• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • hal. 2
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Magister Ilmu Perikanan UGM Raih Akreditasi Unggul LAM-PTIP, Teguhkan Komitmen Pendidikan Perikanan Berkualitas

Berita Senin, 7 September 2026

Yogyakarta, 2 September 2026 — Kabar membanggakan datang dari Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Program studi tersebut berhasil memperoleh akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP), menegaskan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam menghadirkan pendidikan pascasarjana yang bermutu, relevan, dan berdaya saing.

Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan LAM-PTIP Nomor 002/SK/LAMPTIP/Ak.U/Mg/VIII/2026. Status akreditasi Unggul berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 376,22. Keputusan tersebut secara resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Predikat Unggul merupakan capaian penting bagi Program Studi Magister Ilmu Perikanan UGM. Akreditasi tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola akademik, serta proses pembelajaran yang dikembangkan oleh program studi.

Bagi Departemen Perikanan UGM, capaian ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk memastikan bahwa pendidikan magister mampu menjawab kebutuhan sektor perikanan yang terus berkembang.

Perubahan lingkungan, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi perikanan, perubahan sosial masyarakat pesisir, serta tuntutan terhadap pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan membutuhkan sumber daya manusia dengan kapasitas akademik dan kemampuan analitis yang kuat.

Dalam konteks tersebut, pendidikan magister memiliki peran strategis dalam membentuk ilmuwan, peneliti, profesional, dan pengambil kebijakan masa depan bidang perikanan.

Akreditasi Unggul juga menjadi momentum bagi Program Magister Ilmu Perikanan untuk terus memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi. Pengembangan ilmu perikanan tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan untuk menghasilkan pengetahuan yang mampu menjawab persoalan nyata di lapangan.

Berbagai tantangan seperti keberlanjutan sumber daya ikan, perubahan iklim, transformasi teknologi, ketahanan pangan, pengembangan akuakultur, pengolahan hasil perikanan, hingga kesejahteraan masyarakat pesisir membutuhkan pendekatan yang semakin multidisiplin.

Karena itu, pendidikan magister di bidang perikanan tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan penelitian, mengembangkan inovasi, serta merumuskan solusi berbasis bukti.

Capaian akreditasi ini sekaligus memperkuat posisi Program Magister Ilmu Perikanan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan penelitian UGM yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor perikanan Indonesia.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi kelautan dan perikanan secara produktif sekaligus berkelanjutan.

Dalam konteks ekonomi biru, pengembangan sektor perikanan membutuhkan lulusan yang mampu melihat hubungan antara aspek ekologis, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan. Pendidikan magister menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kapasitas tersebut.

Program Magister Ilmu Perikanan UGM diharapkan terus menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi di berbagai bidang, baik sebagai akademisi dan peneliti, profesional, birokrat, maupun penggerak inovasi dan pembangunan masyarakat.

Dengan demikian, predikat Unggul bukan menjadi titik akhir, tetapi landasan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan kontribusi nyata Departemen Perikanan UGM bagi pembangunan perikanan nasional dan global.

Pencapaian akreditasi Unggul ini juga memperkuat kontribusi Departemen Perikanan UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Penyelenggaraan pendidikan magister yang berkualitas secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara pengembangan riset dan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Pada saat yang sama, penguatan ilmu pengetahuan dan kapasitas sumber daya manusia di bidang perikanan menjadi bagian penting dalam mendukung SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui pengembangan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Penguatan jejaring penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Dengan diraihnya akreditasi Unggul, Departemen Perikanan UGM menegaskan komitmennya untuk terus membangun pendidikan perikanan yang unggul, menghasilkan pengetahuan dan inovasi, serta menyiapkan generasi akademisi dan profesional yang mampu menjadikan sumber daya kelautan dan perikanan sebagai fondasi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Pra Kenal Perikanan UGM Sambut Mahasiswa Baru dengan Semangat Kekeluargaan dan Kreativitas

Berita Senin, 7 September 2026

Yogyakarta, 24 Agustus 2026 — Memulai perjalanan sebagai bagian dari keluarga besar Departemen Perikanan, mahasiswa baru Program Studi Akuakultur, Magister Sains Agribisnis (MSA), dan Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti rangkaian kegiatan Pra Kenal Perikanan pada Senin (24/8). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Pertanian UGM ini menjadi momentum untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus membangun kedekatan antara mahasiswa baru, mahasiswa senior, dosen, dan keluarga besar Departemen Perikanan.

Kegiatan Pra Kenal Perikanan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh semangat. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, dilanjutkan dengan sambutan serta pengenalan Departemen Perikanan yang disampaikan oleh Prof. Alim, serta berbagai penampilan kreatif dari mahasiswa dan dosen.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan institusi, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mulai mengenal berbagai karakter dan budaya akademik yang ada di Departemen Perikanan. Mahasiswa dari berbagai program studi mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan membangun jejaring sejak awal masa perkuliahan.

Mengenal Perikanan melalui Kreativitas Mahasiswa

Salah satu bagian yang menarik dalam kegiatan Pra Kenal Perikanan adalah hadirnya berbagai penampilan mahasiswa, termasuk perwakilan mahasiswa Program Studi Akuakultur, MSA, dan THP. Penampilan tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan mahasiswa di Departemen Perikanan tidak hanya berkutat pada aktivitas akademik.

Kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan bekerja dalam tim menjadi bagian penting dari pengalaman mahasiswa selama berada di UGM. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa baru diajak untuk melihat bahwa perjalanan menjadi insan perikanan juga dibangun melalui pengalaman berorganisasi, berkegiatan bersama, dan berinteraksi dengan sesama.

Tidak ketinggalan, para dosen Departemen Perikanan juga turut memberikan penampilan. Kehadiran dosen dalam suasana yang lebih informal tersebut memperkuat pesan bahwa hubungan akademik di Departemen Perikanan dibangun tidak hanya melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui interaksi dan kebersamaan.

Menjadi Bagian dari Keluarga Besar Perikanan UGM

Pra Kenal Perikanan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan Departemen Perikanan dan program studi yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka.

Setelah rangkaian kegiatan bersama di Auditorium Fakultas Pertanian, mahasiswa kemudian mengikuti sesi pengenalan program studi secara paralel. Mahasiswa Akuakultur mengikuti sesi di Ruang 302 Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, mahasiswa THP di Auditorium MMA, sedangkan mahasiswa MSA mengikuti sesi di Auditorium Fakultas.

Pengenalan program studi tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami karakter keilmuan, lingkungan pembelajaran, serta berbagai peluang yang dapat mereka kembangkan selama menempuh pendidikan.

Bagi mahasiswa baru, memasuki perguruan tinggi merupakan fase baru yang penuh tantangan sekaligus peluang. Karena itu, kegiatan Pra Kenal Perikanan diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun rasa memiliki terhadap Departemen Perikanan sejak hari pertama.

Lebih dari sekadar kegiatan penyambutan, Pra Kenal Perikanan menjadi awal perjalanan untuk membangun identitas sebagai bagian dari generasi baru perikanan Indonesia. Mahasiswa diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi insan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu berkolaborasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta keberlanjutan sumber daya perikanan.

Melalui semangat kebersamaan yang dibangun sejak awal, Departemen Perikanan UGM terus mendorong lahirnya generasi yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan, kreativitas, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan untuk membangun masa depan perikanan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan pendidikan, pembentukan generasi muda perikanan, serta pembangunan jejaring dan kolaborasi sejak awal perjalanan akademik mahasiswa.

Kuliah Perdana Departemen Perikanan UGM Hadirkan Sekjen KKP, Dorong Generasi Baru Perikanan Siap Wujudkan Blue Economy

Berita Senin, 7 September 2026

Yogyakarta, 24 Agustus 2026 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Kuliah Perdana Tahun Akademik 2026/2027 dengan mengangkat tema “Generasi Baru Perikanan Indonesia: Membangun Talenta Unggul untuk Mendukung Blue Economy dan Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (24/8) di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM.

Kuliah perdana tersebut menghadirkan Dr. Ir. Andy Artha Donny Oktopura, S.T., M.Sc., Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, sebagai narasumber. Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi mahasiswa baru Program Sarjana Departemen Perikanan Faperta UGM angkatan 2026 sebagai bagian dari pengenalan awal terhadap perkembangan, tantangan, dan peluang sektor perikanan Indonesia.

Mengawali perjalanan akademik mahasiswa baru, kuliah perdana menjadi ruang untuk mempertemukan mahasiswa dengan perspektif praktis mengenai arah pembangunan kelautan dan perikanan nasional. Kehadiran Sekretaris Jenderal KKP memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan sumber daya manusia dan kompetensi yang diperlukan dalam menghadapi transformasi sektor kelautan dan perikanan.

Tema “Generasi Baru Perikanan Indonesia” menegaskan bahwa pembangunan sektor perikanan pada masa mendatang membutuhkan talenta yang tidak hanya menguasai pengetahuan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, berkolaborasi, serta memahami keterkaitan antara aspek ekonomi, sosial, teknologi, dan lingkungan.

Konsep blue economy menjadi salah satu perspektif penting yang diperkenalkan kepada mahasiswa. Ekonomi biru menempatkan sumber daya laut dan perairan sebagai modal pembangunan yang perlu dimanfaatkan secara produktif sekaligus dijaga keberlanjutannya. Bagi generasi muda perikanan, pendekatan tersebut membuka ruang pengembangan berbagai inovasi, mulai dari perikanan tangkap berkelanjutan, akuakultur, teknologi digital, pengolahan hasil perikanan, hingga pengelolaan ekosistem dan sumber daya pesisir.

Kuliah perdana juga menjadi momentum bagi Departemen Perikanan UGM untuk menanamkan perspektif bahwa masa depan perikanan Indonesia sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Mahasiswa sebagai generasi baru diharapkan mampu melihat sektor perikanan bukan semata sebagai kegiatan produksi, tetapi sebagai bagian strategis dari ketahanan pangan, ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

Bagi mahasiswa baru, kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun orientasi akademik dan profesional selama menempuh pendidikan di Departemen Perikanan. Interaksi dengan pemangku kebijakan nasional diharapkan dapat memberikan inspirasi mengenai berbagai peluang kontribusi yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Melalui Kuliah Perdana 2026, Departemen Perikanan UGM terus meneguhkan komitmennya dalam mempersiapkan generasi perikanan yang unggul, adaptif, inovatif, dan berwawasan keberlanjutan untuk berkontribusi dalam mewujudkan ekonomi biru serta mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kapasitas generasi muda, pengembangan talenta perikanan, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Dosen Muda Departemen Perikanan UGM Raih Gelar Doktor dari Jepang, Kembangkan Inovasi Keamanan Pangan Perikanan Berbasis Biologi Molekuler

Berita Senin, 7 September 2026

Kabar membanggakan kembali datang dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Salah satu dosen muda, Grace Margareta, S.Pi., M.Sc., berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Tokyo University of Marine Science and Technology (TUMSAT), Jepang. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kapasitas akademik Departemen Perikanan UGM, khususnya di bidang keamanan pangan hasil perikanan dan mikrobiologi pangan.

Sebelum menyelesaikan studi doktoralnya, Grace menjalani penelitian di Laboratory of Food Microbiology, Tokyo University of Marine Science and Technology, salah satu pusat unggulan dunia dalam bidang ilmu pangan dan teknologi hasil perikanan. Selain mengembangkan riset, selama menempuh studi ia juga aktif menjembatani kolaborasi penelitian antara Indonesia dan Jepang melalui kerja sama yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan TUMSAT.

Pada 3 Agustus 2026, Grace berhasil menyelesaikan presentasi akhir disertasinya. Penelitian Grace mengangkat isu yang sangat penting namun masih sering luput dari perhatian industri perikanan dunia, yaitu keamanan pangan terkait pembentukan histamin pada ikan scombroid, khususnya ikan makerel.

Histamin merupakan salah satu penyebab utama keracunan pangan pada produk perikanan yang dapat terbentuk meskipun ikan disimpan dalam rantai dingin. Selama ini, penyimpanan pada suhu sekitar 4°C dianggap telah memadai untuk menjaga keamanan produk. Namun, melalui penelitiannya, Grace menunjukkan bahwa asumsi tersebut belum sepenuhnya tepat.

Penelitian disertasinya mengungkap bahwa Photobacterium phosphoreum, bakteri psikrofilik penyebab utama pembentukan histamin, masih mampu tumbuh dan tetap aktif menghasilkan enzim pembentuk histamin meskipun berada pada suhu penyimpanan dingin. Bahkan, peningkatan suhu yang relatif kecil, dari 4°C menjadi 10°C, dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri secara signifikan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengendalian suhu yang lebih ketat, yakni ≤2°C, menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan ikan makerel selama distribusi dan penyimpanan.

Tidak berhenti pada aspek ekologi bakteri, Grace juga mengembangkan inovasi dalam metode deteksi. Ia berhasil merancang probe-based quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) assay yang secara spesifik menargetkan gen hdc2, yaitu gen yang bertanggung jawab terhadap pembentukan histamin. Metode ini memungkinkan deteksi bakteri meskipun berada pada fase Viable But Non-Culturable (VBNC), yaitu kondisi ketika bakteri masih hidup tetapi tidak dapat dideteksi menggunakan metode kultur konvensional.

Menurut Grace, keberadaan bakteri dalam fase VBNC merupakan salah satu tantangan terbesar dalam sistem pengawasan keamanan pangan karena berpotensi menghasilkan histamin meskipun tidak terdeteksi melalui penghitungan koloni pada media kultur. Oleh karena itu, pendekatan berbasis biologi molekuler memberikan tingkat sensitivitas yang jauh lebih tinggi dalam mengidentifikasi potensi risiko keamanan pangan.

Sebagai bagian dari penelitian, Grace juga mengevaluasi efektivitas Modified Atmosphere Packaging (MAP) melalui berbagai kombinasi gas karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen selama penyimpanan dingin. Evaluasi dilakukan tidak hanya terhadap pertumbuhan bakteri dan akumulasi histamin, tetapi juga terhadap kualitas sensori ikan serta ekspresi gen yang berkaitan dengan pembentukan histamin. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam menentukan sistem pengemasan yang paling efektif untuk memperpanjang umur simpan sekaligus menjaga keamanan produk perikanan.

Lebih jauh, penelitian ini memberikan perspektif baru bagi industri perikanan global. Grace menegaskan bahwa menghitung jumlah bakteri semata tidak lagi cukup untuk menilai keamanan produk terhadap risiko histamin. Integrasi pendekatan ekologi mikroba, biologi molekuler, dan teknologi pengemasan menawarkan paradigma baru dalam penyusunan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan manajemen rantai dingin yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Pencapaian Grace Margareta menjadi kebanggaan bagi Departemen Perikanan UGM sekaligus memperkuat posisi institusi dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Keahlian yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di Jepang diharapkan dapat memperkuat kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan sistem keamanan pangan hasil perikanan yang lebih modern, berbasis sains, dan menjawab tantangan industri perikanan masa depan.

Kegiatan studi lanjut dan keberhasilan penelitian ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian Grace berkontribusi pada SDG 3: Good Health and Well-being melalui penguatan sistem keamanan pangan untuk melindungi kesehatan konsumen dari risiko keracunan histamin. Inovasi di bidang teknologi deteksi dan pengemasan pangan turut mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, sementara penguatan kapasitas akademik dosen melalui pendidikan doktoral internasional merupakan implementasi SDG 4: Quality Education. Selain itu, kolaborasi riset antara UGM, BRIN, dan Tokyo University of Marine Science and Technology mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals dalam memperkuat jejaring penelitian global guna menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi industri perikanan dan masyarakat dunia.

Program Studi Magister Ilmu Perikanan UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN hingga 2031

Berita Jumat, 7 Agustus 2026

Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Program Studi Magister Ilmu Perikanan resmi memperoleh akreditasi internasional dari ASIIN (Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics). Pencapaian ini menjadi pengakuan internasional atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, proses pembelajaran, dan capaian lulusan yang memenuhi standar akademik global.

Berdasarkan sertifikat akreditasi yang diterbitkan ASIIN, akreditasi untuk Program Studi Master of Science in Fisheries Science di Universitas Gadjah Mada berlaku mulai 26 September 2025 hingga 30 September 2031. Program studi ini juga dinyatakan memenuhi standar Level 7 European Qualifications Framework for Lifelong Learning (EQF LLL), yang menunjukkan kesetaraan kompetensi lulusan dengan jenjang magister pada kerangka kualifikasi pendidikan tinggi di Eropa.

ASIIN merupakan lembaga akreditasi internasional yang berbasis di Jerman dan dikenal luas dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan tinggi di bidang teknik, ilmu alam, matematika, informatika, serta ilmu-ilmu terapan. Proses akreditasi dilakukan melalui evaluasi yang komprehensif terhadap kurikulum, capaian pembelajaran, kualitas dosen, tata kelola program studi, fasilitas pembelajaran, hingga sistem penjaminan mutu yang diterapkan oleh institusi.

Dalam sertifikat akreditasi disebutkan bahwa pemberian ASIIN Seal merupakan pengakuan bahwa program studi telah memenuhi tuntutan dunia akademik dan dunia profesi pada tingkat yang tinggi. Selain itu, ASIIN juga menilai bahwa program studi menyediakan lingkungan pembelajaran yang mendukung proses pendidikan yang berkualitas serta keberhasilan mahasiswa dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian tersebut didasarkan pada standar pembelajaran berbasis capaian (learning outcomes) yang selaras dengan European Qualifications Framework dan European Standards and Guidelines.

Ketua Departemen Perikanan UGM menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Akreditasi internasional bukan hanya menjadi bentuk pengakuan atas kualitas pendidikan yang telah dicapai, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan standar akademik, memperkuat internasionalisasi, dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

Bagi mahasiswa, akreditasi ASIIN memberikan nilai tambah karena menunjukkan bahwa proses pendidikan yang dijalani telah memenuhi standar internasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan, memperluas peluang studi lanjut maupun karier profesional, serta memperkuat jejaring akademik dan penelitian dengan berbagai institusi di luar negeri.

Ke depan, Departemen Perikanan UGM akan terus memperkuat kualitas pendidikan melalui inovasi kurikulum, pengembangan riset yang relevan dengan tantangan global, peningkatan kolaborasi internasional, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah, industri, dan berbagai lembaga penelitian. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi bagi pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.

Pencapaian akreditasi internasional ini juga mendukung komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pengakuan terhadap mutu pendidikan tinggi berkontribusi pada SDG 4: Quality Education melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berstandar internasional. Penguatan jejaring akademik global dan harmonisasi standar pendidikan dengan kerangka kualifikasi internasional juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals, sementara pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang perikanan diharapkan mampu mendukung SDG 14: Life Below Water melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

Satu Langkah, Satu Semangat: Sivitas Akademika Perikanan UGM Meriahkan HUT ke-63 Lewat Jalan Sehat

Berita Jumat, 7 Agustus 2026

Yogyakarta – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui penyelenggaraan kegiatan Jalan Sehat pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung A4 Departemen Perikanan UGM ini diikuti oleh sivitas akademika Departemen Perikanan, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT yang bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan kampus. Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang diawali dengan berkumpul di halaman Gedung A4 sebelum bersama-sama menempuh rute yang telah disiapkan panitia.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berolahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang hangat antarsivitas akademika. Dalam suasana yang santai, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dapat saling bertegur sapa, berbagi cerita, serta memperkuat rasa kebersamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan akademik di Departemen Perikanan UGM.

Peringatan HUT ke-63 juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang Departemen Perikanan UGM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama lebih dari enam dekade. Berbagai capaian di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama internasional menjadi fondasi yang terus diperkuat untuk menjawab tantangan pembangunan sektor perikanan dan kelautan di masa depan.

Melalui kegiatan jalan sehat, Departemen Perikanan UGM ingin menegaskan bahwa kesehatan dan kebugaran merupakan modal penting dalam mendukung produktivitas, kreativitas, dan kualitas kinerja sivitas akademika. Lingkungan akademik yang sehat diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan semangat pengabdian yang lebih besar bagi masyarakat.

Selain sebagai ajang kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi wujud apresiasi kepada seluruh keluarga besar Departemen Perikanan UGM yang telah berkontribusi dalam perkembangan institusi. Semangat kekeluargaan yang terbangun diharapkan terus menjadi energi positif untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa mendatang.

Mengusung semangat “Bersama Melangkah, Bersama Berkarya”, peringatan HUT ke-63 diharapkan semakin memperkuat solidaritas seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan Departemen Perikanan UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus tetap dekat dengan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berdampak.

Kegiatan jalan sehat ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui aktivitas fisik yang melibatkan seluruh sivitas akademika, kegiatan ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-being dengan mendorong pola hidup sehat dan meningkatkan kesejahteraan fisik. Semangat kebersamaan dan inklusivitas yang terbangun juga mencerminkan implementasi SDG 4: Quality Education, melalui penguatan lingkungan akademik yang kondusif bagi pembelajaran dan kolaborasi. Di samping itu, partisipasi aktif seluruh warga Departemen Perikanan menjadi wujud penguatan kemitraan internal yang selaras dengan SDG 17: Partnerships for the Goals, dalam membangun institusi yang semakin solid, kolaboratif, dan berdaya saing.

Mahasiswa Pascasarjana Departemen Perikanan UGM Presentasikan Riset Perubahan Lahan Pesisir Indonesia pada Konferensi Internasional POCER 2026

Berita Jumat, 7 Agustus 2026

Malaysia – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), di tingkat internasional. Restiana Raiba, mahasiswa Program Pascasarjana, berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya dalam 8th International Conference & Postgraduate Colloquium of Environmental Research (POCER 2026) yang diselenggarakan pada 8–9 Juli 2026 di University of Nottingham Malaysia.

POCER 2026 merupakan salah satu konferensi internasional bergengsi di bidang lingkungan dan keberlanjutan yang mengangkat tema “Weaving a Resilient and Sustainable Future”. Tahun ini, konferensi diikuti oleh lebih dari 400 peserta yang mewakili 96 institusi dari lebih dari 22 negara, menjadikannya forum penting bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk berbagi hasil riset serta memperkuat kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan global.

Pada kesempatan tersebut, Restiana Raiba mempresentasikan penelitian berjudul “Key Transition Signals of Coastal Land Use Change in Kendari Bay, Indonesia”, yang mengkaji dinamika perubahan penggunaan lahan di kawasan pesisir Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini berfokus pada identifikasi sinyal-sinyal transisi perubahan penggunaan lahan, khususnya pada ekosistem mangrove yang memiliki peran penting sebagai pelindung kawasan pesisir sekaligus penyimpan karbon alami.

Penelitian tersebut memanfaatkan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dan Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS) untuk memantau perubahan tutupan lahan dari waktu ke waktu. Analisis dilakukan menggunakan Intensity Analysis Framework yang dikembangkan oleh Pontius dan Aldwaik (2012), sebuah pendekatan yang mampu mengidentifikasi pola perubahan penggunaan lahan secara lebih rinci dibandingkan metode perubahan konvensional. Melalui pendekatan ini, penelitian tidak hanya menunjukkan besarnya perubahan yang terjadi, tetapi juga mengungkap proses transisi antarjenis tutupan lahan yang menjadi indikator penting dalam pengelolaan wilayah pesisir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove di Teluk Kendari mengalami transisi dua arah, yaitu terdapat area yang mengalami alih fungsi sehingga menyebabkan berkurangnya tutupan mangrove, namun di sisi lain juga ditemukan kawasan yang menunjukkan proses regenerasi dan pemulihan ekosistem. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa wilayah pesisir Teluk Kendari menghadapi tekanan pembangunan yang cukup besar, tetapi masih memiliki peluang yang signifikan untuk mendukung upaya restorasi dan rehabilitasi mangrove apabila didukung oleh kebijakan pengelolaan yang tepat.

Presentasi penelitian ini mendapatkan perhatian dari peserta konferensi karena menawarkan pendekatan analitis yang dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang pesisir, pemantauan perubahan ekosistem, serta penyusunan kebijakan konservasi berbasis data spasial. Selain memperkaya diskusi ilmiah mengenai pengelolaan kawasan pesisir tropis, penelitian ini juga menunjukkan pentingnya integrasi teknologi geospasial dalam mendukung pengambilan keputusan yang berkelanjutan.

Keikutsertaan Restiana Raiba dalam POCER 2026 menjadi bukti komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi pada forum ilmiah internasional. Melalui partisipasi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di tingkat global, tetapi juga memperluas jejaring penelitian serta memperkenalkan hasil-hasil riset mengenai pengelolaan sumber daya pesisir Indonesia kepada komunitas ilmiah dunia.

Partisipasi aktif mahasiswa Departemen Perikanan UGM pada konferensi internasional ini diharapkan semakin memperkuat budaya riset yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan lingkungan, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan wilayah pesisir dan keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kapasitas akademik mahasiswa dan partisipasi dalam forum ilmiah internasional. Penelitian mengenai dinamika mangrove di Teluk Kendari juga berkontribusi terhadap SDG 14: Life Below Water dengan menyediakan dasar ilmiah bagi pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan, serta SDG 15: Life on Land melalui upaya pelestarian dan restorasi ekosistem mangrove sebagai habitat penting bagi keanekaragaman hayati. Selain itu, pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti mencerminkan kontribusi terhadap SDG 13: Climate Action, mengingat mangrove berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan penyimpanan karbon dan perlindungan kawasan pesisir dari dampak perubahan iklim.

Dr. Senny Helmiati Raih Jabatan Fungsional Lektor, Perkuat Pengembangan Keilmuan Nutrisi dan Pakan Ikan di Departemen Perikanan UGM

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Kabar membanggakan kembali datang dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. resmi memperoleh kenaikan jabatan fungsional ke jenjang Lektor dalam bidang ilmu Nutrisi dan Pakan Ikan. Pencapaian ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang akuakultur yang berfokus pada pengembangan nutrisi dan manajemen pakan ikan.

Kenaikan jabatan fungsional ini tidak hanya menjadi capaian akademik secara personal, tetapi juga memperkuat kapasitas Departemen Perikanan UGM dalam mengembangkan riset, pendidikan, dan inovasi di bidang budidaya perikanan. Bidang nutrisi dan pakan ikan memegang peranan penting dalam mendukung peningkatan produktivitas akuakultur yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Sebagai akademisi di Departemen Perikanan UGM, Dr. Senny menekuni bidang nutrisi ikan, manajemen pakan ikan, pakan alami, dan akuakultur. Fokus keilmuan tersebut diwujudkan melalui berbagai penelitian yang mengembangkan bahan baku pakan alternatif, peningkatan kualitas nutrisi pakan, hingga optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan penyusun pakan ikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dr. Senny aktif mengembangkan penelitian mengenai pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai sumber protein alternatif dalam formulasi pakan ikan, evaluasi mikrobiota maggot, pemanfaatan tanaman lokal seperti daun kelor, Lemna, kulit singkong, serta berbagai bahan baku nonkonvensional yang berpotensi menggantikan tepung ikan dan tepung kedelai. Penelitian-penelitian tersebut diarahkan untuk menghasilkan formulasi pakan yang lebih ekonomis tanpa mengurangi performa pertumbuhan maupun kesehatan ikan budidaya.

Selain aktif melakukan penelitian, Dr. Senny juga berkontribusi dalam membimbing mahasiswa sarjana maupun pascasarjana, melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta menjalin kolaborasi penelitian dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri. Rekam jejak publikasinya menunjukkan kontribusi yang konsisten dalam pengembangan ilmu nutrisi ikan, teknologi pakan, mikrobiologi akuakultur, hingga pemanfaatan serangga sebagai sumber protein alternatif bagi industri budidaya perikanan.

Berbagai inovasi yang dikembangkan juga memiliki relevansi yang tinggi terhadap tantangan akuakultur modern. Meningkatnya harga bahan baku pakan konvensional mendorong perlunya sumber protein alternatif yang lebih berkelanjutan. Melalui pendekatan ilmiah, Dr. Senny bersama tim peneliti terus mengeksplorasi berbagai sumber daya lokal yang mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Bagi Departemen Perikanan UGM, pencapaian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia akademik. Bertambahnya dosen pada jenjang Lektor diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik, memperluas jejaring penelitian, meningkatkan kualitas publikasi internasional, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor perikanan Indonesia.

Departemen Perikanan UGM mengucapkan selamat kepada Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. atas capaian jabatan fungsional Lektor. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya-karya ilmiah yang inovatif, memperkuat kolaborasi akademik, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pengembangan ilmu akuakultur dan kemajuan perikanan Indonesia.

Pencapaian ini juga mendukung komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas akademisi dan kualitas pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi pakan dan teknologi budidaya, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan bahan baku alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta SDG 14 (Life Below Water) dengan mendukung sistem akuakultur yang produktif, sehat, dan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

Guru Besar Departemen Perikanan UGM Dikukuhkan, Prof. Eko Setyobudi Tegaskan Pentingnya Data dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan capaian akademik melalui pengukuhan Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. sebagai Guru Besar dalam bidang Biologi Perikanan dan Kelautan. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi Departemen Perikanan UGM dalam memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan terhadap pengelolaan sumber daya perikanan Indonesia yang berkelanjutan.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Data sebagai Fondasi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan”, Prof. Eko menegaskan bahwa pengambilan keputusan dalam sektor perikanan harus didasarkan pada data ilmiah yang akurat, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, tantangan pengelolaan perikanan saat ini semakin kompleks akibat meningkatnya tekanan terhadap sumber daya ikan, perubahan iklim, serta tingginya kebutuhan pangan bagi masyarakat.

Prof. Eko menjelaskan bahwa ketersediaan data yang berkualitas merupakan prasyarat utama dalam menyusun kebijakan pengelolaan perikanan yang adaptif. Data mengenai stok ikan, dinamika populasi, kondisi habitat, hingga aktivitas penangkapan menjadi dasar penting dalam menentukan strategi pengelolaan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan keberlanjutan ekosistem.

Sebagai akademisi yang menekuni bidang biologi perikanan dan kelautan, Prof. Eko juga menyoroti pentingnya integrasi berbagai sumber data, mulai dari hasil survei lapangan, pemantauan oseanografi, teknologi penginderaan jauh, hingga sistem informasi digital. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis ilmiah sekaligus mendukung pengambilan kebijakan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Bagi Departemen Perikanan UGM, pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga memperkuat komitmen departemen dalam menghasilkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan sektor perikanan. Berbagai penelitian yang dikembangkan oleh sivitas akademika Departemen Perikanan UGM selama ini telah berkontribusi dalam penyediaan data ilmiah untuk pengelolaan perikanan, konservasi sumber daya akuatik, pengembangan akuakultur, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.

Keberadaan guru besar juga diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik di lingkungan Departemen Perikanan UGM melalui pengembangan riset multidisiplin, peningkatan kualitas publikasi internasional, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan berbagai institusi akademik di tingkat nasional maupun global. Penguatan kapasitas keilmuan tersebut menjadi modal penting dalam mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan sektor perikanan di masa depan.

Momentum pengukuhan Prof. Eko Setyobudi sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen muda untuk terus mengembangkan inovasi serta menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Departemen Perikanan UGM meyakini bahwa kemajuan ilmu pengetahuan akan memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan tata kelola sumber daya perikanan yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi berbasis data, SDG 14 (Life Below Water) dengan mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghasilkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Departemen Perikanan UGM Buka Beasiswa Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa S1 melalui Kolaborasi dengan CV. Karya Rasa Indonesia

BeasiswaBerita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan studi mahasiswa melalui pembukaan Program Beasiswa Bantuan Pendidikan hasil kolaborasi dengan CV. Karya Rasa Indonesia. Program ini ditujukan khusus bagi mahasiswa Program Sarjana (S1) Departemen Perikanan UGM dari seluruh angkatan yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.

Beasiswa ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi, namun menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui program ini, Departemen Perikanan UGM bersama mitra berupaya memberikan kesempatan yang lebih luas agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tanpa terkendala biaya pendidikan.

Ketua Departemen Perikanan UGM menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam memperluas akses terhadap bantuan pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri.

Program Beasiswa Bantuan Pendidikan ini terbuka bagi mahasiswa yang tidak sedang menerima beasiswa lain dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sebagai bagian dari proses seleksi, calon penerima diwajibkan melampirkan curriculum vitae (CV), transkrip nilai terbaru, serta slip gaji orang tua atau surat keterangan penghasilan dari kelurahan sebagai bukti kondisi ekonomi keluarga.

Pada periode tahun ini, tersedia kuota bagi enam mahasiswa yang akan menerima bantuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Seleksi dilakukan secara administratif dengan mempertimbangkan kelengkapan dokumen serta kesesuaian persyaratan yang telah ditetapkan.

Mahasiswa yang memenuhi kriteria dapat mengajukan pendaftaran secara daring melalui tautan http://ugm.id/BeasiswaKRI. Pendaftaran dibuka hingga 1 Juli 2026, sehingga mahasiswa diimbau untuk segera melengkapi seluruh persyaratan sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Melalui penyelenggaraan program ini, Departemen Perikanan UGM berharap semakin banyak mahasiswa yang dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik tanpa harus terbebani oleh kendala finansial. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia di sektor perikanan.

Program Beasiswa Bantuan Pendidikan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses terhadap pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, SDG 1 (No Poverty) dengan membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penyediaan kesempatan pendidikan yang lebih setara, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Departemen Perikanan UGM dan CV. Karya Rasa Indonesia dalam mendukung pengembangan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

1234…22
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY