Yogyakarta – Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menggelar rapat penyesuaian kurikulum yang dipimpin oleh Ketua Prodi MSA, Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si. Rapat terkait kurikulum ini merupakan tindak lanjut Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan lingkungan masa depan.
Dalam suasana diskusi yang hangat dan kolaboratif, para dosen membahas penyusunan kurikulum yang lebih fleksibel dan memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas kompetensi lintas bidang. Kurikulum yang diperbarui dirancang agar mahasiswa tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan siap menghadapi persoalan nyata di sektor perairan dan lingkungan.
Penyesuaian kurikulum ini juga membuka peluang pembelajaran yang lebih beragam, mulai dari penguatan mata kuliah inti, pilihan lintas disiplin, hingga kesempatan belajar di luar program studi. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan relevan bagi mahasiswa.
Upaya pembaruan kurikulum ini sejalan dengan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 14 (Ekosistem Laut). Melalui kurikulum yang adaptif dan berorientasi keberlanjutan, Prodi Manajemen Sumberdaya Akuatik UGM berharap dapat menyiapkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya perairan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.