Belajar dari Pemuteran Bali, Prof. Suadi Dalami Inovasi Biorock untuk Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Berita Senin, 22 Juni 2026
Buleleng – Guru Besar Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Suadi, M.Agr.Sc., Ph.D., melakukan kunjungan pembelajaran ke kawasan konservasi terumbu karang Biorock di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari secara langsung salah satu model konservasi pesisir berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang telah mendapatkan pengakuan internasional.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Suadi berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan Tasya Karissa, Co-Founder dan Executive Director Biorock Indonesia, yang selama lebih dari dua dekade mengembangkan berbagai inisiatif restorasi terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Biorock Indonesia berhasil menjadikan Desa Pemuteran sebagai salah satu contoh sukses konservasi laut berbasis masyarakat yang diakui secara internasional. Melalui pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, program tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap pemulihan ekosistem terumbu karang sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Yang paling menarik dari Pemuteran bukan hanya teknologinya, tetapi bagaimana konservasi mampu menjadi gerakan sosial yang mengubah wajah desa. Ketika masyarakat dilibatkan dan merasakan manfaatnya secara langsung, konservasi tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi investasi masa depan,” ujar Prof. Suadi.
Teknologi Biorock sendiri merupakan metode restorasi terumbu karang yang memanfaatkan arus listrik bertegangan rendah yang dialirkan ke struktur logam di bawah laut. Proses tersebut memungkinkan mineral alami dalam air laut mengendap dan membentuk lapisan yang mendukung pertumbuhan karang secara lebih cepat dan tahan terhadap berbagai tekanan lingkungan. Teknologi ini telah digunakan di Pemuteran sejak tahun 2000 dan berkembang menjadi salah satu proyek restorasi terumbu karang terbesar di dunia.
Selain memberikan dampak ekologis melalui pemulihan ekosistem terumbu karang, proyek Biorock di Pemuteran juga berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan wisata bahari, peningkatan kunjungan wisatawan, serta tumbuhnya berbagai usaha masyarakat berbasis lingkungan. Transformasi tersebut menjadikan Pemuteran sebagai contoh nyata bagaimana konservasi dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi masyarakat pesisir.
Prof. Suadi menilai pendekatan yang diterapkan di Pemuteran sangat relevan dengan berbagai tantangan pengelolaan wilayah pesisir di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan konservasi memerlukan integrasi antara aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan kelembagaan masyarakat. Oleh karena itu, pengalaman dari Pemuteran dapat menjadi referensi penting dalam pengembangan berbagai program pengabdian masyarakat, riset, maupun pendidikan di lingkungan Departemen Perikanan UGM.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan mengenai model-model pengelolaan sumber daya pesisir yang berhasil di tingkat global. Sebagai akademisi yang selama ini banyak berkecimpung dalam bidang pembangunan masyarakat pesisir dan tata kelola perikanan, Prof. Suadi menegaskan pentingnya membangun pendekatan konservasi yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.
“Pemuteran menunjukkan bahwa ketika teknologi, masyarakat, dan komitmen bersama bertemu dalam satu tujuan, dampaknya bisa sangat luar biasa. Ini menjadi inspirasi penting bagi pengembangan kawasan pesisir di berbagai daerah Indonesia,” tambahnya.
Departemen Perikanan UGM berharap pengalaman dan pembelajaran dari Pemuteran dapat menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa, peneliti, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi konservasi yang tidak hanya menjaga keberlanjutan ekosistem laut, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir.
Kegiatan pembelajaran dan pertukaran pengalaman ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 14: Life Below Water melalui penguatan praktik restorasi terumbu karang dan pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan model Biorock dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth, sementara pendekatan kolaboratif antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan organisasi konservasi mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals. Penguatan edukasi dan transfer pengetahuan mengenai konservasi pesisir juga berkontribusi terhadap SDG 4: Quality Education.