Dari Daun Kelor hingga Limbah Bulu Ayam: SinnTech #36 UGM Kupas Inovasi Pakan Ikan Masa Depan
Berita Jumat, 24 April 2026
Berita (±380 kata):
Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan diskusi ilmiah yang segar dan relevan melalui SinnTech Webinar #36 bertema “Fish Feed Innovation: Variation of Fish Feed From Nutritional Sources” pada Jumat, 24 April 2026. Webinar ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa dan praktisi untuk memahami masa depan industri akuakultur melalui inovasi pakan ikan.
Menghadirkan dua narasumber internasional dan nasional, yakni Ts. Dr. Sairatul Dahlianis Ishak dan Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi. webinar ini menyoroti bagaimana dunia akuakultur sedang mengalami transformasi besar, khususnya dalam pemanfaatan bahan baku alternatif pengganti tepung ikan (fish meal).
Dalam pemaparannya, Dr. Desy Putri Handayani menjelaskan bahwa tren global saat ini bergerak menuju penggunaan bahan berbasis nabati dan limbah organik sebagai sumber protein pakan. Contohnya, daun kelor (Moringa) yang difermentasi terbukti mampu meningkatkan sistem imun ikan serta kualitas darah, menjadikannya alternatif yang murah dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, inovasi lain yang tak kalah menarik adalah pemanfaatan limbah bulu ayam yang diolah secara bioteknologi menjadi sumber asam amino bernilai tinggi. Teknologi enzimatik seperti keratinase mampu mengubah limbah ini menjadi bahan pakan potensial, membuka peluang ekonomi sekaligus mengurangi limbah industri.
Diskusi juga menyoroti peran rumput laut sebagai bahan tambahan pakan fungsional. Senyawa seperti alginat dari alga coklat terbukti mampu meningkatkan sistem imun ikan dan udang, sekaligus meningkatkan efisiensi pakan.
Sementara itu, Ts. Dr. Sairatul Dahlianis Ishak menekankan pentingnya inovasi formulasi pakan yang tidak hanya berfokus pada nutrisi, tetapi juga keberlanjutan dan efisiensi biaya produksi. Pergeseran menuju protein alternatif dinilai menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya laut yang terbatas.
Webinar ini menunjukkan bahwa masa depan akuakultur tidak lagi bergantung pada sumber konvensional, tetapi pada kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produksi pangan berkelanjutan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah dan bahan alternatif, serta SDG 14 (Life Below Water) dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Bagi mahasiswa, SinnTech #36 bukan sekadar webinar—tetapi jendela menuju masa depan industri perikanan yang inovatif, ramah lingkungan, dan penuh peluang.