• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • hal. 2
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Prodi Manajemen Sumberdaya Akuatik Departemen Perikanan Tampil di Media Resmi Universitas, Tunjukkan Peran Strategis Menjaga Ekosistem Perairan

Berita Senin, 11 Mei 2026

Yogyakarta — Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali mendapat sorotan melalui liputan media resmi universitas yang tayang pada kanal Instagram UGM. Melalui tayangan video singkat tersebut, Prodi MSA diperkenalkan sebagai program studi yang berfokus pada pengelolaan sumber daya perairan dan keberlanjutan ekosistem akuatik di Indonesia.

Liputan ini menampilkan berbagai aktivitas akademik dan praktik lapangan mahasiswa dalam mempelajari pengelolaan lingkungan perairan, konservasi, hingga pemanfaatan sumber daya akuatik secara berkelanjutan. Kehadiran Prodi MSA dalam media resmi universitas menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia perikanan dan lingkungan perairan kepada masyarakat luas, khususnya calon mahasiswa.

Sebagai salah satu program studi di Departemen Perikanan UGM, MSA memiliki fokus pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan ikan dan perairan, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan ekosistem di tengah tantangan perubahan lingkungan, pencemaran, dan eksploitasi sumber daya alam.

Mahasiswa MSA dibekali dengan berbagai kompetensi, mulai dari pengelolaan habitat perairan, konservasi sumber daya akuatik, pengendalian pencemaran, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan perairan. Pembelajaran juga didukung dengan kegiatan praktikum dan observasi lapangan agar mahasiswa memahami kondisi nyata ekosistem perairan di Indonesia.

Dalam tayangan tersebut, suasana pembelajaran yang aktif dan kolaboratif turut menjadi sorotan. Mahasiswa terlihat terlibat dalam berbagai kegiatan akademik yang mendorong kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan pengelolaan sumber daya berbasis keberlanjutan.

Liputan media resmi universitas ini menjadi momentum penting bagi Prodi MSA untuk menunjukkan bahwa bidang perikanan modern tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan lingkungan dan masa depan sumber daya air.

Keberadaan program studi ini juga semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu perubahan iklim, degradasi ekosistem, dan keberlanjutan sumber daya alam. Lulusan MSA memiliki peluang berkarier di bidang konservasi, pengelolaan lingkungan, penelitian, pemerintahan, hingga sektor industri berbasis lingkungan.

Video liputan resmi tersebut dapat disaksikan melalui akun Instagram resmi UGM berikut:
Instagram Reels Prodi Manajemen Sumberdaya Akuatik UGM

Kehadiran Prodi MSA dalam media resmi universitas juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 14 (Life Below Water). Pendidikan berbasis keberlanjutan menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjaga masa depan ekosistem perairan Indonesia.

Belajar Menjaga Masa Depan Perairan Indonesia Lewat Mata Kuliah Manajemen Sumberdaya Perairan UGM

Berita Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta — Perubahan lingkungan, penurunan kualitas air, hingga ancaman terhadap ekosistem perairan menjadi tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menghadirkan mata kuliah Manajemen Sumberdaya Perairan sebagai ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami pengelolaan ekosistem perairan secara berkelanjutan.

Mata kuliah wajib berbobot 2 SKS ini diampu dosen-dosen kompeten seperti Prof. Djumanto dan Prof. Eko Setyobudi. Perkuliahan dirancang tidak hanya membahas teori pengelolaan sumber daya perairan, tetapi juga mengajak mahasiswa memahami berbagai persoalan nyata yang terjadi di lapangan.

Mahasiswa akan mempelajari berbagai topik menarik, mulai dari karakter habitat perairan air tawar, payau, dan laut, pengelolaan kualitas air, pengendalian tumbuhan air, restorasi ekosistem, hingga pemanfaatan sumber daya perairan untuk ekowisata dan konservasi.

Yang membuat mata kuliah ini menarik adalah pendekatan pembelajarannya yang berbasis studi kasus (case-based learning). Mahasiswa tidak hanya mendengarkan kuliah di kelas, tetapi juga aktif berdiskusi, menganalisis permasalahan lingkungan perairan, serta mencari solusi pengelolaan yang berkelanjutan.

Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diajak berpikir layaknya pengelola sumber daya perairan profesional. Mereka belajar bagaimana mengidentifikasi kondisi habitat, memahami hubungan antara kualitas lingkungan dan biota perairan, hingga menyusun alternatif solusi terhadap berbagai persoalan ekosistem perairan.

Selain memperkuat pemahaman ekologis, mahasiswa juga dikenalkan pada pentingnya pendekatan sosial dan keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam. Pengelolaan perairan modern tidak lagi hanya berfokus pada eksploitasi sumber daya, tetapi juga pada upaya menjaga keseimbangan ekologi dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Suasana pembelajaran dibuat interaktif melalui diskusi kelompok, presentasi, penugasan proyek, hingga analisis kasus nyata yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan di Indonesia. Pendekatan ini membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan pemecahan masalah.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada isu lingkungan, konservasi, dan keberlanjutan sumber daya alam, mata kuliah ini menjadi salah satu gambaran menarik tentang bagaimana dunia perikanan modern tidak hanya berbicara soal ikan, tetapi juga tentang menjaga ekosistem dan masa depan lingkungan perairan Indonesia.

Mata kuliah ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 13 (Climate Action), dan SDG 14 (Life Below Water). Pendidikan mengenai pengelolaan sumber daya perairan menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekosistem perairan.

Jumat Sehat Perikanan UGM: Bangun Semangat Kerja Lewat Olahraga Pagi Bersama

Berita Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta — Suasana hangat dan penuh semangat terlihat di lingkungan Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada setiap Jumat pagi. Melalui kegiatan olahraga bersama, dosen dan tenaga kependidikan diajak menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan kerja.

Kegiatan olahraga pagi ini menjadi bagian dari upaya Departemen Perikanan UGM dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan bahagia. Berbagai aktivitas ringan seperti senam bersama, jalan santai, hingga olahraga rekreasional dilakukan secara rutin dengan suasana santai namun penuh antusiasme.

Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi informal antar dosen dan karyawan di tengah aktivitas akademik yang padat. Momen olahraga bersama dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih cair dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan departemen.

Bagi Departemen Perikanan UGM, kesehatan sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan akademik. Lingkungan kerja yang sehat diyakini dapat meningkatkan semangat kerja, kreativitas, serta produktivitas sivitas akademika.

Kegiatan Jumat sehat ini juga mencerminkan komitmen departemen dalam membangun budaya kerja yang seimbang antara profesionalisme dan kesejahteraan individu. Di tengah tuntutan akademik dan administrasi yang tinggi, menjaga kesehatan mental dan fisik menjadi hal yang semakin penting.

Selain menjadi rutinitas olahraga, kegiatan ini sering kali diwarnai dengan suasana kebersamaan dan canda ringan antarpegawai yang membuat atmosfer kerja menjadi lebih positif dan harmonis.

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Departemen Perikanan UGM terus mendorong terciptanya budaya kerja sehat dan kolaboratif di lingkungan kampus.

Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 4 Pendidikan Berkualitas. Lingkungan kerja yang sehat dan mendukung kesejahteraan menjadi bagian penting dalam menciptakan institusi pendidikan yang produktif dan berkelanjutan.

LPDP UGM dan Magister Ilmu Perikanan UGM Gelar Seminar VICTORY, Dorong Mahasiswa Tembus Rekognisi Global

Berita Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta — Program Studi Magister Ilmu Perikanan (MIP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan komunitas LPDP UGM menyelenggarakan Seminar VICTORY: From Research to Global Recognition pada 7 Mei 2026 di Ruang 202 Departemen Perikanan UGM.

Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan bagi mahasiswa pascasarjana dan peneliti muda untuk memahami strategi publikasi internasional, kompetisi global, hingga pengembangan jejaring akademik lintas negara. Seminar dirancang untuk mendorong mahasiswa agar mampu membawa hasil riset mereka menuju pengakuan internasional.

Mengusung tema “From Research to Global Recognition”, seminar ini menyoroti tantangan akademik modern yang menuntut mahasiswa tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga mampu menembus jurnal internasional bereputasi dan forum ilmiah global.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Aldy Sanjaya, dilanjutkan sambutan dari perwakilan LPDP UGM serta pembukaan resmi oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Prof. Eko Setyobudi.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dan diskusi interaktif bersama Mukhlis Ibrahim, mahasiswa Program Doktoral Ilmu Pertanian UGM angkatan Genap 2023. Materi yang disampaikan mencakup strategi publikasi pada jurnal internasional terindeks Scopus dan Web of Science, pengalaman mengikuti konferensi internasional, hingga tips membangun portofolio akademik yang kompetitif.

Selain membahas publikasi ilmiah, seminar ini juga menghadirkan diskusi mengenai peluang lomba dan penghargaan internasional yang dapat meningkatkan daya saing mahasiswa di tingkat global. Peserta diberikan ruang untuk berdiskusi langsung mengenai tantangan yang dihadapi dalam proses riset dan publikasi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi talkshow dan diskusi panel yang mendorong pertukaran pengalaman antar peserta dan narasumber. Seminar ini juga menjadi sarana membangun jejaring akademik antara mahasiswa Magister Ilmu Perikanan, awardee LPDP, dan mahasiswa lintas program studi di lingkungan UGM.

Melalui kegiatan ini, MIP UGM menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem akademik yang mendukung pengembangan riset berkualitas dan berdaya saing internasional. Seminar VICTORY diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk lebih percaya diri membawa hasil penelitiannya ke panggung dunia.

Kegiatan ini turut mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education),  SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Penguatan kapasitas riset dan publikasi internasional menjadi bagian penting dalam membangun inovasi dan sumber daya manusia unggul di bidang perikanan dan ilmu pengetahuan.

Fakultas Pertanian UGM Gelar Sosialisasi Program Fast Track: Mendorong Mahasiswa Perikanan untuk Percepatan Studi

BeasiswaBerita Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta — Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan Sosialisasi Program Fast Track pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 13.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa yang tertarik melanjutkan studi magister melalui jalur percepatan akademik.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai mekanisme, persyaratan, serta alur pendaftaran Program Fast Track Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Program ini menjadi salah satu skema strategis UGM dalam mendukung percepatan studi mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan dari jenjang sarjana ke magister secara lebih efisien.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan pendaftaran, proses seleksi, hingga mekanisme pengajuan dari departemen ke fakultas dan Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP). Berdasarkan materi sosialisasi, proses pembuatan akun calon mahasiswa dimulai sejak 16 Februari hingga 30 April 2026, dilanjutkan pendaftaran di tingkat fakultas pada 1 Mei–10 Juni 2026.

Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai tahapan seleksi di departemen yang dijadwalkan pada 11–19 Juni 2026. Seleksi dapat mencakup wawancara bagi mahasiswa yang lolos administrasi. Hasil seleksi direncanakan diumumkan pada 1 Juli 2026 sebelum proses pendaftaran akhir ke tingkat universitas.

Melalui sosialisasi ini, Departemen Perikanan UGM mendorong mahasiswa untuk mulai merencanakan jenjang pendidikan lebih awal dan memanfaatkan peluang pengembangan akademik yang tersedia. Program Fast Track dinilai dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempercepat penguatan kompetensi akademik dan riset sejak masa studi sarjana.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait persyaratan akademik, kesiapan penelitian, hingga peluang pengembangan karier setelah menempuh program percepatan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi antara mahasiswa dan pihak departemen mengenai strategi pengembangan studi lanjut di bidang perikanan dan kelautan.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Departemen Perikanan UGM terus berupaya menghadirkan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa secara berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang perikanan dan kelautan.

KMIP dan Selam Perikanan UGM Gelar Sekolah SEKBEN, Bekali Mahasiswa Keterampilan Administrasi Organisasi

Berita Kamis, 7 Mei 2026

Yogyakarta — Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan (KMIP) bersama Selam Perikanan Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan Sekolah SEKBEN sebagai upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam bidang administrasi organisasi. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami tata kelola persuratan dan penyusunan proposal kegiatan secara profesional.

Kegiatan pembekalan ini menghadirkan Nahla Alfiatunnisa, S.Pi selaku narasumber. Dalam sesi pemaparan, peserta mendapatkan materi mengenai teknik penyusunan surat resmi, tata naskah organisasi, hingga penyusunan proposal kegiatan yang baik dan sistematis.

Sekolah SEKBEN dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan administratif yang menjadi bagian penting dalam organisasi kemahasiswaan. Tidak hanya memahami teori, peserta juga diajak berdiskusi mengenai praktik penyusunan dokumen organisasi yang efektif dan sesuai standar formal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi organisasi, manajemen kegiatan, serta profesionalisme dalam menjalankan program kerja kemahasiswaan. Keterampilan administratif dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi mahasiswa yang aktif, tertib, dan adaptif terhadap berbagai tantangan.

Selain menjadi wadah pembelajaran teknis, kegiatan ini juga memperkuat budaya kolaborasi dan pengembangan kapasitas antaranggota organisasi mahasiswa di lingkungan Departemen Perikanan UGM. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan.

Sebagai organisasi kemahasiswaan di Departemen Perikanan, Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan terus berupaya menghadirkan berbagai program pengembangan diri yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga keterampilan organisasi dan kepemimpinan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Penguatan kapasitas mahasiswa melalui pendidikan organisasi menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi muda yang kolaboratif, profesional, dan siap berkontribusi di masyarakat.

Belajar Menjadi Nelayan Modern: Mata Kuliah Praktik Teknik Penangkapan Ikan UGM Hadirkan Pengalaman Lapangan bagi Mahasiswa

Berita Rabu, 6 Mei 2026

Yogyakarta — Dunia perikanan tangkap tidak hanya dipelajari melalui teori di ruang kelas. Melalui mata kuliah Praktik Teknik Penangkapan Ikan, mahasiswa Program Studi Sumberdaya Akuatik, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada diajak memahami langsung keterampilan dasar dalam teknik penangkapan ikan yang berkelanjutan.

Mata kuliah praktik berbobot 1 SKS ini menjadi salah satu pembelajaran penting bagi mahasiswa semester empat. Tidak hanya mengenalkan berbagai jenis alat tangkap, mahasiswa juga dibekali kemampuan teknis mulai dari merancang, merakit, hingga memperbaiki alat tangkap ikan secara langsung.

Berbeda dengan pembelajaran konvensional, mata kuliah ini menekankan pengalaman praktik sebagai inti pembelajaran. Mahasiswa diajak mengenal bahan dan alat penangkapan ikan, membuat webbing net, memperbaiki jaring rusak, menyambung jaring, hingga melakukan praktik penangkapan ikan secara langsung di lapangan.

Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep perikanan berkelanjutan. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa memahami bagaimana alat tangkap dapat dirancang agar lebih ramah lingkungan serta memperhatikan kondisi habitat ikan dan ekosistem perairan.

Menurut deskripsi mata kuliah, mahasiswa juga mempelajari hubungan antara habitat, biologi ikan target, dan teknik pengoperasian alat tangkap. Pendekatan ini penting agar kegiatan penangkapan ikan tidak hanya efektif, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan sumber daya perikanan.

Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan student-centered learning dengan kombinasi diskusi, proyek, presentasi, serta tugas praktik. Penilaian lebih banyak menitikberatkan pada tugas dan kuis praktik, yang mencapai 70 persen dari total penilaian mata kuliah.

Tidak hanya melatih keterampilan mahasiswa, mata kuliah ini juga menjadi ruang untuk memahami tantangan dunia perikanan tangkap modern. Mahasiswa didorong untuk berpikir kritis mengenai efisiensi alat tangkap, keberlanjutan sumber daya ikan, hingga pentingnya inovasi teknologi penangkapan ikan.

Melalui pembelajaran berbasis praktik ini, Departemen Perikanan UGM berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan lapangan dan kesadaran ekologis dalam pengelolaan perikanan.

Mata kuliah ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, dan SDG 14 (Life Below Water). Pendidikan perikanan berbasis praktik dan keberlanjutan menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjaga masa depan ekosistem perairan Indonesia.

Dosen Perikanan UGM Soroti Ancaman Mikroplastik terhadap Masa Depan Laut dalam Oceanology Talk Series BRIN

Berita Rabu, 6 Mei 2026

Yogyakarta — Isu pencemaran laut kembali menjadi perhatian serius dalam forum ilmiah nasional. Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Sulistiowati, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Oceanology Talk Series #4 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional pada Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam forum bertajuk “Anthropogenic Footprints: Heavy Metal and Plastic Stress in Marine Environments”, Dr. Sulistiowati membawakan materi berjudul “How Marine Debris and Microplastics are Compromising the Future of Our Oceans”. Materi tersebut mengangkat ancaman serius sampah laut dan mikroplastik terhadap keberlanjutan ekosistem perairan global.

Diskusi menyoroti bagaimana limbah plastik yang terus meningkat di laut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga masuk ke rantai makanan melalui organisme laut. Mikroplastik kini ditemukan di berbagai ekosistem, mulai dari sedimen, plankton, ikan, hingga produk konsumsi manusia, sehingga menjadi isu lingkungan sekaligus kesehatan yang semakin mendesak.

Dalam paparannya, Dr. Sulistiowati menekankan bahwa pencemaran mikroplastik merupakan persoalan lintas sektor yang membutuhkan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku konsumsi serta pengelolaan limbah yang lebih baik menjadi langkah penting dalam mengurangi tekanan terhadap laut.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini juga menghadirkan peneliti dari Pusat Riset Oseanologi BRIN, termasuk Triyoni Purbonegoro yang membahas akumulasi logam berat pada lingkungan perairan. Forum ini menjadi ruang diskusi ilmiah mengenai dampak aktivitas manusia terhadap kesehatan ekosistem laut.

Keterlibatan dosen Perikanan UGM dalam forum nasional ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang responsif terhadap isu lingkungan global. Penelitian dan edukasi mengenai pencemaran laut dinilai semakin penting di tengah meningkatnya ancaman terhadap keberlanjutan sumber daya perairan.

Selain memperkuat jejaring akademik dan riset, partisipasi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga laut dari ancaman sampah plastik dan limbah berbahaya lainnya.

Topik yang diangkat dalam forum ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan 12 (Responsible Consumption and Production). Upaya mengurangi pencemaran laut menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan bagi generasi mendatang.

Dosen Perikanan UGM Inisiasi Kerja Sama Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Gunungkidul

Berita Selasa, 5 Mei 2026

Gunungkidul — Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menginisiasi kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat di wilayah Gunungkidul sebagai bagian dari penguatan sinergi akademik dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini dijalankan oleh tim dosen yang terdiri atas Dr. Endah Prihatiningtyastuti, Dr. Ratih Ida Adharini, dan Dr. Anes Dwi Jayanti. Selain menjadi langkah awal kolaborasi penelitian dan pengabdian, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan terkait pengembangan potensi wilayah pesisir dan perikanan.

Dalam diskusi tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pengelolaan sumber daya perairan, pemberdayaan masyarakat pesisir, penguatan kapasitas kelompok perikanan, hingga peluang pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Pendekatan kolaboratif menjadi salah satu fokus utama agar program yang dijalankan tidak hanya berbasis penelitian akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tim dosen Perikanan UGM menekankan pentingnya integrasi antara penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek program, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam proses pengembangan dan pengambilan keputusan.

Selain membahas potensi pengembangan sektor perikanan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk memahami tantangan lokal yang dihadapi masyarakat, termasuk isu keberlanjutan sumber daya, perubahan lingkungan, serta penguatan ketahanan sosial-ekonomi komunitas pesisir.

Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi jangka panjang antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam pengembangan riset terapan serta program pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal.

Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.

Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan  SDG 14 (Life Below Water). Kolaborasi penelitian dan pengabdian masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan dan inklusif.

Dari Laut ke Ruang Sosial: Dosen Perikanan UGM Bahas Ketahanan Masyarakat Pesisir di Kuliah Umum Undiksha

Berita Selasa, 5 Mei 2026

Buleleng – Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. Mukti Aprian, S.Kel., M.Si (Han) menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum Public Lecture Series #10 dan #11 yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Sosiologi bersama Eurasia Foundation di Universitas Pendidikan Ganesha pada 5 Mei 2026.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium Balingkang Confucius Institute Undiksha tersebut, Dr. Mukti Aprian akan menyampaikan materi bertajuk “Relasi antar Masyarakat Pesisir di Indonesia: Potensi Ketahanan Sosial dan Budaya Menuju Indonesia Emas”. Materi ini menyoroti pentingnya memahami masyarakat pesisir tidak hanya dari aspek ekonomi dan produksi, tetapi juga dari sisi sosial, budaya, dan relasi antar komunitas.

Dalam berbagai publikasinya, Dr. Mukti Aprian dikenal aktif mengangkat isu-isu sosial dalam sektor perikanan, termasuk dinamika masyarakat pesisir, hubungan sipil-militer dalam pengelolaan sumber daya laut, hingga perubahan orientasi riset perikanan modern yang dinilai semakin mengesampingkan aspek sosial. Salah satu kajiannya bahkan menyoroti bagaimana penelitian fleet dynamics perikanan global mengalami kecenderungan dominasi pendekatan ekonomi dan teknis, sementara dimensi sosial masyarakat nelayan perlahan memudar.

Menurutnya, sektor perikanan tidak dapat dipahami hanya melalui angka produksi atau efisiensi ekonomi semata. Di balik aktivitas perikanan terdapat relasi sosial, nilai budaya, solidaritas komunitas, hingga mekanisme adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan dan kebijakan.

Dalam beberapa penelitiannya, ia juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan partisipatif dalam tata kelola sumber daya pesisir. Ketahanan sektor perikanan, menurutnya, tidak hanya bergantung pada kondisi ekologi laut, tetapi juga pada kekuatan relasi sosial masyarakat yang hidup di dalamnya.

Kehadiran Dr. Mukti Aprian sebagai pembicara di forum lintas disiplin ini menunjukkan bahwa ilmu perikanan memiliki keterkaitan erat dengan ilmu sosial dan humaniora. Selain Dr. Mukti, pembicara lainnya adalah Dr. phil. Geger Riyanto dari Program studi Antropologi Universitas Indonesia yang membawakan paparan dengan tema, “Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir di Maluku.” Dengan hadirnya berbagai ahli di bidang yang berbeda, pendekatan multidisiplin dinilai semakin penting untuk menjawab tantangan kompleks di wilayah pesisir Indonesia.

Kegiatan kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa dan akademisi dari berbagai bidang ilmu, serta menghadirkan ruang diskusi mengenai masyarakat pesisir sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sejalan dengan itu, gagasan yang diangkat dalam kuliah umum ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water),  SDG 17  Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi ,dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Penguatan ketahanan sosial masyarakat pesisir menjadi bagian penting dalam menciptakan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dan berkeadilan.

1234…15
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY