• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 2
Arsip:

Berita

Dari Satelit hingga Laut Dalam: Ilmuwan Post-Doctoral UGM dan BRIN Kembangkan Prediksi Zona Ikan Berbasis Iklim

Berita Rabu, 15 April 2026

Penguatan riset perikanan berbasis teknologi dan perubahan iklim terus dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada melalui Program Post-Doctoral Dalam Negeri Tahun 2025. Salah satu peneliti yang terlibat adalah Ulung Jantama Wisha, S.Kel., M.Sc., D.Sc., ilmuwan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang memiliki rekam jejak kuat di bidang oseanografi dan pemodelan laut dan pesisir.

Dalam program ini, Dr. Ulung mengembangkan penelitian bertajuk “Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Variabilitas Zona Penangkapan Ikan (ZPI) di WPPNRI 573.” Riset ini berfokus pada wilayah Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, kawasan strategis penangkapan ikan pelagis yang sangat dipengaruhi oleh fenomena iklim global seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD).

Perubahan suhu permukaan laut dan produktivitas perairan akibat fenomena tersebut berpotensi menggeser distribusi ikan, sehingga berdampak langsung pada efisiensi penangkapan. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data penginderaan jauh, meliputi analisis suhu permukaan laut, klorofil-a, arus laut, serta indeks iklim global.

Melalui enam tahapan penelitian, mulai dari pengolahan data satelit hingga pengembangan model prediksi berbasis machine learning, Dr. Ulung menargetkan luaran berupa peta tren perubahan iklim laut, model prediktif adaptif Zona Penangkapan Ikan (ZPI), serta dashboard interaktif berbasis web. Sistem ini diharapkan mampu membantu nelayan dan pengambil kebijakan dalam menentukan lokasi penangkapan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kapasitas Dr. Ulung sebagai peneliti diperkuat oleh latar belakang akademiknya yang meraih gelar doktor dari University of the Ryukyus, Jepang, pada tahun 2025 di bidang Marine and Environmental Sciences. Ia juga memiliki portofolio publikasi internasional bereputasi (Q1–Q3), dengan fokus pada dinamika oseanografi, perubahan muka laut, transport sedimen, serta pemodelan wilayah pesisir dan perikanan.

Selain itu, Dr. Ulung aktif dalam kolaborasi riset lintas institusi nasional dan internasional, termasuk dengan universitas dan lembaga riset global. Pengalamannya dalam mengintegrasikan teknologi remote sensing, GIS, dan analisis data lingkungan menjadikannya salah satu ilmuwan muda yang berkontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu kelautan di Indonesia.

Penelitian ini tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi pada SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.

Inovasi Sehat dari Laut: Teh Sargassum-Jahe Karya Prof. Amir Husni Raih Hibah BIMA

Berita Rabu, 15 April 2026

Kabar membanggakan datang dari Universitas Gadjah Mada. Dosen Departemen Perikanan, Prof. Dr. Amir Husni, S.Pi., M.P., berhasil meraih pendanaan Hibah BIMA skema Penelitian Terapan (PTM) dan Program Hilirisasi Riset Prioritas – Sinergi. Penelitian yang diusung mengangkat inovasi minuman fungsional berbasis rumput laut dengan judul “Aktivitas Antioksidan, Antidiabetes dan Tingkat Penerimaan Konsumen Teh Rumput Laut Sargassum sp. yang Ditambah Jahe.”

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya kasus diabetes melitus serta kebutuhan akan alternatif terapi berbasis bahan alami. Rumput laut cokelat Sargassum sp. yang dikombinasikan dengan jahe (Zingiber officinale) dinilai memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antidiabetes yang belum banyak dieksplorasi dalam bentuk produk minuman.

Dalam penelitiannya, Prof. Amir dan tim akan mengembangkan formulasi teh herbal dengan berbagai komposisi, kemudian menguji aktivitas biologisnya melalui metode spektrofotometri. Pengujian meliputi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP, serta aktivitas anti diabetes melalui inhibisi enzim α-amilase dan α-glukosidase. Selain itu, tingkat penerimaan konsumen juga akan diuji melalui uji hedonik terhadap 80 panelis.

Luaran penelitian ini ditargetkan berupa publikasi pada jurnal bereputasi serta peningkatan Tingkat Kesiap-terapan Teknologi (TKT) dari level 2 ke level 3. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi riset untuk menghasilkan produk minuman fungsional berbasis sumber daya laut Indonesia.

Tak hanya berbagi capaian, Prof. Amir juga membagikan tips bagi peneliti yang ingin lolos pendanaan hibah. Ia menekankan pentingnya memahami panduan secara detail, melakukan evaluasi mandiri terhadap proposal sesuai kriteria penilaian, serta tidak melupakan ikhtiar spiritual melalui doa dan tawakal.

Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi berbasis kelautan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi kesehatan masyarakat. Keberhasilan penelitian ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan produk kesehatan berbasis pangan alami, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi produk berbasis riset, SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa riset perikanan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Perempuan Pulau Kecil Hadapi Banjir Rob: Kisah Tangguh dari Pulau Pasaran Lampung

Berita Selasa, 14 April 2026

Perubahan iklim dan kenaikan muka air laut semakin nyata dirasakan oleh masyarakat pesisir, terutama di pulau-pulau kecil. Hal ini tergambar dalam penelitian berjudul “Resilience at the Margins: Examining Island Women’s Adaptation Strategies to Tidal Flooding in a Small Island Context in Lampung, Indonesia” yang mengangkat kisah perjuangan perempuan pengolah ikan teri di Pulau Pasaran dalam menghadapi banjir rob yang terus berulang.

Penelitian yang dilakukan oleh Asri Puspita Sari bersama Prof. Suadi dan Prof. Djumanto ini menyoroti bagaimana perempuan di wilayah tersebut memahami dan merespons fenomena banjir pasang laut. Bagi mereka, banjir rob bukan sekadar bencana, melainkan kejadian alami yang terjadi secara siklus akibat pengaruh gravitasi bulan. Namun demikian, dampaknya sangat nyata, mulai dari terganggunya aktivitas produksi hingga sulitnya akses ke pasar di kota.

Dengan melibatkan 48 responden, penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat, khususnya perempuan, tergolong tinggi. Ketidakpastian iklim dan intensitas banjir rob menjadi faktor utama yang memengaruhi keberlanjutan mata pencaharian mereka. Meski demikian, perempuan di Pulau Pasaran menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.

Berbagai strategi adaptasi dilakukan, mulai dari diversifikasi usaha ke sektor perdagangan dan jasa, membeli produk olahan dari daerah lain untuk tetap berjualan, hingga mendorong anggota keluarga untuk merantau mencari peluang ekonomi yang lebih baik. Modal sosial dan pengalaman menghadapi banjir menjadi kunci penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan mereka.

Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan adaptasi berbasis lokal yang inklusif dan sensitif gender. Upaya tersebut dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan perempuan pesisir, khususnya di ekosistem pulau kecil yang rentan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tak Sekadar Segar, Ini Standar Mutu Daging Ikan yang Harus Diketahui di Bimtek Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 UGM

Berita Senin, 13 April 2026

Pentingnya menjaga kualitas hasil perikanan menjadi sorotan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 yang diselenggarakan pada 13 April 2026 bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang. Dalam kegiatan ini, dosen Universitas Gadjah Mada, Dr. Susana Endah Ratnawati, membawakan materi bertajuk “Standarisasi Mutu Daging Ikan” yang mengupas secara komprehensif standar kualitas produk perikanan dari hulu hingga hilir. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan, pelaku usaha bidang perikanan, dan institusi perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Susana menjelaskan bahwa mutu bukan sekadar tampilan, tetapi mencakup kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Ia menekankan bahwa kualitas ikan sangat ditentukan sejak tahap bahan baku, baik dalam kondisi hidup, segar, maupun setelah diolah. Peserta diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri ikan segar, seperti mata yang cerah, insang merah terang, daging kenyal, serta aroma yang masih alami. Sebaliknya, ikan yang tidak segar menunjukkan tanda-tanda seperti lendir keruh, bau menyengat, hingga tekstur daging yang lembek.

Selain itu, Dr. Susana juga menyoroti pentingnya standardisasi bahan baku dalam industri pengolahan ikan. Bahan baku yang seragam akan menghasilkan produk dengan rasa, tekstur, warna, dan nilai gizi yang konsisten. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga menjamin keamanan konsumen. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penjaminan mutu merupakan investasi jangka panjang yang melibatkan sinergi antara pelaku usaha, konsumen, dan pemerintah. Dengan penerapan standar mutu yang baik, produk perikanan Indonesia diharapkan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga kesadaran bahwa kualitas adalah kunci utama dalam membangun industri perikanan yang berkelanjutan dan terpercaya. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Keamanan Pangan Jadi Kunci! Pakar UGM Ungkap Risiko Tersembunyi Produk Perikanan di Bimtek #6

Berita Senin, 13 April 2026

Kesadaran akan pentingnya keamanan pangan dalam produk perikanan menjadi fokus utama dalam Bimbingan Teknis Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 yang diselenggarakan pada 13 April 2026. Dalam kesempatan ini, dosen Universitas Gadjah Mada, Dr. Mgs. M. Prima Putra, menyampaikan materi bertajuk “Keamanan Pangan Produk Olahan Hasil Perikanan” yang membuka wawasan peserta tentang berbagai risiko tersembunyi dalam rantai produksi perikanan. Kegiatan yang merupakan kerjasama Departemen Perikanan UGM dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkal Pinang ini, dihadiri sekitar 100 peserta via online.

Dalam paparannya, Dr. Prima menegaskan bahwa produk pangan yang baik tidak hanya harus bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi dan bebas dari bahaya fisik, kimia, maupun biologis. Ia menjelaskan bahwa produk perikanan memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi karena karakteristiknya yang memiliki kadar air tinggi dan mudah rusak.

Berbagai potensi bahaya turut diuraikan, mulai dari cemaran mikroorganisme, toksin alami seperti pada ikan buntal, hingga risiko alergi seperti histamin pada kelompok ikan tertentu. Selain itu, bahaya fisik seperti serpihan logam, plastik, hingga kontaminasi dari manusia juga menjadi perhatian serius dalam proses pengolahan.

Dr. Prima juga menekankan pentingnya penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku hingga distribusi. Pendekatan seperti GMP, HACCP, serta sistem manajemen mutu internasional dinilai krusial untuk mencegah risiko sejak awal proses produksi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerapan sistem ini tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar, efisiensi produksi, serta daya saing produk perikanan di tingkat global.

Kegiatan ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penyediaan pangan aman, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui keamanan konsumsi pangan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Departemen Perikanan UGM Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Konservasi In Situ Ikan Lokal DIY

Berita Senin, 13 April 2026

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Konservasi In Situ Ikan Lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung A4 Fakultas Pertanian UGM dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, akademisi, pengelola fasilitas UGM, serta mahasiswa Departemen Perikanan.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati perairan melalui strategi konservasi in situ ikan lokal di wilayah DIY. Kegiatan dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pemaparan arah kebijakan dan strategi konservasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Dalam sesi ini, dijelaskan pentingnya perlindungan habitat alami ikan lokal sebagai fondasi keberlanjutan sumber daya perikanan daerah.

Materi berikutnya disampaikan oleh perwakilan DPRD DIY (Imam Priyono Dwi Putranto, S.E., M.Si) yang mengulas peran legislatif dalam mendukung kebijakan konservasi melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sesi ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memastikan kebijakan konservasi dapat berjalan efektif.

Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi melalui paparan mengenai penguatan resiliensi ekosistem perairan berbasis konservasi in situ ikan lokal, yang disampaikan oleh Eko Hardianto, S.Pi., M.Si., M.Sc., Ph.D. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan langkah strategis berbasis ilmiah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan di DIY.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam menjaga keberadaan ikan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Hangatnya Syawalan Departemen Perikanan UGM: Apresiasi Pengabdian Puluhan Tahun Dua Tendik

Berita Jumat, 10 April 2026

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara Syawalan yang diselenggarakan Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada. Momentum silaturahmi pasca-Idulfitri tahun ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan perpisahan dua tenaga kependidikan yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun, yakni Raden Budisantoso dan Suhernowo, A.Md. Raden Budisantoso telah mengabdi selama 38 tahun, sementara Suhernowo A.Md selama 23 tahun. Dedikasi panjang keduanya menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan Departemen Perikanan hingga saat ini.

Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan rasa bangga dan haru dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang Departemen Perikanan UGM. Mereka menuturkan bahwa perubahan yang terjadi selama bertahun-tahun menunjukkan arah kemajuan yang semakin baik, baik dari sisi akademik, fasilitas, maupun kolaborasi. Pengalaman panjang tersebut menjadi kenangan berharga yang tidak terpisahkan dari perjalanan karier mereka.

Tidak hanya menyampaikan kesan dan pesan, keduanya juga memberikan arahan serta harapan bagi kemajuan Departemen Perikanan ke depan. Mereka menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, profesionalisme, serta terus berinovasi dalam menghadapi tantangan dunia perikanan yang semakin dinamis.

Acara berlangsung penuh keakraban, diwarnai dengan ungkapan terima kasih dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Departemen Perikanan UGM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan selama puluhan tahun pengabdian.

Syawalan dan perpisahan ini menjadi momen refleksi sekaligus penghormatan, menegaskan bahwa perjalanan panjang pengabdian akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah dan kemajuan Departemen Perikanan UGM. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas pendidik dan kependidikan, dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Keanekaragaman Ikan Sungai Krasak Menurun, Studi Mahasiswa UGM Beri Peringatan

Berita Jumat, 10 April 2026

Mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Maryam Tirta Nuur, memaparkan hasil penelitian mengenai dampak aktivitas antropogenik terhadap keanekaragaman ikan di Sungai Krasak, Jawa Tengah. Penelitian ini menjadi salah satu upaya awal untuk mengisi keterbatasan data terkait komposisi ikan di sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi tersebut.

Sungai Krasak memiliki karakteristik unik karena dipengaruhi material vulkanik serta variasi arus dan substrat. Penelitian dilakukan pada Oktober–November 2025 di tiga lokasi pengamatan menggunakan metode purposive sampling. Seluruh ikan yang tertangkap diidentifikasi hingga tingkat spesies, kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan kelimpahan relatif. Parameter lingkungan seperti suhu, pH, arus, kedalaman, kecerahan, serta substrat juga diukur untuk mendukung analisis ekologi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas ikan di Sungai Krasak terdiri dari 221 individu yang mewakili 12 spesies dari 6 famili. Namun, tingkat keanekaragaman tergolong rendah dengan nilai indeks 0,647–0,882. Indeks keseragaman juga rendah (0,260–0,355), menandakan distribusi individu antarspesies tidak merata. Menariknya, satu spesies yaitu Mystacoleucus obtusirostris mendominasi populasi dengan kelimpahan relatif mencapai 53,39% dari total tangkapan. Dominasi tinggi ini menjadi indikasi adanya tekanan lingkungan yang memengaruhi keseimbangan komunitas ikan.

Penelitian ini memberikan gambaran awal kondisi keanekaragaman ikan di Sungai Krasak dan diharapkan dapat menjadi dasar pengelolaan sumber daya perikanan sungai secara berkelanjutan. Temuan ini juga menegaskan pentingnya penelitian lanjutan untuk memahami dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem perairan darat di Indonesia. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pererat Silaturahmi, Dharma Wanita Departemen Perikanan Gelar Halal Bihalal dan Susun Agenda Tahunan

Berita Jumat, 10 April 2026

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sekaligus dirangkaikan dengan momen halal bihalal, sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antaranggota setelah bulan Ramadan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para anggota Dharma Wanita dengan suasana kekeluargaan yang kental. Selain saling bermaafan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi serta kebersamaan dalam mendukung berbagai aktivitas di lingkungan Departemen Perikanan.

Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk membahas rencana kegiatan selama satu tahun ke depan. Berbagai agenda strategis dirancang untuk mendukung peran Dharma Wanita, baik dalam kegiatan sosial, pemberdayaan anggota, maupun kontribusi terhadap lingkungan akademik.

Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari anggota, mencerminkan semangat kolaboratif dalam menyusun program kerja yang lebih terarah dan bermanfaat. Agenda tahunan yang dirancang diharapkan dapat memperkuat peran Dharma Wanita sebagai bagian penting dalam mendukung kegiatan di Departemen Perikanan.

Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita tidak hanya menjaga tradisi silaturahmi, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan hubungan sosial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antaranggota dalam berbagai kegiatan organisasi.

Prodi Manajemen Sumberdaya Akuatik UGM Gelar Rapat Evaluasi Akademik dan Pengembangan Kurikulum

Berita Kamis, 9 April 2026

Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA), Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan rapat program studi pada 9 April 2025 sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas akademik dan pengembangan kegiatan tridarma.

Rapat ini mengangkat sejumlah agenda strategis yang berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran, kesiapan akreditasi, serta pengembangan kegiatan penelitian dan pengabdian. Salah satu topik utama yang dibahas adalah monitoring dan evaluasi kegiatan Magang Berdampak, yang menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, rapat juga membahas perkembangan skripsi mahasiswa, termasuk evaluasi progres, kualitas bimbingan, serta strategi percepatan penyelesaian studi. Dalam aspek kurikulum, program studi melakukan pembahasan mendalam terkait penyempurnaan kurikulum dan persiapan akreditasi LAMPTIP, termasuk penyusunan peta kurikulum, peninjauan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta penguatan Rencana Pembelajaran Semester (RPKPS).

Tidak hanya fokus pada akademik, rapat juga membahas pengembangan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat Prodi MSA guna meningkatkan kontribusi keilmuan dan dampak sosial program studi. Agenda lain yang turut dibicarakan adalah persiapan kegiatan Hari Ulang Tahun Departemen Perikanan, serta berbagai isu strategis lainnya.

Melalui rapat ini, Prodi MSA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tata kelola akademik, serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan tantangan sektor perikanan dan kelautan di masa depan.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

1234…20
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY