• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • Berita
Arsip:

Berita

Dr. Senny Helmiati Raih Jabatan Fungsional Lektor, Perkuat Pengembangan Keilmuan Nutrisi dan Pakan Ikan di Departemen Perikanan UGM

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Kabar membanggakan kembali datang dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. resmi memperoleh kenaikan jabatan fungsional ke jenjang Lektor dalam bidang ilmu Nutrisi dan Pakan Ikan. Pencapaian ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang akuakultur yang berfokus pada pengembangan nutrisi dan manajemen pakan ikan.

Kenaikan jabatan fungsional ini tidak hanya menjadi capaian akademik secara personal, tetapi juga memperkuat kapasitas Departemen Perikanan UGM dalam mengembangkan riset, pendidikan, dan inovasi di bidang budidaya perikanan. Bidang nutrisi dan pakan ikan memegang peranan penting dalam mendukung peningkatan produktivitas akuakultur yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Sebagai akademisi di Departemen Perikanan UGM, Dr. Senny menekuni bidang nutrisi ikan, manajemen pakan ikan, pakan alami, dan akuakultur. Fokus keilmuan tersebut diwujudkan melalui berbagai penelitian yang mengembangkan bahan baku pakan alternatif, peningkatan kualitas nutrisi pakan, hingga optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan penyusun pakan ikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dr. Senny aktif mengembangkan penelitian mengenai pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai sumber protein alternatif dalam formulasi pakan ikan, evaluasi mikrobiota maggot, pemanfaatan tanaman lokal seperti daun kelor, Lemna, kulit singkong, serta berbagai bahan baku nonkonvensional yang berpotensi menggantikan tepung ikan dan tepung kedelai. Penelitian-penelitian tersebut diarahkan untuk menghasilkan formulasi pakan yang lebih ekonomis tanpa mengurangi performa pertumbuhan maupun kesehatan ikan budidaya.

Selain aktif melakukan penelitian, Dr. Senny juga berkontribusi dalam membimbing mahasiswa sarjana maupun pascasarjana, melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta menjalin kolaborasi penelitian dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri. Rekam jejak publikasinya menunjukkan kontribusi yang konsisten dalam pengembangan ilmu nutrisi ikan, teknologi pakan, mikrobiologi akuakultur, hingga pemanfaatan serangga sebagai sumber protein alternatif bagi industri budidaya perikanan.

Berbagai inovasi yang dikembangkan juga memiliki relevansi yang tinggi terhadap tantangan akuakultur modern. Meningkatnya harga bahan baku pakan konvensional mendorong perlunya sumber protein alternatif yang lebih berkelanjutan. Melalui pendekatan ilmiah, Dr. Senny bersama tim peneliti terus mengeksplorasi berbagai sumber daya lokal yang mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Bagi Departemen Perikanan UGM, pencapaian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia akademik. Bertambahnya dosen pada jenjang Lektor diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik, memperluas jejaring penelitian, meningkatkan kualitas publikasi internasional, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor perikanan Indonesia.

Departemen Perikanan UGM mengucapkan selamat kepada Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. atas capaian jabatan fungsional Lektor. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya-karya ilmiah yang inovatif, memperkuat kolaborasi akademik, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pengembangan ilmu akuakultur dan kemajuan perikanan Indonesia.

Pencapaian ini juga mendukung komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas akademisi dan kualitas pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi pakan dan teknologi budidaya, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan bahan baku alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta SDG 14 (Life Below Water) dengan mendukung sistem akuakultur yang produktif, sehat, dan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

Guru Besar Departemen Perikanan UGM Dikukuhkan, Prof. Eko Setyobudi Tegaskan Pentingnya Data dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan capaian akademik melalui pengukuhan Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. sebagai Guru Besar dalam bidang Biologi Perikanan dan Kelautan. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi Departemen Perikanan UGM dalam memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan terhadap pengelolaan sumber daya perikanan Indonesia yang berkelanjutan.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Data sebagai Fondasi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan”, Prof. Eko menegaskan bahwa pengambilan keputusan dalam sektor perikanan harus didasarkan pada data ilmiah yang akurat, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, tantangan pengelolaan perikanan saat ini semakin kompleks akibat meningkatnya tekanan terhadap sumber daya ikan, perubahan iklim, serta tingginya kebutuhan pangan bagi masyarakat.

Prof. Eko menjelaskan bahwa ketersediaan data yang berkualitas merupakan prasyarat utama dalam menyusun kebijakan pengelolaan perikanan yang adaptif. Data mengenai stok ikan, dinamika populasi, kondisi habitat, hingga aktivitas penangkapan menjadi dasar penting dalam menentukan strategi pengelolaan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan keberlanjutan ekosistem.

Sebagai akademisi yang menekuni bidang biologi perikanan dan kelautan, Prof. Eko juga menyoroti pentingnya integrasi berbagai sumber data, mulai dari hasil survei lapangan, pemantauan oseanografi, teknologi penginderaan jauh, hingga sistem informasi digital. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis ilmiah sekaligus mendukung pengambilan kebijakan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Bagi Departemen Perikanan UGM, pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga memperkuat komitmen departemen dalam menghasilkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan sektor perikanan. Berbagai penelitian yang dikembangkan oleh sivitas akademika Departemen Perikanan UGM selama ini telah berkontribusi dalam penyediaan data ilmiah untuk pengelolaan perikanan, konservasi sumber daya akuatik, pengembangan akuakultur, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.

Keberadaan guru besar juga diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik di lingkungan Departemen Perikanan UGM melalui pengembangan riset multidisiplin, peningkatan kualitas publikasi internasional, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan berbagai institusi akademik di tingkat nasional maupun global. Penguatan kapasitas keilmuan tersebut menjadi modal penting dalam mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan sektor perikanan di masa depan.

Momentum pengukuhan Prof. Eko Setyobudi sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen muda untuk terus mengembangkan inovasi serta menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Departemen Perikanan UGM meyakini bahwa kemajuan ilmu pengetahuan akan memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan tata kelola sumber daya perikanan yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi berbasis data, SDG 14 (Life Below Water) dengan mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghasilkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Departemen Perikanan UGM Buka Beasiswa Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa S1 melalui Kolaborasi dengan CV. Karya Rasa Indonesia

BeasiswaBerita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan studi mahasiswa melalui pembukaan Program Beasiswa Bantuan Pendidikan hasil kolaborasi dengan CV. Karya Rasa Indonesia. Program ini ditujukan khusus bagi mahasiswa Program Sarjana (S1) Departemen Perikanan UGM dari seluruh angkatan yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.

Beasiswa ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi, namun menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui program ini, Departemen Perikanan UGM bersama mitra berupaya memberikan kesempatan yang lebih luas agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tanpa terkendala biaya pendidikan.

Ketua Departemen Perikanan UGM menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam memperluas akses terhadap bantuan pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri.

Program Beasiswa Bantuan Pendidikan ini terbuka bagi mahasiswa yang tidak sedang menerima beasiswa lain dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sebagai bagian dari proses seleksi, calon penerima diwajibkan melampirkan curriculum vitae (CV), transkrip nilai terbaru, serta slip gaji orang tua atau surat keterangan penghasilan dari kelurahan sebagai bukti kondisi ekonomi keluarga.

Pada periode tahun ini, tersedia kuota bagi enam mahasiswa yang akan menerima bantuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Seleksi dilakukan secara administratif dengan mempertimbangkan kelengkapan dokumen serta kesesuaian persyaratan yang telah ditetapkan.

Mahasiswa yang memenuhi kriteria dapat mengajukan pendaftaran secara daring melalui tautan http://ugm.id/BeasiswaKRI. Pendaftaran dibuka hingga 1 Juli 2026, sehingga mahasiswa diimbau untuk segera melengkapi seluruh persyaratan sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Melalui penyelenggaraan program ini, Departemen Perikanan UGM berharap semakin banyak mahasiswa yang dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik tanpa harus terbebani oleh kendala finansial. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia di sektor perikanan.

Program Beasiswa Bantuan Pendidikan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses terhadap pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, SDG 1 (No Poverty) dengan membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penyediaan kesempatan pendidikan yang lebih setara, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Departemen Perikanan UGM dan CV. Karya Rasa Indonesia dalam mendukung pengembangan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Departemen Perikanan UGM Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional Bersama Gyeongsang National University

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi dari Gyeongsang National University dalam rangka menjajaki peluang kerja sama akademik dan penelitian di bidang perikanan dan kelautan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif, menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring internasional serta mendorong kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua institusi.

Diskusi difokuskan pada berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di masa mendatang, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bersama, hingga pengembangan program akademik yang mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Kedua institusi juga membahas potensi penyelenggaraan seminar bersama, kuliah tamu, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan akademik lintas negara.

Dalam pertemuan tersebut, Departemen Perikanan UGM memperkenalkan berbagai bidang unggulan yang dimiliki, meliputi pengelolaan sumber daya perikanan, akuakultur, oseanografi perikanan, teknologi hasil perikanan, konservasi ekosistem perairan, hingga kajian sosial-ekonomi dan kebijakan perikanan. Beragam aktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta jejaring kolaborasi nasional dan internasional yang telah berjalan juga menjadi bagian dari pembahasan.

Sementara itu, delegasi Gyeongsang National University memaparkan keunggulan institusinya dalam pengembangan ilmu kelautan dan perikanan serta menyampaikan ketertarikan untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan Departemen Perikanan UGM. Kesamaan fokus penelitian dan tantangan yang dihadapi sektor perikanan di kawasan Asia menjadi landasan yang kuat untuk mengembangkan kolaborasi strategis di masa depan.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama internasional tidak hanya akan memperluas kesempatan penelitian dan publikasi, tetapi juga memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan solusi ilmiah dalam menjawab berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya perairan, dan pembangunan perikanan berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM terus berkomitmen memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan dengan berbagai universitas dunia diharapkan semakin memperkuat posisi Departemen Perikanan UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi, SDG 14 (Life Below Water) dengan mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Departemen Perikanan UGM Sambut Kunjungan Edukasi SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3 Pangkalan Bun

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan edukasi dari siswa dan guru SMA Negeri 2 Pangkalan Bun dan SMA Negeri 3 Pangkalan Bun pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang 3.10 Departemen Perikanan UGM mulai pukul 14.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia pendidikan tinggi sekaligus membuka wawasan siswa mengenai prospek keilmuan dan karier di bidang perikanan.

Rombongan disambut hangat oleh dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Olivia Yofananda dan Dr. Sulistiowati, yang memperkenalkan profil Departemen Perikanan, bidang keilmuan, kegiatan akademik, fasilitas pembelajaran, hingga berbagai peluang pengembangan mahasiswa selama menempuh pendidikan di UGM.

Dalam sesi pemaparan, para peserta memperoleh gambaran mengenai ruang lingkup ilmu perikanan yang tidak hanya berfokus pada penangkapan ikan, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya perairan, akuakultur, teknologi hasil perikanan, oseanografi perikanan, konservasi ekosistem perairan, hingga kebijakan dan pembangunan masyarakat pesisir. Para siswa juga dikenalkan pada berbagai kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi internasional yang dilakukan oleh sivitas akademika Departemen Perikanan UGM.

Suasana berlangsung interaktif ketika para siswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses seleksi masuk UGM, sistem perkuliahan, peluang beasiswa, hingga prospek lulusan di dunia kerja. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mengenal lebih dekat bidang perikanan sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan maritim Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM berharap para siswa memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kehidupan akademik di perguruan tinggi serta semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kunjungan sekolah seperti ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, foto bersama, dan pertukaran informasi mengenai berbagai program akademik yang tersedia di Departemen Perikanan UGM. Diharapkan kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam mempersiapkan pilihan studi dan karier di masa depan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui perluasan akses informasi pendidikan tinggi yang berkualitas, SDG 14 (Life Below Water) dengan memperkenalkan pentingnya pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Mahasiswa Perikanan UGM Ungkap Dampak Triple-Dip La Niña terhadap Zona Upwelling di Laut Maluku

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Fenomena perubahan iklim global tidak hanya memengaruhi kondisi cuaca di daratan, tetapi juga mengubah dinamika laut yang menjadi penopang produktivitas perikanan Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Rolland Darrent Evaro, melakukan penelitian berjudul “Dampak Triple-Dip La Niña 2020–2023 terhadap Zona Upwelling di Laut Maluku” di bawah bimbingan Dr. rer. nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc.

Penelitian ini mengkaji bagaimana fenomena triple-dip La Niña yang berlangsung selama tiga tahun berturut-turut (2020–2023) memengaruhi dinamika oseanografi di Laut Maluku. Sebagai salah satu wilayah perairan penting di Indonesia Timur, Laut Maluku dikenal memiliki produktivitas perikanan yang sangat dipengaruhi oleh proses upwelling, yaitu naiknya massa air dingin yang kaya unsur hara dari lapisan laut dalam menuju permukaan. Proses alami ini menjadi fondasi tingginya produktivitas fitoplankton yang kemudian menopang rantai makanan hingga sumber daya ikan.

Melalui analisis data oseanografi berbasis satelit, penelitian mengevaluasi perubahan kecepatan angin, suhu permukaan laut (SPL), konsentrasi klorofil-a, dan Sea Level Anomaly (SLA) selama periode terjadinya triple-dip La Niña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara klimatologis, puncak Monsun Tenggara terjadi pada bulan Agustus, ketika proses upwelling berkembang paling kuat di Laut Maluku. Sebaliknya, pada periode Monsun Barat, khususnya Desember hingga Februari, wilayah tersebut didominasi oleh proses downwelling, yaitu tenggelamnya massa air permukaan yang menyebabkan berkurangnya pasokan nutrien ke lapisan atas laut.

Temuan yang paling menarik dari penelitian ini adalah bahwa fenomena triple-dip La Niña justru menyebabkan melemahnya intensitas upwelling selama musim Monsun Tenggara. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya anomali suhu permukaan laut dan tinggi muka laut, yang disertai dengan penurunan kecepatan angin serta menurunnya konsentrasi klorofil-a. Dengan kata lain, meskipun La Niña sering dikaitkan dengan peningkatan curah hujan di Indonesia, dampaknya terhadap dinamika laut tidak selalu meningkatkan produktivitas perairan. Pada kasus Laut Maluku, fenomena iklim ini justru mengurangi kekuatan mekanisme alami yang selama ini menjadi penunjang kesuburan perairan.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa perubahan iklim global dapat memengaruhi proses-proses oseanografi yang menjadi dasar produktivitas perikanan. Melemahnya upwelling berpotensi mengurangi ketersediaan nutrien di perairan permukaan, sehingga dalam jangka panjang dapat memengaruhi kelimpahan plankton, distribusi ikan pelagis, hingga hasil tangkapan nelayan. Oleh karena itu, pemantauan kondisi oseanografi menjadi semakin penting sebagai bagian dari sistem pengelolaan sumber daya perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Menurut Dr. rer. nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc., penelitian mengenai hubungan antara variabilitas iklim global dan dinamika oseanografi sangat penting untuk memperkuat pengelolaan perikanan berbasis sains. Informasi mengenai perubahan pola upwelling dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim, termasuk dalam perencanaan musim penangkapan ikan dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Melalui penelitian ini, Departemen Perikanan UGM kembali menunjukkan kontribusinya dalam menghasilkan riset yang mendukung pengembangan ilmu oseanografi perikanan sekaligus menjawab tantangan pengelolaan sumber daya laut di era perubahan iklim. Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi pemerintah, peneliti, maupun pengelola perikanan dalam menyusun kebijakan yang lebih adaptif terhadap variabilitas iklim di wilayah perairan Indonesia.

Penelitian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan pemahaman mengenai dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut, serta SDG 14 (Life Below Water) dengan menyediakan dasar ilmiah bagi pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Selain itu, hasil penelitian turut berkontribusi pada SDG 2 (Zero Hunger) melalui dukungan terhadap keberlanjutan produksi perikanan sebagai sumber pangan, dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat pemanfaatan data satelit dan ilmu pengetahuan sebagai landasan pengambilan kebijakan berbasis bukti untuk menjaga ketahanan sumber daya perikanan Indonesia.

Mahasiswa Perikanan UGM Ungkap Kerentanan Pendapatan Nelayan Jaring Hela Dasar di Tegal, Soroti Pentingnya Penguatan Kelembagaan Lokal

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Ketidakpastian pendapatan masih menjadi tantangan utama yang dihadapi nelayan skala kecil di Indonesia. Di balik besarnya hasil tangkapan pada musim tertentu, banyak nelayan harus menghadapi tekanan ekonomi yang tinggi ketika memasuki musim paceklik. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Muchammad Abdul Ghony An Nabalasiy, melakukan penelitian berjudul “Analisis Pendapatan Nelayan Jaring Hela Dasar di Desa Purwahamba, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal” di bawah bimbingan Candra Aryudiawan, S.Pi., M.Sc.

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan besaran pendapatan nelayan jaring hela dasar (jaring arad), sekaligus mengidentifikasi berbagai permasalahan mendasar yang memengaruhi keberlanjutan usaha mereka serta merumuskan strategi pengembangan yang lebih adaptif. Lokasi penelitian dipilih di Desa Purwahamba, Kabupaten Tegal, yang dikenal sebagai salah satu sentra perikanan tangkap skala kecil di pesisir utara Pulau Jawa.

Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, penelitian dilakukan melalui metode sensus terhadap 33 nelayan aktif yang menjalankan sistem one-day fishing. Analisis pendapatan mengacu pada kerangka Panayotou (1985), sedangkan identifikasi akar permasalahan menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA). Pendekatan tersebut memungkinkan penelitian tidak hanya menggambarkan kondisi ekonomi nelayan, tetapi juga menjelaskan faktor-faktor kelembagaan yang memengaruhi keberlangsungan usaha perikanan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total penerimaan nelayan mencapai Rp156,46 juta per tahun, dengan keuntungan bersih sekitar Rp87,81 juta per tahun. Namun demikian, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan tingkat kesejahteraan nelayan karena terdapat fluktuasi pendapatan yang sangat tajam antara musim panen dan musim paceklik. Kondisi ini menyebabkan nelayan tetap berada dalam siklus kerentanan ekonomi meskipun secara tahunan masih memperoleh keuntungan.

Penelitian juga menemukan bahwa biaya operasional didominasi oleh biaya variabel yang mencapai hampir 90 persen dari total biaya produksi. Ketergantungan yang tinggi terhadap solar bersubsidi menjadikan keberlangsungan usaha nelayan sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan energi maupun distribusi bahan bakar.

Melalui analisis akar masalah, penelitian berhasil mengidentifikasi empat persoalan utama yang dihadapi nelayan. Pertama, tingginya ketergantungan terhadap plele sebagai perantara pemasaran yang diperkuat dengan menurunnya fungsi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Kedua, terbatasnya akses terhadap pembiayaan formal sehingga banyak nelayan terjebak dalam siklus utang berbasis hubungan patron-klien. Ketiga, pendangkalan muara yang menghambat aktivitas keluar masuk kapal dan meningkatkan biaya operasional. Keempat, rendahnya efektivitas berbagai program pemerintah yang belum diikuti oleh penguatan peran Kelompok Usaha Bersama (KUB) sebagai kelembagaan ekonomi nelayan.

Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan sejumlah strategi pengembangan, antara lain memperkuat kelembagaan lokal nelayan, memperluas alternatif saluran pemasaran agar tidak bergantung pada satu aktor, mengembangkan skema pembiayaan berbasis tanggung renteng, mendorong advokasi pembangunan infrastruktur tambat kapal secara kolektif, serta memformalkan kesepakatan lokal antarnelayan untuk mengurangi ketergantungan struktural dalam hubungan patron-klien. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat daya tahan nelayan terhadap berbagai tekanan sosial maupun ekonomi.

Menurut Candra Aryudiawan, S.Pi., M.Sc., penelitian mengenai dinamika pendapatan nelayan skala kecil menjadi sangat penting karena persoalan kesejahteraan nelayan tidak dapat dinilai hanya dari besarnya keuntungan tahunan. Fluktuasi pendapatan musiman, akses terhadap pasar, kelembagaan, dan dukungan kebijakan menjadi faktor yang saling berkaitan dalam menentukan ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan perikanan perlu mempertimbangkan dimensi sosial, ekonomi, dan kelembagaan secara terpadu.

Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan tidak cukup dilakukan melalui peningkatan produksi semata, tetapi juga memerlukan reformasi tata kelola kelembagaan dan kebijakan yang mampu mengurangi kerentanan ekonomi masyarakat pesisir. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan dalam menyusun program pemberdayaan nelayan skala kecil yang lebih efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), penelitian ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 1 (No Poverty) melalui upaya pengurangan kerentanan ekonomi nelayan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong terciptanya usaha perikanan yang lebih produktif dan layak, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penguatan akses terhadap pembiayaan, pasar, dan kelembagaan bagi nelayan skala kecil, serta SDG 14 (Life Below Water) yang menekankan pentingnya tata kelola perikanan yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat pesisir. Melalui penelitian-penelitian aplikatif seperti ini, Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada terus berupaya menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mampu menjawab tantangan nyata pembangunan perikanan Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.

Mahasiswa Perikanan UGM Teliti Perubahan Sosial Ekonomi Nelayan Pukat Cincin Dua Kapal di PPN Prigi

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Perubahan yang terjadi dalam sektor perikanan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi sumber daya ikan, tetapi juga oleh dinamika sosial dan ekonomi masyarakat nelayan. Berangkat dari isu tersebut, mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prasasti Rektaning Soebekti, melaksanakan penelitian berjudul “Perubahan Sosial Ekonomi Nelayan Pukat Cincin Dua Kapal di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek” di bawah bimbingan Ir. Hery Saksono, M.A.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan usaha perikanan pukat cincin dua kapal (two-boat purse seine) di kawasan Prigi sekaligus menganalisis perubahan sosial ekonomi yang dialami oleh masyarakat nelayan di Desa Tasikmadu. Kawasan ini dipilih karena berada di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap terbesar di Provinsi Jawa Timur yang memiliki peran strategis dalam perekonomian pesisir.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus terhadap seluruh pemilik armada pukat cincin dua kapal yang berdomisili di Desa Tasikmadu. Sebanyak 32 nelayan menjadi responden penelitian sehingga mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ketenagakerjaan pada armada pukat cincin dua kapal di Desa Tasikmadu masih mempertahankan mekanisme tradisional berupa sistem upah esekan dan bagi hasil. Sistem esekan merupakan praktik unik yang telah lama berkembang di kalangan nelayan Prigi, di mana sebagian hasil tangkapan diambil secara langsung menggunakan kantong plastik (esek) segera setelah kapal bersandar. Praktik ini menjadi salah satu bentuk kompensasi bagi awak kapal sebelum hasil tangkapan dipasarkan.

Di sisi lain, penelitian juga mengungkap bahwa perubahan ekonomi semakin dirasakan oleh masyarakat nelayan, terutama akibat meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi komponen biaya operasional terbesar dalam usaha penangkapan ikan. Kondisi tersebut diperparah oleh distribusi subsidi BBM yang belum merata sehingga menimbulkan beban ekonomi yang berbeda antar pelaku usaha perikanan.

Selain tantangan ekonomi, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan sosial ekonomi di antara nelayan. Perbedaan kemampuan modal, akses terhadap subsidi, serta kapasitas kepemilikan armada turut memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan sektor perikanan tidak hanya membutuhkan peningkatan produktivitas, tetapi juga kebijakan yang mampu menjamin pemerataan akses dan kesejahteraan bagi seluruh kelompok nelayan.

Menurut dosen pembimbing, Ir. Hery Saksono, M.A., penelitian-penelitian sosial ekonomi seperti ini memiliki peran penting dalam menyediakan dasar ilmiah bagi penyusunan kebijakan pembangunan perikanan yang lebih inklusif. Pemahaman mengenai dinamika kehidupan nelayan di tingkat lokal diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merancang program subsidi, perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir secara lebih tepat sasaran.

Melalui penelitian ini, Departemen Perikanan UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan perikanan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan Indonesia.

Penelitian ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) melalui upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong terciptanya sistem ekonomi perikanan yang lebih adil dan berkelanjutan, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui perhatian terhadap kesenjangan sosial ekonomi antar pelaku perikanan, serta SDG 14 (Life Below Water) yang menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Melalui riset-riset yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata di masyarakat, Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada terus berkontribusi dalam menghasilkan rekomendasi berbasis ilmiah yang mendukung pembangunan sektor perikanan Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dosen Departemen Perikanan UGM Ikuti Medical Check-Up, Wujud Komitmen Menjaga Kesehatan dan Kesejahteraan Sivitas Akademika

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti program Medical Check-Up (MCU) yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada melalui Gadjah Mada Medical Center (GMC) bekerja sama dengan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UGM dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan dosen sebagai aset utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Medical check-up dilaksanakan pada 25, 26, 29, dan 30 Juni 2026 di GMC UGM dengan jadwal khusus bagi dosen UGM. Program ini memberikan kesempatan kepada para dosen untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit sekaligus mendukung terciptanya gaya hidup sehat di lingkungan kampus.

Bagi dosen Departemen Perikanan UGM, kesehatan merupakan fondasi penting dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Aktivitas mengajar, membimbing mahasiswa, melakukan penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima agar kualitas layanan akademik tetap terjaga. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang dalam menjaga produktivitas dan profesionalisme tenaga pendidik.

Selain kesehatan fisik, kegiatan ini juga mencerminkan perhatian institusi terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental dosen. Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks—mulai dari tuntutan publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, hingga tanggung jawab akademik lainnya—keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan. Pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi bagian dari budaya preventif untuk memastikan dosen tetap berada dalam kondisi optimal dalam menjalankan perannya sebagai pendidik, peneliti, dan pengabdi masyarakat.

Program Medical Check-Up juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Melalui hasil pemeriksaan yang komprehensif, dosen memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatannya sehingga dapat mengambil langkah-langkah preventif maupun perubahan gaya hidup apabila diperlukan.

Departemen Perikanan UGM mengapresiasi inisiatif Universitas Gadjah Mada melalui GMC dan RSA UGM dalam menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses bagi dosen. Program ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga pada upaya menjaga kualitas hidup dan kesejahteraan tenaga pendidik secara menyeluruh.

Dengan dosen yang sehat, produktif, dan sejahtera, Departemen Perikanan UGM optimistis dapat terus memberikan layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas, sekaligus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor perikanan Indonesia.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan preventif dan promosi hidup sehat, SDG 4 (Quality Education) dengan mendukung terciptanya lingkungan akademik yang produktif melalui tenaga pendidik yang sehat, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Dosen Departemen Perikanan UGM Ikuti Rekreasi Fakultas Pertanian 2026, Perkuat Kebersamaan dan Pentingnya Kesehatan Mental

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berpartisipasi dalam Kegiatan Rekreasi Dosen Fakultas Pertanian Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 26–27 Juni 2026 di Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antardosen sekaligus memberikan ruang untuk menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah tingginya tuntutan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Rekreasi diikuti oleh dosen dari berbagai departemen di lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Dari Departemen Perikanan, sejumlah dosen turut ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan kolaboratif. Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan rekreasi, diskusi informal, dan aktivitas kebersamaan di beberapa destinasi di Salatiga. Agenda meliputi kunjungan ke Fertindo Farm, kegiatan kebersamaan pada malam hari di Laras Asri Resort, serta kunjungan ke Mesastilas Resort and Coffee Plantation sebelum kembali ke Yogyakarta.

Di tengah kesibukan dosen dalam menjalankan tridarma—mulai dari mengajar, melakukan penelitian, membimbing mahasiswa, hingga melaksanakan pengabdian kepada masyarakat—kegiatan seperti ini memiliki makna yang lebih dari sekadar rekreasi. Kesempatan untuk berinteraksi di luar lingkungan kerja formal mampu memperkuat komunikasi, membangun keakraban, serta membuka ruang lahirnya ide-ide kolaboratif lintas bidang ilmu.

Dalam dunia akademik modern, kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting yang semakin mendapat perhatian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) berkontribusi terhadap meningkatnya kreativitas, produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, hingga kepuasan kerja. Bagi dosen, menjaga kesehatan mental juga berdampak pada kualitas proses pembelajaran, penelitian, serta pendampingan mahasiswa.

Melalui suasana yang lebih santai dan penuh kekeluargaan, para dosen memiliki kesempatan untuk melepas penat dari rutinitas akademik, mempererat hubungan antarsejawat, sekaligus membangun semangat baru dalam menjalankan berbagai aktivitas di kampus. Interaksi informal semacam ini juga menjadi modal penting dalam memperkuat budaya organisasi yang saling mendukung dan kolaboratif.

Bagi Departemen Perikanan UGM, kualitas sumber daya manusia tidak hanya diukur dari capaian akademik, publikasi ilmiah, maupun prestasi penelitian, tetapi juga dari terciptanya lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan seluruh sivitas akademika. Rekreasi dosen menjadi salah satu bentuk investasi institusi dalam membangun kebersamaan yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat.

Departemen Perikanan UGM mengapresiasi penyelenggaraan Rekreasi Dosen Fakultas Pertanian 2026 sebagai wadah untuk memperkuat solidaritas, menjaga kesehatan mental, serta membangun semangat kolaborasi di antara para dosen. Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara, diharapkan sivitas akademika mampu menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi dan menghasilkan inovasi yang semakin bermanfaat bagi pembangunan sektor pertanian dan perikanan Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya menjaga kesehatan fisik dan mental tenaga pendidik, SDG 4 (Quality Education) dengan mendukung terciptanya lingkungan akademik yang produktif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan kebersamaan antar sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM.

123…33
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY