Dosen Perikanan UGM Berbagi Keahlian Vaksinasi Ikan, Dorong Penguatan Kesehatan Ikan Air Tawar di Sleman
Berita Selasa, 19 Mei 2026
Sleman — Upaya meningkatkan kesehatan ikan budidaya dan memperkuat kapasitas pelaku sektor perikanan terus dilakukan melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan di lapangan. Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, menjadi narasumber dalam Pelatihan Vaksinasi Pada Ikan Air Tawar yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman pada 23 April 2026.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua jam pelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor budidaya perikanan, khususnya dalam pengendalian penyakit dan peningkatan kesehatan ikan air tawar. Dalam pemaparannya, Dr. Laila menekankan bahwa kesehatan ikan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya. Meningkatnya intensitas budidaya sering kali diikuti dengan meningkatnya risiko munculnya penyakit yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi pembudidaya.
Menurutnya, vaksinasi merupakan salah satu pendekatan preventif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan ikan terhadap penyakit tertentu. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam jangka panjang karena membantu menekan potensi serangan penyakit sebelum wabah terjadi.
“Pencegahan selalu lebih baik dibandingkan penanganan ketika penyakit sudah menyebar. Dalam budidaya modern, kesehatan ikan perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang,” jelasnya dalam sesi pelatihan.
Selain menjelaskan konsep dasar vaksinasi, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai prinsip penerapan vaksin pada ikan air tawar, strategi pengendalian penyakit, serta pentingnya menjaga kualitas lingkungan budidaya sebagai bagian dari sistem kesehatan ikan secara menyeluruh. Dr. Laila juga menyoroti bahwa keberhasilan vaksinasi tidak hanya bergantung pada metode pemberian vaksin, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain seperti kondisi ikan, kualitas air, manajemen pemeliharaan, hingga ketepatan waktu pemberian perlakuan.
Pelatihan ini menjadi ruang diskusi yang interaktif antara narasumber dan peserta. Berbagai pengalaman lapangan, tantangan penyakit pada budidaya ikan, hingga praktik pengelolaan kesehatan ikan menjadi topik yang banyak dibahas selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan dosen Departemen Perikanan UGM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sektor perikanan melalui pendidikan dan transfer pengetahuan kepada masyarakat serta pemangku kepentingan di lapangan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 14 (Life Below Water). Penguatan kesehatan ikan dan peningkatan kapasitas pembudidaya menjadi bagian penting dalam mendukung sistem perikanan yang produktif dan berkelanjutan.