Dari Satelit hingga Laut Dalam: Ilmuwan Post-Doctoral UGM dan BRIN Kembangkan Prediksi Zona Ikan Berbasis Iklim
Berita Rabu, 15 April 2026
Penguatan riset perikanan berbasis teknologi dan perubahan iklim terus dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada melalui Program Post-Doctoral Dalam Negeri Tahun 2025. Salah satu peneliti yang terlibat adalah Ulung Jantama Wisha, S.Kel., M.Sc., D.Sc., ilmuwan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang memiliki rekam jejak kuat di bidang oseanografi dan pemodelan laut dan pesisir.
Dalam program ini, Dr. Ulung mengembangkan penelitian bertajuk “Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Variabilitas Zona Penangkapan Ikan (ZPI) di WPPNRI 573.” Riset ini berfokus pada wilayah Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, kawasan strategis penangkapan ikan pelagis yang sangat dipengaruhi oleh fenomena iklim global seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD).
Perubahan suhu permukaan laut dan produktivitas perairan akibat fenomena tersebut berpotensi menggeser distribusi ikan, sehingga berdampak langsung pada efisiensi penangkapan. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data penginderaan jauh, meliputi analisis suhu permukaan laut, klorofil-a, arus laut, serta indeks iklim global.
Melalui enam tahapan penelitian, mulai dari pengolahan data satelit hingga pengembangan model prediksi berbasis machine learning, Dr. Ulung menargetkan luaran berupa peta tren perubahan iklim laut, model prediktif adaptif Zona Penangkapan Ikan (ZPI), serta dashboard interaktif berbasis web. Sistem ini diharapkan mampu membantu nelayan dan pengambil kebijakan dalam menentukan lokasi penangkapan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kapasitas Dr. Ulung sebagai peneliti diperkuat oleh latar belakang akademiknya yang meraih gelar doktor dari University of the Ryukyus, Jepang, pada tahun 2025 di bidang Marine and Environmental Sciences. Ia juga memiliki portofolio publikasi internasional bereputasi (Q1–Q3), dengan fokus pada dinamika oseanografi, perubahan muka laut, transport sedimen, serta pemodelan wilayah pesisir dan perikanan.
Selain itu, Dr. Ulung aktif dalam kolaborasi riset lintas institusi nasional dan internasional, termasuk dengan universitas dan lembaga riset global. Pengalamannya dalam mengintegrasikan teknologi remote sensing, GIS, dan analisis data lingkungan menjadikannya salah satu ilmuwan muda yang berkontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu kelautan di Indonesia.
Penelitian ini tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi pada SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.