• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Program Studi Magister Ilmu Perikanan UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN hingga 2031

Berita Jumat, 7 Agustus 2026

Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Program Studi Magister Ilmu Perikanan resmi memperoleh akreditasi internasional dari ASIIN (Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics). Pencapaian ini menjadi pengakuan internasional atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, proses pembelajaran, dan capaian lulusan yang memenuhi standar akademik global.

Berdasarkan sertifikat akreditasi yang diterbitkan ASIIN, akreditasi untuk Program Studi Master of Science in Fisheries Science di Universitas Gadjah Mada berlaku mulai 26 September 2025 hingga 30 September 2031. Program studi ini juga dinyatakan memenuhi standar Level 7 European Qualifications Framework for Lifelong Learning (EQF LLL), yang menunjukkan kesetaraan kompetensi lulusan dengan jenjang magister pada kerangka kualifikasi pendidikan tinggi di Eropa.

ASIIN merupakan lembaga akreditasi internasional yang berbasis di Jerman dan dikenal luas dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan tinggi di bidang teknik, ilmu alam, matematika, informatika, serta ilmu-ilmu terapan. Proses akreditasi dilakukan melalui evaluasi yang komprehensif terhadap kurikulum, capaian pembelajaran, kualitas dosen, tata kelola program studi, fasilitas pembelajaran, hingga sistem penjaminan mutu yang diterapkan oleh institusi.

Dalam sertifikat akreditasi disebutkan bahwa pemberian ASIIN Seal merupakan pengakuan bahwa program studi telah memenuhi tuntutan dunia akademik dan dunia profesi pada tingkat yang tinggi. Selain itu, ASIIN juga menilai bahwa program studi menyediakan lingkungan pembelajaran yang mendukung proses pendidikan yang berkualitas serta keberhasilan mahasiswa dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian tersebut didasarkan pada standar pembelajaran berbasis capaian (learning outcomes) yang selaras dengan European Qualifications Framework dan European Standards and Guidelines.

Ketua Departemen Perikanan UGM menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Akreditasi internasional bukan hanya menjadi bentuk pengakuan atas kualitas pendidikan yang telah dicapai, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan standar akademik, memperkuat internasionalisasi, dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

Bagi mahasiswa, akreditasi ASIIN memberikan nilai tambah karena menunjukkan bahwa proses pendidikan yang dijalani telah memenuhi standar internasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan, memperluas peluang studi lanjut maupun karier profesional, serta memperkuat jejaring akademik dan penelitian dengan berbagai institusi di luar negeri.

Ke depan, Departemen Perikanan UGM akan terus memperkuat kualitas pendidikan melalui inovasi kurikulum, pengembangan riset yang relevan dengan tantangan global, peningkatan kolaborasi internasional, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah, industri, dan berbagai lembaga penelitian. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi bagi pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.

Pencapaian akreditasi internasional ini juga mendukung komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pengakuan terhadap mutu pendidikan tinggi berkontribusi pada SDG 4: Quality Education melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berstandar internasional. Penguatan jejaring akademik global dan harmonisasi standar pendidikan dengan kerangka kualifikasi internasional juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals, sementara pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang perikanan diharapkan mampu mendukung SDG 14: Life Below Water melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

Satu Langkah, Satu Semangat: Sivitas Akademika Perikanan UGM Meriahkan HUT ke-63 Lewat Jalan Sehat

Berita Jumat, 7 Agustus 2026

Yogyakarta – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui penyelenggaraan kegiatan Jalan Sehat pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung A4 Departemen Perikanan UGM ini diikuti oleh sivitas akademika Departemen Perikanan, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT yang bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan kampus. Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang diawali dengan berkumpul di halaman Gedung A4 sebelum bersama-sama menempuh rute yang telah disiapkan panitia.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berolahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang hangat antarsivitas akademika. Dalam suasana yang santai, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dapat saling bertegur sapa, berbagi cerita, serta memperkuat rasa kebersamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan akademik di Departemen Perikanan UGM.

Peringatan HUT ke-63 juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang Departemen Perikanan UGM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama lebih dari enam dekade. Berbagai capaian di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama internasional menjadi fondasi yang terus diperkuat untuk menjawab tantangan pembangunan sektor perikanan dan kelautan di masa depan.

Melalui kegiatan jalan sehat, Departemen Perikanan UGM ingin menegaskan bahwa kesehatan dan kebugaran merupakan modal penting dalam mendukung produktivitas, kreativitas, dan kualitas kinerja sivitas akademika. Lingkungan akademik yang sehat diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan semangat pengabdian yang lebih besar bagi masyarakat.

Selain sebagai ajang kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi wujud apresiasi kepada seluruh keluarga besar Departemen Perikanan UGM yang telah berkontribusi dalam perkembangan institusi. Semangat kekeluargaan yang terbangun diharapkan terus menjadi energi positif untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa mendatang.

Mengusung semangat “Bersama Melangkah, Bersama Berkarya”, peringatan HUT ke-63 diharapkan semakin memperkuat solidaritas seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan Departemen Perikanan UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus tetap dekat dengan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berdampak.

Kegiatan jalan sehat ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui aktivitas fisik yang melibatkan seluruh sivitas akademika, kegiatan ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-being dengan mendorong pola hidup sehat dan meningkatkan kesejahteraan fisik. Semangat kebersamaan dan inklusivitas yang terbangun juga mencerminkan implementasi SDG 4: Quality Education, melalui penguatan lingkungan akademik yang kondusif bagi pembelajaran dan kolaborasi. Di samping itu, partisipasi aktif seluruh warga Departemen Perikanan menjadi wujud penguatan kemitraan internal yang selaras dengan SDG 17: Partnerships for the Goals, dalam membangun institusi yang semakin solid, kolaboratif, dan berdaya saing.

Mahasiswa Pascasarjana Departemen Perikanan UGM Presentasikan Riset Perubahan Lahan Pesisir Indonesia pada Konferensi Internasional POCER 2026

Berita Jumat, 7 Agustus 2026

Malaysia – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), di tingkat internasional. Restiana Raiba, mahasiswa Program Pascasarjana, berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya dalam 8th International Conference & Postgraduate Colloquium of Environmental Research (POCER 2026) yang diselenggarakan pada 8–9 Juli 2026 di University of Nottingham Malaysia.

POCER 2026 merupakan salah satu konferensi internasional bergengsi di bidang lingkungan dan keberlanjutan yang mengangkat tema “Weaving a Resilient and Sustainable Future”. Tahun ini, konferensi diikuti oleh lebih dari 400 peserta yang mewakili 96 institusi dari lebih dari 22 negara, menjadikannya forum penting bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk berbagi hasil riset serta memperkuat kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan global.

Pada kesempatan tersebut, Restiana Raiba mempresentasikan penelitian berjudul “Key Transition Signals of Coastal Land Use Change in Kendari Bay, Indonesia”, yang mengkaji dinamika perubahan penggunaan lahan di kawasan pesisir Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini berfokus pada identifikasi sinyal-sinyal transisi perubahan penggunaan lahan, khususnya pada ekosistem mangrove yang memiliki peran penting sebagai pelindung kawasan pesisir sekaligus penyimpan karbon alami.

Penelitian tersebut memanfaatkan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dan Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS) untuk memantau perubahan tutupan lahan dari waktu ke waktu. Analisis dilakukan menggunakan Intensity Analysis Framework yang dikembangkan oleh Pontius dan Aldwaik (2012), sebuah pendekatan yang mampu mengidentifikasi pola perubahan penggunaan lahan secara lebih rinci dibandingkan metode perubahan konvensional. Melalui pendekatan ini, penelitian tidak hanya menunjukkan besarnya perubahan yang terjadi, tetapi juga mengungkap proses transisi antarjenis tutupan lahan yang menjadi indikator penting dalam pengelolaan wilayah pesisir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove di Teluk Kendari mengalami transisi dua arah, yaitu terdapat area yang mengalami alih fungsi sehingga menyebabkan berkurangnya tutupan mangrove, namun di sisi lain juga ditemukan kawasan yang menunjukkan proses regenerasi dan pemulihan ekosistem. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa wilayah pesisir Teluk Kendari menghadapi tekanan pembangunan yang cukup besar, tetapi masih memiliki peluang yang signifikan untuk mendukung upaya restorasi dan rehabilitasi mangrove apabila didukung oleh kebijakan pengelolaan yang tepat.

Presentasi penelitian ini mendapatkan perhatian dari peserta konferensi karena menawarkan pendekatan analitis yang dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang pesisir, pemantauan perubahan ekosistem, serta penyusunan kebijakan konservasi berbasis data spasial. Selain memperkaya diskusi ilmiah mengenai pengelolaan kawasan pesisir tropis, penelitian ini juga menunjukkan pentingnya integrasi teknologi geospasial dalam mendukung pengambilan keputusan yang berkelanjutan.

Keikutsertaan Restiana Raiba dalam POCER 2026 menjadi bukti komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi pada forum ilmiah internasional. Melalui partisipasi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di tingkat global, tetapi juga memperluas jejaring penelitian serta memperkenalkan hasil-hasil riset mengenai pengelolaan sumber daya pesisir Indonesia kepada komunitas ilmiah dunia.

Partisipasi aktif mahasiswa Departemen Perikanan UGM pada konferensi internasional ini diharapkan semakin memperkuat budaya riset yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan lingkungan, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan wilayah pesisir dan keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kapasitas akademik mahasiswa dan partisipasi dalam forum ilmiah internasional. Penelitian mengenai dinamika mangrove di Teluk Kendari juga berkontribusi terhadap SDG 14: Life Below Water dengan menyediakan dasar ilmiah bagi pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan, serta SDG 15: Life on Land melalui upaya pelestarian dan restorasi ekosistem mangrove sebagai habitat penting bagi keanekaragaman hayati. Selain itu, pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti mencerminkan kontribusi terhadap SDG 13: Climate Action, mengingat mangrove berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan penyimpanan karbon dan perlindungan kawasan pesisir dari dampak perubahan iklim.

Dr. Senny Helmiati Raih Jabatan Fungsional Lektor, Perkuat Pengembangan Keilmuan Nutrisi dan Pakan Ikan di Departemen Perikanan UGM

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Kabar membanggakan kembali datang dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. resmi memperoleh kenaikan jabatan fungsional ke jenjang Lektor dalam bidang ilmu Nutrisi dan Pakan Ikan. Pencapaian ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang akuakultur yang berfokus pada pengembangan nutrisi dan manajemen pakan ikan.

Kenaikan jabatan fungsional ini tidak hanya menjadi capaian akademik secara personal, tetapi juga memperkuat kapasitas Departemen Perikanan UGM dalam mengembangkan riset, pendidikan, dan inovasi di bidang budidaya perikanan. Bidang nutrisi dan pakan ikan memegang peranan penting dalam mendukung peningkatan produktivitas akuakultur yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Sebagai akademisi di Departemen Perikanan UGM, Dr. Senny menekuni bidang nutrisi ikan, manajemen pakan ikan, pakan alami, dan akuakultur. Fokus keilmuan tersebut diwujudkan melalui berbagai penelitian yang mengembangkan bahan baku pakan alternatif, peningkatan kualitas nutrisi pakan, hingga optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan penyusun pakan ikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dr. Senny aktif mengembangkan penelitian mengenai pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai sumber protein alternatif dalam formulasi pakan ikan, evaluasi mikrobiota maggot, pemanfaatan tanaman lokal seperti daun kelor, Lemna, kulit singkong, serta berbagai bahan baku nonkonvensional yang berpotensi menggantikan tepung ikan dan tepung kedelai. Penelitian-penelitian tersebut diarahkan untuk menghasilkan formulasi pakan yang lebih ekonomis tanpa mengurangi performa pertumbuhan maupun kesehatan ikan budidaya.

Selain aktif melakukan penelitian, Dr. Senny juga berkontribusi dalam membimbing mahasiswa sarjana maupun pascasarjana, melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta menjalin kolaborasi penelitian dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri. Rekam jejak publikasinya menunjukkan kontribusi yang konsisten dalam pengembangan ilmu nutrisi ikan, teknologi pakan, mikrobiologi akuakultur, hingga pemanfaatan serangga sebagai sumber protein alternatif bagi industri budidaya perikanan.

Berbagai inovasi yang dikembangkan juga memiliki relevansi yang tinggi terhadap tantangan akuakultur modern. Meningkatnya harga bahan baku pakan konvensional mendorong perlunya sumber protein alternatif yang lebih berkelanjutan. Melalui pendekatan ilmiah, Dr. Senny bersama tim peneliti terus mengeksplorasi berbagai sumber daya lokal yang mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Bagi Departemen Perikanan UGM, pencapaian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia akademik. Bertambahnya dosen pada jenjang Lektor diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik, memperluas jejaring penelitian, meningkatkan kualitas publikasi internasional, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor perikanan Indonesia.

Departemen Perikanan UGM mengucapkan selamat kepada Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. atas capaian jabatan fungsional Lektor. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya-karya ilmiah yang inovatif, memperkuat kolaborasi akademik, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pengembangan ilmu akuakultur dan kemajuan perikanan Indonesia.

Pencapaian ini juga mendukung komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas akademisi dan kualitas pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi pakan dan teknologi budidaya, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan bahan baku alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta SDG 14 (Life Below Water) dengan mendukung sistem akuakultur yang produktif, sehat, dan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

Guru Besar Departemen Perikanan UGM Dikukuhkan, Prof. Eko Setyobudi Tegaskan Pentingnya Data dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan capaian akademik melalui pengukuhan Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. sebagai Guru Besar dalam bidang Biologi Perikanan dan Kelautan. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi Departemen Perikanan UGM dalam memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan terhadap pengelolaan sumber daya perikanan Indonesia yang berkelanjutan.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Data sebagai Fondasi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan”, Prof. Eko menegaskan bahwa pengambilan keputusan dalam sektor perikanan harus didasarkan pada data ilmiah yang akurat, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, tantangan pengelolaan perikanan saat ini semakin kompleks akibat meningkatnya tekanan terhadap sumber daya ikan, perubahan iklim, serta tingginya kebutuhan pangan bagi masyarakat.

Prof. Eko menjelaskan bahwa ketersediaan data yang berkualitas merupakan prasyarat utama dalam menyusun kebijakan pengelolaan perikanan yang adaptif. Data mengenai stok ikan, dinamika populasi, kondisi habitat, hingga aktivitas penangkapan menjadi dasar penting dalam menentukan strategi pengelolaan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan keberlanjutan ekosistem.

Sebagai akademisi yang menekuni bidang biologi perikanan dan kelautan, Prof. Eko juga menyoroti pentingnya integrasi berbagai sumber data, mulai dari hasil survei lapangan, pemantauan oseanografi, teknologi penginderaan jauh, hingga sistem informasi digital. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis ilmiah sekaligus mendukung pengambilan kebijakan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Bagi Departemen Perikanan UGM, pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga memperkuat komitmen departemen dalam menghasilkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan sektor perikanan. Berbagai penelitian yang dikembangkan oleh sivitas akademika Departemen Perikanan UGM selama ini telah berkontribusi dalam penyediaan data ilmiah untuk pengelolaan perikanan, konservasi sumber daya akuatik, pengembangan akuakultur, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.

Keberadaan guru besar juga diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik di lingkungan Departemen Perikanan UGM melalui pengembangan riset multidisiplin, peningkatan kualitas publikasi internasional, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan berbagai institusi akademik di tingkat nasional maupun global. Penguatan kapasitas keilmuan tersebut menjadi modal penting dalam mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan sektor perikanan di masa depan.

Momentum pengukuhan Prof. Eko Setyobudi sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen muda untuk terus mengembangkan inovasi serta menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Departemen Perikanan UGM meyakini bahwa kemajuan ilmu pengetahuan akan memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan tata kelola sumber daya perikanan yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi berbasis data, SDG 14 (Life Below Water) dengan mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghasilkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Departemen Perikanan UGM Buka Beasiswa Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa S1 melalui Kolaborasi dengan CV. Karya Rasa Indonesia

BeasiswaBerita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan studi mahasiswa melalui pembukaan Program Beasiswa Bantuan Pendidikan hasil kolaborasi dengan CV. Karya Rasa Indonesia. Program ini ditujukan khusus bagi mahasiswa Program Sarjana (S1) Departemen Perikanan UGM dari seluruh angkatan yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.

Beasiswa ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi, namun menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui program ini, Departemen Perikanan UGM bersama mitra berupaya memberikan kesempatan yang lebih luas agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tanpa terkendala biaya pendidikan.

Ketua Departemen Perikanan UGM menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam memperluas akses terhadap bantuan pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri.

Program Beasiswa Bantuan Pendidikan ini terbuka bagi mahasiswa yang tidak sedang menerima beasiswa lain dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sebagai bagian dari proses seleksi, calon penerima diwajibkan melampirkan curriculum vitae (CV), transkrip nilai terbaru, serta slip gaji orang tua atau surat keterangan penghasilan dari kelurahan sebagai bukti kondisi ekonomi keluarga.

Pada periode tahun ini, tersedia kuota bagi enam mahasiswa yang akan menerima bantuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Seleksi dilakukan secara administratif dengan mempertimbangkan kelengkapan dokumen serta kesesuaian persyaratan yang telah ditetapkan.

Mahasiswa yang memenuhi kriteria dapat mengajukan pendaftaran secara daring melalui tautan http://ugm.id/BeasiswaKRI. Pendaftaran dibuka hingga 1 Juli 2026, sehingga mahasiswa diimbau untuk segera melengkapi seluruh persyaratan sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Melalui penyelenggaraan program ini, Departemen Perikanan UGM berharap semakin banyak mahasiswa yang dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik tanpa harus terbebani oleh kendala finansial. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia di sektor perikanan.

Program Beasiswa Bantuan Pendidikan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses terhadap pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, SDG 1 (No Poverty) dengan membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penyediaan kesempatan pendidikan yang lebih setara, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Departemen Perikanan UGM dan CV. Karya Rasa Indonesia dalam mendukung pengembangan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Departemen Perikanan UGM Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional Bersama Gyeongsang National University

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi dari Gyeongsang National University dalam rangka menjajaki peluang kerja sama akademik dan penelitian di bidang perikanan dan kelautan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif, menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring internasional serta mendorong kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua institusi.

Diskusi difokuskan pada berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di masa mendatang, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bersama, hingga pengembangan program akademik yang mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Kedua institusi juga membahas potensi penyelenggaraan seminar bersama, kuliah tamu, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan akademik lintas negara.

Dalam pertemuan tersebut, Departemen Perikanan UGM memperkenalkan berbagai bidang unggulan yang dimiliki, meliputi pengelolaan sumber daya perikanan, akuakultur, oseanografi perikanan, teknologi hasil perikanan, konservasi ekosistem perairan, hingga kajian sosial-ekonomi dan kebijakan perikanan. Beragam aktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta jejaring kolaborasi nasional dan internasional yang telah berjalan juga menjadi bagian dari pembahasan.

Sementara itu, delegasi Gyeongsang National University memaparkan keunggulan institusinya dalam pengembangan ilmu kelautan dan perikanan serta menyampaikan ketertarikan untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan Departemen Perikanan UGM. Kesamaan fokus penelitian dan tantangan yang dihadapi sektor perikanan di kawasan Asia menjadi landasan yang kuat untuk mengembangkan kolaborasi strategis di masa depan.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama internasional tidak hanya akan memperluas kesempatan penelitian dan publikasi, tetapi juga memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan solusi ilmiah dalam menjawab berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya perairan, dan pembangunan perikanan berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM terus berkomitmen memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan dengan berbagai universitas dunia diharapkan semakin memperkuat posisi Departemen Perikanan UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi, SDG 14 (Life Below Water) dengan mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Departemen Perikanan UGM Sambut Kunjungan Edukasi SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3 Pangkalan Bun

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan edukasi dari siswa dan guru SMA Negeri 2 Pangkalan Bun dan SMA Negeri 3 Pangkalan Bun pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang 3.10 Departemen Perikanan UGM mulai pukul 14.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia pendidikan tinggi sekaligus membuka wawasan siswa mengenai prospek keilmuan dan karier di bidang perikanan.

Rombongan disambut hangat oleh dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Olivia Yofananda dan Dr. Sulistiowati, yang memperkenalkan profil Departemen Perikanan, bidang keilmuan, kegiatan akademik, fasilitas pembelajaran, hingga berbagai peluang pengembangan mahasiswa selama menempuh pendidikan di UGM.

Dalam sesi pemaparan, para peserta memperoleh gambaran mengenai ruang lingkup ilmu perikanan yang tidak hanya berfokus pada penangkapan ikan, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya perairan, akuakultur, teknologi hasil perikanan, oseanografi perikanan, konservasi ekosistem perairan, hingga kebijakan dan pembangunan masyarakat pesisir. Para siswa juga dikenalkan pada berbagai kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi internasional yang dilakukan oleh sivitas akademika Departemen Perikanan UGM.

Suasana berlangsung interaktif ketika para siswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses seleksi masuk UGM, sistem perkuliahan, peluang beasiswa, hingga prospek lulusan di dunia kerja. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mengenal lebih dekat bidang perikanan sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan maritim Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM berharap para siswa memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kehidupan akademik di perguruan tinggi serta semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kunjungan sekolah seperti ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, foto bersama, dan pertukaran informasi mengenai berbagai program akademik yang tersedia di Departemen Perikanan UGM. Diharapkan kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam mempersiapkan pilihan studi dan karier di masa depan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui perluasan akses informasi pendidikan tinggi yang berkualitas, SDG 14 (Life Below Water) dengan memperkenalkan pentingnya pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Mahasiswa Perikanan UGM Teliti Perubahan Sosial Ekonomi Nelayan Pukat Cincin Dua Kapal di PPN Prigi

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Perubahan yang terjadi dalam sektor perikanan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi sumber daya ikan, tetapi juga oleh dinamika sosial dan ekonomi masyarakat nelayan. Berangkat dari isu tersebut, mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prasasti Rektaning Soebekti, melaksanakan penelitian berjudul “Perubahan Sosial Ekonomi Nelayan Pukat Cincin Dua Kapal di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek” di bawah bimbingan Ir. Hery Saksono, M.A.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan usaha perikanan pukat cincin dua kapal (two-boat purse seine) di kawasan Prigi sekaligus menganalisis perubahan sosial ekonomi yang dialami oleh masyarakat nelayan di Desa Tasikmadu. Kawasan ini dipilih karena berada di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap terbesar di Provinsi Jawa Timur yang memiliki peran strategis dalam perekonomian pesisir.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus terhadap seluruh pemilik armada pukat cincin dua kapal yang berdomisili di Desa Tasikmadu. Sebanyak 32 nelayan menjadi responden penelitian sehingga mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ketenagakerjaan pada armada pukat cincin dua kapal di Desa Tasikmadu masih mempertahankan mekanisme tradisional berupa sistem upah esekan dan bagi hasil. Sistem esekan merupakan praktik unik yang telah lama berkembang di kalangan nelayan Prigi, di mana sebagian hasil tangkapan diambil secara langsung menggunakan kantong plastik (esek) segera setelah kapal bersandar. Praktik ini menjadi salah satu bentuk kompensasi bagi awak kapal sebelum hasil tangkapan dipasarkan.

Di sisi lain, penelitian juga mengungkap bahwa perubahan ekonomi semakin dirasakan oleh masyarakat nelayan, terutama akibat meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi komponen biaya operasional terbesar dalam usaha penangkapan ikan. Kondisi tersebut diperparah oleh distribusi subsidi BBM yang belum merata sehingga menimbulkan beban ekonomi yang berbeda antar pelaku usaha perikanan.

Selain tantangan ekonomi, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan sosial ekonomi di antara nelayan. Perbedaan kemampuan modal, akses terhadap subsidi, serta kapasitas kepemilikan armada turut memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan sektor perikanan tidak hanya membutuhkan peningkatan produktivitas, tetapi juga kebijakan yang mampu menjamin pemerataan akses dan kesejahteraan bagi seluruh kelompok nelayan.

Menurut dosen pembimbing, Ir. Hery Saksono, M.A., penelitian-penelitian sosial ekonomi seperti ini memiliki peran penting dalam menyediakan dasar ilmiah bagi penyusunan kebijakan pembangunan perikanan yang lebih inklusif. Pemahaman mengenai dinamika kehidupan nelayan di tingkat lokal diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merancang program subsidi, perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir secara lebih tepat sasaran.

Melalui penelitian ini, Departemen Perikanan UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan perikanan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan Indonesia.

Penelitian ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) melalui upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong terciptanya sistem ekonomi perikanan yang lebih adil dan berkelanjutan, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui perhatian terhadap kesenjangan sosial ekonomi antar pelaku perikanan, serta SDG 14 (Life Below Water) yang menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Melalui riset-riset yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata di masyarakat, Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada terus berkontribusi dalam menghasilkan rekomendasi berbasis ilmiah yang mendukung pembangunan sektor perikanan Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dosen Departemen Perikanan UGM Ikuti Medical Check-Up, Wujud Komitmen Menjaga Kesehatan dan Kesejahteraan Sivitas Akademika

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti program Medical Check-Up (MCU) yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada melalui Gadjah Mada Medical Center (GMC) bekerja sama dengan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UGM dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan dosen sebagai aset utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Medical check-up dilaksanakan pada 25, 26, 29, dan 30 Juni 2026 di GMC UGM dengan jadwal khusus bagi dosen UGM. Program ini memberikan kesempatan kepada para dosen untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit sekaligus mendukung terciptanya gaya hidup sehat di lingkungan kampus.

Bagi dosen Departemen Perikanan UGM, kesehatan merupakan fondasi penting dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Aktivitas mengajar, membimbing mahasiswa, melakukan penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima agar kualitas layanan akademik tetap terjaga. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang dalam menjaga produktivitas dan profesionalisme tenaga pendidik.

Selain kesehatan fisik, kegiatan ini juga mencerminkan perhatian institusi terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental dosen. Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks—mulai dari tuntutan publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, hingga tanggung jawab akademik lainnya—keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan. Pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi bagian dari budaya preventif untuk memastikan dosen tetap berada dalam kondisi optimal dalam menjalankan perannya sebagai pendidik, peneliti, dan pengabdi masyarakat.

Program Medical Check-Up juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Melalui hasil pemeriksaan yang komprehensif, dosen memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatannya sehingga dapat mengambil langkah-langkah preventif maupun perubahan gaya hidup apabila diperlukan.

Departemen Perikanan UGM mengapresiasi inisiatif Universitas Gadjah Mada melalui GMC dan RSA UGM dalam menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses bagi dosen. Program ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga pada upaya menjaga kualitas hidup dan kesejahteraan tenaga pendidik secara menyeluruh.

Dengan dosen yang sehat, produktif, dan sejahtera, Departemen Perikanan UGM optimistis dapat terus memberikan layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas, sekaligus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor perikanan Indonesia.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan preventif dan promosi hidup sehat, SDG 4 (Quality Education) dengan mendukung terciptanya lingkungan akademik yang produktif melalui tenaga pendidik yang sehat, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan sumber daya manusia di perguruan tinggi.

123…20
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY