Siapa sangka, “rumput laut” yang sering dianggap bahan sederhana ternyata menjadi kunci industri masa depan? Di Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, hal ini dikupas secara mendalam melalui mata kuliah Teknologi Industri Tumbuhan Laut. Mata kuliah ini yang tidak hanya mengajarkan pengolahan, tetapi juga membuka wawasan tentang potensi besar sumber daya laut.
Mata kuliah ini mengajak mahasiswa melihat tumbuhan laut dari perspektif yang berbeda: bukan sekadar komoditas, melainkan bahan baku inovasi global. Mahasiswa diajak memahami bagaimana rumput laut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari pangan, bahan kesehatan (nutraceutical), hingga potensi energi terbarukan.
Yang membuat mata kuliah ini unik adalah pendekatan pembelajarannya. Tidak hanya teori, mahasiswa aktif terlibat dalam diskusi kasus, proyek kelompok, hingga adu argumentasi ilmiah. Metode Student-Centered Learning berbasis proyek membuat mahasiswa benar-benar “berpikir seperti industri”, bukan sekadar menghafal konsep.
Dalam perkuliahan, mahasiswa juga mempelajari komposisi kimia rumput laut, seperti protein, peptida, asam amino, dan karbohidrat yang menjadi dasar pengembangan produk. Mereka kemudian diajak masuk ke tahap lebih lanjut: ekstraksi biomolekul dan analisis senyawa bioaktif yang berpotensi untuk industri pangan dan kesehatan.
Menariknya lagi, mata kuliah ini mengaitkan rumput laut dengan isu global seperti ketahanan pangan dan keberlanjutan. Rumput laut diposisikan sebagai solusi masa depan karena sifatnya yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dengan pengampu seperti Prof. Amir Husni dan Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang kuat secara akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan industri.
Bagi calon mahasiswa, mata kuliah ini menunjukkan bahwa kuliah perikanan bukan hanya tentang ikan—tetapi juga tentang inovasi, industri, dan solusi global berbasis laut. Jika kamu ingin belajar hal yang aplikatif, berdampak, dan punya peluang karier luas, kelas ini bisa jadi salah satu alasan kuat memilih Perikanan UGM.
Lebih jauh, pembelajaran dalam mata kuliah ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan sumber pangan alternatif bergizi, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya laut secara efisien dan bernilai tambah, serta SDG 14 (Life Below Water) dalam mendorong pengelolaan ekosistem laut yang berkelanjutan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar untuk industri, tetapi juga berkontribusi pada solusi global bagi masa depan bumi.