• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • hal. 3
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

UGM Sukses Gelar 6th International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR) 2025

Berita Rabu, 16 Juli 2025

Yogyakarta, 16 Juli 2025 – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu perikanan dan kelautan dengan sukses menyelenggarakan The 6th International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR). Acara bergengsi ini berlangsung di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta, dan dihadiri oleh 58 peserta dari berbagai instansi dan universitas, baik dari tingkat nasional maupun internasional. Mengusung tema “Blue Economy, Blue Finance, and Blue Justice”, simposium ini menjadi wadah penting untuk menyebarluaskan hasil penelitian sekaligus memperkuat kolaborasi akademik lintas negara. Tema tersebut dipilih untuk menjawab tantangan global di sektor perikanan dan kelautan, khususnya dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, pembiayaan, dan keadilan sosial dalam pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ISMFR 2025 menghadirkan sejumlah pembicara kunci (keynote speakers) dari berbagai institusi internasional ternama. Di antaranya, Prof. Catriona Macleod dari University of Tasmania yang memaparkan pentingnya ketersediaan data kelautan dan oseanografi sebagai fondasi pengukuran kesiapan konsep Blue Economy di Indonesia. Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University menyoroti inovasi penggunaan adjuvant untuk meningkatkan efikasi vaksin pada sektor akuakultur. Sementara itu, Dr. Sang-gil Lee dari Pukyong National University menjelaskan prospek pengembangan pangan laut dengan teknologi mutakhir 3D-food printing yang mendukung keberlanjutan perikanan. Dari dalam negeri, Dr. Riza Yuliratno Setiawan (UGM) menekankan tantangan serta fakta dasar dalam membangun sektor perikanan berkelanjutan di Indonesia.

Selain menghadirkan diskusi panel, acara ini juga menyuguhkan sesi workshop yang dipandu oleh Dr. Sven Kreutel, CEO Particle Metrix GmbH – PT Melchers Indonesia. Workshop tersebut memperkenalkan pendekatan teknologi nanometri yang dapat diterapkan dalam berbagai penelitian perikanan dan kelautan, sekaligus membuka peluang integrasi riset ilmiah dengan aplikasi praktis di lapangan.

Terselenggaranya ISMFR ke-6 ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari lembaga penelitian, universitas mitra internasional, hingga sponsor industri, salah satunya dari PT. Melchers Indonesia. Kolaborasi tersebut semakin memperkuat posisi acara ini sebagai forum ilmiah strategis yang tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga keberlanjutan sektor perikanan dan kelautan dalam kerangka global. Dengan keberhasilan penyelenggaraan ISMFR 2025, Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Perikanan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Simposium ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus landasan bagi pengembangan kebijakan serta inovasi riset yang mampu menjawab tantangan perikanan dunia di masa depan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 14: Kehidupan Bawah Air yang menekankan pentingnya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan riset dan teknologi ramah lingkungan untuk menghadapi tantangan iklim global. Selain itu, konsep Blue Economy, Blue Finance, and Blue Justice yang diusung turut berkontribusi pada SDG 5: Kesetaraan Gender dengan mendorong peran inklusif perempuan dalam sektor perikanan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara universitas, lembaga riset, pemerintah, dan sektor swasta. Dengan demikian, ISMFR tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wujud nyata kontribusi ilmiah dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Departemen Perikanan UGM Terima Kunjungan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB University

Berita Rabu, 9 Juli 2025

Yogyakarta, 9 Juli 2025 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), IPB University. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun kolaborasi strategis antar dua universitas besar di Indonesia dalam bidang perikanan, kelautan, dan pengelolaan sumber daya pesisir. Rombongan dari IPB University disambut dengan hangat oleh Ketua Departemen Perikanan UGM beserta Sekretaris Departemen, serta sejumlah dosen dan staf Departemen Perikanan.

Pada pertemuan ini, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dilakukan, mulai dari kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, hingga kegiatan akademik bersama. Salah satu agenda utama adalah rencana penyelenggaraan The 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology yang merupakan sebuah forum internasional yang akan mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang pengelolaan pesisir, kelautan, serta bioteknologi. Konferensi ini diharapkan menjadi ajang strategis untuk menyebarkan hasil-hasil penelitian terkini, memperkenalkan inovasi teknologi, serta membuka diskusi tentang tantangan dan peluang dalam pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM maupun PKSPL IPB sama-sama optimistis bahwa kunjungan ini akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, hingga pengembangan program akademik yang mendukung pembangunan pesisir Indonesia. Selain itu, melalui konferensi internasional yang akan digelar, kedua institusi berharap dapat mendorong munculnya gagasan baru yang relevan dengan tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi ekosistem pesisir, hingga pemanfaatan bioteknologi untuk keberlanjutan sumber daya laut.

Momen ini menjadi simbol harapan bahwa kolaborasi antara UGM dan IPB akan terus berkembang, menghasilkan dampak nyata tidak hanya bagi akademisi, tetapi juga bagi masyarakat pesisir dan pengelolaan sumber daya laut di Indonesia. Sinergi antara Departemen Perikanan UGM dan PKSPL IPB University, diharapkan lahir terobosan-terobosan baru dalam pengelolaan sumber daya pesisir yang lebih inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Kunjungan ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan pesisir yang berpihak pada ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (1) Menghapus Kemiskinan, (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrastruktur Industri dan Inovasi, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Menjaga Ekosistem Laut, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Pemas Nandur: Aksi Nyata Pelestarian Pesisir melalui Penanaman Mangrove di Laguna Pengklik, Pantai Samas, Bantul

Berita Jumat, 13 Juni 2025

Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan (KMIP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM berkolaborasi dengan TNI AL dan Saka Bahari Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pemas Nandur 2025 sebagai bentuk nyata pelestarian lingkungan pesisir. Pemas Nandur merupakan program kerja dari Departemen Pengabdian Masyarakat KMIP yang bertujuan mendukung upaya konservasi pesisir melalui penanaman mangrove serta kegiatan edukasi bersama. Kegiatan ini sukses dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2025 di Laguna Pengklik, Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 65 peserta turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang terdiri dari mahasiswa Ilmu Perikanan UGM, dosen, perwakilan Saka Bahari Yogyakarta, dan personel TNI AL.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Peltu (Mar) Yohanes Ari Wibowo selaku perwakilan TNI AL di POSAL Samas, Bantul. Selanjutnya, dilakukan edukasi mengenai peran penting mangrove bagi ekosistem pesisir. Para peserta kemudian diberikan pengarahan teknis mengenai cara penanaman mangrove yang benar dan dilanjutkan dengan aksi penanaman mangrove di sepanjang bibir Laguna Pengklik. Sebanyak 50 bibit mangrove berhasil ditanam dalam kegiatan ini. Selain kegiatan konservasi, para peserta juga mengikuti kegiatan rafting menyusuri Laguna Pengklik, yang dipandu oleh personel TNI AL. Kegiatan berlangsung dengan semangat dan partisipasi aktif seluruh peserta dari pagi hingga siang hari. Selain memberikan pengalaman langsung di alam terbuka, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Kolaborasi antar berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan kekuatan sinergi dalam mewujudkan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan. Melalui Pemas Nandur 2025, diharapkan kesadaran mahasiswa terhadap peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk turut serta dalam upaya pelestarian alam. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan poin 14: Ekosistem Lautan.

Penulis: KMIP UGM

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

DKP Bantul Gandeng UGM untuk Pendampingan Demplot Perikanan dan Tambak Garam

Berita Jumat, 25 April 2025

Yogyakarta, 21 April 2025 — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul melakukan kunjungan ke Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kunjungan ini dilaksanakan untuk membahas rencana kerja sama pendampingan teknis dalam program pengembangan demplot perikanan dan tambak garam di wilayah pesisir Bantul.

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari permohonan resmi DKP Bantul kepada UGM untuk mendampingi beberapa kegiatan strategis. Program strategis potensial yaitu percobaan demplot pendederan benih bening lobster (BBL), pembesaran udang vaname, bandeng, serta pengelolaan tambak garam. Program-program tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama dalam menyambut tuntasnya pembangunan jalur selatan-selatan yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.

DKP Bantul sangat mengapresiasi respons positif dari Departemen Perikanan UGM dengan berharap kedepannya kegiatan ini tidak hanya memberikan hasil nyata di lapangan, tetapi juga berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Sebagai langkah awal, DKP Bantul telah menunjuk Anes Dwi Jayanti, S.Pi., M.Agr., dosen perikanan UGM sebagai salah satu tim ahli yang akan mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut. Anes Dwi Jayanti, S.Pi., M.Agr. diharapkan dapat menjadi penghubung dalam koordinasi lebih lanjut dengan dosen dan peneliti lain dari Departemen Perikanan UGM pada program-progam transdisplin tersebut.

Anes Dwi Jayanti, S.Pi., M.Agr menyatakan bahwa menjadi tim ahli tentu bukan hal yang mudah, karena cakupan kegiatan cukup luas. Namun, kolaborasi tim dari Departemen Perikanan UGM akan menjadi kekuatan utama untuk mewujudkan pendampingan yang menyeluruh dan berdampak nyata. Departemen Perikanan UGM menyatakan kesiapan untuk menyediakan tim pendamping lintas bidang sesuai kebutuhan, sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendukung pengembangan wilayah berbasis riset dan teknologi.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah. Program-program yang disusun juga memastikan bahwa kebijakan dan kegiatan pembangunan yang dijalankan di tengah masyarakat berbasis data ilmiah dan pendekatan terapan yang berkelanjutan. Secara langsung, program ini turut mendukung pencapaian beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan pendapatan masyarakat pesisir, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dengan penguatan sektor produksi perikanan dan pangan lokal, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi lokal, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan pendekatan budidaya berkelanjutan, serta SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui pengelolaan sumber daya laut secara bertanggung jawab dan berbasis ilmu pengetahuan.

Penulis : Galuh Wulanuari
Editor : Dr. Mukti Aprian, S.Kel., M.Si.(Han)

123
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY