Yogyakarta, 2 September 2026 — Kabar membanggakan datang dari Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Program studi tersebut berhasil memperoleh akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP), menegaskan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam menghadirkan pendidikan pascasarjana yang bermutu, relevan, dan berdaya saing.
Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan LAM-PTIP Nomor 002/SK/LAMPTIP/Ak.U/Mg/VIII/2026. Status akreditasi Unggul berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 376,22. Keputusan tersebut secara resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.
Predikat Unggul merupakan capaian penting bagi Program Studi Magister Ilmu Perikanan UGM. Akreditasi tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola akademik, serta proses pembelajaran yang dikembangkan oleh program studi.
Bagi Departemen Perikanan UGM, capaian ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk memastikan bahwa pendidikan magister mampu menjawab kebutuhan sektor perikanan yang terus berkembang.
Perubahan lingkungan, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi perikanan, perubahan sosial masyarakat pesisir, serta tuntutan terhadap pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan membutuhkan sumber daya manusia dengan kapasitas akademik dan kemampuan analitis yang kuat.
Dalam konteks tersebut, pendidikan magister memiliki peran strategis dalam membentuk ilmuwan, peneliti, profesional, dan pengambil kebijakan masa depan bidang perikanan.
Akreditasi Unggul juga menjadi momentum bagi Program Magister Ilmu Perikanan untuk terus memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi. Pengembangan ilmu perikanan tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan untuk menghasilkan pengetahuan yang mampu menjawab persoalan nyata di lapangan.
Berbagai tantangan seperti keberlanjutan sumber daya ikan, perubahan iklim, transformasi teknologi, ketahanan pangan, pengembangan akuakultur, pengolahan hasil perikanan, hingga kesejahteraan masyarakat pesisir membutuhkan pendekatan yang semakin multidisiplin.
Karena itu, pendidikan magister di bidang perikanan tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan penelitian, mengembangkan inovasi, serta merumuskan solusi berbasis bukti.
Capaian akreditasi ini sekaligus memperkuat posisi Program Magister Ilmu Perikanan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan penelitian UGM yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor perikanan Indonesia.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi kelautan dan perikanan secara produktif sekaligus berkelanjutan.
Dalam konteks ekonomi biru, pengembangan sektor perikanan membutuhkan lulusan yang mampu melihat hubungan antara aspek ekologis, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan. Pendidikan magister menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kapasitas tersebut.
Program Magister Ilmu Perikanan UGM diharapkan terus menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi di berbagai bidang, baik sebagai akademisi dan peneliti, profesional, birokrat, maupun penggerak inovasi dan pembangunan masyarakat.
Dengan demikian, predikat Unggul bukan menjadi titik akhir, tetapi landasan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan kontribusi nyata Departemen Perikanan UGM bagi pembangunan perikanan nasional dan global.
Pencapaian akreditasi Unggul ini juga memperkuat kontribusi Departemen Perikanan UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Penyelenggaraan pendidikan magister yang berkualitas secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara pengembangan riset dan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
Pada saat yang sama, penguatan ilmu pengetahuan dan kapasitas sumber daya manusia di bidang perikanan menjadi bagian penting dalam mendukung SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui pengembangan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Penguatan jejaring penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dengan diraihnya akreditasi Unggul, Departemen Perikanan UGM menegaskan komitmennya untuk terus membangun pendidikan perikanan yang unggul, menghasilkan pengetahuan dan inovasi, serta menyiapkan generasi akademisi dan profesional yang mampu menjadikan sumber daya kelautan dan perikanan sebagai fondasi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.