, yaitu Qothrunnadaa Salsabiila dan Hana Cahya Maharani, yang menyampaikan pengalaman mengikuti Marine Equipment Training (MET) berbagai instrumen oseanografi yaitu CTD (Conductivity, Temperature, Depth), ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler), dan MBES (Multibeam Echo Sounder). Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, namun juga disertai contoh aplikatif dari hasil riset lapangan, sehingga sangat membuka wawasan peserta mengenai pemanfaatan teknologi dalam penelitian perikanan dan kelautan.

Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (4) Pendidikan Berkualitas, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrastruktur, Industri, dan Inovasi, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Ekosistem Lautan, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025: Ajang Ilmiah dan Jejaring Akademik

BeasiswaBerita Rabu, 30 Juli 2025

Jakarta, 30 Juli 2025 — Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) menyelenggarakan ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025 di Jakarta. Acara ini menjadi forum ilmiah bagi para penerima beasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka, sekaligus menjadi ruang pertemuan akademik antara mahasiswa, profesor, dan guru besar dari berbagai universitas perikanan terkemuka di Indonesia. Seminar ini menghadirkan suasana akademik yang hangat sekaligus penuh semangat kolaborasi. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa S2 penerima beasiswa, guru besar, serta profesor dari penjuru Indonesia, memaparkan hasil penelitian dengan kualitas ide yang mendalam dan beragam.

Salah satu awardee, Nicholas Sidharta dari Magister Ilmu Perikanan UGM menyampaikan pengalamannya saat mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para profesor dan peneliti dari berbagai institusi merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ia sendiri berkesempatan memaparkan penelitian berjudul “Stakeholders’ Perceptions of Adopting Irradiation Technology for Seafood Exports in Indonesia: Findings from Shrimp Commodity Using Q-Methodology”. Dalam presentasinya, ia menekankan pentingnya aspek storytelling agar penelitian dapat dipahami lebih luas, bahkan ketika topiknya masih asing bagi sebagian orang. “Saya berusaha mengemas istilah teknis seperti iradiasi menjadi sederhana, sehingga dapat dipahami audiens secara lebih mudah. Bersyukur topik yang unik ini dapat diterima dengan baik oleh panelis,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pihak MTCRC, khususnya kepada Ivonne dan Park Hansan selaku Direktur MTCRC, serta Dr. Ir. Eko Setyobudi, M.Si., yang senantiasa memberikan pendampingan. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para pembimbing, Prof. Suadi dan Indun Dewi Puspita, Ph.D., serta teman-teman yang telah memberikan dukungan penuh selama perjalanan akademiknya. “Acara ini menjadi momen terakhir bagi awardee beasiswa tahun ini. Saya belajar banyak dari penelitian dan pengalaman rekan-rekan, serta merasa beruntung dapat menjalin jejaring dengan para akademisi hebat. Harapan saya, kerja sama antara UGM dan MTCRC dapat terus terjaga dan semakin berkembang,” tambahnya. Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang merekam kebersamaan seluruh peserta.

Kegiatan ini menegaskan bahwa ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025 bukan hanya wadah berbagi ilmu, tetapi juga jembatan untuk mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Korea di bidang perikanan dan kelautan. Kegiatan ini mendukung tujuan global untuk pembangunan berkelanjutan pada poin (1) Menghapus Kemiskinan, (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (14) Menjaga Ekosistem Laut, (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY