Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menggelar diskusi internal terkait penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus pembahasan perubahan kurikulum program studi pada pukul 13.00 WIB di Ruang 202 Departemen Perikanan.
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Departemen Perikanan, Prof. Alim Isnansetyo, yang menekankan pentingnya adaptasi pendidikan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, dan tantangan global di sektor perikanan dan kelautan.
Dalam sambutannya, Prof. Alim menyampaikan bahwa penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembaruan sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan. Perubahan kurikulum dinilai menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi dinamika dunia kerja dan perkembangan ilmu perikanan modern.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing ketua program studi terkait penyesuaian kurikulum berdasarkan Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2025. Ketua Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, Dr. Ratih Ida Adharini, memaparkan berbagai penyesuaian kurikulum yang diarahkan pada penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang pengelolaan sumber daya perairan, konservasi, dan keberlanjutan lingkungan akuatik. Kurikulum baru juga menekankan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis pemecahan masalah.
Sementara itu, Ketua Program Studi Akuakultur, Dr. Susilo Budi Priyono, menjelaskan bahwa perubahan kurikulum dilakukan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang budidaya perikanan modern, teknologi akuakultur, biosekuriti, hingga pengembangan inovasi budidaya berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Dr. Indun Dewi Puspita, menyoroti pentingnya integrasi teknologi pangan, keamanan pangan hasil perikanan, dan inovasi produk dalam kurikulum terbaru. Penyesuaian tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing lulusan di bidang pengolahan hasil perikanan dan industri pangan berbasis kelautan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari dosen terkait implementasi kurikulum baru, metode pembelajaran, hingga penguatan kolaborasi lintas bidang dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Departemen Perikanan UGM untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan dunia profesional.
Selain membahas aspek akademik, forum ini juga menjadi ruang koordinasi penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat agar pelaksanaan Tri Dharma di lingkungan Departemen Perikanan semakin berdampak luas bagi masyarakat dan pembangunan sektor perikanan Indonesia.
Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Pengembangan kurikulum yang adaptif dan berbasis inovasi menjadi langkah penting dalam menciptakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan tantangan masa depan.