Faperta UGM dan SEAQIS Perkuat Kolaborasi, Dorong Integrasi Sains, Pendidikan, dan Perikanan Berkelanjutan
Berita Rabu, 7 Oktober 2026
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), melalui Departemen Perikanan, memperkuat jejaring kolaborasi dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Quality Improvement of Teacher and Education Personnel in Science (SEAQIS). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan pendidikan tinggi, riset perikanan, dan pengembangan pendidikan sains dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun regional Asia Tenggara.
SEAQIS merupakan salah satu pusat regional SEAMEO yang memiliki mandat dalam meningkatkan kualitas pengembangan profesional guru dan tenaga kependidikan bidang sains di Asia Tenggara. Selain menyelenggarakan program pelatihan dan pengembangan kapasitas, SEAQIS juga mengembangkan kegiatan penelitian, pengembangan, serta penguatan jejaring dan pertukaran pengetahuan di bidang pendidikan sains.
Dalam konteks tersebut, Departemen Perikanan Faperta UGM memiliki peluang strategis untuk menghadirkan perspektif ilmu perikanan dan kelautan ke dalam pengembangan pendidikan sains. Perikanan merupakan bidang multidisiplin yang tidak hanya berkaitan dengan sumber daya ikan, tetapi juga mencakup ekologi, teknologi, pangan, ekonomi, masyarakat, hingga perubahan iklim. Kompleksitas tersebut membutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Kolaborasi Faperta UGM dan SEAQIS diharapkan dapat berkembang dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari pengembangan program pendidikan dan pelatihan, pertukaran pengetahuan, pengembangan materi pembelajaran berbasis isu perikanan dan kelautan, hingga penelitian kolaboratif. Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pembelajaran berbasis STEM yang mengangkat persoalan nyata seperti keberlanjutan sumber daya perikanan, perubahan iklim, ketahanan pangan, akuakultur, pencemaran lingkungan, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sumber daya perairan.
Bagi Departemen Perikanan UGM, kerja sama ini juga menjadi peluang untuk memperluas dampak keilmuan dari lingkungan perguruan tinggi menuju ekosistem pendidikan yang lebih luas. Pengetahuan dan inovasi yang dikembangkan melalui riset perikanan dapat diterjemahkan menjadi materi, metode, dan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual bagi generasi muda. Sebaliknya, jejaring SEAQIS di bidang pendidikan sains dapat menjadi ruang strategis bagi akademisi perikanan untuk memahami kebutuhan pengembangan literasi sains dan kapasitas sumber daya manusia di kawasan Asia Tenggara.
Kerja sama ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM untuk terus memperluas jejaring kemitraan nasional dan internasional. Departemen Perikanan UGM sendiri secara aktif membangun kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan, lembaga penelitian, pemerintah, dan sektor industri untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi di bidang perikanan dan kelautan.
Lebih jauh, sinergi Faperta UGM dan SEAQIS diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang menghasilkan program nyata dan berkelanjutan. Integrasi antara keunggulan riset perguruan tinggi dengan pengalaman SEAQIS dalam pengembangan pendidikan sains dapat menciptakan model pembelajaran yang lebih inovatif, relevan, dan responsif terhadap tantangan sosial-ekologi di kawasan Asia Tenggara.
Kolaborasi tersebut juga memperkuat kontribusi kedua institusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kualitas pendidikan dan pengembangan kapasitas; SDG 14: Ekosistem Lautan, melalui peningkatan literasi dan kesadaran mengenai keberlanjutan sumber daya perairan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pembangunan jejaring kolaborasi lintas institusi dan negara. Dengan demikian, kerja sama Faperta UGM dan SEAQIS tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka ruang baru bagi hadirnya pendidikan dan riset perikanan yang semakin terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara.