Perubahan yang terjadi dalam sektor perikanan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi sumber daya ikan, tetapi juga oleh dinamika sosial dan ekonomi masyarakat nelayan. Berangkat dari isu tersebut, mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prasasti Rektaning Soebekti, melaksanakan penelitian berjudul “Perubahan Sosial Ekonomi Nelayan Pukat Cincin Dua Kapal di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek” di bawah bimbingan Ir. Hery Saksono, M.A.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan usaha perikanan pukat cincin dua kapal (two-boat purse seine) di kawasan Prigi sekaligus menganalisis perubahan sosial ekonomi yang dialami oleh masyarakat nelayan di Desa Tasikmadu. Kawasan ini dipilih karena berada di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap terbesar di Provinsi Jawa Timur yang memiliki peran strategis dalam perekonomian pesisir.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus terhadap seluruh pemilik armada pukat cincin dua kapal yang berdomisili di Desa Tasikmadu. Sebanyak 32 nelayan menjadi responden penelitian sehingga mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ketenagakerjaan pada armada pukat cincin dua kapal di Desa Tasikmadu masih mempertahankan mekanisme tradisional berupa sistem upah esekan dan bagi hasil. Sistem esekan merupakan praktik unik yang telah lama berkembang di kalangan nelayan Prigi, di mana sebagian hasil tangkapan diambil secara langsung menggunakan kantong plastik (esek) segera setelah kapal bersandar. Praktik ini menjadi salah satu bentuk kompensasi bagi awak kapal sebelum hasil tangkapan dipasarkan.
Di sisi lain, penelitian juga mengungkap bahwa perubahan ekonomi semakin dirasakan oleh masyarakat nelayan, terutama akibat meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi komponen biaya operasional terbesar dalam usaha penangkapan ikan. Kondisi tersebut diperparah oleh distribusi subsidi BBM yang belum merata sehingga menimbulkan beban ekonomi yang berbeda antar pelaku usaha perikanan.
Selain tantangan ekonomi, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan sosial ekonomi di antara nelayan. Perbedaan kemampuan modal, akses terhadap subsidi, serta kapasitas kepemilikan armada turut memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan sektor perikanan tidak hanya membutuhkan peningkatan produktivitas, tetapi juga kebijakan yang mampu menjamin pemerataan akses dan kesejahteraan bagi seluruh kelompok nelayan.
Menurut dosen pembimbing, Ir. Hery Saksono, M.A., penelitian-penelitian sosial ekonomi seperti ini memiliki peran penting dalam menyediakan dasar ilmiah bagi penyusunan kebijakan pembangunan perikanan yang lebih inklusif. Pemahaman mengenai dinamika kehidupan nelayan di tingkat lokal diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merancang program subsidi, perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir secara lebih tepat sasaran.
Melalui penelitian ini, Departemen Perikanan UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan perikanan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan Indonesia.
Penelitian ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) melalui upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong terciptanya sistem ekonomi perikanan yang lebih adil dan berkelanjutan, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui perhatian terhadap kesenjangan sosial ekonomi antar pelaku perikanan, serta SDG 14 (Life Below Water) yang menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Melalui riset-riset yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata di masyarakat, Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada terus berkontribusi dalam menghasilkan rekomendasi berbasis ilmiah yang mendukung pembangunan sektor perikanan Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.