Yogyakarta — Dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang menuntut perguruan tinggi untuk selalu adaptif terhadap perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan industri, serta tantangan global. Menjawab kebutuhan tersebut, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum pada Senin, 18 Mei 2026 di Ruang 202 Departemen Perikanan UGM. Kegiatan ini dihadiri dosen, guru besar, pimpinan program studi, serta perwakilan Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM sebagai Narasumber utama, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D..
Workshop dibuka oleh Sekretaris Departemen Perikanan, Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc. yang menegaskan bahwa kurikulum merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas pendidikan dan relevansi lulusan di masa depan. Kegiatan ini diikuti puluhan dosen lintas bidang, termasuk jajaran guru besar dan pengelola program studi di lingkungan Departemen Perikanan. Kehadiran berbagai unsur akademik menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari upaya bersama untuk merancang masa depan pendidikan perikanan yang lebih adaptif dan berdampak.
Salah satu penekanan penting yang mengemuka dalam diskusi adalah perlunya kurikulum ditinjau dan diperbarui secara berkala. Prof. dr. Gandes menegaskan bahwa kurikulum tidak dapat dipandang sebagai dokumen statis, melainkan instrumen hidup yang harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa evaluasi dan perbaikan kurikulum idealnya dilakukan minimal setiap lima tahun. Langkah tersebut dipandang penting untuk memastikan materi pembelajaran tetap relevan, responsif terhadap perkembangan keilmuan, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan tantangan sektor perikanan di masa depan.
“Perubahan terjadi sangat cepat. Jika kurikulum tidak dievaluasi secara berkala, perguruan tinggi berisiko menghasilkan lulusan yang tertinggal dari perkembangan kebutuhan masyarakat dan industri,” menjadi salah satu semangat utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Selain membahas arah pengembangan kurikulum, workshop juga menjadi ruang diskusi mengenai penyesuaian terhadap kebijakan pendidikan tinggi terbaru, pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, penguatan kompetensi lulusan, serta integrasi kebutuhan industri dan perkembangan teknologi ke dalam proses pembelajaran.
Bagi Departemen Perikanan UGM, pembaruan kurikulum tidak hanya bertujuan mengikuti perubahan regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan adaptasi, serta kesiapan menghadapi tantangan sektor perikanan dan kelautan yang semakin kompleks.
Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM menunjukkan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pendidikan melalui proses evaluasi dan pengembangan berkelanjutan. Kurikulum dipandang bukan hanya daftar mata kuliah, tetapi peta perjalanan yang akan membentuk karakter, kompetensi, dan masa depan lulusan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pengembangan kurikulum yang adaptif dan berkelanjutan menjadi langkah penting dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan masa depan.