• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Staff
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Kerja Sama
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 14: Ekosistem Lautan
  • SDG 14: Ekosistem Lautan
Arsip:

SDG 14: Ekosistem Lautan

Gaet Perkumpulan Penggiat Maritim Bali, Departemen Perikanan UGM Berupaya Membangun Kapasitas Pemuda Maritim

Berita Jumat, 13 Februari 2026

Departemen perikanan melalui Fakultas Pertanian menjalin kerjasama dengan Perkumpulan Penggiat Maritim Bali. Perjanjian ini bermaksud untuk menyelaraskan program kegiatan bersama dalam upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam kegiatan yang meliputi pembelajaran praktik kerja lapangan, penelitian, studi independen, kewirausahaan, dan/atau membina desa.

Kegiatan yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Jaka Widada) dan Ketua Perkumpulan Penggiat Maritim Bali (Adil Darme Yase), menghasilkan beberapa rencana aksi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penyelenggaraan kegiatan bersama yang meliputi pembelajaran, Praktik Kerja Lapangan (PKL), penelitian kolaboratif, studi independen, kewirausahaan berbasis kemaritiman, pengabdian kepada masyarakat, pembinaan desa pesisir, serta implementasi Tridharma Perguruan Tinggi lainnya.

Kerjasama ini juga berupaya untuk pengembangan pendidikan dan pembinaan generasi muda maritim, termasuk pembinaan Anak-anak Duta Maritim Bali dalam peningkatan kapasitas penelitian kemaritiman, kepemimpinan, wawasan kebangsaan maritim, serta literasi kelautan dan perikanan. Kegiatan ini juga mencakup pembinaan siswa sekolah dasar hingga menengah dalam rangka menanamkan kesadaran maritim sejak dini.

Melalui kerjasama yang intensif juga diharapkan tersediannya n sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, inovasi, kewirausahaan, dan pengabdian masyarakat di bidang kemaritiman, termasuk laboratorium, fasilitas lapangan, pusat studi, dan lokasi pembelajaran berbasis pesisir. Kegiatan sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Mahasiswa Magister Ilmu Perikanan Raih Best Presenter pada 18th International Conference on Computer Research and Development (ICCRD) 2026

Berita Jumat, 13 Februari 2026

Lupi Nugraheni, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, meraih best oral presentation award pada 18th International Conference on Computer Research and Development (ICCRD) 2026 yang diselenggarakan pada 23–25 Januari 2026 di Singapura.

ICCRD merupakan konferensi internasional tahunan yang menjadi forum pertukaran hasil riset dan pengembangan di bidang teknologi komputer, khususnya artificial intelligence (AI) dan komputasi. Konferensi ini diikuti oleh peneliti, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai negara. ICCRD 2026 membahas pengembangan machine learning, intelligent computing, dan teknologi artificial intelligence (AI), serta berbagai topik terkait, seperti algoritma, sistem komputer, dan rekayasa perangkat lunak.

Dalam konferensi tersebut, Lupi mempresentasikan penelitian berjudul “A Random Forest Model-Based Detection of Threshold Effects in Environmental Drivers of Scad Distribution in the Western Waters of Sumatra”. Penelitian ini mengusung pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan ilmu perikanan, oseanografi, dan machine learning untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan terhadap distribusi ikan layang serta memprediksi zona potensi penangkapan ikan. Penelitian ini merupakan bagian dari tesis yang disusun dengan bimbingan Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel.,M.Sc. dan Prof.Dr.Ir. Djumanto, M.Sc., serta didukung pendanaan dari Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Selain sebagai ajang presentasi ilmiah, ICCRD 2026 juga menjadi sarana penguatan jejaring akademik internasional. Selama kegiatan berlangsung, Lupi berkesempatan bertemu dan berdiskusi tidak hanya dengan mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara, tetapi juga dengan sesama mahasiswa Indonesia, termasuk mahasiswa dari Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Departemen Perikanan UGM berkolaborasi dengan KONEKSI, BRIN dan Universitas Brawijaya Dalam Workshop on Gender Disability, and Social Inclusion

Berita Rabu, 17 Desember 2025

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berperan dalam penyelenggaraan Workshop on Gender, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) yang dilaksanakan pada 17 Desember 2025 di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Brawijaya (UB) serta diikuti oleh 80 peserta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta. Pembicara dari kegiatan ini adalah Anes Dwi Jayanti, S.Pi., M.Agr., Ph.D dari Departemen Perikanan UGM, Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. dari Fakultas Biologi UGM, Dr. Ita Margaretha Nainggolan, S.Si., M.Biomed dari BRIN, Josephine Elizabeth Siregar, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Syahputra Wibowo, S.Si., M.Si dari BRIN.

Workshop ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya integrasi prinsip gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Materi yang disampaikan fokus pada peran perempuan dalam pengembangan sains hayati dan kesehatan, serta pendekatan riset yang inklusif dan responsif terhadap konteks sosial. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas mahasiswa dan peneliti muda untuk dapat mengupayakan iklim riset baik di lapangan dan di laboratorium yang ramah bagi perempuan dan inklusif. Sehingga ditengah tantangan overburden bagi perempuan dan gender bias, perempuan tetap dapat menghasilkan riset yang unggul. Pelaksanaan workshop ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, workshop ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya (5) Kesetaraan Gender, (10) Berkurangnya Kesenjangan, dan (14) Ekosistem Lautan.

Penulis: Annisa Yustisia

Editor: Nahla Alfiatunnisa, Anes Dwi Jayanti

Departemen Perikanan UGM berkolaborasi dengan KONEKSI, BRIN dan Universitas Brawijaya Dalam Workshop Women’s Empowerment in Processing Shrimp Shell Waste into Shrimp Shell-Based Bioproduct di Bantul, Yogyakarta.

Berita Selasa, 16 Desember 2025

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan kolaborasi bersama KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Brawijaya (UB) yang berfokus pada Workshop Women’s Empowerment in Processing Shrimp Shell Waste into Shrimp Shell-Based Bioproduct. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 15-16 Desember 2025 di Laguna View Depok, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembicara dari workshop tersebut adalah Endah Prihatiningtyastuti, S.P., M.Si., M.Phil., Ph.D. dan Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., Ph.D. dengan melibatkan 95 peserta dari kelompok perempuan pengolah dan pemasar hasil perikanan. Selain Departemen Perikanan, kegiatan ini juga diisi oleh Muhammad Fariz Zahir Ali, S.Pi., M.Agr., Ph.D., Dr. Rifaldi, S.Si., Muhammad Naufal, Ph.D. dari  BRIN. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. dari Fakultas Biologi, Prof. Akhmad Sabarudin, M.Sc., Dr. Sc. dari Departemen Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan pesisir dalam pengelolaan usaha perikanan serta memperkuat peran ekonomi perempuan pada sektor perikanan. Melalui pendekatan partisipatif, peserta memiliki ruang untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan dan peluang usaha perikanan yang dijalankan. Workshop ini juga menekankan pentingnya penguatan jejaring dan kolaborasi antar pelaku usaha perikanan berbasis komunitas. Perempuan pengolah dan pemasar hasil perikanan didorong untuk lebih adaptif terhadap perubahan, mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, serta berperan aktif dalam pengambilan keputusan ekonomi di tingkat rumah tangga maupun komunitas.

Workshop ini merupakan bagian dari komitmen penguatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan di sektor perikanan. Hal itu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama (5) Kesetaraan Gender, 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan (14) Ekosistem Lautan.

Penulis: Annisa Yustisia

Editor: Nahla Alfiatunnisa, Anes Dwi Jayanti

Perikanan UGM Undang Ahli Australia Bahas Strategi Pengelolaan Perikanan Modern

Berita Senin, 17 November 2025

Yogyakarta, 17 November 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat perannya dalam pengembangan ilmu kelautan dan perikanan dengan menghadirkan Dr. Caleb Gardner, dosen dan peneliti dari University of Tasmania, Australia, dalam kuliah umum bertema Harvest Strategies (strategi pemanfaatan sumber daya perikanan).

Dalam paparannya, Dr. Gardner menekankan pentingnya strategi pengelolaan perikanan yang terukur, mencakup penentuan tujuan pengelolaan, indikator kinerja, serta aturan keputusan (decision rules) berbasis data. Ia menampilkan sejumlah contoh keberhasilan Australia, termasuk pengelolaan Southern Bluefin Tuna yang dalam 15 tahun terakhir menunjukkan peningkatan biomassa, penurunan bycatch, dan kenaikan keuntungan ekonomi.

Dr. Gardner juga menyoroti tantangan Indonesia dalam adopsi harvest strategy, mulai dari rendahnya literasi manajemen perikanan hingga ketiadaan sistem pelaporan status stok seperti yang digunakan di Australia. Ia menegaskan bahwa banyak asumsi yang selama ini berkembang—seperti anggapan bahwa perikanan liar pasti berujung overfishing atau bahwa akuakultur harus menggantikan perikanan tangkap—merupakan hambatan besar yang harus diluruskan melalui pendidikan dan kebijakan yang benar.

Dalam sesi diskusi, perhatian khusus diberikan pada pengelolaan lobster mutiara dan ikan-ikan karang di Indonesia. Dr. Gardner menilai bahwa strategi sederhana berbasis ukuran tangkap minimum, musim penutupan, serta pembatasan hari pendaratan dapat menjadi langkah awal yang realistis sambil menunggu sistem pemantauan stok diperkuat.

Kuliah umum ini dihadiri oleh mahasiswa, peneliti, dan praktisi perikanan, yang antusias berdiskusi mengenai cara mendorong penerapan harvest strategies di Indonesia. Kehadiran Dr. Gardner diharapkan membuka kolaborasi lebih luas antara UGM dan University of Tasmania dalam pengembangan ilmu perikanan berkelanjutan. Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Departemen Perikanan UGM Gelar Diseminasi Hasil Penelitian di Kegiatan Konsorsium Magister Ilmu Serumpun

Berita Rabu, 12 November 2025

Yogyakarta- 12 November 2025. Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tuan rumah kegiatan diseminasi hasil penelitian Konsorsium Magister Ilmu Serumpun Perikanan dan Kelautan pada 12 November 2025. Acara ini diikuti oleh tujuh program studi magister dari Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Universitas Airlangga (Unair), dengan total sekitar 70 peserta.

Kegiatan diseminasi ini bertujuan memperkuat kolaborasi akademik dan membuka ruang berbagi hasil penelitian lintas perguruan tinggi. Acara dibuka oleh Prof. Alim Isnanstyo selaku ketua departemen Perikanan UGM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran peserta dari berbagai universitas, dan berharap menjadi sarana untuk membangun iklim riset yang optimal, terutama di pulau Jawa. Selanjutnya kegiatan diisi dengan perkenalan singkat ketujuh program studi yang bergabung dalam konsorsium. Penjelasan ini juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran utuh program studi dan kemungkinan kerjasama program dan riset lebih lanjut ke depannya.

Dalam sesi utama, beberapa peserta turut memaparkan temuan penelitian masing-masing, mencakup topik pengelolaan sumber daya perikanan, konservasi ekosistem pesisir, serta inovasi budidaya berkelanjutan. Dari Prodi Magister Manajemen SD Perikanan FPIK Undip diwakili oleh dua mahasiswa, diantaranya Hanan Az Zahra yang menyampaikan tentang, “Analisis Biomassa, Karbon, dan Klorofil Nipah (Nypa fruticans) berdasarkan Data Lapangan, Citra Sentinel-2A, dan UAV di Pesisir Sumatera, Tanjung Jabung Barat, Pangkal Babu, Jambi.”  Prodi Magister Bioteknologi Perikanan dan Kelautan FPK Unair menjelaskan mengenai, “Analisis Potensi Limbah Fermentasi Minuman Probiotik Multistrain Sebagai Feed Additive pada Pakan Udang Vannamei.” Disampaikan oleh Cut Syarifah Zahara.

Melalui kegiatan ini, konsorsium berharap dapat meningkatkan kontribusi akademisi terhadap pengembangan ilmu perikanan dan kelautan di Indonesia serta memperluas jaringan kolaboratif antarprogram studi. Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Perikanan UGM dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang Jalin Kerja Sama dalam Identifikasi dan Pelestarian Sumber Daya Ikan di Perairan Umum

Berita Rabu, 29 Oktober 2025

Yogyakarta, 29 Oktober 2025 – Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang dalam kegiatan identifikasi serta pelestarian sumber daya ikan di perairan umum Kabupaten Magelang. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pengelolaan berkelanjutan keanekaragaman hayati perairan tawar di wilayah tersebut.

Tim ahli dari Departemen Perikanan UGM, yang terdiri dari pakar konservasi, biologi perikanan, ekologi perairan, serta teknik penangkapan ikan, berkolaborasi langsung di lapangan bersama tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan. Kegiatan ini mencakup survei dan pengambilan sampel ikan dari beberapa sungai utama di Kabupaten Magelang, antara lain Sungai Elo, Progo, Pabelan, Ndaru, serta beberapa anak sungainya. Pada tahap awal kegiatan, tim melakukan identifikasi jenis ikan yang tertangkap melalui proses sampling. Analisis meliputi pengamatan morfologi dan karakter genetik guna mengetahui keanekaragaman spesies ikan yang terdapat di lokasi sampling. Hasil identifikasi ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya ikan di perairan umum secara berkelanjutan.

Kerja sama ini juga menjadi wujud nyata peran Universitas Gadjah Mada, melalui Departemen Perikanan, dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perikanan. Departemen Perikanan UGM merupakan salah satu lembaga akademik yang secara konsisten fokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang perikanan, baik perairan laut maupun perairan darat. Dengan dukungan tenaga ahli multidisiplin, departemen ini berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan dan berbasis ilmiah.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan terjalin sinergi antara pemerintah daerah dan institusi akademik dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya perikanan. Kegiatan ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kolaborasi ini mendukung pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, SDG 14 (Ekosistem Laut) dengan menjaga kelestarian ikan endemik, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Dengan demikian, inisiatif ini bukan hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian ekosistem dan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Faizal Rachman, S.Pi., M.Sc., Ph.D. dan Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

SINNTECH #30 Angkat Manajemen Terumbu Karang dan Aksi Nyata Pengurangan Sampah Laut

Berita Rabu, 29 Oktober 2025

Yogyakarta, 29 Oktober 2025 – SINNTECH Webinar #30 menghadirkan dua perspektif penting dalam upaya penyelamatan ekosistem terumbu karang Indonesia, yaitu penerapan filsafat Jawa dalam manajemen terumbu karang oleh Namastra Probosunu (Departemen Perikanan UGM) serta analisis dilema ekonomi–ekologi konservasi terumbu karang di Jawa Timur oleh Dr. Nirmalasari Idha Wijaya.

Dalam paparannya, Namastra menjelaskan bahwa pengelolaan terumbu karang harus dilakukan secara terpadu melalui monitoring berkelanjutan, pendekatan ekosistem, serta pemanfaatan yang lestari. Ia menyoroti berbagai tantangan di lapangan seperti minimnya petugas terlatih, kurangnya data, rendahnya kesadaran publik, sampai lemahnya koordinasi antarinstansi.

Menariknya, Namastra memperkenalkan pendekatan filsafat Jawa dalam konservasi laut, mencakup konsep Manunggaling Kawula Gusti, Rukun, Budi Pekerti, hingga Memayu Hayuning Bawana. Nilai-nilai kearifan lokal ini dinilai mampu memperkuat etika lingkungan dan mendorong masyarakat menjaga keseimbangan alam.

Dr. Nirmalasari memaparkan kondisi terkini terumbu karang di berbagai lokasi di Jawa Timur, khususnya Gili Labak dan Gili Noko. Data menunjukkan terjadinya penurunan tutupan karang hidup akibat tekanan wisata, penangkapan ikan, dan degradasi alami. Gili Labak: Live coral cover menurun dari ±75% menjadi ±48%, dipengaruhi oleh aktivitas snorkeling, reef walking, hingga pembangunan fasilitas wisata yang tidak ramah lingkungan. Gili Noko: Dihadapkan pada peningkatan fenomena Dead Coral with Algae (DCA), dengan tutupan 29–48%, diperparah oleh limpasan nutrien, sampah laut, serta perubahan kualitas perairan.

Dalam sesi diskusi, beberapa rekomendasi strategis muncul, di antaranya 1) Restorasi berbasis komunitas; 2) Penetapan zona konservasi dan no-anchor area; 3) Transplantasi karang adaptif 3) Kontrol alga dan restocking ikan herbivora; 4) Penguatan ekowisata berkelanjutan dan edukasi masyarakat; dan 5) Pemanfaatan teknologi monitoring (IoT, drone, AI).

Kedua narasumber menekankan bahwa konservasi terumbu karang harus menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai budaya, karena keberhasilan pelestarian ekosistem laut sangat bergantung pada perubahan perilaku manusia. Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

SinnTech #29: OceanKita dan UGM Perkuat Aksi Inovatif Kurangi Pencemaran Laut di Indonesia

Berita Selasa, 30 September 2025

Yogyakarta, 30 September 2025— Departemen perikanan UGM dan OceanKita, kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi polusi plastik laut melalui rangkaian inovasi teknologi, edukasi, dan kolaborasi komunitas. Melalui program SinnTech #29 dengan tema, “From the Threat of Plastic Waste to the Hope for Marine Ecosystems: Synergy for the Future of Our Oceans.”

Jeanette Haulussy, S.Si selaku Co-founder & COO of OceanKita, menjelaskan mengenai “Sustainable Ocean: Innovation and Action Against Plastic Pollution.” Dijelaskan bahwa berbagai program dan teknologi telah dihadirkan untuk menjawab persoalan utama pencemaran laut di Indonesia. Teknologi pembersih laut seperti trawl-net, program edukasi Plastic Collage, permainan edukatif Sungai Card Game, hingga pengalaman langsung seperti rafting dan cleanup Ciliwung menjadi pendekatan yang menyeluruh untuk mendorong aksi perubahan. Salah satu program unggulan, Seribu Biru di Pulau Untung Jawa, mencatat dampak signifikan sejak diluncurkan pada Maret 2024: 12.460 sampah laut terkumpul, 397 pelajar mengikuti kelas edukasi, 355 relawan terlibat dalam aksi bersih pantai, 545 kg sampah terkelola, 200 mangrove ditanam dengan estimasi 19 tCO₂e penyerapan, dan Penggunaan kapal listrik menghasilkan reduksi emisi 10,3 tCO₂e. OceanKita juga tengah mengembangkan Marine Pollution Tracker, sistem pelacakan dan prediksi pencemaran laut berbasis data—pemenang pendanaan dari IPPIN Accelerator+ 2024 dan Seed Funding 2025, bekerja sama dengan Central Queensland University, Australia.

Dalam paparannya, Dr. Sulistiowati mengungkapkan bahwa marine debris kini ditemukan di seluruh lapisan perairan—mulai dari permukaan, kolom air, dasar laut, hingga pantai. Ia menjelaskan bahwa Indonesia termasuk dalam negara dengan kontribusi tinggi terhadap sampah laut global, terutama plastik. Marine debris berdampak langsung pada biota, seperti penyu yang terjerat, burung laut yang menelan plastik, serta terganggunya rantai makanan. Penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik telah ditemukan di sedimen, mulut, dan saluran pencernaan ikan, serta berpotensi menimbulkan stres oksidatif, gangguan enzim, kerusakan sel, hingga risiko kesehatan pada manusia. Selain itu, mikroplastik terus masuk ke ekosistem melalui berbagai jalur—limbah domestik, industri, degradasi plastik besar, hingga aliran sungai. Proses transportasinya yang kompleks membuat mikroplastik dapat berpindah lokasi, berpaut pada organisme, dan memasuki rantai makanan.

SINNTECH #29 menegaskan bahwa permasalahan sampah laut tidak hanya diselesaikan lewat riset, tetapi membutuhkan integrasi tiga aspek: 1)Ilmu pengetahuan – memahami sumber, transportasi, dan dampak mikroplastik; 2) Teknologi – seperti trawl-net, monitoring berbasis data, dan edukasi digital; 3) Gerakan komunitas – pelibatan masyarakat pesisir, sekolah, dan relawan. Webinar ditutup dengan seruan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah kecil: mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, hingga berkontribusi sebagai relawan pelestari lingkungan. Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 Kegidupan sehat dan sejahtera, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Sharing Session MTCRC 2025: Mahasiswa Magister Ilmu Perikanan UGM Antusias Kenali Instrumen Oseanografi dan Gali Ide Riset

BeasiswaBerita Rabu, 17 September 2025

Yogyakarta, 17 September 2025 – Departemen Perikanan UGM sebagai mitra Perguruan Tinggi Korea-Indonesia MTCRC telah menyelenggarakan “Sharing Session MTCRC 2025” yang bertempat di Ruang 2.02 Departemen Perikanan UGM. Acara yang mengangkat tema “Mengenal Instrumen Oseanografi (CTD, ADCP, dan MBES) serta Sharing Riset Mahasiswa” ini dihadiri oleh mahasiswa dan Dosen Magister Ilmu Perikanan. Acara dibuka dengan sambutan dan pemaparan program MTCRC di Magister Ilmu Perikanan UGM oleh Dr. Eko Setyobudi, yang memberikan gambaran umum mengenai program dan aktivitas mahasiswa awardee MTCRC Scholarship. Sesi utama diisi oleh dua alumni Awardee Beasiswa MTCRC, yaitu Qothrunnadaa Salsabiila dan Hana Cahya Maharani, yang menyampaikan pengalaman mengikuti Marine Equipment Training (MET) berbagai instrumen oseanografi yaitu CTD (Conductivity, Temperature, Depth), ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler), dan MBES (Multibeam Echo Sounder). Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, namun juga disertai contoh aplikatif dari hasil riset lapangan, sehingga sangat membuka wawasan peserta mengenai pemanfaatan teknologi dalam penelitian perikanan dan kelautan.

Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (4) Pendidikan Berkualitas, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrastruktur, Industri, dan Inovasi, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Ekosistem Lautan, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

123
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY