• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • Perikanan UGM
  • Perikanan UGM
Arsip:

Perikanan UGM

Belajar dari Pemuteran Bali, Prof. Suadi Dalami Inovasi Biorock untuk Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Berita Senin, 22 Juni 2026

Buleleng – Guru Besar Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Suadi, M.Agr.Sc., Ph.D., melakukan kunjungan pembelajaran ke kawasan konservasi terumbu karang Biorock di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari secara langsung salah satu model konservasi pesisir berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang telah mendapatkan pengakuan internasional.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Suadi berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan Tasya Karissa, Co-Founder dan Executive Director Biorock Indonesia, yang selama lebih dari dua dekade mengembangkan berbagai inisiatif restorasi terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Biorock Indonesia berhasil menjadikan Desa Pemuteran sebagai salah satu contoh sukses konservasi laut berbasis masyarakat yang diakui secara internasional. Melalui pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, program tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap pemulihan ekosistem terumbu karang sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Yang paling menarik dari Pemuteran bukan hanya teknologinya, tetapi bagaimana konservasi mampu menjadi gerakan sosial yang mengubah wajah desa. Ketika masyarakat dilibatkan dan merasakan manfaatnya secara langsung, konservasi tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi investasi masa depan,” ujar Prof. Suadi.

Teknologi Biorock sendiri merupakan metode restorasi terumbu karang yang memanfaatkan arus listrik bertegangan rendah yang dialirkan ke struktur logam di bawah laut. Proses tersebut memungkinkan mineral alami dalam air laut mengendap dan membentuk lapisan yang mendukung pertumbuhan karang secara lebih cepat dan tahan terhadap berbagai tekanan lingkungan. Teknologi ini telah digunakan di Pemuteran sejak tahun 2000 dan berkembang menjadi salah satu proyek restorasi terumbu karang terbesar di dunia.

Selain memberikan dampak ekologis melalui pemulihan ekosistem terumbu karang, proyek Biorock di Pemuteran juga berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan wisata bahari, peningkatan kunjungan wisatawan, serta tumbuhnya berbagai usaha masyarakat berbasis lingkungan. Transformasi tersebut menjadikan Pemuteran sebagai contoh nyata bagaimana konservasi dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi masyarakat pesisir.

Prof. Suadi menilai pendekatan yang diterapkan di Pemuteran sangat relevan dengan berbagai tantangan pengelolaan wilayah pesisir di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan konservasi memerlukan integrasi antara aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan kelembagaan masyarakat. Oleh karena itu, pengalaman dari Pemuteran dapat menjadi referensi penting dalam pengembangan berbagai program pengabdian masyarakat, riset, maupun pendidikan di lingkungan Departemen Perikanan UGM.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan mengenai model-model pengelolaan sumber daya pesisir yang berhasil di tingkat global. Sebagai akademisi yang selama ini banyak berkecimpung dalam bidang pembangunan masyarakat pesisir dan tata kelola perikanan, Prof. Suadi menegaskan pentingnya membangun pendekatan konservasi yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.

“Pemuteran menunjukkan bahwa ketika teknologi, masyarakat, dan komitmen bersama bertemu dalam satu tujuan, dampaknya bisa sangat luar biasa. Ini menjadi inspirasi penting bagi pengembangan kawasan pesisir di berbagai daerah Indonesia,” tambahnya.

Departemen Perikanan UGM berharap pengalaman dan pembelajaran dari Pemuteran dapat menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa, peneliti, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi konservasi yang tidak hanya menjaga keberlanjutan ekosistem laut, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir.

Kegiatan pembelajaran dan pertukaran pengalaman ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 14: Life Below Water melalui penguatan praktik restorasi terumbu karang dan pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan model Biorock dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth, sementara pendekatan kolaboratif antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan organisasi konservasi mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals. Penguatan edukasi dan transfer pengetahuan mengenai konservasi pesisir juga berkontribusi terhadap SDG 4: Quality Education.

Alumni Perikanan UGM Berkiprah di Pemerintahan Daerah, Veni Victoruddien Kunjungi Almamater

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menerima kunjungan hangat dari salah satu alumninya yang telah berkiprah di tingkat pemerintahan daerah. Veni Victoruddien, S.Pi., M.Si., alumni angkatan 1996 Departemen Perikanan UGM yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Majalengka, berkesempatan mengunjungi Departemen Perikanan dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

Kunjungan yang bersifat informal tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus temu kangen dengan lingkungan akademik yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan dan kariernya. Dalam kesempatan tersebut, Veni berinteraksi dengan sejumlah dosen dan tenaga kependidikan serta berbagi cerita mengenai pengalaman profesionalnya dalam birokrasi pemerintahan.

Sebagai alumni Departemen Perikanan UGM, Veni merupakan salah satu contoh lulusan yang menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bidang perikanan dapat menjadi bekal yang kuat untuk berkiprah di berbagai sektor. Tidak hanya di bidang kelautan dan perikanan, lulusan Departemen Perikanan UGM juga mampu mengambil peran strategis dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga pembangunan daerah.

Saat ini, Veni Victoruddien mengemban amanah sebagai Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Majalengka, sebuah posisi yang memiliki peran penting dalam mendukung administrasi kependudukan dan pelayanan publik bagi masyarakat. Jabatan tersebut menuntut kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, koordinasi lintas sektor, serta pengambilan keputusan yang efektif dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Kehadiran Veni di Departemen Perikanan UGM menjadi pengingat bahwa perjalanan karier seorang alumni dapat berkembang ke berbagai bidang sesuai dengan kompetensi, pengalaman, dan dedikasi yang dimiliki. Nilai-nilai yang ditanamkan selama masa studi, seperti kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, serta kepemimpinan, menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Bagi Departemen Perikanan UGM, capaian para alumni yang berhasil menduduki posisi strategis di berbagai institusi merupakan sumber kebanggaan sekaligus inspirasi bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan. Keberhasilan alumni menunjukkan bahwa lulusan perikanan tidak hanya berkontribusi pada sektor teknis perikanan dan kelautan, tetapi juga mampu memberikan dampak yang lebih luas dalam pembangunan masyarakat, pemerintahan, dan pelayanan publik.

Departemen Perikanan UGM senantiasa membuka ruang bagi para alumni untuk tetap terhubung dengan almamater, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring yang dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia profesional. Melalui hubungan yang erat antara alumni dan kampus, diharapkan akan lahir lebih banyak kolaborasi, inspirasi, dan kontribusi yang bermanfaat bagi pengembangan institusi maupun masyarakat.

Kunjungan Veni Victoruddien menjadi salah satu bukti bahwa ikatan antara alumni dan almamater tidak pernah terputus. Departemen Perikanan UGM mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut dan berharap semakin banyak alumni yang terus menorehkan prestasi serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara di berbagai bidang pengabdian.

Kiprah alumni Departemen Perikanan UGM di berbagai sektor pembangunan juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Peran alumni dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik turut mendukung SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions melalui penguatan institusi publik yang efektif, akuntabel, dan inklusif. Selain itu, jejaring yang terjalin antara alumni dan perguruan tinggi mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan untuk kemajuan pendidikan dan pembangunan nasional.

Dosen dan Mahasiswa Departemen Perikanan UGM Siap Mengabdi di Berbagai Penjuru Nusantara melalui KKN-PPM 2026

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Semangat pengabdian kembali menggelora di lingkungan Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Bersama ribuan mahasiswa UGM lainnya, mahasiswa Departemen Perikanan turut diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026 yang berlangsung selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari penerjunan 8.178 mahasiswa UGM yang akan mengabdi di 298 unit KKN yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.

Tidak hanya mahasiswa, sejumlah dosen Departemen Perikanan UGM juga turut mengambil peran strategis sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Mereka akan mendampingi mahasiswa dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah masing-masing. Peran DPL menjadi sangat penting untuk memastikan program yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong perubahan yang berkelanjutan di masyarakat.

Tahun ini, kontribusi Departemen Perikanan UGM dalam program KKN-PPM tidak hanya diwujudkan melalui partisipasi mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga melalui keterlibatan sejumlah dosen sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Koordinator Wilayah (Korwil). Salah satunya adalah Ir. Hery Saksono, M.A. selaku dosen Perikanan UGM yang dipercaya sebagai Korwil, serta para dosen Departemen Perikanan lainnya yang mendampingi mahasiswa dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan potensi lokal. Dengan keterlibatan tersebut, Departemen Perikanan UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai mahasiswa yang memiliki latar belakang keilmuan di bidang perikanan dan kelautan, peserta KKN dari Departemen Perikanan membawa berbagai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, perdesaan, dan daerah yang memiliki potensi sumber daya perairan. Program-program yang dikembangkan mencakup penguatan ketahanan pangan berbasis perikanan, pengolahan hasil perikanan, pengembangan usaha mikro dan kelompok nelayan, konservasi lingkungan perairan, edukasi gizi berbasis pangan ikan, hingga penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung produktivitas masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa Perikanan UGM dalam KKN-PPM juga menjadi kesempatan berharga untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai kelompok masyarakat, mahasiswa belajar memahami tantangan nyata pembangunan, sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama lintas disiplin.

Salah satu fokus KKN-PPM UGM tahun ini adalah mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Tema tersebut sangat relevan dengan bidang keilmuan perikanan yang memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber pangan bergizi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perairan. UGM sendiri menegaskan bahwa KKN merupakan ruang belajar sekaligus ruang kontribusi nyata mahasiswa untuk menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan dan kolaborasi.

Melalui pendampingan para dosen dan semangat pengabdian mahasiswa, Departemen Perikanan UGM berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, menggali potensi lokal, serta berkontribusi dalam pembangunan wilayah yang berkelanjutan dari Aceh hingga Papua.

Kegiatan KKN-PPM ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman nyata di masyarakat, SDG 2: Zero Hunger melalui penguatan ketahanan pangan lokal, SDG 14: Life Below Water melalui berbagai program pengelolaan sumber daya perairan dan lingkungan pesisir, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan.

Mahasiswa Departemen Perikanan UGM Tuntaskan Ujian Akhir Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menyelesaikan rangkaian Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung pada 9–19 Juni 2026. Pelaksanaan ujian menjadi penutup dari seluruh proses pembelajaran yang telah dijalani mahasiswa selama satu semester, sekaligus menjadi momentum evaluasi capaian akademik pada berbagai program studi di lingkungan Departemen Perikanan.

Selama dua pekan pelaksanaan UAS, mahasiswa dari Program Studi Akuakultur, Manajemen Sumber Daya Akuatik, dan Teknologi Hasil Perikanan mengikuti berbagai bentuk evaluasi pembelajaran, mulai dari ujian tertulis, presentasi, studi kasus, hingga penyelesaian proyek akademik sesuai karakteristik masing-masing mata kuliah. Pelaksanaan ujian berlangsung secara tertib dengan dukungan dosen, tenaga kependidikan, serta pengelola program studi.

Ketua Departemen Perikanan UGM menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menunjukkan semangat dan komitmen dalam menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan akademik selama semester genap. Ujian akhir semester tidak hanya menjadi sarana pengukuran pemahaman materi, tetapi juga bagian dari proses pembentukan kompetensi dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengembangan ilmu pengetahuan di bidang perikanan.

Berakhirnya UAS juga menjadi momen refleksi bagi mahasiswa untuk mengevaluasi proses belajar yang telah dijalani selama satu semester. Berbagai pengalaman pembelajaran, praktikum, penelitian, kegiatan lapangan, hingga keterlibatan dalam program kemahasiswaan menjadi bekal penting dalam membangun kapasitas akademik dan profesional sebagai calon insan perikanan yang unggul.

Setelah menyelesaikan UAS, sebagian mahasiswa akan melanjutkan kegiatan akademik lainnya seperti penelitian tugas akhir, praktik lapangan, kegiatan Magang mandiri, Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta berbagai aktivitas pengembangan kompetensi yang diselenggarakan oleh Departemen Perikanan UGM.

Departemen Perikanan UGM berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan masa jeda perkuliahan untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi semester berikutnya. Dengan semangat belajar yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi profesional perikanan yang inovatif, adaptif, dan berkontribusi bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Kegiatan pembelajaran dan evaluasi akademik yang telah dilaksanakan selama semester genap ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perikanan turut berkontribusi pada SDG 14: Life Below Water melalui penciptaan lulusan yang memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya perairan secara berkelanjutan, serta mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui pengembangan tenaga profesional yang siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan nasional.

Departemen Perikanan UGM Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Xiamen University dalam Pengembangan Teknologi Pengolahan Air

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperluas jejaring internasional dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi berkelanjutan. Salah satu langkah strategis terbaru diwujudkan melalui kegiatan penjajakan kerja sama dengan Xiamen University, Tiongkok, yang dikenal sebagai salah satu institusi terkemuka di Asia dalam bidang lingkungan, ekologi, dan teknologi pengolahan air (water treatment).

Pertemuan ini dihadiri oleh Guru Besar Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., bersama Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Pertanian UGM, Dr. Riza Yuliratno Setiawan, serta Dr. Ratih Ida Adharini selaku Ketua Program Studi Magister Sumber Daya Akuatik (MSA).

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas peluang kolaborasi pada bidang pengelolaan kualitas air, teknologi pengolahan air untuk kawasan pesisir dan akuakultur, pengembangan sistem pemantauan lingkungan perairan, hingga peluang penelitian bersama terkait ketahanan sumber daya air di tengah tantangan perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan pangan global.

Prof. Alim Isnansetyo menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap teknologi pengolahan air yang efisien dan berkelanjutan semakin penting dalam mendukung pembangunan sektor perikanan modern. Menurutnya, pengelolaan kualitas air tidak hanya menjadi faktor kunci dalam keberhasilan budidaya perikanan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem perairan dan keberlanjutan produksi pangan akuatik.

“Kolaborasi internasional menjadi langkah penting untuk mempercepat transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kami melihat Xiamen University memiliki kekuatan yang sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan riset lingkungan perairan dan teknologi pengolahan air di Indonesia,” ungkap Prof. Alim.

Xiamen University melalui College of the Environment and Ecology dikenal memiliki reputasi internasional yang kuat dalam bidang lingkungan dan pengelolaan sumber daya air. Bidang riset yang dikembangkan mencakup teknologi pengolahan air dan air limbah, pemurnian air, mikrobiologi lingkungan, pengendalian pencemaran, hingga pengembangan solusi inovatif untuk keberlanjutan sumber daya air. Selain itu, bidang Environment & Ecology Xiamen University tercatat masuk dalam kelompok ESI Global Top 1‰, menunjukkan kapasitas riset yang sangat kompetitif di tingkat dunia.

Bagi Departemen Perikanan UGM, penjajakan kerja sama ini membuka peluang pengembangan penelitian multidisiplin yang mengintegrasikan ilmu perikanan, teknologi lingkungan, dan rekayasa sumber daya air. Selain kolaborasi riset, kedua pihak juga membahas potensi pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan kuliah tamu internasional, program penelitian bersama, serta publikasi ilmiah kolaboratif.

Prof. Subejo menyampaikan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu strategi Fakultas Pertanian UGM dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan penelitian yang berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan institusi unggulan dunia, diharapkan mahasiswa dan dosen memperoleh akses yang lebih luas terhadap jejaring akademik, teknologi, dan sumber daya penelitian internasional.

Sementara itu, Dr. Ratih Ida Adharini menilai bahwa kolaborasi ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan Program Studi Magister Sumber Daya Akuatik, terutama pada aspek pengelolaan lingkungan perairan, kualitas air, dan keberlanjutan sumber daya akuatik yang menjadi isu strategis di tingkat global.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Departemen Perikanan UGM menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi internasional yang mampu menghasilkan inovasi dan solusi nyata bagi pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi UGM sebagai pusat unggulan pendidikan dan riset perikanan di kawasan Asia.

Kegiatan penjajakan kerja sama ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui pengembangan inovasi teknologi pengolahan dan pemurnian air yang berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi ini mendukung SDG 14: Life Below Water melalui penguatan riset terkait kualitas lingkungan perairan dan pengelolaan sumber daya akuatik, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui pembangunan jejaring internasional antara UGM dan Xiamen University dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat global.

 
 
 

Prof. Alim Pimpin FGD Pengembangan Teknologi SWRO untuk Dukung Produksi Garam dan Penyediaan Air Bersih di Kawasan Pesisir

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Upaya penguatan kemandirian garam nasional sekaligus penyediaan air bersih bagi masyarakat pesisir terus didorong melalui inovasi berbasis riset. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Integrasi Pemanfaatan Air Tawar pada Produksi Garam Laut dengan Teknologi SWRO (Seawater Reverse Osmosis) sebagai Air Minum” yang dipimpin oleh Guru Besar Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., selaku Ketua Kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta pada 17 Juni 2026 ini merupakan bagian dari Program Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Kolaborator Internasional. Melalui program ini, Prof. Alim bersama tim berupaya menjembatani hasil-hasil penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat pesisir, khususnya dalam meningkatkan produktivitas usaha garam rakyat sekaligus mengatasi keterbatasan akses air bersih.

Sebagai peneliti yang selama ini aktif mengembangkan berbagai inovasi di bidang perikanan, akuakultur, dan bioteknologi kelautan, Prof. Alim menekankan bahwa tantangan pengembangan garam nasional tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana menciptakan sistem usaha yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi SWRO, air laut yang selama ini menjadi sumber bahan baku garam dapat diolah menjadi air tawar yang layak konsumsi sehingga memberikan nilai tambah bagi kawasan produksi garam.

FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha garam rakyat. Diskusi diawali dengan paparan mengenai kebutuhan dan produksi garam nasional oleh Prof. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D. dari Universitas Diponegoro, dilanjutkan dengan pembahasan penerapan teknologi SWRO oleh Dr. Mohamad Zaki Mahasin, S.Pi., M.Pi. dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pengalaman praktik lapangan yang disampaikan oleh Marsino, Ketua Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Pendawa Lima.

Tidak hanya berdiskusi di ruang pertemuan, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke tambak garam dan rumah produksi milik KUGAR Pendawa Lima di Purworejo. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk melihat secara langsung tantangan yang dihadapi pelaku usaha garam sekaligus mengidentifikasi peluang implementasi teknologi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

Menurut Prof. Alim, sinergi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata. Oleh karena itu, program pengabdian ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sumber daya pesisir secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menunjukkan peran aktif Universitas Gadjah Mada dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan strategis bangsa. Di bawah kepemimpinan Prof. Alim, program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan pesisir yang mampu mengintegrasikan produksi garam, penyediaan air bersih, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui pengembangan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO) yang berpotensi meningkatkan akses masyarakat pesisir terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan. Selain itu, program ini sejalan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui penguatan produktivitas dan nilai tambah usaha garam rakyat berbasis inovasi teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelompok usaha masyarakat juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals dalam mendorong transfer pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Lebih lanjut, upaya pemanfaatan sumber daya pesisir secara efisien dan berkelanjutan turut mendukung SDG 14: Life Below Water dengan mendorong pengelolaan wilayah pesisir yang lebih adaptif, produktif, dan berwawasan lingkungan.

Dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Susana Endah Ratnawati Raih Kenaikan Jabatan Akademik Lektor

Berita Senin, 22 Juni 2026

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui kenaikan jabatan akademik salah satu dosennya. Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., Ph.D. resmi memperoleh kenaikan jabatan akademik sebagai Lektor, sebuah pencapaian yang mencerminkan dedikasi dan kontribusinya dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kenaikan jabatan ini menjadi pengakuan atas kiprah Dr. Susana dalam mengembangkan ilmu dan teknologi hasil perikanan, khususnya pada bidang pengolahan hasil perikanan, keamanan pangan hasil perikanan, dan pemantauan mutu produk perikanan. Sebagai dosen di Program Studi THP UGM, beliau aktif mengembangkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan kualitas dan keamanan produk perikanan Indonesia.

Dr. Susana menempuh pendidikan Sarjana Teknologi Hasil Perikanan di Universitas Diponegoro, kemudian melanjutkan studi Magister pada bidang Pengelolaan Sumber Daya Pantai. Gelar doktor diperolehnya dari Ghent University pada bidang Bioscience Engineering. Latar belakang akademik yang kuat tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan riset-riset inovatif yang menghubungkan aspek mutu, keamanan, dan keberlanjutan produk perikanan.

Dalam aktivitas penelitiannya, Dr. Susana berfokus pada pengembangan teknologi untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk perikanan. Beberapa topik yang menjadi perhatian utamanya meliputi mekanisme penurunan mutu udang selama penyimpanan, pengembangan sistem pengemasan untuk produk perikanan segar dan hidup, pemanfaatan limbah tulang ikan lele menjadi nano-kalsium bernilai tambah, serta penguatan aspek keamanan mikrobiologi produk perikanan. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan pada berbagai jurnal internasional bereputasi di bidang ilmu pangan dan perikanan.

Selain aktif dalam penelitian, Dr. Susana juga dikenal sebagai pendidik yang berkomitmen dalam membimbing mahasiswa dan membangun atmosfer akademik yang produktif. Berbagai kegiatan pembelajaran, kolaborasi riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang dijalankannya menunjukkan komitmen kuat dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri perikanan modern.

Keluarga besar Departemen Perikanan UGM mengucapkan selamat atas capaian jabatan akademik Lektor yang diraih oleh Dr. Susana Endah Ratnawati. Diharapkan pencapaian ini semakin memotivasi pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang teknologi hasil perikanan, sekaligus memperkuat kontribusi UGM dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia.

Kenaikan jabatan akademik ini juga sejalan dengan upaya pencapaian SDG 4: Quality Education melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan tinggi, serta SDG 14: Life Below Water dan SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pengembangan riset mengenai keamanan pangan, peningkatan mutu hasil perikanan, dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

Fokus pada Keamanan Pangan, Prodi THP UGM Hadirkan Pakar Dunia dalam Kuliah Tamu Mikrobiologi Hasil Perikanan

Berita Senin, 22 Juni 2026

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat jejaring akademik globalnya dengan menyelenggarakan rangkaian Guest Lecture (Kuliah Tamu) internasional. Kali ini, materi kuliah tamu diintegrasikan ke dalam mata kuliah Mikrobiologi Hasil Perikanan (PIT20241201) guna memberikan pemahaman mendalam bagi mahasiswa mengenai penanganan kontaminasi bakteri pada produk pangan asal laut.

Rangkaian kuliah tamu seri ke-3 dan ke-5 ini menghadirkan para ahli mikrobiologi dari dua universitas terkemuka dunia, yaitu Shanghai Jiao Tong University (Cina) dan University of Copenhagen (Denmark). Acara ini diselenggarakan secara bauran (hybrid) melalui platform daring Zoom Meeting dan ruang kelas fisik di Gedung Perikanan UGM.

Seri #3: Mengantisipasi Patogen Pangan bersama Prof. Dr. Chunlei Shi (Shanghai Jiao Tong University)
Seri ke-3 telah sukses dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026. Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Dr. Chunlei Shi, seorang profesor dari Department of Food Science and Engineering, Shanghai Jiao Tong University.

Membawakan materi bertajuk “Foodborne Pathogens in Fisheries Products”, Prof. Shi memaparkan bahaya bakteri patogen yang sering mengontaminasi komoditas perikanan dan potensi dampaknya terhadap kesehatan konsumen melalui keracunan makanan. Ia menekankan pentingnya sistem deteksi dini serta penerapan rantai dingin (cold chain) yang ketat guna menekan pertumbuhan patogen berbahaya di sepanjang rantai pasok produk perikanan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Kuliah 302, Lantai 3 Gedung A4 Perikanan UGM dan dimulai pada pagi hari pukul 07.30 WIB.

Seri #5: Strategi Pengendalian Bakteri Pembusuk bersama Dr. Linyun Chen (University of Copenhagen)
Berlanjut pada seri ke-5, kuliah tamu dilaksanakan pada Senin, 1 Juni 2026. Narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Linyun Chen dari Department of Food Science, University of Copenhagen, Denmark.

Dr. Linyun Chen menyampaikan topik menarik berjudul “Smelly Invaders: Characteristics and Control of Spoilage Bacteria in Seafood Products”. Dalam presentasinya, ia mengupas karakteristik bakteri spesifik pembusuk pangan (spoilage bacteria) yang sering menjadi penyebab utama timbulnya bau tidak sedap serta kerusakan fisik pada produk seafood. Tidak hanya menjelaskan karakteristiknya, Dr. Chen juga membagikan berbagai strategi kontrol terkini untuk menghambat aktivitas mikroorganisme pembusuk tersebut demi memperpanjang masa simpan (shelf-life) produk. Kuliah tamu ini disiarkan secara daring langsung dari Denmark pada pukul 15.30 – 16.30 WIB.

Hal ini juga menjadi perwujudan nyata komitmen program studi dalam mencetak lulusan yang siap berdaya saing global di industri perikanan dan pengelolaan pangan terpadu. Kegiatan Guest Lecture internasional ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan mutakhir dan jejaring akademik internasional bagi mahasiswa. Materi mengenai deteksi patogen pangan, pengendalian bakteri pembusuk, serta penerapan sistem keamanan pangan juga berkontribusi terhadap SDG 3: Good Health and Well-being dengan mendukung upaya pencegahan penyakit bawaan pangan (foodborne diseases) dan peningkatan keamanan konsumsi produk perikanan. Selain itu, pembahasan strategi pengendalian kerusakan produk dan perpanjangan masa simpan hasil perikanan sejalan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pengurangan kehilangan pangan (food loss) serta peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya perikanan. Kolaborasi antara UGM, Shanghai Jiao Tong University, dan University of Copenhagen juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, riset, dan inovasi untuk mendukung sistem pangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Tingkatkan Wawasan Global, Prodi THP UGM Gelar Rangkaian Kuliah Tamu Internasional dalam Mata Kuliah Kimia dan Biokimia Hasil Perikanan

Berita Senin, 22 Juni 2026

Dalam rangka memperluas cakrawala akademik dan menghadirkan perspektif global bagi mahasiswa, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Departemen Perikanan, UGM kembali menggelar rangkaian kegiatan Guest Lecture (Kuliah Tamu) internasional. Kuliah tamu ini diintegrasikan langsung ke dalam mata kuliah Kimia dan Biokimia Hasil Perikanan (PIT20241203) dan terbuka secara umum bagi publik.

Rangkaian kuliah tamu seri ke-4 dan ke-6 ini menghadirkan pakar-pakar terkemuka dari universitas ternama di Asia Tenggara, yaitu Universiti Putra Malaysia (UPM) dan Ho Chi Minh City University of Technology (HCMUT), Vietnam. Kegiatan ini dilaksanakan secara bauran (hybrid) melalui ruang kelas fisik di Gedung Perikanan UGM serta platform Zoom Meeting.

Seri #4: Mengulas Mutu dan Penilaian Kesegaran Ikan bersama Dr. Muhammad Azfar Ismail (UPM)
Rangkaian seri ke-4 telah sukses dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026. Pada kesempatan ini, Prodi THP UGM menghadirkan Dr. Muhammad Azfar Ismail, seorang Senior Lecturer dari Department of Aquaculture, Faculty of Agriculture, Universiti Putra Malaysia.

Dalam pemaparannya yang berjudul “Fish Quality Changes and Freshness Assessment”, Dr. Azfar mengupas tuntas mengenai berbagai faktor yang mendorong terjadinya perubahan mutu pada komoditas perikanan pascapanen. Selain itu, ia juga menjelaskan metode-metode ilmiah terkini dalam melakukan penilaian tingkat kesegaran (freshness assessment) pada ikan. Pemahaman mendalam terkait parameter mutu ini dinilai sangat krusial bagi mahasiswa teknologi hasil perikanan dalam upaya mempertahankan standar kualitas pangan fungsional yang bersumber dari laut maupun perairan darat. Selain itu, Dr. Azfar juga mengulas tentang inovasi teknologi monitoring non-destruktif (tanpa merusak bahan) untuk mengamati perubahan biokimia yang terjadi selama proses pembusukan atau penurunan mutu ikan. Teknologi ini dinilai sangat krusial bagi industri perikanan modern guna memastikan kesegaran dan keamanan pangan secara cepat, akurat, dan efisien tanpa harus merusak sampel produk.

Kuliah ini berlangsung secara interaktif di Ruang Kuliah 308, Lantai 3 Gedung A4 Perikanan UGM serta dihadiri oleh puluhan peserta daring.

Seri #6: Mengupas Degradasi Protein dan Lipid bersama Phan Thị Thanh Nga, PhD (HCMUT)
Melanjutkan kesuksesan seri sebelumnya, seri ke-6 dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026. Pembicara yang dihadirkan adalah Phan Thị Thanh Nga, PhD, dosen dan peneliti dari Faculty of Chemical Engineering, Ho Chi Minh City University of Technology, VNU-HCM, Vietnam.

Phan Thị Thanh Nga, PhD menyampaikan materi mendalam bertajuk “Protein and Lipid Degradation in Fisheries Products”. Ia menjelaskan mekanisme kimiawi di balik degradasi komponen utama ikan, yaitu protein dan lipid (lemak), serta bagaimana proses tersebut memengaruhi tekstur, aroma, nilai gizi, dan kualitas keseluruhan dari produk perikanan selama penyimpanan dan pengolahan.

Kuliah ini digelar di Ruang Kuliah 209, Lantai 2 Gedung A4 Perikanan UGM dan peserta umum dapat mengikuti melalui Zoom Meeting.

Melalui pelaksanaan Guest Lecture internasional ini, Prodi THP Departemen Perikanan UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi program studi serta meningkatkan mutu pendidikan yang selaras dengan perkembangan sains perikanan global. Diharapkan materi yang disampaikan dapat memicu ide-ide riset inovatif baru bagi mahasiswa THP UGM dalam mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan pascapanen hasil perikanan.

Kegiatan Guest Lecture internasional ini juga sejalan dengan pencapaian beberapa target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan akses mahasiswa terhadap pengetahuan global dan pembelajaran berbasis riset dari para pakar internasional. Selain itu, pembahasan mengenai mutu, keamanan, serta degradasi komponen biokimia produk perikanan mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production dengan mendorong pengelolaan pascapanen yang lebih efisien dan berkelanjutan untuk mengurangi kehilangan hasil perikanan. Kolaborasi akademik antara UGM, UPM, dan HCMUT juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan jejaring pendidikan tinggi dan pertukaran pengetahuan lintas negara guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta ketahanan sektor perikanan di kawasan Asia Tenggara.

UGM dan DKP Kulon Progo Lakukan Monitoring Kesehatan Ikan hingga Akhir Tahun untuk Antisipasi Wabah Penyakit Budidaya

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Kulon Progo, 11 Juni 2026 — Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo memulai program monitoring kesehatan ikan budidaya yang akan dilaksanakan secara berkala hingga akhir tahun 2026. Program ini bertujuan meningkatkan sistem deteksi dini penyakit ikan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan pembudidaya dalam menghadapi ancaman penyakit yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi.

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., dosen bidang Mikrobiologi Akuakultur Departemen Perikanan UGM. Fokus utama pemantauan saat ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan kerentanan ikan budidaya, khususnya ikan lele dan gurame, terhadap serangan penyakit bakterial seperti aeromoniasis yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Indah didampingi oleh tim dari Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Departemen Perikanan UGM, yaitu Hafidz Nursadewa Alif, S.Gz., serta Faiz Mahasin, S.Pi., M.Sc. sebagai asisten dosen. Tim melakukan pengamatan lapangan, pengambilan sampel, serta evaluasi kondisi lingkungan budidaya untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesehatan ikan di berbagai lokasi budidaya di Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini juga dilaksanakan bersama Kepala Bidang Budidaya Ikan DKP Kabupaten Kulon Progo, Ghufron Said Priyono, S.Pi., beserta tim bidang budidaya yang terdiri dari Ade Saepudin, S.Pi., M.M., Mega Dissa Afpriyaningrum, S.Pi., dan Sagiyo. Kolaborasi tersebut memungkinkan proses monitoring berjalan lebih efektif karena menggabungkan keahlian akademik dengan pengalaman teknis lapangan.

Menurut Dr. Indah, pendekatan monitoring jangka panjang sangat penting karena penyakit ikan sering kali dipengaruhi oleh kombinasi faktor lingkungan, manajemen budidaya, dan kondisi biologis ikan. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, potensi permasalahan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum terjadi wabah yang lebih luas.

Selain menghasilkan data kesehatan ikan, program ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis bagi pembudidaya dan pemerintah daerah dalam meningkatkan sistem manajemen kesehatan ikan yang lebih adaptif dan berbasis sains.

Program monitoring kesehatan ikan ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan akuakultur berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan produktivitas budidaya ikan di Kulon Progo dapat terus meningkat dengan tetap menjaga kesehatan ikan dan kualitas lingkungan budidaya.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan produksi pangan perikanan, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengendalian penyakit ikan, SDG 14 (Life Below Water) melalui praktik budidaya yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam pengelolaan kesehatan ikan budidaya.

123…24
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY