• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 14: Ekosistem Lautan
  • SDG 14: Ekosistem Lautan
  • hal. 2
Arsip:

SDG 14: Ekosistem Lautan

Dosen dan Mahasiswa Departemen Perikanan UGM Siap Mengabdi di Berbagai Penjuru Nusantara melalui KKN-PPM 2026

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Semangat pengabdian kembali menggelora di lingkungan Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Bersama ribuan mahasiswa UGM lainnya, mahasiswa Departemen Perikanan turut diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026 yang berlangsung selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari penerjunan 8.178 mahasiswa UGM yang akan mengabdi di 298 unit KKN yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.

Tidak hanya mahasiswa, sejumlah dosen Departemen Perikanan UGM juga turut mengambil peran strategis sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Mereka akan mendampingi mahasiswa dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah masing-masing. Peran DPL menjadi sangat penting untuk memastikan program yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong perubahan yang berkelanjutan di masyarakat.

Tahun ini, kontribusi Departemen Perikanan UGM dalam program KKN-PPM tidak hanya diwujudkan melalui partisipasi mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga melalui keterlibatan sejumlah dosen sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Koordinator Wilayah (Korwil). Salah satunya adalah Ir. Hery Saksono, M.A. selaku dosen Perikanan UGM yang dipercaya sebagai Korwil, serta para dosen Departemen Perikanan lainnya yang mendampingi mahasiswa dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan potensi lokal. Dengan keterlibatan tersebut, Departemen Perikanan UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai mahasiswa yang memiliki latar belakang keilmuan di bidang perikanan dan kelautan, peserta KKN dari Departemen Perikanan membawa berbagai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, perdesaan, dan daerah yang memiliki potensi sumber daya perairan. Program-program yang dikembangkan mencakup penguatan ketahanan pangan berbasis perikanan, pengolahan hasil perikanan, pengembangan usaha mikro dan kelompok nelayan, konservasi lingkungan perairan, edukasi gizi berbasis pangan ikan, hingga penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung produktivitas masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa Perikanan UGM dalam KKN-PPM juga menjadi kesempatan berharga untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai kelompok masyarakat, mahasiswa belajar memahami tantangan nyata pembangunan, sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama lintas disiplin.

Salah satu fokus KKN-PPM UGM tahun ini adalah mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Tema tersebut sangat relevan dengan bidang keilmuan perikanan yang memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber pangan bergizi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perairan. UGM sendiri menegaskan bahwa KKN merupakan ruang belajar sekaligus ruang kontribusi nyata mahasiswa untuk menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan dan kolaborasi.

Melalui pendampingan para dosen dan semangat pengabdian mahasiswa, Departemen Perikanan UGM berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, menggali potensi lokal, serta berkontribusi dalam pembangunan wilayah yang berkelanjutan dari Aceh hingga Papua.

Kegiatan KKN-PPM ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman nyata di masyarakat, SDG 2: Zero Hunger melalui penguatan ketahanan pangan lokal, SDG 14: Life Below Water melalui berbagai program pengelolaan sumber daya perairan dan lingkungan pesisir, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan.

Mahasiswa Departemen Perikanan UGM Tuntaskan Ujian Akhir Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menyelesaikan rangkaian Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung pada 9–19 Juni 2026. Pelaksanaan ujian menjadi penutup dari seluruh proses pembelajaran yang telah dijalani mahasiswa selama satu semester, sekaligus menjadi momentum evaluasi capaian akademik pada berbagai program studi di lingkungan Departemen Perikanan.

Selama dua pekan pelaksanaan UAS, mahasiswa dari Program Studi Akuakultur, Manajemen Sumber Daya Akuatik, dan Teknologi Hasil Perikanan mengikuti berbagai bentuk evaluasi pembelajaran, mulai dari ujian tertulis, presentasi, studi kasus, hingga penyelesaian proyek akademik sesuai karakteristik masing-masing mata kuliah. Pelaksanaan ujian berlangsung secara tertib dengan dukungan dosen, tenaga kependidikan, serta pengelola program studi.

Ketua Departemen Perikanan UGM menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menunjukkan semangat dan komitmen dalam menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan akademik selama semester genap. Ujian akhir semester tidak hanya menjadi sarana pengukuran pemahaman materi, tetapi juga bagian dari proses pembentukan kompetensi dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengembangan ilmu pengetahuan di bidang perikanan.

Berakhirnya UAS juga menjadi momen refleksi bagi mahasiswa untuk mengevaluasi proses belajar yang telah dijalani selama satu semester. Berbagai pengalaman pembelajaran, praktikum, penelitian, kegiatan lapangan, hingga keterlibatan dalam program kemahasiswaan menjadi bekal penting dalam membangun kapasitas akademik dan profesional sebagai calon insan perikanan yang unggul.

Setelah menyelesaikan UAS, sebagian mahasiswa akan melanjutkan kegiatan akademik lainnya seperti penelitian tugas akhir, praktik lapangan, kegiatan Magang mandiri, Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta berbagai aktivitas pengembangan kompetensi yang diselenggarakan oleh Departemen Perikanan UGM.

Departemen Perikanan UGM berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan masa jeda perkuliahan untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi semester berikutnya. Dengan semangat belajar yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi profesional perikanan yang inovatif, adaptif, dan berkontribusi bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Kegiatan pembelajaran dan evaluasi akademik yang telah dilaksanakan selama semester genap ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perikanan turut berkontribusi pada SDG 14: Life Below Water melalui penciptaan lulusan yang memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya perairan secara berkelanjutan, serta mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui pengembangan tenaga profesional yang siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan nasional.

Departemen Perikanan UGM Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Xiamen University dalam Pengembangan Teknologi Pengolahan Air

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperluas jejaring internasional dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi berkelanjutan. Salah satu langkah strategis terbaru diwujudkan melalui kegiatan penjajakan kerja sama dengan Xiamen University, Tiongkok, yang dikenal sebagai salah satu institusi terkemuka di Asia dalam bidang lingkungan, ekologi, dan teknologi pengolahan air (water treatment).

Pertemuan ini dihadiri oleh Guru Besar Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., bersama Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Pertanian UGM, Dr. Riza Yuliratno Setiawan, serta Dr. Ratih Ida Adharini selaku Ketua Program Studi Magister Sumber Daya Akuatik (MSA).

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas peluang kolaborasi pada bidang pengelolaan kualitas air, teknologi pengolahan air untuk kawasan pesisir dan akuakultur, pengembangan sistem pemantauan lingkungan perairan, hingga peluang penelitian bersama terkait ketahanan sumber daya air di tengah tantangan perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan pangan global.

Prof. Alim Isnansetyo menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap teknologi pengolahan air yang efisien dan berkelanjutan semakin penting dalam mendukung pembangunan sektor perikanan modern. Menurutnya, pengelolaan kualitas air tidak hanya menjadi faktor kunci dalam keberhasilan budidaya perikanan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem perairan dan keberlanjutan produksi pangan akuatik.

“Kolaborasi internasional menjadi langkah penting untuk mempercepat transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kami melihat Xiamen University memiliki kekuatan yang sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan riset lingkungan perairan dan teknologi pengolahan air di Indonesia,” ungkap Prof. Alim.

Xiamen University melalui College of the Environment and Ecology dikenal memiliki reputasi internasional yang kuat dalam bidang lingkungan dan pengelolaan sumber daya air. Bidang riset yang dikembangkan mencakup teknologi pengolahan air dan air limbah, pemurnian air, mikrobiologi lingkungan, pengendalian pencemaran, hingga pengembangan solusi inovatif untuk keberlanjutan sumber daya air. Selain itu, bidang Environment & Ecology Xiamen University tercatat masuk dalam kelompok ESI Global Top 1‰, menunjukkan kapasitas riset yang sangat kompetitif di tingkat dunia.

Bagi Departemen Perikanan UGM, penjajakan kerja sama ini membuka peluang pengembangan penelitian multidisiplin yang mengintegrasikan ilmu perikanan, teknologi lingkungan, dan rekayasa sumber daya air. Selain kolaborasi riset, kedua pihak juga membahas potensi pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan kuliah tamu internasional, program penelitian bersama, serta publikasi ilmiah kolaboratif.

Prof. Subejo menyampaikan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu strategi Fakultas Pertanian UGM dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan penelitian yang berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan institusi unggulan dunia, diharapkan mahasiswa dan dosen memperoleh akses yang lebih luas terhadap jejaring akademik, teknologi, dan sumber daya penelitian internasional.

Sementara itu, Dr. Ratih Ida Adharini menilai bahwa kolaborasi ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan Program Studi Magister Sumber Daya Akuatik, terutama pada aspek pengelolaan lingkungan perairan, kualitas air, dan keberlanjutan sumber daya akuatik yang menjadi isu strategis di tingkat global.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Departemen Perikanan UGM menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi internasional yang mampu menghasilkan inovasi dan solusi nyata bagi pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi UGM sebagai pusat unggulan pendidikan dan riset perikanan di kawasan Asia.

Kegiatan penjajakan kerja sama ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui pengembangan inovasi teknologi pengolahan dan pemurnian air yang berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi ini mendukung SDG 14: Life Below Water melalui penguatan riset terkait kualitas lingkungan perairan dan pengelolaan sumber daya akuatik, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui pembangunan jejaring internasional antara UGM dan Xiamen University dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat global.

 
 
 

Prof. Alim Pimpin FGD Pengembangan Teknologi SWRO untuk Dukung Produksi Garam dan Penyediaan Air Bersih di Kawasan Pesisir

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Upaya penguatan kemandirian garam nasional sekaligus penyediaan air bersih bagi masyarakat pesisir terus didorong melalui inovasi berbasis riset. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Integrasi Pemanfaatan Air Tawar pada Produksi Garam Laut dengan Teknologi SWRO (Seawater Reverse Osmosis) sebagai Air Minum” yang dipimpin oleh Guru Besar Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., selaku Ketua Kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta pada 17 Juni 2026 ini merupakan bagian dari Program Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Kolaborator Internasional. Melalui program ini, Prof. Alim bersama tim berupaya menjembatani hasil-hasil penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat pesisir, khususnya dalam meningkatkan produktivitas usaha garam rakyat sekaligus mengatasi keterbatasan akses air bersih.

Sebagai peneliti yang selama ini aktif mengembangkan berbagai inovasi di bidang perikanan, akuakultur, dan bioteknologi kelautan, Prof. Alim menekankan bahwa tantangan pengembangan garam nasional tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana menciptakan sistem usaha yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi SWRO, air laut yang selama ini menjadi sumber bahan baku garam dapat diolah menjadi air tawar yang layak konsumsi sehingga memberikan nilai tambah bagi kawasan produksi garam.

FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha garam rakyat. Diskusi diawali dengan paparan mengenai kebutuhan dan produksi garam nasional oleh Prof. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D. dari Universitas Diponegoro, dilanjutkan dengan pembahasan penerapan teknologi SWRO oleh Dr. Mohamad Zaki Mahasin, S.Pi., M.Pi. dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pengalaman praktik lapangan yang disampaikan oleh Marsino, Ketua Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Pendawa Lima.

Tidak hanya berdiskusi di ruang pertemuan, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke tambak garam dan rumah produksi milik KUGAR Pendawa Lima di Purworejo. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk melihat secara langsung tantangan yang dihadapi pelaku usaha garam sekaligus mengidentifikasi peluang implementasi teknologi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

Menurut Prof. Alim, sinergi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata. Oleh karena itu, program pengabdian ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sumber daya pesisir secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menunjukkan peran aktif Universitas Gadjah Mada dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan strategis bangsa. Di bawah kepemimpinan Prof. Alim, program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan pesisir yang mampu mengintegrasikan produksi garam, penyediaan air bersih, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui pengembangan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO) yang berpotensi meningkatkan akses masyarakat pesisir terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan. Selain itu, program ini sejalan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui penguatan produktivitas dan nilai tambah usaha garam rakyat berbasis inovasi teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelompok usaha masyarakat juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals dalam mendorong transfer pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Lebih lanjut, upaya pemanfaatan sumber daya pesisir secara efisien dan berkelanjutan turut mendukung SDG 14: Life Below Water dengan mendorong pengelolaan wilayah pesisir yang lebih adaptif, produktif, dan berwawasan lingkungan.

Dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Susana Endah Ratnawati Raih Kenaikan Jabatan Akademik Lektor

Berita Senin, 22 Juni 2026

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui kenaikan jabatan akademik salah satu dosennya. Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., Ph.D. resmi memperoleh kenaikan jabatan akademik sebagai Lektor, sebuah pencapaian yang mencerminkan dedikasi dan kontribusinya dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kenaikan jabatan ini menjadi pengakuan atas kiprah Dr. Susana dalam mengembangkan ilmu dan teknologi hasil perikanan, khususnya pada bidang pengolahan hasil perikanan, keamanan pangan hasil perikanan, dan pemantauan mutu produk perikanan. Sebagai dosen di Program Studi THP UGM, beliau aktif mengembangkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan kualitas dan keamanan produk perikanan Indonesia.

Dr. Susana menempuh pendidikan Sarjana Teknologi Hasil Perikanan di Universitas Diponegoro, kemudian melanjutkan studi Magister pada bidang Pengelolaan Sumber Daya Pantai. Gelar doktor diperolehnya dari Ghent University pada bidang Bioscience Engineering. Latar belakang akademik yang kuat tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan riset-riset inovatif yang menghubungkan aspek mutu, keamanan, dan keberlanjutan produk perikanan.

Dalam aktivitas penelitiannya, Dr. Susana berfokus pada pengembangan teknologi untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk perikanan. Beberapa topik yang menjadi perhatian utamanya meliputi mekanisme penurunan mutu udang selama penyimpanan, pengembangan sistem pengemasan untuk produk perikanan segar dan hidup, pemanfaatan limbah tulang ikan lele menjadi nano-kalsium bernilai tambah, serta penguatan aspek keamanan mikrobiologi produk perikanan. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan pada berbagai jurnal internasional bereputasi di bidang ilmu pangan dan perikanan.

Selain aktif dalam penelitian, Dr. Susana juga dikenal sebagai pendidik yang berkomitmen dalam membimbing mahasiswa dan membangun atmosfer akademik yang produktif. Berbagai kegiatan pembelajaran, kolaborasi riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang dijalankannya menunjukkan komitmen kuat dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri perikanan modern.

Keluarga besar Departemen Perikanan UGM mengucapkan selamat atas capaian jabatan akademik Lektor yang diraih oleh Dr. Susana Endah Ratnawati. Diharapkan pencapaian ini semakin memotivasi pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang teknologi hasil perikanan, sekaligus memperkuat kontribusi UGM dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia.

Kenaikan jabatan akademik ini juga sejalan dengan upaya pencapaian SDG 4: Quality Education melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan tinggi, serta SDG 14: Life Below Water dan SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pengembangan riset mengenai keamanan pangan, peningkatan mutu hasil perikanan, dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

UGM dan DKP Kulon Progo Lakukan Monitoring Kesehatan Ikan hingga Akhir Tahun untuk Antisipasi Wabah Penyakit Budidaya

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Kulon Progo, 11 Juni 2026 — Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo memulai program monitoring kesehatan ikan budidaya yang akan dilaksanakan secara berkala hingga akhir tahun 2026. Program ini bertujuan meningkatkan sistem deteksi dini penyakit ikan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan pembudidaya dalam menghadapi ancaman penyakit yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi.

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., dosen bidang Mikrobiologi Akuakultur Departemen Perikanan UGM. Fokus utama pemantauan saat ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan kerentanan ikan budidaya, khususnya ikan lele dan gurame, terhadap serangan penyakit bakterial seperti aeromoniasis yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Indah didampingi oleh tim dari Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Departemen Perikanan UGM, yaitu Hafidz Nursadewa Alif, S.Gz., serta Faiz Mahasin, S.Pi., M.Sc. sebagai asisten dosen. Tim melakukan pengamatan lapangan, pengambilan sampel, serta evaluasi kondisi lingkungan budidaya untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesehatan ikan di berbagai lokasi budidaya di Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini juga dilaksanakan bersama Kepala Bidang Budidaya Ikan DKP Kabupaten Kulon Progo, Ghufron Said Priyono, S.Pi., beserta tim bidang budidaya yang terdiri dari Ade Saepudin, S.Pi., M.M., Mega Dissa Afpriyaningrum, S.Pi., dan Sagiyo. Kolaborasi tersebut memungkinkan proses monitoring berjalan lebih efektif karena menggabungkan keahlian akademik dengan pengalaman teknis lapangan.

Menurut Dr. Indah, pendekatan monitoring jangka panjang sangat penting karena penyakit ikan sering kali dipengaruhi oleh kombinasi faktor lingkungan, manajemen budidaya, dan kondisi biologis ikan. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, potensi permasalahan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum terjadi wabah yang lebih luas.

Selain menghasilkan data kesehatan ikan, program ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis bagi pembudidaya dan pemerintah daerah dalam meningkatkan sistem manajemen kesehatan ikan yang lebih adaptif dan berbasis sains.

Program monitoring kesehatan ikan ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan akuakultur berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan produktivitas budidaya ikan di Kulon Progo dapat terus meningkat dengan tetap menjaga kesehatan ikan dan kualitas lingkungan budidaya.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan produksi pangan perikanan, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengendalian penyakit ikan, SDG 14 (Life Below Water) melalui praktik budidaya yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam pengelolaan kesehatan ikan budidaya.

Dr. Indah Istiqomah UGM Berikan Pelatihan Penyediaan Obat Ikan Legal untuk Pembudidaya di Kulon Progo

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Kulon Progo, 11 Juni 2026 — Upaya meningkatkan kesehatan ikan dan keberlanjutan usaha budidaya terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Penyediaan Obat Ikan Legal yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo dalam rangka subkegiatan Pengelolaan Kesehatan Ikan dan Lingkungan Budidaya dalam Satu Daerah Kabupaten/Kota. Kegiatan ini menghadirkan Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., dosen bidang Mikrobiologi Akuakultur Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Dr. Indah menjelaskan berbagai aspek penting terkait penyakit ikan budidaya serta strategi pencegahannya. Materi yang disampaikan mencakup penerapan biosekuriti, pengelolaan kualitas lingkungan budidaya, penggunaan obat ikan yang legal dan bertanggung jawab, serta pentingnya deteksi dini penyakit untuk meminimalkan risiko kerugian pada usaha budidaya.

Menurut Dr. Indah, pendekatan preventif merupakan langkah yang paling efektif dalam menjaga kesehatan ikan budidaya. Pembudidaya perlu memahami bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih dan pakan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga lingkungan budidaya agar tetap stabil dan sehat.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran berbagai pihak tersebut memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai keamanan penggunaan obat ikan, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan sistem budidaya.

Kepala Bidang Budidaya Ikan DKP Kabupaten Kulon Progo menyampaikan apresiasi atas kontribusi akademisi UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas pembudidaya. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai penting untuk memperkuat transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat perikanan.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan akuakultur yang sehat, produktif, dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia sektor perikanan.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kesehatan ikan, ketahanan pangan, dan kolaborasi multipihak dalam pembangunan perikanan budidaya.

Dosen Perikanan UGM Berbagi Keahlian AMDAL dan ESIA dalam Pelatihan Lingkungan PSLH UGM

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Yogyakarta, 9 Juni 2026 — Komitmen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan kembali ditunjukkan melalui kontribusi dosennya dalam kegiatan pelatihan profesional. Drs. Namastra Probosunu, M.Si., dosen Departemen Perikanan UGM, menjadi salah satu pemateri dalam pelatihan “Dasar-Dasar AMDAL dan ESIA” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PSLH UGM tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang profesional yang ingin memperdalam pemahaman mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) sebagai instrumen penting dalam pembangunan berkelanjutan. Drs. Probosunu memberikan materi pada Kelas A dan Kelas B yang diselenggarakan pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam sesi yang disampaikan, Drs. Probosunu menekankan pentingnya pemahaman ekologi sebagai fondasi dalam proses penyusunan dan evaluasi dokumen AMDAL. Menurutnya, keputusan terkait kelayakan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari pemahaman mengenai bagaimana suatu ekosistem bekerja serta bagaimana aktivitas pembangunan dapat memengaruhi keseimbangan lingkungan tersebut.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar ekosistem, mulai dari komponen penyusun ekosistem, interaksi antar populasi, hingga hubungan yang terbentuk dalam rantai dan jaring-jaring makanan. Pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi dampak lingkungan yang mungkin muncul akibat suatu kegiatan atau proyek pembangunan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tipologi ekosistem dan tingkat kerawanannya dalam konteks pengambilan keputusan lingkungan. Berbagai karakteristik ekosistem memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap gangguan, sehingga memerlukan pendekatan pengelolaan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Dalam paparannya, Drs. Probosunu menjelaskan bahwa keberhasilan AMDAL tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh kualitas pemahaman terhadap sistem ekologis yang menjadi objek kajian. Dengan memahami kerentanan ekosistem sejak awal, berbagai risiko lingkungan dapat diidentifikasi dan diantisipasi secara lebih efektif.

Kehadiran Drs. Probosunu sebagai narasumber menunjukkan kontribusi aktif Departemen Perikanan UGM dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan hidup. Keahlian yang dimiliki dosen-dosen Perikanan UGM tidak hanya bermanfaat bagi pengelolaan sumber daya perairan, tetapi juga mendukung berbagai aspek perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, UGM terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu menjembatani kebutuhan akademik dan praktik profesional. Transfer pengetahuan mengenai ekologi dan lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas profesional di bidang lingkungan, SDG 13 (Climate Action) melalui penguatan pemahaman dampak lingkungan dalam pembangunan, SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 15 (Life on Land) melalui penguatan perlindungan ekosistem sebagai dasar pengambilan keputusan yang berkelanjutan.

Prodi MSA UGM Perkuat Sinergi Menuju Peningkatan Mutu Akademik dan Pengembangan Program Tahun 2026

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Yogyakarta, 11 Juni 2026 — Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh dosen Program Studi MSA di Ruang Serbaguna 1. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Program Studi MSA, Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si., ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi berbagai capaian sekaligus menyusun langkah pengembangan program studi ke depan.

Rapat koordinasi dihadiri oleh dosen-dosen MSA, di antaranya Prof. Dr. Ir. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., Prof. Dr. Ir. Djumanto, M.Sc., Prof. Suadi, S.Pi., M.Sc., Ph.D., Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc., Dr. Faizal Rachman, S.Pi., M.Sc., Dr. Mukti Aprian, S.Kel., M.Si. (Han), serta dosen dan tenaga akademik lainnya yang berkontribusi dalam pengembangan Program Studi MSA.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah evaluasi pelaksanaan Program Magang Berdampak Tahun 2026. Program ini dinilai memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa karena memungkinkan mereka terlibat langsung dalam berbagai aktivitas profesional di sektor perikanan, pengelolaan sumber daya perairan, konservasi, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, dan peluang penguatan program pada periode mendatang.

Selain itu, forum juga membahas evaluasi perkuliahan dan praktikum Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Diskusi difokuskan pada peningkatan kualitas proses pembelajaran, efektivitas kegiatan praktikum, serta penguatan kompetensi mahasiswa agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Persiapan menghadapi Audit Mutu Internal (AMI) turut menjadi perhatian penting dalam rapat. Seluruh dosen berkomitmen untuk terus menjaga budaya mutu akademik melalui penguatan dokumentasi, peningkatan layanan pendidikan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap berbagai indikator kinerja program studi.

Dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, peserta rapat juga mendiskusikan berbagai perkembangan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dan akan dilaksanakan oleh dosen MSA. Berbagai penelitian yang tengah berlangsung diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran ilmiah berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan sumber daya akuatik dan masyarakat pesisir Indonesia.

Aspek kemahasiswaan menjadi agenda penting lainnya. Program studi terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, baik melalui kegiatan akademik, penelitian, organisasi kemahasiswaan, maupun program penguatan kompetensi lainnya.

Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum awal untuk mempersiapkan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun Departemen Perikanan UGM, yang akan menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus menampilkan berbagai capaian akademik dan kontribusi Departemen Perikanan bagi masyarakat.

Melalui koordinasi yang rutin dan partisipatif, Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi yang terbangun di antara dosen diharapkan mampu memperkuat posisi MSA sebagai salah satu program studi unggulan dalam bidang pengelolaan sumber daya perairan dan lingkungan akuatik di Indonesia.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi, SDG 14 (Life Below Water) melalui penguatan penelitian dan pengelolaan sumber daya akuatik berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi dan sinergi akademik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Mahasiswa Perikanan UGM Ungkap Perubahan Bentang Pesisir Subang: Mangrove Menyusut, Tambak Terus Bertambah

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Yogyakarta — Wilayah pesisir merupakan kawasan yang terus mengalami perubahan akibat interaksi antara proses alam dan aktivitas manusia. Dinamika tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Zuhdi Ardi, mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui skripsinya yang mengkaji perubahan luas lahan mangrove dan tambak di Kabupaten Subang, Jawa Barat, selama periode 2019–2025.

Penelitian yang dibimbing oleh Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc. ini memanfaatkan teknologi penginderaan jauh berbasis citra satelit Sentinel-2 untuk memantau perubahan bentang pesisir secara lebih efisien dan akurat. Dengan dukungan platform Google Earth Engine dan algoritma random forest, penelitian mampu menghasilkan pemetaan penggunaan lahan yang memiliki tingkat akurasi sangat tinggi.

Kabupaten Subang dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu sentra perikanan budidaya penting di pesisir utara Jawa Barat. Seiring berkembangnya aktivitas budidaya, kawasan pesisir menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika yang menarik pada bentang pesisir Subang selama enam tahun terakhir. Kawasan mangrove mengalami perubahan luasan dari tahun ke tahun, sementara area tambak menunjukkan kecenderungan berkembang di sejumlah wilayah pesisir. Temuan ini memberikan gambaran bagaimana aktivitas pemanfaatan ruang pesisir terus membentuk lanskap kawasan pantai secara dinamis.

Menurut Zuhdi, pemantauan perubahan penggunaan lahan menjadi penting karena mangrove memiliki peran strategis sebagai pelindung pantai, habitat berbagai biota perairan, penyerap karbon, serta penyangga keberlanjutan ekosistem pesisir. Di sisi lain, sektor budidaya tambak juga berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan penyediaan pangan berbasis perikanan.

Melalui penelitian ini, Zuhdi menunjukkan bahwa teknologi satelit dapat menjadi alat yang efektif untuk memantau perubahan lingkungan pesisir dalam skala luas dan periode waktu yang panjang. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan dalam merencanakan pengelolaan wilayah pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Dr. Riza Yuliratno Setiawan menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi geospasial dalam bidang perikanan dan pengelolaan sumber daya perairan semakin penting di era saat ini. Data yang dihasilkan dari pemantauan satelit mampu membantu memahami perubahan lingkungan secara objektif dan mendukung proses pengambilan keputusan berbasis sains.

Penelitian Zuhdi menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa Perikanan UGM memanfaatkan teknologi mutakhir untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan sumber daya pesisir. Melalui pendekatan ilmiah yang inovatif, penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan sektor perikanan dan pelestarian ekosistem mangrove di Indonesia.

Kegiatan penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 14 (Life Below Water) melalui penguatan pengelolaan ekosistem pesisir, SDG 13 (Climate Action) melalui pemantauan ekosistem penyerap karbon biru, serta SDG 15 (Life on Land) melalui upaya pelestarian kawasan mangrove sebagai bagian penting dari bentang alam pesisir yang berkelanjutan.

1234…18
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY