Belajar Mengelola Laut Secara Cerdas: Mata Kuliah Manajemen Operasi Penangkapan Ikan UGM Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Global
Berita Kamis, 16 April 2026
Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menghadirkan pembelajaran komprehensif melalui mata kuliah Manajemen Operasi Penangkapan Ikan, yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang pengelolaan perikanan tangkap secara berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.
Matakuliah yang dikoordinatori oleh Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. ini, mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, ekonomi, hingga kebijakan dalam satu kerangka pembelajaran yang utuh. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik penangkapan ikan, tetapi juga diajak memahami sistem perikanan sebagai sistem sosial-ekologi yang kompleks.
Materi perkuliahan mencakup berbagai topik strategis, mulai dari manajemen armada, regulasi perikanan, teknologi alat tangkap, hingga pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). Pendekatan ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya ikan dan keberlanjutan ekosistem laut.
Menariknya, mahasiswa juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi modern dalam operasi penangkapan ikan, seperti GPS, remote sensing, serta sistem pemantauan kapal (Vessel Monitoring System). Teknologi ini memungkinkan nelayan menentukan lokasi penangkapan secara lebih efisien sekaligus mengurangi praktik penangkapan berlebih (overfishing).
Selain aspek teknis, mata kuliah ini juga mengangkat berbagai tantangan nyata di sektor perikanan, seperti praktik illegal fishing, konflik kepentingan, hingga dampak perubahan iklim terhadap distribusi ikan. Mahasiswa diajak berpikir kritis melalui diskusi, studi kasus, dan pembelajaran kolaboratif.
Dengan metode pembelajaran partisipatif, evaluasi berbasis proyek, serta integrasi teori dan praktik, mata kuliah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif keberlanjutan dalam mengelola sumber daya laut.
Pembelajaran ini sejalan dengan SDG 14 (Ekosistem Laut), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), menjadikan mahasiswa siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia maupun global