• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Bangun Karier Global! Departemen Perikanan UGM Buka Peluang Kerja Perikanan di Korea Selatan

BeritaLowongan Pekerjaan Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan peluang internasional bagi mahasiswa dan alumni melalui kegiatan Sosialisasi Program Visa Kerja Korea Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan PT Anugerah Bahari Pasifik dan Widuri Training Centre, dilaksanakan secara daring pada Jumat, 17 April 2026.

Mengusung tema “Build Your Career in South Korea”, sosialisasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni untuk mengenal lebih dekat peluang kerja di sektor perikanan di Korea Selatan. Negara tersebut dikenal memiliki industri perikanan yang maju, modern, serta menawarkan pengalaman kerja internasional yang kompetitif.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan informasi komprehensif mengenai prosedur pengajuan visa kerja, persyaratan administrasi, hingga gambaran dunia kerja di sektor perikanan Korea Selatan. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang kesiapan kompetensi, adaptasi budaya kerja, serta peluang pengembangan karier jangka panjang di luar negeri.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform daring ini memberikan kemudahan akses bagi peserta untuk bergabung dari berbagai daerah. Antusiasme peserta terlihat tinggi, mengingat peluang kerja luar negeri, khususnya di sektor perikanan, menjadi salah satu jalur strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan.

Melalui kolaborasi ini, Departemen Perikanan UGM menunjukkan komitmennya dalam membuka akses karier global bagi mahasiswa serta memperkuat konektivitas antara dunia pendidikan dan industri internasional.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta membuka peluang kerja yang lebih luas di tingkat global.

FGD Hibah Equity UGM 2026: Perkuat Riset Adaptif Perikanan di Tengah Perubahan Iklim

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menggelar Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 2.02, Gedung A4 ini menjadi forum strategis dalam memperkuat arah riset kolaboratif dan inovatif di bidang perikanan dan kelautan.

FGD ini menghadirkan peneliti post-doctoral, Dr. Ulung Jantama Wisha, yang memaparkan hasil kajian bertajuk “Variabilitas Oseanografi dan Zona Tangkapan Ikan di WPPNRI 573.” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perubahan iklim global (seperti peningkatan suhu permukaan laut, serta fenomena ENSO dan IOD) berdampak langsung terhadap dinamika oseanografi dan distribusi ikan.

Wilayah WPPNRI 573 yang mencakup Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara dikenal sebagai kawasan produktif, namun sangat dinamis. Variabilitas parameter lingkungan seperti suhu permukaan laut, klorofil-a, dan arus laut terbukti memengaruhi terbentuknya potential fishing zone (PFZ) yang menjadi acuan utama dalam operasi penangkapan ikan.

Dalam diskusi, diungkap bahwa musim timur dengan fenomena upwelling menghasilkan kondisi optimal bagi produktivitas perairan, ditandai dengan suhu lebih rendah dan peningkatan klorofil-a. Kondisi ini berbanding lurus dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan (CPUE). Sebaliknya, musim barat cenderung menunjukkan produktivitas yang lebih rendah akibat stratifikasi perairan.

FGD ini juga membahas pentingnya integrasi data jangka panjang, pemodelan statistik, serta pengembangan pendekatan berbasis machine learning untuk memprediksi zona penangkapan ikan secara lebih akurat. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penangkapan sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan.

Melalui forum ini, Departemen Perikanan UGM mempertegas perannya dalam mendorong riset yang responsif terhadap tantangan global, khususnya perubahan iklim. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4  Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 14 (Ekosistem Laut), serta memperkuat sinergi antara akademisi dan peneliti dalam menghasilkan solusi berbasis sains untuk masa depan perikanan Indonesia.

FGD Hibah Equity UGM 2026: Riset Lobster hingga Zona Ikan Perkuat Kolaborasi dan Publikasi Global

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset unggulan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 2.02, Gedung A4 ini menjadi ruang strategis bagi para peneliti untuk mempresentasikan capaian riset sekaligus membangun kolaborasi ilmiah.

Salah satu paparan utama disampaikan oleh Dr. Eko Hardianto, yang mengangkat topik “Molecular Ecology of the Spiny Lobster (Panulirus homarus)”. Penelitian ini menyoroti konektivitas genetik lobster di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Bengkulu, Cilacap, Prigi, hingga Sumbawa dan Pulau Buru.

Melalui pendekatan genetika populasi, penelitian ini mengungkap pola keragaman genetik dan struktur populasi lobster di Indonesia yang sangat penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan berbasis sains. Selain itu, studi ini juga mengkaji pengaruh batas biogeografi seperti Wallace’s Line terhadap aliran gen antar populasi lobster.

Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi menghadapi berbagai tekanan, mulai dari eksploitasi hingga perubahan lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan molekuler seperti yang dilakukan dalam penelitian ini menjadi kunci dalam memahami dinamika populasi spesies penting secara lebih mendalam.

Selain riset genetika, FGD ini juga menampilkan kajian lain terkait dinamika oseanografi dan zona penangkapan ikan berbasis perubahan iklim. Diskusi yang berlangsung interaktif menekankan pentingnya integrasi data lintas disiplin, mulai dari penginderaan jauh, analisis statistik, hingga pemodelan prediktif.

Program hibah Equity by Subject sendiri dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi internasional dan reputasi akademik UGM di tingkat global. Sementara itu, skema Post-Doctoral Dalam Negeri menjadi wadah bagi peneliti untuk mengembangkan riset inovatif yang relevan dengan kebutuhan nasional.

Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM tidak hanya memperkuat budaya riset, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi lintas institusi dan negara. Kegiatan ini turut berkontribusi pada SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), sebagai upaya membangun pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

Belajar Mengelola Laut Secara Cerdas: Mata Kuliah Manajemen Operasi Penangkapan Ikan UGM Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Global

Berita Kamis, 16 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menghadirkan pembelajaran komprehensif melalui mata kuliah Manajemen Operasi Penangkapan Ikan, yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang pengelolaan perikanan tangkap secara berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

Matakuliah yang dikoordinatori oleh Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. ini, mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, ekonomi, hingga kebijakan dalam satu kerangka pembelajaran yang utuh. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik penangkapan ikan, tetapi juga diajak memahami sistem perikanan sebagai sistem sosial-ekologi yang kompleks.

Materi perkuliahan mencakup berbagai topik strategis, mulai dari manajemen armada, regulasi perikanan, teknologi alat tangkap, hingga pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). Pendekatan ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya ikan dan keberlanjutan ekosistem laut.

Menariknya, mahasiswa juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi modern dalam operasi penangkapan ikan, seperti GPS, remote sensing, serta sistem pemantauan kapal (Vessel Monitoring System). Teknologi ini memungkinkan nelayan menentukan lokasi penangkapan secara lebih efisien sekaligus mengurangi praktik penangkapan berlebih (overfishing).

Selain aspek teknis, mata kuliah ini juga mengangkat berbagai tantangan nyata di sektor perikanan, seperti praktik illegal fishing, konflik kepentingan, hingga dampak perubahan iklim terhadap distribusi ikan. Mahasiswa diajak berpikir kritis melalui diskusi, studi kasus, dan pembelajaran kolaboratif.

Dengan metode pembelajaran partisipatif, evaluasi berbasis proyek, serta integrasi teori dan praktik, mata kuliah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif keberlanjutan dalam mengelola sumber daya laut.

Pembelajaran ini sejalan dengan SDG 14 (Ekosistem Laut), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), menjadikan mahasiswa siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia maupun global

Dr. Senny Helmiati Latih Pokdakan Wanita tentang Pakan dan Teknik Budidaya Gurami-Lele

Berita Kamis, 16 April 2026

Upaya pemberdayaan perempuan di sektor perikanan terus diperkuat melalui kegiatan Pelatihan untuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Wanita yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas ini menghadirkan dosen Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Dr. Senny Helmiati, sebagai narasumber utama.

Dalam pelatihan tersebut, Dr. Senny menyampaikan materi bertajuk “Pakan dan Perawatan Ikan Gurami dan Lele”, yang menekankan pentingnya manajemen pakan dan pemeliharaan dalam meningkatkan produktivitas budidaya. Beliau menjelaskan bahwa pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi, bahkan dapat mencapai 60–70% dari total biaya, sehingga efisiensi dalam pemberian pakan menjadi kunci keberhasilan usaha budidaya.

Peserta pelatihan juga diberikan pemahaman tentang jenis pakan, baik alami maupun buatan, serta kriteria pakan yang baik, seperti kandungan nutrien yang seimbang, mudah dicerna, dan sesuai dengan kebutuhan ikan. Selain itu, Dr. Senny menjelaskan teknik pemberian pakan yang efektif, mulai dari dosis, frekuensi, hingga waktu pemberian, yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ikan dan kualitas air.

Tidak hanya teori, pelatihan ini juga membahas tahapan budidaya ikan, mulai dari pembenihan, pendederan, hingga pembesaran. Peserta dibekali pengetahuan praktis tentang manajemen kualitas air, kepadatan tebar, serta teknik panen yang optimal untuk ikan gurami dan lele.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas perempuan pembudidaya ikan agar lebih mandiri dan produktif. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produksi pangan, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi berbasis budidaya perikanan.

Sumber Photo: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo

Perkuat Riset Akuakultur, UGM Sambut Dosen Baru Ahli Genetika Ikan Lulusan Belanda

Berita Rabu, 15 April 2026

Kabar baik datang dari Universitas Gadjah Mada. Departemen Perikanan Fakultas Pertanian resmi menghadirkan dosen baru, Dr. Priadi Setyawan, M.Si, yang akan memperkuat bidang akuakultur, khususnya genetika dan pemuliaan ikan. Dr. Priadi merupakan akademisi dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman riset yang luas. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Wageningen University & Research, Belanda, pada bidang Animal Breeding and Genomics tahun 2023. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan sarjana di UGM dan magister di Universitas Jenderal Soedirman dengan predikat cum laude.

Pengalaman profesionalnya juga sangat solid, pernah menjadi peneliti di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum bergabung sebagai dosen di UGM. Dr. Priadi saat ini tercatat sebagai anggota dewan pakar Ispikani DI. Yogyakarta (DIY) dan sedang mendampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY. Beliau membantu pemerintahan DIY dalam mengembangkan induk ikan nila unggul tumbuh cepat menggunakan pemodelan genetik yang rencananya akan diajukan untuk dirilis oleh KKP pada tahun 2027. Selain mendampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY dalam program pemuliaan ikan, saat ini beliau melakukan penelitian pemuliaan presisi dengan mixed model dan analisis transkriptomik pada ikan nila, domestikasi dan pemuliaan ikan papuyu (Anabas Testudineus Bloch, 1792), serta domestikasi ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Sungai Progo menggunakan model pengelolaan populasi terkontrol dengan metode BLUP (Best Linear Unbiased Prediction). Beberapa kegiatan penelitian tersebut didanai dari anggaran rumah program BRIN serta anggaran dari Riset dan Inovasi Untuk Indonesia Maju (RIIM).

Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah kontribusi dalam pengembangan dan pelepasan varietas unggul ikan nila Srikandi, yang dikenal memiliki toleransi tinggi terhadap salinitas. Ia juga memiliki paten terkait metode pemijahan ikan nila, yang menunjukkan perannya dalam inovasi teknologi budidaya perikanan.

Dalam bidang publikasi ilmiah, Dr. Priadi telah menghasilkan berbagai artikel di jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal Aquaculture (Elsevier), dengan fokus pada pengembangan strain ikan nila unggul, toleransi salinitas, serta pendekatan genomik dalam akuakultur.

Kehadiran Dr. Priadi di Departemen Perikanan UGM diharapkan mampu memperkuat riset dan pengembangan teknologi budidaya ikan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan, khususnya di perairan payau. Selain itu, kontribusinya juga diharapkan dapat mendorong inovasi dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan sektor perikanan nasional.

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Inovasi dan Industri), SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengembangan akuakultur berkelanjutan berbasis sains dan teknologi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Inovasi Sehat dari Laut: Teh Sargassum-Jahe Karya Prof. Amir Husni Raih Hibah BIMA

Berita Rabu, 15 April 2026

Kabar membanggakan datang dari Universitas Gadjah Mada. Dosen Departemen Perikanan, Prof. Dr. Amir Husni, S.Pi., M.P., berhasil meraih pendanaan Hibah BIMA skema Penelitian Terapan (PTM) dan Program Hilirisasi Riset Prioritas – Sinergi. Penelitian yang diusung mengangkat inovasi minuman fungsional berbasis rumput laut dengan judul “Aktivitas Antioksidan, Antidiabetes dan Tingkat Penerimaan Konsumen Teh Rumput Laut Sargassum sp. yang Ditambah Jahe.”

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya kasus diabetes melitus serta kebutuhan akan alternatif terapi berbasis bahan alami. Rumput laut cokelat Sargassum sp. yang dikombinasikan dengan jahe (Zingiber officinale) dinilai memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antidiabetes yang belum banyak dieksplorasi dalam bentuk produk minuman.

Dalam penelitiannya, Prof. Amir dan tim akan mengembangkan formulasi teh herbal dengan berbagai komposisi, kemudian menguji aktivitas biologisnya melalui metode spektrofotometri. Pengujian meliputi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP, serta aktivitas anti diabetes melalui inhibisi enzim α-amilase dan α-glukosidase. Selain itu, tingkat penerimaan konsumen juga akan diuji melalui uji hedonik terhadap 80 panelis.

Luaran penelitian ini ditargetkan berupa publikasi pada jurnal bereputasi serta peningkatan Tingkat Kesiap-terapan Teknologi (TKT) dari level 2 ke level 3. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi riset untuk menghasilkan produk minuman fungsional berbasis sumber daya laut Indonesia.

Tak hanya berbagi capaian, Prof. Amir juga membagikan tips bagi peneliti yang ingin lolos pendanaan hibah. Ia menekankan pentingnya memahami panduan secara detail, melakukan evaluasi mandiri terhadap proposal sesuai kriteria penilaian, serta tidak melupakan ikhtiar spiritual melalui doa dan tawakal.

Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi berbasis kelautan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi kesehatan masyarakat. Keberhasilan penelitian ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan produk kesehatan berbasis pangan alami, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi produk berbasis riset, SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa riset perikanan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Perempuan Pulau Kecil Hadapi Banjir Rob: Kisah Tangguh dari Pulau Pasaran Lampung

Berita Selasa, 14 April 2026

Perubahan iklim dan kenaikan muka air laut semakin nyata dirasakan oleh masyarakat pesisir, terutama di pulau-pulau kecil. Hal ini tergambar dalam penelitian berjudul “Resilience at the Margins: Examining Island Women’s Adaptation Strategies to Tidal Flooding in a Small Island Context in Lampung, Indonesia” yang mengangkat kisah perjuangan perempuan pengolah ikan teri di Pulau Pasaran dalam menghadapi banjir rob yang terus berulang.

Penelitian yang dilakukan oleh Asri Puspita Sari bersama Prof. Suadi dan Prof. Djumanto ini menyoroti bagaimana perempuan di wilayah tersebut memahami dan merespons fenomena banjir pasang laut. Bagi mereka, banjir rob bukan sekadar bencana, melainkan kejadian alami yang terjadi secara siklus akibat pengaruh gravitasi bulan. Namun demikian, dampaknya sangat nyata, mulai dari terganggunya aktivitas produksi hingga sulitnya akses ke pasar di kota.

Dengan melibatkan 48 responden, penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat, khususnya perempuan, tergolong tinggi. Ketidakpastian iklim dan intensitas banjir rob menjadi faktor utama yang memengaruhi keberlanjutan mata pencaharian mereka. Meski demikian, perempuan di Pulau Pasaran menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.

Berbagai strategi adaptasi dilakukan, mulai dari diversifikasi usaha ke sektor perdagangan dan jasa, membeli produk olahan dari daerah lain untuk tetap berjualan, hingga mendorong anggota keluarga untuk merantau mencari peluang ekonomi yang lebih baik. Modal sosial dan pengalaman menghadapi banjir menjadi kunci penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan mereka.

Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan adaptasi berbasis lokal yang inklusif dan sensitif gender. Upaya tersebut dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan perempuan pesisir, khususnya di ekosistem pulau kecil yang rentan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tak Sekadar Segar, Ini Standar Mutu Daging Ikan yang Harus Diketahui di Bimtek Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 UGM

Berita Senin, 13 April 2026

Pentingnya menjaga kualitas hasil perikanan menjadi sorotan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 yang diselenggarakan pada 13 April 2026 bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang. Dalam kegiatan ini, dosen Universitas Gadjah Mada, Dr. Susana Endah Ratnawati, membawakan materi bertajuk “Standarisasi Mutu Daging Ikan” yang mengupas secara komprehensif standar kualitas produk perikanan dari hulu hingga hilir. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan, pelaku usaha bidang perikanan, dan institusi perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Susana menjelaskan bahwa mutu bukan sekadar tampilan, tetapi mencakup kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Ia menekankan bahwa kualitas ikan sangat ditentukan sejak tahap bahan baku, baik dalam kondisi hidup, segar, maupun setelah diolah. Peserta diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri ikan segar, seperti mata yang cerah, insang merah terang, daging kenyal, serta aroma yang masih alami. Sebaliknya, ikan yang tidak segar menunjukkan tanda-tanda seperti lendir keruh, bau menyengat, hingga tekstur daging yang lembek.

Selain itu, Dr. Susana juga menyoroti pentingnya standardisasi bahan baku dalam industri pengolahan ikan. Bahan baku yang seragam akan menghasilkan produk dengan rasa, tekstur, warna, dan nilai gizi yang konsisten. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga menjamin keamanan konsumen. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penjaminan mutu merupakan investasi jangka panjang yang melibatkan sinergi antara pelaku usaha, konsumen, dan pemerintah. Dengan penerapan standar mutu yang baik, produk perikanan Indonesia diharapkan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga kesadaran bahwa kualitas adalah kunci utama dalam membangun industri perikanan yang berkelanjutan dan terpercaya. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Departemen Perikanan UGM Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Konservasi In Situ Ikan Lokal DIY

Berita Senin, 13 April 2026

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Konservasi In Situ Ikan Lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung A4 Fakultas Pertanian UGM dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, akademisi, pengelola fasilitas UGM, serta mahasiswa Departemen Perikanan.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati perairan melalui strategi konservasi in situ ikan lokal di wilayah DIY. Kegiatan dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pemaparan arah kebijakan dan strategi konservasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Dalam sesi ini, dijelaskan pentingnya perlindungan habitat alami ikan lokal sebagai fondasi keberlanjutan sumber daya perikanan daerah.

Materi berikutnya disampaikan oleh perwakilan DPRD DIY (Imam Priyono Dwi Putranto, S.E., M.Si) yang mengulas peran legislatif dalam mendukung kebijakan konservasi melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sesi ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memastikan kebijakan konservasi dapat berjalan efektif.

Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi melalui paparan mengenai penguatan resiliensi ekosistem perairan berbasis konservasi in situ ikan lokal, yang disampaikan oleh Eko Hardianto, S.Pi., M.Si., M.Sc., Ph.D. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan langkah strategis berbasis ilmiah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan di DIY.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam menjaga keberadaan ikan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

123…5
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY