• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • hal. 4
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Profil Program Studi Akuakultur UGM Tampil di Media Sosial Kampus

Berita Senin, 27 April 2026

Yogyakarta — Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali mendapat sorotan melalui konten media sosial kampus. Melalui unggahan video pendek di Instagram Reels, UGM menampilkan profil program studi ini sebagai salah satu pusat pendidikan dan riset unggulan di bidang budidaya perikanan.

Dalam tayangan tersebut, Prodi Akuakultur diperkenalkan sebagai program studi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menekankan praktik langsung di lapangan. Mahasiswa diperlihatkan aktif dalam kegiatan budidaya ikan, pengelolaan kualitas air, hingga eksplorasi teknologi akuakultur modern.

Salah satu kekuatan utama program ini adalah keberadaan fasilitas teaching farm, yang menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknis secara langsung. Fasilitas ini memungkinkan integrasi antara pembelajaran di kelas dengan praktik nyata, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja maupun riset .

Selain aspek praktis, Prodi Akuakultur UGM juga dikenal memiliki kualitas akademik yang kuat. Hal ini tercermin dari capaian akreditasi “Unggul” yang diberikan oleh BAN-PT, sebagai bentuk pengakuan atas mutu pendidikan, penelitian, serta kontribusi terhadap pengembangan sektor akuakultur berkelanjutan .

Konten reels tersebut juga menyoroti suasana pembelajaran yang dinamis dan kolaboratif, memperlihatkan interaksi antara mahasiswa, dosen, dan lingkungan sekitar. Pendekatan ini mencerminkan visi program studi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap tantangan global, termasuk isu keberlanjutan dan ketahanan pangan.

Melalui publikasi di media sosial, UGM berupaya mendekatkan dunia akademik kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang menjadi target utama pendidikan tinggi. Strategi ini dinilai efektif, mengingat tingginya popularitas platform digital kampus dalam menjangkau audiens nasional maupun internasional .

Dengan kombinasi antara kualitas akademik, fasilitas pendukung, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik, Program Studi Akuakultur UGM terus menunjukkan perannya sebagai salah satu institusi pendidikan yang berkontribusi dalam pengembangan perikanan budidaya yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kontribusi global, pengembangan Program Studi Akuakultur di Universitas Gadjah Mada juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals, khususnya  SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 14 (Life Below Water). Melalui pendidikan, riset, dan inovasi di bidang budidaya perikanan, prodi ini berperan dalam mendukung ketahanan pangan berbasis protein akuatik sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perairan. Upaya ini diperkuat dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan teknologi, yang mendorong lahirnya solusi akuakultur yang efisien, ramah lingkungan, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Untuk melihat langsung profil Program Studi Akuakultur UGM dalam tayangan media sosial, kunjungi video berikut:

Reel Akuakultur

Publikasi Internasional Perikanan UGM: Limbah Spirulina Disulap Jadi Bahan Pakan Bernilai Tinggi

Berita Senin, 27 April 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan kontribusi ilmiah di tingkat global melalui publikasi terbaru di jurnal internasional Discover Food.

Penelitian berjudul “Nutritional improvement of Spirulina (Arthrospira platensis) by-product through simultaneous fermentation with Bacillus subtilis (T2A) & (T3P1), and Lactococcus formosensis (JAL 11)” ini ditulis oleh Dr. Rani Yuwanita, Prof. Alim Isnansetyo, Dr. Siti Ari Budhiyanti, serta Dr. Indah Istiqomah. Dr Rani sendiri merupakan dosen Universitas Brawijaya yang baru saja menyelesaikan pendidikan Doktor di Departemen Perikanan UGM.

Riset ini mengangkat potensi besar limbah mikroalga Spirulina (Arthrospira platensis), khususnya hasil samping ekstraksi fikosianin, sebagai bahan baku pakan berkelanjutan. Selama ini, limbah Spirulina diketahui kaya akan protein, asam amino, asam lemak, mineral, dan senyawa fenolik, namun masih memiliki kendala pada aspek aroma, tekstur, dan kualitas nutrisi yang belum optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti mengembangkan pendekatan fermentasi simultan menggunakan bakteri Bacillus subtilis (T2A dan T3P1) serta Lactococcus formosensis (JAL 11). Ketiga mikroorganisme ini merupakan koleksi dari Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Departemen Perikanan UGM, yang dikenal mampu menghasilkan enzim ekstraseluler seperti protease untuk meningkatkan kualitas bahan pangan dan pakan.

Dalam eksperimennya, limbah Spirulina difermentasi pada suhu 30°C selama 2, 4, dan 6 hari dalam kondisi mikroanaerob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi memberikan dampak signifikan terhadap kualitas produk, baik dari sisi nutrisi maupun karakteristik sensorik.

Pertumbuhan bakteri mencapai titik optimal pada hari keempat dengan jumlah lebih dari 2,9 × 10⁹ CFU per gram. Pada fase ini, terjadi peningkatan nyata pada aroma, warna, dan tekstur limbah Spirulina, yang sebelumnya dikenal memiliki bau khas yang kurang disukai.

Dari sisi nutrisi, fermentasi selama empat hari terbukti paling efektif. Kandungan protein meningkat hingga 67,61 persen bobot kering, atau naik sekitar 5,42 persen dibandingkan sebelum fermentasi. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada berbagai asam amino penting seperti arginin, glisin, isoleusin, metionin, valin, fenilalanin, prolin, dan serin.

Tak hanya itu, profil asam lemak esensial juga mengalami perbaikan, termasuk peningkatan senyawa seperti linoleat, palmitoleat, hingga docosahexaenoate (DHA) yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan organisme akuatik.

Menariknya, proses fermentasi ini tidak memberikan perubahan signifikan terhadap kadar lemak dan kadar air, sehingga kualitas dasar bahan tetap terjaga. Di saat yang sama, fermentasi berhasil mengurangi aroma tidak sedap (off-flavour) yang selama ini menjadi kendala utama pemanfaatan limbah Spirulina.

Sejalan dengan itu, penelitian ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 14 (Life Below Water). Pemanfaatan limbah Spirulina menjadi produk bernilai tambah mencerminkan prinsip efisiensi sumber daya dan ekonomi sirkular, sekaligus mendukung pengembangan sistem perikanan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa fermentasi simultan mampu meningkatkan nilai gizi, memperbaiki profil asam amino dan asam lemak, serta menghasilkan tekstur dan aroma yang lebih baik.

Temuan ini membuka peluang besar bagi pemanfaatan limbah industri mikroalga sebagai bahan baku pakan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain mendukung prinsip ekonomi sirkular, inovasi ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan pakan konvensional.

Publikasi ini sekaligus menegaskan peran aktif akademisi UGM dalam mengembangkan solusi berbasis bioteknologi untuk menjawab tantangan keberlanjutan di sektor perikanan dan pangan global.

 

DWP Departemen Perikanan UGM Gelar Kegiatan Keakraban melalui VW Tour Nanggulan

Berita Sabtu, 25 April 2026

Yogyakarta, 25 April 2026 — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan rekreasi yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan outing bertajuk VW Tour Nanggulan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Sejak pagi hari, peserta telah berkumpul di area Utara Departemern Perikanan UGM sebelum memulai perjalanan menuju kawasan Nanggulan. Perjalanan dilanjutkan dengan pengalaman unik menggunakan mobil VW klasik, yang menjadi daya tarik utama kegiatan ini.

Memasuki rangkaian acara inti, peserta mengikuti VW Tour menyusuri pedesaan dengan panorama alam yang asri. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang santai dan penuh keceriaan di antara anggota.

Setelah kegiatan tur, rombongan melaksanakan istirahat, sholat, dan makan (ISHOMA) di kawasan Kopi Ingkar Janji (KIJ), sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, yaitu Desa Wisata Gamplong. Di lokasi ini, peserta menikmati suasana wisata budaya sekaligus berkesempatan melihat berbagai spot menarik yang kerap digunakan sebagai lokasi produksi film.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sentra oleh-oleh, termasuk produk khas seperti gudeg manggar dan kain lurik. Rangkaian perjalanan ditutup dengan menikmati suasana senja di kawasan Sakeca, sebelum akhirnya kembali ke Departemen Perikanan UGM pada sore hari.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa outing ini tidak hanya bertujuan sebagai rekreasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas dan kebersamaan antaranggota DWP. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan kekeluargaan semakin erat dan memberikan energi positif bagi seluruh anggota,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan pribadi seperti kacamata hitam, topi, payung atau jas hujan, obat-obatan pribadi, serta perlengkapan ibadah guna mendukung kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan tidak hanya terbangun melalui aktivitas formal, tetapi juga melalui momen santai yang penuh makna. Dengan semangat kebersamaan, DWP Departemen Perikanan UGM terus berupaya menciptakan lingkungan yang harmonis, solid, dan saling mendukung.

Sejalan dengan itu, kegiatan ini juga mencerminkan nilai-nilai dalam Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 5 Gender Equality, SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Melalui aktivitas rekreasi yang sehat dan penguatan jejaring sosial antaranggota, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan serta memperkuat kolaborasi dalam komunitas.

Dari Daun Kelor hingga Limbah Bulu Ayam: SinnTech #36 UGM Kupas Inovasi Pakan Ikan Masa Depan

Berita Jumat, 24 April 2026

Berita (±380 kata):

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan diskusi ilmiah yang segar dan relevan melalui SinnTech Webinar #36 bertema “Fish Feed Innovation: Variation of Fish Feed From Nutritional Sources” pada Jumat, 24 April 2026. Webinar ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa dan praktisi untuk memahami masa depan industri akuakultur melalui inovasi pakan ikan.

Menghadirkan dua narasumber internasional dan nasional, yakni Ts. Dr. Sairatul Dahlianis Ishak dan Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi. webinar ini menyoroti bagaimana dunia akuakultur sedang mengalami transformasi besar, khususnya dalam pemanfaatan bahan baku alternatif pengganti tepung ikan (fish meal).

Dalam pemaparannya, Dr. Desy Putri Handayani menjelaskan bahwa tren global saat ini bergerak menuju penggunaan bahan berbasis nabati dan limbah organik sebagai sumber protein pakan. Contohnya, daun kelor (Moringa) yang difermentasi terbukti mampu meningkatkan sistem imun ikan serta kualitas darah, menjadikannya alternatif yang murah dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, inovasi lain yang tak kalah menarik adalah pemanfaatan limbah bulu ayam yang diolah secara bioteknologi menjadi sumber asam amino bernilai tinggi. Teknologi enzimatik seperti keratinase mampu mengubah limbah ini menjadi bahan pakan potensial, membuka peluang ekonomi sekaligus mengurangi limbah industri.

Diskusi juga menyoroti peran rumput laut sebagai bahan tambahan pakan fungsional. Senyawa seperti alginat dari alga coklat terbukti mampu meningkatkan sistem imun ikan dan udang, sekaligus meningkatkan efisiensi pakan.

Sementara itu, Ts. Dr. Sairatul Dahlianis Ishak menekankan pentingnya inovasi formulasi pakan yang tidak hanya berfokus pada nutrisi, tetapi juga keberlanjutan dan efisiensi biaya produksi. Pergeseran menuju protein alternatif dinilai menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya laut yang terbatas.

Webinar ini menunjukkan bahwa masa depan akuakultur tidak lagi bergantung pada sumber konvensional, tetapi pada kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produksi pangan berkelanjutan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah dan bahan alternatif, serta SDG 14 (Life Below Water) dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Bagi mahasiswa, SinnTech #36 bukan sekadar webinar—tetapi jendela menuju masa depan industri perikanan yang inovatif, ramah lingkungan, dan penuh peluang.

Dua Dosen Muda Perikanan UGM Resmi Raih Jabatan Lektor, Perkuat Kiprah Akademik dan Riset

Berita Jumat, 24 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui peningkatan karier akademik dosen muda. Dua dosen, yakni Dr. Olivia Yofananda, S.TP. dan Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, resmi memperoleh jabatan fungsional Lektor sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dr. Olivia Yofananda merupakan dosen dengan latar belakang teknologi pangan yang berfokus pada pengolahan hasil perikanan. Risetnya banyak menyoroti inovasi produk berbasis sumber daya laut, termasuk pengembangan pangan fungsional yang memiliki nilai tambah bagi kesehatan dan industri. Kontribusinya tidak hanya dalam publikasi ilmiah, tetapi juga dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar lebih aplikatif.

Sementara itu, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, yang memiliki latar belakang kedokteran hewan, dikenal aktif dalam bidang kesehatan ikan dan penyakit akuatik. Penelitiannya mencakup identifikasi patogen, termasuk studi molekuler penyakit ikan yang berdampak pada sektor budidaya perikanan. Kiprahnya turut berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan sektor akuakultur melalui pendekatan ilmiah berbasis kesehatan ikan.

Pencapaian jabatan fungsional Lektor ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier akademik keduanya. Selain menunjukkan kualitas dan produktivitas sebagai dosen, capaian ini juga memperkuat posisi Departemen Perikanan UGM sebagai pusat pengembangan ilmu yang unggul dan inovatif.

Lebih jauh, kontribusi keilmuan yang dikembangkan oleh kedua dosen ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis perikanan, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui riset kesehatan ikan dan keamanan pangan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, serta SDG 14 (Life Below Water) dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Dengan demikian, capaian ini tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi pembangunan global.

Perikanan UGM Jajaki Kolaborasi Strategis dengan PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) untuk Penguatan Sektor Perikanan dan Kelautan

Berita Jumat, 24 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia industri melalui penjajakan kerja sama bersama PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Pertemuan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026 sebagai langkah awal dalam membangun sinergi antara akademisi dan pelaku industri perikanan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Alim Isnansetyo, serta diikuti oleh jajaran pengurus Departemen Perikanan dan para ketua program studi di lingkungan departemen. Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan institusi dalam mendorong kerja sama strategis yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.

Dalam diskusi, kedua pihak membahas berbagai potensi kolaborasi, mulai dari penguatan riset terapan, pengembangan inovasi produk perikanan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan sektor perikanan yang semakin kompleks di era modern.

Perwakilan dari PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) menyampaikan komitmennya untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi dan inovasi. Dukungan akademik dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

Pertemuan ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan industri melalui program magang, penelitian kolaboratif, serta pengembangan kewirausahaan berbasis perikanan. Hal ini menjadi nilai tambah dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Departemen Perikanan UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang adaptif dan kolaboratif, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Semangat Kartini di Kampus: Dosen Perempuan Perikanan UGM Hadiri Kajian “Muslimah Tangguh dalam Perjuangan”

Berita Jumat, 24 April 2026

Dalam suasana penuh refleksi dan semangat pemberdayaan perempuan, dosen-dosen perempuan dari Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada turut menghadiri kajian bertajuk “Muslimah Tangguh dalam Perjuangan” yang diselenggarakan oleh Forsilam UGM dan Dharma Wanita Persatuan UGM pada Jumat, 24 April 2026 di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM.

Kegiatan ini menghadirkan Ustadzah Umi Munawiroh sebagai narasumber, yang menyampaikan pentingnya membangun ketangguhan perempuan dalam menjalani berbagai peran, baik sebagai akademisi, ibu, maupun bagian dari masyarakat. Dalam kajiannya, ia menekankan bahwa perempuan masa kini memiliki tanggung jawab besar untuk terus belajar, menjaga nilai-nilai keimanan, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan.

Kajian ini juga menjadi momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Semangat Kartini tersebut terasa relevan bagi para dosen perempuan yang hadir, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia akademik yang dinamis.

Bagi dosen perempuan Departemen Perikanan, keikutsertaan dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk penguatan spiritual, tetapi juga sebagai ruang untuk saling berbagi energi positif di tengah kesibukan tridarma perguruan tinggi. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang kegiatan, memberikan jeda sejenak untuk menenangkan diri dan memperkuat niat dalam menjalankan peran.

Selain kajian, acara ini juga dimeriahkan dengan bazaar yang mempererat interaksi antar peserta. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa lingkungan kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan spiritualitas.

Melalui kegiatan ini, para dosen perempuan diharapkan semakin termotivasi untuk menjadi sosok muslimah tangguh yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.

Kegiatan ini turut mencerminkan kontribusi terhadap SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan mendorong peran perempuan dalam pendidikan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Mahasiswa Pascasarjana Perikanan UGM Bersinar di Wisuda, Torehkan Prestasi Akademik Membanggakan

Berita Jumat, 24 April 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada turut berbangga dalam pelaksanaan wisuda pascasarjana periode III Tahun Akademik 2025/2026. Sejumlah mahasiswa dari bidang perikanan tidak hanya berhasil menyelesaikan studi, tetapi juga mencatatkan prestasi akademik yang menonjol.

Salah satu capaian membanggakan diraih oleh Rafi Sukma Aulia yang dinobatkan sebagai lulusan termuda dari Program Magister Ilmu Perikanan. Ia berhasil menyelesaikan studi dengan IPK 3,92 pada usia 22 tahun 4 bulan 24 hari—sebuah pencapaian yang mencerminkan dedikasi dan konsistensi akademik sejak dini.

Prestasi lainnya datang dari Anggi Putri Pertiwi yang menjadi lulusan tercepat Program Magister Ilmu Perikanan. Dengan IPK 3,96, ia mampu menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 1 tahun 5 bulan 3 hari, menunjukkan efisiensi dan fokus tinggi dalam menyelesaikan pendidikan pascasarjana.

Selain itu, kontribusi dari bidang perikanan juga ditunjukkan oleh Rani Yuwanita yang menyelesaikan Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dalam waktu 3 tahun 6 bulan 12 hari. Capaian ini menjadi bukti bahwa bidang perikanan memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu lintas disiplin, khususnya dalam konteks pertanian dan sumber daya hayati.

Prestasi para lulusan ini mencerminkan kualitas pendidikan dan pembinaan akademik di Departemen Perikanan UGM yang terus berkomitmen menghasilkan lulusan unggul dan berdaya saing global. Tidak hanya kuat secara akademik, para lulusan juga dibekali kemampuan riset dan pemahaman terhadap isu-isu strategis di sektor perikanan.

Momentum wisuda ini menjadi awal dari kontribusi nyata para lulusan dalam pembangunan sektor perikanan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya perairan.

Sejalan dengan itu, capaian ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 14 (Life Below Water). Lulusan perikanan UGM diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Pelabuhan Perikanan Indonesia Siap, tapi Belum Optimal? Studi UGM Ungkap Tantangan Implementasi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur

Berita Kamis, 23 April 2026

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Maritime Technology and Research mengungkap fakta menarik tentang kesiapan pelabuhan perikanan Indonesia dalam mendukung implementasi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur. Penelitian ini dilakukan oleh Basoeki, Seruni Salsabila Putri, (alumni Departemen Perikanan UGM) serta dua akademisi dari Universitas Gadjah Mada, yaitu Prof. Suadi dan Prof. Djumanto.

Penelitian ini berfokus pada dua pelabuhan perikanan utama di Indonesia, yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Kedua pelabuhan ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sistem pengelolaan perikanan dari berbasis input menjadi berbasis kuota (output control).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi infrastruktur fisik, kedua pelabuhan sebenarnya sudah sangat memadai. Tingkat ketersediaan fasilitas mencapai 93% di Nizam Zachman dan 86% di Cilacap, yang masuk kategori “sangat memadai”. Namun, temuan menarik muncul ketika aspek kualitas layanan dianalisis.

Melalui pendekatan Customer Satisfaction Index (CSI), tingkat kepuasan pengguna hanya berada pada kisaran 69,8% hingga 70,4%, yang berarti masih dalam kategori “cukup puas”. Artinya, terdapat kesenjangan antara kesiapan fasilitas fisik dan efektivitas layanan yang dirasakan oleh para pelaku perikanan.

Lebih lanjut, analisis Importance-Performance Analysis (IPA) mengidentifikasi sejumlah titik krusial yang perlu segera diperbaiki, seperti kecepatan pengurusan dokumen, kapasitas pelabuhan, serta fasilitas tambat kapal (mooring infrastructure). Faktor-faktor ini dinilai menjadi hambatan utama dalam implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada efisiensi operasional dan kualitas layanan di lapangan. Tanpa perbaikan pada aspek tersebut, implementasi kebijakan berpotensi tidak berjalan optimal.

Temuan ini menjadi penting dalam mendorong reformasi tata kelola pelabuhan perikanan di Indonesia. Selain itu, studi ini juga berkontribusi pada SDG 4 Pendidikan berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengelolaan perikanan berkelanjutan serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan sektor perikanan nasional.

 

Dari Rumput Laut ke Produk Masa Depan: Mata Kuliah Ini Ubah Cara Pandang Mahasiswa Perikanan UGM

Berita Kamis, 23 April 2026

Siapa sangka, “rumput laut” yang sering dianggap bahan sederhana ternyata menjadi kunci industri masa depan? Di Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, hal ini dikupas secara mendalam melalui mata kuliah Teknologi Industri Tumbuhan Laut. Mata kuliah ini yang tidak hanya mengajarkan pengolahan, tetapi juga membuka wawasan tentang potensi besar sumber daya laut.

Mata kuliah ini mengajak mahasiswa melihat tumbuhan laut dari perspektif yang berbeda: bukan sekadar komoditas, melainkan bahan baku inovasi global. Mahasiswa diajak memahami bagaimana rumput laut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari pangan, bahan kesehatan (nutraceutical), hingga potensi energi terbarukan.

Yang membuat mata kuliah ini unik adalah pendekatan pembelajarannya. Tidak hanya teori, mahasiswa aktif terlibat dalam diskusi kasus, proyek kelompok, hingga adu argumentasi ilmiah. Metode Student-Centered Learning berbasis proyek membuat mahasiswa benar-benar “berpikir seperti industri”, bukan sekadar menghafal konsep.

Dalam perkuliahan, mahasiswa juga mempelajari komposisi kimia rumput laut, seperti protein, peptida, asam amino, dan karbohidrat yang menjadi dasar pengembangan produk. Mereka kemudian diajak masuk ke tahap lebih lanjut: ekstraksi biomolekul dan analisis senyawa bioaktif yang berpotensi untuk industri pangan dan kesehatan.

Menariknya lagi, mata kuliah ini mengaitkan rumput laut dengan isu global seperti ketahanan pangan dan keberlanjutan. Rumput laut diposisikan sebagai solusi masa depan karena sifatnya yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dengan pengampu seperti Prof. Amir Husni dan Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang kuat secara akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan industri.

Bagi calon mahasiswa, mata kuliah ini menunjukkan bahwa kuliah perikanan bukan hanya tentang ikan—tetapi juga tentang inovasi, industri, dan solusi global berbasis laut. Jika kamu ingin belajar hal yang aplikatif, berdampak, dan punya peluang karier luas, kelas ini bisa jadi salah satu alasan kuat memilih Perikanan UGM. 

Lebih jauh, pembelajaran dalam mata kuliah ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan sumber pangan alternatif bergizi, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya laut secara efisien dan bernilai tambah, serta SDG 14 (Life Below Water) dalam mendorong pengelolaan ekosistem laut yang berkelanjutan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar untuk industri, tetapi juga berkontribusi pada solusi global bagi masa depan bumi.

123456…15
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY