• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • Mahasiswa Perikanan UGM Teliti Dinamika Waduk Gajah Mungkur, Data Satelit Ungkap Pengaruh Iklim terhadap Keberlanjutan Perikanan

Mahasiswa Perikanan UGM Teliti Dinamika Waduk Gajah Mungkur, Data Satelit Ungkap Pengaruh Iklim terhadap Keberlanjutan Perikanan

  • Berita
  • 21 Mei 2026, 16.02
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Yogyakarta — Isu perubahan iklim semakin menunjukkan dampaknya terhadap berbagai ekosistem perairan, termasuk waduk yang menjadi sumber penting bagi kegiatan perikanan dan kehidupan masyarakat. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yumna Niwangsa, melakukan penelitian skripsi berjudul “Pemantauan Luas Badan Air Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri Periode 2017–2024 untuk Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan”. Penelitian ini menyoroti bagaimana perubahan iklim global memengaruhi dinamika luas badan air dan implikasinya terhadap pengelolaan sumber daya perikanan.

Penelitian berfokus pada Waduk Gajah Mungkur, waduk buatan yang dibangun sejak tahun 1974 hingga 1981 dan memiliki fungsi strategis sebagai pengendali banjir, penyedia air, pembangkit listrik, hingga penopang aktivitas perikanan di wilayah sekitarnya. Namun, kondisi waduk sangat dipengaruhi oleh dinamika iklim yang terjadi secara global maupun regional. Melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh menggunakan citra Sentinel-1, penelitian ini mengungkap bahwa fenomena iklim seperti Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Niño Southern Oscillation (ENSO) berperan penting terhadap perubahan luas badan air waduk.
 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena La Niña pada periode 2020–2021 serta IOD negatif tahun 2022 menyebabkan peningkatan curah hujan harian yang kemudian diikuti peningkatan luas badan air Waduk Gajah Mungkur, baik saat musim hujan maupun musim kemarau. Sebaliknya, ketika El Niño dan IOD positif terjadi pada tahun 2023, curah hujan mengalami penurunan sehingga luas badan air waduk ikut menyusut.

Menariknya, penelitian juga menemukan anomali pada tahun 2023. Meskipun kondisi iklim cenderung menurunkan volume air, luas badan air justru mengalami peningkatan pada musim hujan. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pengerukan waduk yang dilakukan untuk mengatasi sedimentasi. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan kondisi waduk tidak hanya dipengaruhi faktor iklim, tetapi juga aktivitas manusia. Penelitian mengindikasikan adanya perbedaan kedalaman dan topografi dasar waduk yang tidak merata akibat proses sedimentasi dan pengerukan yang terjadi selama bertahun-tahun.

Menurut hasil penelitian, pemantauan dinamika badan air menggunakan data satelit menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan. Data tersebut dapat menjadi landasan ilmiah dalam perencanaan strategis pengelolaan waduk, termasuk untuk mendukung aktivitas perikanan, konservasi lingkungan, serta pengambilan kebijakan berbasis data.

Penelitian skripsi ini menunjukkan bagaimana teknologi dan ilmu perikanan dapat berjalan beriringan dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya akuatik di tengah perubahan iklim. Kajian seperti ini juga menjadi bukti bahwa penelitian mahasiswa memiliki potensi besar dalam menghasilkan informasi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat. Penelitian ini sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 14 (Life Below Water). Pemanfaatan teknologi untuk pemantauan sumber daya perairan menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan perikanan yang adaptif dan berkelanjutan di masa depan.

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 4: Pendidikan Berkualitas sdg 6: Clean Water and Sanitation Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY