• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Staff
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Kerja Sama
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 12: Responsible Consumption and Production
  • SDG 12: Responsible Consumption and Production
Arsip:

SDG 12: Responsible Consumption and Production

Departemen Perikanan UGM Gelar Studium Generale Bersama Kemenko Bidang Pangan Bahas Strategi Swasembada Pangan Berkelanjutan

Berita Selasa, 7 Oktober 2025

Yogyakarta, 7 Oktober 2025 – Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Studium Generale pada Jumat, 7 Oktober 2025, dengan menghadirkan Muhamad Mawardi, S.Pt., M.T., selaku Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, sebagai narasumber utama. Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta, yang sebagian besar merupakan mahasiswa Departemen Perikanan UGM, serta peserta umum dari berbagai kampus dan instansi yang turut antusias mengikuti kegiatan. Studium generale ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan sivitas akademika mengenai arah kebijakan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan sektor kelautan dan perikanan.

Dalam paparannya yang berjudul “Strategi Kebijakan Sektor Kelautan dan Perikanan dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”, Muhamad Mawardi menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Beliau menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi produksi perikanan berkelanjutan lebih dari 12 juta ton per tahun, namun belum termanfaatkan secara optimal. Menurutnya, diperlukan pergeseran paradigma dari “pangan darat” menuju “pangan biru” sebagai solusi terhadap alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan krisis gizi global. Melalui pendekatan inovatif seperti akuakultur modern, teknologi smart aquaculture, serta hilirisasi produk perikanan, potensi sumber daya laut Indonesia dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Mawardi memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah dalam periode 2025–2029, di antaranya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak Pantura, serta pengembangan industri garam nasional. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perikanan, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam mewujudkan ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada sesi diskusi, Muhamad Mawardi turut mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di bidang kelautan dan perikanan. Ia menilai bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai inovator, komunikator, dan wirausahawan muda yang mampu membawa perubahan nyata bagi pembangunan maritim Indonesia. “Mahasiswa harus menjadi motor penggerak perubahan melalui penelitian, inovasi, dan kewirausahaan di sektor perikanan,” ujarnya. Ia menutup sesi dengan menegaskan bahwa laut adalah masa depan pangan Indonesia, dan keberhasilan swasembada pangan berkelanjutan akan sangat bergantung pada peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan bangsa. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (3) Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, (9) Infrastruktur, Industri, dan Inovasi, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Perikanan UGM Selenggarakan Pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Instrumentasi Laboratorium Semester Gasal 2025

Berita Sabtu, 30 Agustus 2025

Yogyakarta, 30 Agustus 2025 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Instrumentasi Laboratorium (PK3IL) yang rutin diadakan setiap semester sejak tahun 2021. Tahun ini, pelatihan diikuti oleh 269 mahasiswa dari jenjang Sarjana hingga Pascasarjana yang menandakan tingginya antusiasme mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait praktik laboratorium yang aman.

Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi oleh Prof. Tri Joko Raharjo, S.Si., M.Si., Ph.D., yang menekankan aspek fundamental keselamatan kerja di laboratorium. Dalam paparannya, Prof. Tri Joko menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam setiap aktivitas ilmiah. Kecelakaan di laboratorium umumnya dapat dicegah apabila mahasiswa memiliki pengetahuan yang cukup tentang prosedur keselamatan. Mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti jas laboratorium, sarung tangan, dan kacamata pelindung, hingga penanganan bahan kimia berbahaya, pemeliharaan alat, serta prosedur evakuasi darurat. Selepas sesi tatap muka, pelatihan tidak berhenti begitu saja. Mahasiswa diarahkan untuk mengikuti pembelajaran mandiri melalui eLOK UGM, platform pembelajaran daring milik Universitas Gadjah Mada. Peserta dapat mengakses berbagai modul tambahan yang membahas secara rinci tentang prosedur standar operasional (SOP) laboratorium, teknik penggunaan instrumen dasar, hingga penanganan limbah laboratorium yang ramah lingkungan. Metode ini dipilih agar mahasiswa dapat mengulang materi secara fleksibel sekaligus mempraktikkan pemahaman mereka dalam studi kasus yang tersedia. Pendekatan kombinasi tatap muka dan daring ini membekali mahasiswa dengan pemahaman teoritis sekaligus kemampuan adaptif terhadap situasi nyata di laboratorium.

Bentuk penilaian akhir, seluruh peserta diwajibkan mengikuti ujian daring pada 6 September 2025. Ujian ini dirancang untuk mengukur sejauh mana mahasiswa mampu memahami materi keselamatan kerja dan instrumen laboratorium. Melalui sistem ini, mahasiswa tidak hanya diuji secara kognitif, tetapi juga ditantang untuk memahami aplikasi praktis dalam skenario nyata. Hasil ujian akan menjadi tolok ukur kesiapan mahasiswa sebelum melakukan kegiatan penelitian maupun praktikum di laboratorium Departemen Perikanan UGM.

Sejak pertama kali digagas, kegiatan PK3IL ini menjadi salah satu agenda penting yang mendukung keberhasilan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan penelitian. Ketua Departemen Perikanan UGM menuturkan bahwa pelatihan ini adalah bentuk tanggung jawab institusi dalam memastikan mahasiswa mampu beraktivitas di laboratorium dengan aman dan profesional.Melalui kegiatan pelatihan ini, Departemen Perikanan UGM berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam teori dan praktik akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Kompetensi tersebut sangat penting, mengingat penelitian di bidang perikanan dan kelautan kerap melibatkan penggunaan bahan kimia, organisme hidup, serta instrumen laboratorium yang berisiko tinggi. Lebih jauh lagi, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan Departemen Perikanan. Dengan begitu, mahasiswa akan terbiasa bekerja secara disiplin, sistematis, dan sesuai standar internasional, sehingga dapat menunjang kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang dihasilkan.

Pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Instrumentasi Laboratorium yang dilaksanakan oleh Departemen Perikanan UGM bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi sebuah investasi jangka panjang dalam mencetak generasi ilmuwan perikanan yang tangguh, aman, dan bertanggung jawab. Kombinasi pembelajaran tatap muka, mandiri, dan evaluasi daring, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Departemen Perikanan UGM dalam membangun mahasiswa yang siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (3) Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, (9) Infrastruktur, Industri, dan Inovasi, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

SinnTech Webinar 28: Menggagas Sistem Produksi Akuakultur Berkelanjutan

Berita Rabu, 27 Agustus 2025

Yogyakarta, 27 Agustus 2025 – Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM kembali menyelenggarakan SinnTech Webinar ke-28 dengan tema “Sustainable Aquaculture Production System.” Acara ini menghadirkan 62 partisipan yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, hingga perwakilan instansi, dengan antusiasme tinggi dalam membahas masa depan akuakultur yang ramah lingkungan dan efisien.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber ahli yang berkompeten di bidang akuakultur berkelanjutan. Dr. Norhidayah Abdul Manan dari Higher Institution Centre of Excellence (HICoE), Institute of Tropical Aquaculture and Fisheries (AKUATROP), Universiti Malaysia Terengganu, membawakan materi bertajuk “Aquaponic System for Sustainable Aquaculture Production.” Dr. Norhidayah menjelaskan bagaimana sistem akuaponik, kombinasi budidaya ikan dan tanaman, dapat menjadi solusi inovatif dalam menghadapi keterbatasan lahan, air, serta kebutuhan pangan yang terus meningkat. Tiga jenis sistem akuaponik seperti NFT (Nutrient Film Technique), Media Bed, dan DWC/Raft System diperkenalkan sebagai alternatif yang masing-masing memiliki kelebihan dan tantangan.

Narasumber selanjutnya adalah Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi. dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, melanjutkan dengan topik “Recirculating Aquaculture System (RAS) for Sustainable Aquaculture Production.” Dalam paparannya, Dr. Ega menekankan pentingnya sistem resirkulasi yang mampu mengolah kembali air budidaya melalui proses filtrasi mekanis dan biologis, sehingga limbah dapat diminimalisir, kualitas air tetap terjaga, serta produksi ikan menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Teknologi ini disebut sangat potensial diterapkan di skala industri modern. Diskusi berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta, mulai dari teknis penerapan biofilter, risiko kegagalan sistem pompa pada akuaponik, hingga tantangan biaya investasi awal untuk sistem RAS.

Melalui webinar ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan teknis, tetapi juga kesadaran bahwa inovasi sistem budidaya tertutup seperti Akuaponik dan RAS merupakan bagian penting dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produksi pangan sehat dan berkelanjutan, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) lewat efisiensi dan pengolahan ulang air, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan pengelolaan sumber daya yang lebih bijak, dan SDG 14 (Life Below Water) melalui perlindungan ekosistem perairan dari pencemaran limbah budidaya. Dengan terselenggaranya SinnTech Webinar 28, semakin jelas bahwa masa depan akuakultur tidak hanya berbicara tentang produktivitas, tetapi juga tentang resiliensi, inovasi, dan keberlanjutan.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Program Pengabdian Masyarakat Departemen Perikanan UGM: Inovasi Pakan Ikan Berbasis Bahan Lokal untuk Ekonomi Berkelanjutan Desa Argomulyo

Berita Rabu, 20 Agustus 2025

Program pengabdian masyarakat terkait pengembangan produksi pakan Ikan resmi dilaksanakan di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY pada tahun 2025. Kegiatan ini diketuai oleh salah satu Dosen Departemen Perikanan UGM yaitu Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi. dan melibatkan mahasiswa S1 maupun S2. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat skema terapan dari Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) UGM. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengembangkan pakan ikan yang mampu menyediakan pakan berkualitas dengan harga kompetitif, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan.

Pelaksanaan kegiatan dirancang dalam beberapa tahapan. Pada bulan Maret dilakukan survei lapangan untuk memetakan potensi, kebutuhan, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat. Tahap berikutnya dilaksanakan pemantauan pada bulan Juni guna mengevaluasi kesiapan masyarakat, sarana, dan potensi bahan baku lokal. Adapun pada bulan Agustus, kegiatan difokuskan pada pelatihan teknis intensif yang mencakup transfer teknologi formulasi pakan, manajemen usaha, hingga praktik produksi langsung.

Program ini dijadwalkan berlangsung selama tiga tahun dengan melibatkan akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas desa untuk menjamin keberlanjutan. Selain pembangunan fasilitas produksi, kegiatan ini juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pengenalan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Para pembudidaya diberikan pemahaman mengenai persiapan kolam yang sesuai standar, penggunaan obat ikan secara tepat, serta pengelolaan budidaya yang berkelanjutan. Materi pelatihan juga mencakup aspek penting nutrisi pakan, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pemberian yang tepat, frekuensi pakan, hingga pengaturan padat tebar dan formulasi pakan sesuai kebutuhan ikan. Metode pelatihan dirancang secara interaktif melalui workshop, praktik berkelompok, serta pencatatan logbook. Hal ini bertujuan agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan langsung dalam kegiatan budidaya. Dengan keterampilan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dalam mengelola usaha perikanan, sekaligus meningkatkan produktivitas secara efisien.

Program ini juga memperkenalkan pemanfaatan bahan lokal seperti pakan umum dan limbah tahu yang dapat digunakan sebagai bahan alternatif pembuatan pakan ikan. Pendekatan ini menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial yang relatif mahal, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah yang tersedia di sekitar masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada efisiensi biaya produksi, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular yang ramah lingkungan. Respon masyarakat Desa Argomulyo terhadap kegiatan ini sangat positif. Para pembudidaya merasa terbantu dengan pengetahuan baru yang diberikan, bahkan mereka mengusulkan agar diadakan pelatihan lanjutan, khususnya terkait penggunaan bahan pakan alternatif lainnya.

Antusiasme ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk mengembangkan usaha perikanan yang lebih mandiri dan berdaya saing. Ketua pelaksana, Dr. Desy Putri Handayani, menyampaikan pesan bahwa kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkesinambungan agar masyarakat semakin terampil memproduksi pakan ikan secara mandiri. Dengan keterampilan tersebut, masyarakat dapat menekan biaya produksi, meningkatkan keuntungan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Ia berharap model usaha pakan ikan berbasis masyarakat yang dirintis di Argomulyo dapat menjadi contoh yang berkelanjutan dan direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi perikanan. Kegiatan ini sejlan dengan tujuan global atau SDGs pada poin ke-2 : Mengakhiri Kelaparan, poin ke-8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan poin ke-12 : Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan.

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor : Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

All 1 2

Penguatan Kompetensi SDM dalam Pembinaan Mutu dan Keamanan Produk Perikanan bagi Dinas Perikanan Kabupaten Mimika

Berita Kamis, 3 Juli 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam Pembinaan Mutu dan Keamanan Produk Perikanan pada 2–3 Juli 2025 di Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, yakni Feky Jerny Walalayo, S.Pi., Novita Heri Sapulete, S.Pi., Sombolayuk, S.E., Sisilia Yikim, S.E., Yuliana Edita Mapeko, dan Astrid Welafubun, A.Md. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis peserta dalam aspek mutu dan keamanan produk perikanan, baik dalam skala usaha kecil maupun industri.

Selama dua hari, peserta mengikuti sesi materi dan workshop intensif yang meliputi standar mutu dan sistem jaminan mutu produk perikanan, penanganan hasil perikanan, pengujian mutu mikrobiologis dan sensoris, serta praktik evaluasi sanitasi dan hygiene fasilitas produksi. Selain itu, peserta juga dilatih dalam penerapan rantai dingin, teknik sampling, serta strategi pembinaan pelaku usaha berbasis studi kasus. Dengan metode pembelajaran interaktif dan praktik langsung di laboratorium, peserta dibekali kemampuan untuk melakukan penilaian mutu secara efektif dan menyusun strategi pembinaan teknis yang aplikatif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu menjadi agen pembina mutu yang kompeten di daerah masing-masing, khususnya dalam menjamin produk perikanan yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin 2: Tanpa Kelaparan, poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dan poin 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab melalui penguatan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi antar-instansi.

Penulis: Aurelie Firlana Salsabilla

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY