• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Staff
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Kerja Sama
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 5: Gender Equality
  • SDG 5: Gender Equality
Arsip:

SDG 5: Gender Equality

Departemen Perikanan UGM berkolaborasi dengan KONEKSI, BRIN dan Universitas Brawijaya Dalam Workshop on Gender Disability, and Social Inclusion

Berita Rabu, 17 Desember 2025

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berperan dalam penyelenggaraan Workshop on Gender, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) yang dilaksanakan pada 17 Desember 2025 di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Brawijaya (UB) serta diikuti oleh 80 peserta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta. Pembicara dari kegiatan ini adalah Anes Dwi Jayanti, S.Pi., M.Agr., Ph.D dari Departemen Perikanan UGM, Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. dari Fakultas Biologi UGM, Dr. Ita Margaretha Nainggolan, S.Si., M.Biomed dari BRIN, Josephine Elizabeth Siregar, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Syahputra Wibowo, S.Si., M.Si dari BRIN.

Workshop ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya integrasi prinsip gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Materi yang disampaikan fokus pada peran perempuan dalam pengembangan sains hayati dan kesehatan, serta pendekatan riset yang inklusif dan responsif terhadap konteks sosial. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas mahasiswa dan peneliti muda untuk dapat mengupayakan iklim riset baik di lapangan dan di laboratorium yang ramah bagi perempuan dan inklusif. Sehingga ditengah tantangan overburden bagi perempuan dan gender bias, perempuan tetap dapat menghasilkan riset yang unggul. Pelaksanaan workshop ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, workshop ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya (5) Kesetaraan Gender, (10) Berkurangnya Kesenjangan, dan (14) Ekosistem Lautan.

Penulis: Annisa Yustisia

Editor: Nahla Alfiatunnisa, Anes Dwi Jayanti

Departemen Perikanan UGM berkolaborasi dengan KONEKSI, BRIN dan Universitas Brawijaya Dalam Workshop Women’s Empowerment in Processing Shrimp Shell Waste into Shrimp Shell-Based Bioproduct di Bantul, Yogyakarta.

Berita Selasa, 16 Desember 2025

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan kolaborasi bersama KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Brawijaya (UB) yang berfokus pada Workshop Women’s Empowerment in Processing Shrimp Shell Waste into Shrimp Shell-Based Bioproduct. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 15-16 Desember 2025 di Laguna View Depok, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembicara dari workshop tersebut adalah Endah Prihatiningtyastuti, S.P., M.Si., M.Phil., Ph.D. dan Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., Ph.D. dengan melibatkan 95 peserta dari kelompok perempuan pengolah dan pemasar hasil perikanan. Selain Departemen Perikanan, kegiatan ini juga diisi oleh Muhammad Fariz Zahir Ali, S.Pi., M.Agr., Ph.D., Dr. Rifaldi, S.Si., Muhammad Naufal, Ph.D. dari  BRIN. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. dari Fakultas Biologi, Prof. Akhmad Sabarudin, M.Sc., Dr. Sc. dari Departemen Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan pesisir dalam pengelolaan usaha perikanan serta memperkuat peran ekonomi perempuan pada sektor perikanan. Melalui pendekatan partisipatif, peserta memiliki ruang untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan dan peluang usaha perikanan yang dijalankan. Workshop ini juga menekankan pentingnya penguatan jejaring dan kolaborasi antar pelaku usaha perikanan berbasis komunitas. Perempuan pengolah dan pemasar hasil perikanan didorong untuk lebih adaptif terhadap perubahan, mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, serta berperan aktif dalam pengambilan keputusan ekonomi di tingkat rumah tangga maupun komunitas.

Workshop ini merupakan bagian dari komitmen penguatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan di sektor perikanan. Hal itu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama (5) Kesetaraan Gender, 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan (14) Ekosistem Lautan.

Penulis: Annisa Yustisia

Editor: Nahla Alfiatunnisa, Anes Dwi Jayanti

UGM Dorong Transformasi Digital bagi Perempuan Pembudidaya Ikan di Kulon Progo

Berita Kamis, 23 Oktober 2025

Kulon Progo, 23 Oktober 2025 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Partisipasi Perempuan Pembudidaya Ikan dalam Mencapai Ketahanan Pangan melalui Transformasi Digital.” Acara yang berlangsung di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulon Progo ini dihadiri oleh Kepala DKP Kulon Progo, Kepala Bidang Perikanan Budidaya, perwakilan kelompok wanita pembudidaya ikan, serta penyuluh perikanan di wilayah Kulon Progo.

Turut hadir dari Universitas Gadjah Mada, Endah Prihatiningtyastuti, S.P., M.Si., M.Phil., Ph.D., dosen Departemen Perikanan UGM yang membawakan materi mengenai pemberdayaan ekonomi bagi perempuan; Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si., dosen Departemen Perikanan yang memaparkan manajemen budidaya ikan; serta Azellia Alma Shafira, S.E., M.Sc., dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM yang memperkenalkan aplikasi digital untuk pencatatan kegiatan dan keuangan budidaya ikan. Selain dosen, kegiatan ini juga diikuti oleh anggota Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA), yaitu Seruni Salsabila Putri Basoeki, S.Pi., M.Sc. dan Afifah Imawati Putri, S.Pi., yang aktif mendukung isu-isu perikanan dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala DKP Kulon Progo, drh. Drajat Purbadi, M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi antara UGM dan DKP Kulon Progo dalam meningkatkan kapasitas perempuan pembudidaya ikan di daerahnya. Sesi materi dimulai dengan paparan dari Dr. Endah Prihatiningtyastuti, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas perempuan pesisir dan perikanan darat. Ia menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kegiatan budidaya ikan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional. Selanjutnya, Dr. Susilo Budi Priyono memaparkan materi Manajemen Budidaya Ikan, menekankan bahwa keberhasilan usaha budidaya tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh kemampuan manajerial yang baik. Melalui penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), perempuan pembudidaya ikan didorong untuk melakukan pencatatan kegiatan secara sistematis agar dapat mengambil keputusan usaha yang lebih tepat dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Azellia Alma Shafira, S.E., M.Sc. menyoroti pentingnya pencatatan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam usaha budidaya. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan usaha, salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi Banoo sebagai alat bantu pencatatan yang mudah digunakan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa teknologi hanyalah sarana, sementara kunci keberhasilan terletak pada kedisiplinan dalam mencatat setiap kegiatan dan biaya budidaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia poin ke-3 dan ke-4 mengenai blue economy dan pemberdayaan perempuan, serta sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1 (No Poverty), 3 (Good Health and Well Being), 5 (Gender Equality), dan 15 (Life on Land) tentang pengentasan kemiskinan, kehidupan sehat dan sejahtera, kesetaraan gender, serta ekosistem laut. Melalui kegiatan ini, diharapkan perempuan pembudidaya ikan di Kulon Progo dapat semakin berdaya, adaptif terhadap teknologi, dan berkontribusi aktif dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.


Penulis: Seruni Salsabila Putri Basoeki
Editor: Nahla Alfiatunnisa

UGM Sukses Gelar 6th International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR) 2025

Berita Rabu, 16 Juli 2025

Yogyakarta, 16 Juli 2025 – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu perikanan dan kelautan dengan sukses menyelenggarakan The 6th International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR). Acara bergengsi ini berlangsung di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta, dan dihadiri oleh 58 peserta dari berbagai instansi dan universitas, baik dari tingkat nasional maupun internasional. Mengusung tema “Blue Economy, Blue Finance, and Blue Justice”, simposium ini menjadi wadah penting untuk menyebarluaskan hasil penelitian sekaligus memperkuat kolaborasi akademik lintas negara. Tema tersebut dipilih untuk menjawab tantangan global di sektor perikanan dan kelautan, khususnya dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, pembiayaan, dan keadilan sosial dalam pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ISMFR 2025 menghadirkan sejumlah pembicara kunci (keynote speakers) dari berbagai institusi internasional ternama. Di antaranya, Prof. Catriona Macleod dari University of Tasmania yang memaparkan pentingnya ketersediaan data kelautan dan oseanografi sebagai fondasi pengukuran kesiapan konsep Blue Economy di Indonesia. Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University menyoroti inovasi penggunaan adjuvant untuk meningkatkan efikasi vaksin pada sektor akuakultur. Sementara itu, Dr. Sang-gil Lee dari Pukyong National University menjelaskan prospek pengembangan pangan laut dengan teknologi mutakhir 3D-food printing yang mendukung keberlanjutan perikanan. Dari dalam negeri, Dr. Riza Yuliratno Setiawan (UGM) menekankan tantangan serta fakta dasar dalam membangun sektor perikanan berkelanjutan di Indonesia.

Selain menghadirkan diskusi panel, acara ini juga menyuguhkan sesi workshop yang dipandu oleh Dr. Sven Kreutel, CEO Particle Metrix GmbH – PT Melchers Indonesia. Workshop tersebut memperkenalkan pendekatan teknologi nanometri yang dapat diterapkan dalam berbagai penelitian perikanan dan kelautan, sekaligus membuka peluang integrasi riset ilmiah dengan aplikasi praktis di lapangan.

Terselenggaranya ISMFR ke-6 ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari lembaga penelitian, universitas mitra internasional, hingga sponsor industri, salah satunya dari PT. Melchers Indonesia. Kolaborasi tersebut semakin memperkuat posisi acara ini sebagai forum ilmiah strategis yang tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga keberlanjutan sektor perikanan dan kelautan dalam kerangka global. Dengan keberhasilan penyelenggaraan ISMFR 2025, Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Perikanan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Simposium ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus landasan bagi pengembangan kebijakan serta inovasi riset yang mampu menjawab tantangan perikanan dunia di masa depan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 14: Kehidupan Bawah Air yang menekankan pentingnya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan riset dan teknologi ramah lingkungan untuk menghadapi tantangan iklim global. Selain itu, konsep Blue Economy, Blue Finance, and Blue Justice yang diusung turut berkontribusi pada SDG 5: Kesetaraan Gender dengan mendorong peran inklusif perempuan dalam sektor perikanan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara universitas, lembaga riset, pemerintah, dan sektor swasta. Dengan demikian, ISMFR tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wujud nyata kontribusi ilmiah dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Penampilan Swasti Segara, Tim Tari Perikanan UGM di PORTANI 2025

Berita Minggu, 15 Juni 2025

PORTANI 2025 kembali digelar sebagai ajang tahunan yang merayakan kreativitas dan kebersamaan antar departemen di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Salah satu cabang perlombaan seni yang paling dinantikan dalam acara ini adalah lomba tari tradisional, yang dilaksanakan pada puncak Closing Ceremony tepatnya hari Minggu, 15 Juni 2025. Tahun ini, delegasi dari Departemen Perikanan tampil dengan membawakan tarian berjudul “Swasti Segara.” Tarian ini menceritakan kisah Nyi Ageng Serang yang merupakan seorang pahlawan wanita dari tanah Jawa yang dikenal karena keberaniannya dalam melawan penjajah kolonial Belanda. Keberanian dan strategi perangnya menjadikan Nyi Ageng Serang simbol perlawanan dan insiprasi bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dengan penampilan yang penuh semangat dan kekompakan yang tinggi, mereka berhasil meraih juara ketiga dalam kompetisi tersebut. Tim tari Departemen Perikanan UGM terdiri dari mahasiswa angkatan 2023-2024 yaitu Denna, Mutiara, Hanum, dan Aifa yang telah berlatih selama kurang dari satu bulan. Mereka menyusun koreografi sendiri dengan menggabungkan berbagai unsur khas tari tradisional Jawa. Kostum yang digunakan pun dirancang secara khusus, menampilkan  nuansa  prajurit  wanita  yang  berani  dengan tambahan properti berupa tombak sebagai salah satu senjata yang mereka gunakan untuk berperang. Penampilan mereka mendapatkan apresiasi dari dewan juri karena mampu menyampaikan pesan budaya melalui seni gerak. Tak hanya itu, dukungan penuh dari para teman-teman mahasiswa turut memberikan semangat bagi tim selama proses persiapan hingga penampilan puncak.

Keberhasilan meraih juara ketiga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Departemen  Perikanan UGM dan membuktikan bahwa potensi seni dan budaya tetap hidup di tengah kesibukan akademik. Ketua tim, Denna, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini dan berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain. Ia juga menambahkan bahwa mengikuti lomba ini tidak hanya soal menang, tetapi juga tentang belajar bekerja sama dan mengenal budaya Jawa secara lebih mendalam.

Partisipasi tim tari tradisional Departemen Perikanan UGM dalam PORTANI 2025 turut mendukung pencapaian beberapa poin SDGs, khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pengembangan soft skills seperti kreativitas, kerja sama tim, dan penghargaan terhadap budaya. Dengan mengangkat kisah kepahlawanan Nyi Ageng Serang melalui seni tari, kegiatan ini juga selaras dengan SDG 5 (Gender Equality), karena menampilkan figur perempuan sebagai simbol kekuatan dan inspirasi perjuangan, sekaligus menyoroti peran penting perempuan dalam sejarah dan seni. Upaya pelestarian budaya lokal melalui tarian tradisional juga mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), yang mendorong perlindungan warisan budaya takbenda. Selain itu, semangat kolaboratif dan keterlibatan aktif mahasiswa dari berbagai latar belakang mencerminkan semangat inklusi dan solidaritas sebagaimana tercermin dalam SDG 10 (Reduced Inequalities). PORTANI 2025 tidak hanya menjadi ajang seni, tetapi juga ruang pembelajaran lintas nilai yang memperkuat identitas budaya dan kebersamaan antar generasi muda.

Penulis : Amelia Nandita Putri

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

“Dari Kridosono menuju Pancasila : GELORA PERJUANGAN VOLI PERIKANAN”

Berita Selasa, 3 Juni 2025

Yogyakarta, 3 Juni 2025 – Departemen Perikanan kembali mencatatkan sejarah di ajang Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Pertanian (PORTANI) 2025 dengan meraih gelar juara cabang voli putra. Dalam partai final yang digelar pada Selasa, 3 Juni 2025 di GOR Pancasila UGM, Yogyakarta, tim Perikanan tampil dominan dan sukses menundukkan Departemen Tanah dengan set kemenangan telak 3–0. Gelar ini menandai keberhasilan mereka mempertahankan kejayaan sebagai juara, sekaligus memperkuat posisi Perikanan sebagai “raja” dalam olahraga PORTANI cabang voli putra. Langkah awal menuju podium juara dimulai pada babak penyisihan yang dilaksanakan Minggu, 18 Mei 2025 di GOR Kridosono, Yogyakarta. Tim Perikanan tergabung dalam grup yang cukup kompetitif bersama Departemen Mikrobiologi dan Departemen Budidaya Pertanian. Namun, Perikanan tampil tanpa celah dan menyapu bersih seluruh pertandingan tanpa kehilangan satu poin pun, memastikan tiket ke babak semifinal sebagai pemuncak grup.

Di semifinal yang berlangsung Senin, 26 Mei 2025, juga di GOR Kridosono, Perikanan menghadapi tim kuat dari Departemen Hama dan Proteksi Tanaman. Dengan kerjasama yang apik, perikanan berhasil menyapu bersih 3 set dengan kemenangan melalui permainan yang disiplin dan kolektif, membawa mereka ke partai puncak untuk kembali merebut gelar juara. Final yang berlangsung di GOR Pancasila UGM menjadi ajang pembuktian bahwa tim ini memang layak menjadi sang juara. Dengan serangan cepat, pertahanan rapat, serta kerja sama yang solid, Perikanan berhasil mengunci kemenangan dalam tiga set langsung. Dukungan dari SPARTAN (Supporter Perikanan Militan) dan semangat mempertahankan gelar menjadi bahan bakar utama kemenangan kali ini. Keberhasilan ini memperkuat identitas Departemen Perikanan sebagai langganan juara di cabang voli putra PORTANI. Tak hanya menjadi kebanggaan internal, prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus menjaga semangat kompetisi, solidaritas, dan kerja keras dalam setiap langkah perjuangan, baik di lapangan olahraga maupun di ruang akademik.

Hasil yang memuaskan juga diraih oleh tim voli putri Departemen Perikanan dimana tim ini berhasil memenangkan pertandingan perebutan juara 3 melawan Departemen Budidaya Pertanian (BUPER) yang digelar pada Selasa, 3 Juni 2025 di GOR Pancasila UGM, Yogyakarta, tim voli putri tampil luar biasa dan sukses menundukkan lawannya dengan kemenangan telak 3–0. Perjalanan tim voli putri menuju podium dimulai sejak babak penyisihan yang berlangsung pada Minggu, 18 Mei 2025 di GOR Kridosono, Yogyakarta. Tim voli putri Departemen Perikanan menunjukkan performa yang solid meskipun berada di grup yang cukup berat. Semangat juang tinggi dan kekompakan tim menjadi kunci mereka untuk melangkah hingga babak semifinal.

Pada babak semifinal yang digelar Senin, 26 Mei 2025 di GOR Kridosono, tim voli putri Perikanan menghadapi tim tangguh dari Departemen Sosial Ekonomi (SOSEK). Pertandingan berlangsung ketat dengan tempo tinggi, namun Perikanan harus mengakui keunggulan SOSEK setelah bertarung sengit dalam beberapa set yang menegangkan. Meskipun kalah, semangat mereka tetap membara untuk merebut posisi ketiga. Di pertandingan perebutan juara 3, tim voli putri Perikanan menunjukkan kualitas terbaiknya. Dengan serangan tajam, pertahanan rapat, serta kerja sama yang kompak, mereka mampu mengunci kemenangan dalam tiga set langsung. Kemenangan 3–0 ini menjadi hadiah manis atas perjuangan panjang dan kerja keras mereka selama turnamen berlangsung. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa semangat dan kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Prestasi juara 3 ini menjadi kebanggaan bagi Departemen Perikanan dan memotivasi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga solidaritas di dalam maupun di luar lapangan.

Kemenangan tim voli putra dan putri Departemen Perikanan dalam PORTANI 2025 tidak hanya mencerminkan prestasi olahraga, tetapi juga mendukung pencapaian berbagai poin dalam SDGs. Semangat sportivitas, kerja sama tim, dan ketekunan yang ditunjukkan oleh para atlet sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being), yang mendorong gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik. Keterlibatan aktif mahasiswa dari berbagai latar belakang dalam ajang ini juga mencerminkan prinsip inklusi dan kesetaraan, sebagaimana diusung oleh SDG 5 (Gender Equality) dan SDG 10 (Reduced Inequalities), yang terlihat dari partisipasi dan pencapaian membanggakan baik tim putra maupun putri. Lebih dari itu, nilai-nilai solidaritas, kepemimpinan, dan semangat juang yang tumbuh dalam proses pertandingan menjadi bagian dari pembangunan karakter yang selaras dengan SDG 4 (Quality Education), yang tidak hanya mencakup aspek akademik, tetapi juga pendidikan nilai dan soft skills. PORTANI 2025 menjadi panggung nyata bagi mahasiswa untuk belajar, berproses, dan tumbuh dalam semangat kolektif menuju masyarakat yang sehat, setara, dan berdaya.

Penulis: M. Ilham Rifandy dan Belva Gian Kyano

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY