• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
Arsip:

SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure

FGD Hibah Equity UGM 2026: Perkuat Riset Adaptif Perikanan di Tengah Perubahan Iklim

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menggelar Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 2.02, Gedung A4 ini menjadi forum strategis dalam memperkuat arah riset kolaboratif dan inovatif di bidang perikanan dan kelautan.

FGD ini menghadirkan peneliti post-doctoral, Dr. Ulung Jantama Wisha, yang memaparkan hasil kajian bertajuk “Variabilitas Oseanografi dan Zona Tangkapan Ikan di WPPNRI 573.” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perubahan iklim global (seperti peningkatan suhu permukaan laut, serta fenomena ENSO dan IOD) berdampak langsung terhadap dinamika oseanografi dan distribusi ikan.

Wilayah WPPNRI 573 yang mencakup Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara dikenal sebagai kawasan produktif, namun sangat dinamis. Variabilitas parameter lingkungan seperti suhu permukaan laut, klorofil-a, dan arus laut terbukti memengaruhi terbentuknya potential fishing zone (PFZ) yang menjadi acuan utama dalam operasi penangkapan ikan.

Dalam diskusi, diungkap bahwa musim timur dengan fenomena upwelling menghasilkan kondisi optimal bagi produktivitas perairan, ditandai dengan suhu lebih rendah dan peningkatan klorofil-a. Kondisi ini berbanding lurus dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan (CPUE). Sebaliknya, musim barat cenderung menunjukkan produktivitas yang lebih rendah akibat stratifikasi perairan.

FGD ini juga membahas pentingnya integrasi data jangka panjang, pemodelan statistik, serta pengembangan pendekatan berbasis machine learning untuk memprediksi zona penangkapan ikan secara lebih akurat. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penangkapan sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan.

Melalui forum ini, Departemen Perikanan UGM mempertegas perannya dalam mendorong riset yang responsif terhadap tantangan global, khususnya perubahan iklim. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4  Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 14 (Ekosistem Laut), serta memperkuat sinergi antara akademisi dan peneliti dalam menghasilkan solusi berbasis sains untuk masa depan perikanan Indonesia.

Perkuat Jejaring Internasional, Departemen Perikanan UGM Sambut Kunjungan Pakar Akuakultur dari Malaysia

Berita Rabu, 15 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan akademik dari dua institusi terkemuka Malaysia dalam upaya memperkuat kolaborasi internasional di bidang perikanan dan kelautan. Kunjungan ini menghadirkan Prof. Dr. Murni Marlina Abd Karim dari Institut Antarabangsa Akuakultur dan Sains Akuatik, Universiti Putra Malaysia, serta Assoc. Prof. Dr. Ching Fui Fui, Dekan Institut Marin Borneo dari Universiti Malaysia Sabah.

Dalam kegiatan tersebut, kedua narasumber memaparkan profil institusi masing-masing, termasuk fokus riset, fasilitas laboratorium, serta peluang pengembangan akademik dan penelitian lintas negara. Institut Antarabangsa Akuakultur dan Sains Akuatik sendiri dikenal sebagai pusat unggulan dalam bidang akuakultur dan sains akuatik, dengan fokus pada kesehatan ikan, bioteknologi, dan pengelolaan akuakultur berkelanjutan .

Sebagai Deputy Director di institusi tersebut, Prof. Murni Marlina memiliki keahlian di bidang kesehatan hewan akuatik, bioteknologi mikroba, serta pengembangan vaksin dan probiotik untuk akuakultur. Ia juga aktif dalam berbagai publikasi ilmiah internasional yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan produktivitas organisme perairan. Sementara itu, Institut Marin Borneo yang dipresentasikan oleh Assoc. Prof. Dr. Ching Fui Fui menekankan penguatan riset kelautan tropis dan pengelolaan sumber daya pesisir di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, hingga pengembangan program bersama di bidang akuakultur dan ilmu kelautan. Melalui pertemuan ini, Departemen Perikanan UGM menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring global dan meningkatkan kualitas pendidikan serta riset berbasis kolaborasi internasional. Inisiatif ini juga sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Ekosistem Lautan, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menghadapi tantangan global di sektor kelautan dan perikanan.

Perkuat Riset Akuakultur, UGM Sambut Dosen Baru Ahli Genetika Ikan Lulusan Belanda

Berita Rabu, 15 April 2026

Kabar baik datang dari Universitas Gadjah Mada. Departemen Perikanan Fakultas Pertanian resmi menghadirkan dosen baru, Dr. Priadi Setyawan, M.Si, yang akan memperkuat bidang akuakultur, khususnya genetika dan pemuliaan ikan. Dr. Priadi merupakan akademisi dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman riset yang luas. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Wageningen University & Research, Belanda, pada bidang Animal Breeding and Genomics tahun 2023. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan sarjana di UGM dan magister di Universitas Jenderal Soedirman dengan predikat cum laude.

Pengalaman profesionalnya juga sangat solid, pernah menjadi peneliti di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum bergabung sebagai dosen di UGM. Dr. Priadi saat ini tercatat sebagai anggota dewan pakar Ispikani DI. Yogyakarta (DIY) dan sedang mendampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY. Beliau membantu pemerintahan DIY dalam mengembangkan induk ikan nila unggul tumbuh cepat menggunakan pemodelan genetik yang rencananya akan diajukan untuk dirilis oleh KKP pada tahun 2027. Selain mendampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY dalam program pemuliaan ikan, saat ini beliau melakukan penelitian pemuliaan presisi dengan mixed model dan analisis transkriptomik pada ikan nila, domestikasi dan pemuliaan ikan papuyu (Anabas Testudineus Bloch, 1792), serta domestikasi ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Sungai Progo menggunakan model pengelolaan populasi terkontrol dengan metode BLUP (Best Linear Unbiased Prediction). Beberapa kegiatan penelitian tersebut didanai dari anggaran rumah program BRIN serta anggaran dari Riset dan Inovasi Untuk Indonesia Maju (RIIM).

Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah kontribusi dalam pengembangan dan pelepasan varietas unggul ikan nila Srikandi, yang dikenal memiliki toleransi tinggi terhadap salinitas. Ia juga memiliki paten terkait metode pemijahan ikan nila, yang menunjukkan perannya dalam inovasi teknologi budidaya perikanan.

Dalam bidang publikasi ilmiah, Dr. Priadi telah menghasilkan berbagai artikel di jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal Aquaculture (Elsevier), dengan fokus pada pengembangan strain ikan nila unggul, toleransi salinitas, serta pendekatan genomik dalam akuakultur.

Kehadiran Dr. Priadi di Departemen Perikanan UGM diharapkan mampu memperkuat riset dan pengembangan teknologi budidaya ikan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan, khususnya di perairan payau. Selain itu, kontribusinya juga diharapkan dapat mendorong inovasi dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan sektor perikanan nasional.

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Inovasi dan Industri), SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengembangan akuakultur berkelanjutan berbasis sains dan teknologi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Inovasi Sehat dari Laut: Teh Sargassum-Jahe Karya Prof. Amir Husni Raih Hibah BIMA

Berita Rabu, 15 April 2026

Kabar membanggakan datang dari Universitas Gadjah Mada. Dosen Departemen Perikanan, Prof. Dr. Amir Husni, S.Pi., M.P., berhasil meraih pendanaan Hibah BIMA skema Penelitian Terapan (PTM) dan Program Hilirisasi Riset Prioritas – Sinergi. Penelitian yang diusung mengangkat inovasi minuman fungsional berbasis rumput laut dengan judul “Aktivitas Antioksidan, Antidiabetes dan Tingkat Penerimaan Konsumen Teh Rumput Laut Sargassum sp. yang Ditambah Jahe.”

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya kasus diabetes melitus serta kebutuhan akan alternatif terapi berbasis bahan alami. Rumput laut cokelat Sargassum sp. yang dikombinasikan dengan jahe (Zingiber officinale) dinilai memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antidiabetes yang belum banyak dieksplorasi dalam bentuk produk minuman.

Dalam penelitiannya, Prof. Amir dan tim akan mengembangkan formulasi teh herbal dengan berbagai komposisi, kemudian menguji aktivitas biologisnya melalui metode spektrofotometri. Pengujian meliputi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP, serta aktivitas anti diabetes melalui inhibisi enzim α-amilase dan α-glukosidase. Selain itu, tingkat penerimaan konsumen juga akan diuji melalui uji hedonik terhadap 80 panelis.

Luaran penelitian ini ditargetkan berupa publikasi pada jurnal bereputasi serta peningkatan Tingkat Kesiap-terapan Teknologi (TKT) dari level 2 ke level 3. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi riset untuk menghasilkan produk minuman fungsional berbasis sumber daya laut Indonesia.

Tak hanya berbagi capaian, Prof. Amir juga membagikan tips bagi peneliti yang ingin lolos pendanaan hibah. Ia menekankan pentingnya memahami panduan secara detail, melakukan evaluasi mandiri terhadap proposal sesuai kriteria penilaian, serta tidak melupakan ikhtiar spiritual melalui doa dan tawakal.

Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi berbasis kelautan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi kesehatan masyarakat. Keberhasilan penelitian ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan produk kesehatan berbasis pangan alami, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi produk berbasis riset, SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa riset perikanan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Tak Sekadar Segar, Ini Standar Mutu Daging Ikan yang Harus Diketahui di Bimtek Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 UGM

Berita Senin, 13 April 2026

Pentingnya menjaga kualitas hasil perikanan menjadi sorotan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 yang diselenggarakan pada 13 April 2026 bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang. Dalam kegiatan ini, dosen Universitas Gadjah Mada, Dr. Susana Endah Ratnawati, membawakan materi bertajuk “Standarisasi Mutu Daging Ikan” yang mengupas secara komprehensif standar kualitas produk perikanan dari hulu hingga hilir. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan, pelaku usaha bidang perikanan, dan institusi perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Susana menjelaskan bahwa mutu bukan sekadar tampilan, tetapi mencakup kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Ia menekankan bahwa kualitas ikan sangat ditentukan sejak tahap bahan baku, baik dalam kondisi hidup, segar, maupun setelah diolah. Peserta diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri ikan segar, seperti mata yang cerah, insang merah terang, daging kenyal, serta aroma yang masih alami. Sebaliknya, ikan yang tidak segar menunjukkan tanda-tanda seperti lendir keruh, bau menyengat, hingga tekstur daging yang lembek.

Selain itu, Dr. Susana juga menyoroti pentingnya standardisasi bahan baku dalam industri pengolahan ikan. Bahan baku yang seragam akan menghasilkan produk dengan rasa, tekstur, warna, dan nilai gizi yang konsisten. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga menjamin keamanan konsumen. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penjaminan mutu merupakan investasi jangka panjang yang melibatkan sinergi antara pelaku usaha, konsumen, dan pemerintah. Dengan penerapan standar mutu yang baik, produk perikanan Indonesia diharapkan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga kesadaran bahwa kualitas adalah kunci utama dalam membangun industri perikanan yang berkelanjutan dan terpercaya. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Departemen Perikanan UGM Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Konservasi In Situ Ikan Lokal DIY

Berita Senin, 13 April 2026

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Konservasi In Situ Ikan Lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung A4 Fakultas Pertanian UGM dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, akademisi, pengelola fasilitas UGM, serta mahasiswa Departemen Perikanan.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati perairan melalui strategi konservasi in situ ikan lokal di wilayah DIY. Kegiatan dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pemaparan arah kebijakan dan strategi konservasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Dalam sesi ini, dijelaskan pentingnya perlindungan habitat alami ikan lokal sebagai fondasi keberlanjutan sumber daya perikanan daerah.

Materi berikutnya disampaikan oleh perwakilan DPRD DIY (Imam Priyono Dwi Putranto, S.E., M.Si) yang mengulas peran legislatif dalam mendukung kebijakan konservasi melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sesi ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memastikan kebijakan konservasi dapat berjalan efektif.

Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi melalui paparan mengenai penguatan resiliensi ekosistem perairan berbasis konservasi in situ ikan lokal, yang disampaikan oleh Eko Hardianto, S.Pi., M.Si., M.Sc., Ph.D. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan langkah strategis berbasis ilmiah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan di DIY.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam menjaga keberadaan ikan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Keanekaragaman Ikan Sungai Krasak Menurun, Studi Mahasiswa UGM Beri Peringatan

Berita Jumat, 10 April 2026

Mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Maryam Tirta Nuur, memaparkan hasil penelitian mengenai dampak aktivitas antropogenik terhadap keanekaragaman ikan di Sungai Krasak, Jawa Tengah. Penelitian ini menjadi salah satu upaya awal untuk mengisi keterbatasan data terkait komposisi ikan di sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi tersebut.

Sungai Krasak memiliki karakteristik unik karena dipengaruhi material vulkanik serta variasi arus dan substrat. Penelitian dilakukan pada Oktober–November 2025 di tiga lokasi pengamatan menggunakan metode purposive sampling. Seluruh ikan yang tertangkap diidentifikasi hingga tingkat spesies, kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan kelimpahan relatif. Parameter lingkungan seperti suhu, pH, arus, kedalaman, kecerahan, serta substrat juga diukur untuk mendukung analisis ekologi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas ikan di Sungai Krasak terdiri dari 221 individu yang mewakili 12 spesies dari 6 famili. Namun, tingkat keanekaragaman tergolong rendah dengan nilai indeks 0,647–0,882. Indeks keseragaman juga rendah (0,260–0,355), menandakan distribusi individu antarspesies tidak merata. Menariknya, satu spesies yaitu Mystacoleucus obtusirostris mendominasi populasi dengan kelimpahan relatif mencapai 53,39% dari total tangkapan. Dominasi tinggi ini menjadi indikasi adanya tekanan lingkungan yang memengaruhi keseimbangan komunitas ikan.

Penelitian ini memberikan gambaran awal kondisi keanekaragaman ikan di Sungai Krasak dan diharapkan dapat menjadi dasar pengelolaan sumber daya perikanan sungai secara berkelanjutan. Temuan ini juga menegaskan pentingnya penelitian lanjutan untuk memahami dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem perairan darat di Indonesia. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alumni Departemen Perikanan UGM Berkiprah di Akuakultur Internasional: Kisah Sukses Andhika Rakhmanda

Berita Kamis, 9 April 2026

Yogyakarta – Alumni Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat global. Salah satunya adalah Andhika Rakhmanda, yang kini berkarier di sektor akuakultur internasional dan berperan dalam pengembangan sistem operasional berbasis data serta inovasi teknologi budidaya.

Andhika merupakan alumni Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA) tahun lulus 2015. Saat ini, ia menjabat sebagai Farm Manager di GK Aqua Sdn Bhd, Malaysia, setelah sebelumnya terlibat dalam proyek pengembangan akuakultur di Oman.

Dalam proyek tersebut, Andhika memimpin pilot intensifikasi tambak udang melalui peningkatan sistem aerasi, optimasi kepadatan tebar, penyempurnaan strategi pemberian pakan, serta manajemen kualitas air. Inisiatif ini menunjukkan potensi produktivitas mencapai 24–30 ton per hektare dalam rata-rata 93 hari budidaya dalam satu siklus produksi, sekaligus menjadi dasar dalam pengembangan SOP, pelatihan tim lapangan, serta pengambilan keputusan berbasis data untuk pengembangan skala yang lebih besar.

Menurut Andhika, pengalaman selama menempuh pendidikan di Departemen Perikanan UGM memberikan fondasi yang kuat dalam ilmu perikanan sekaligus manajemen. Kurikulum yang diterima tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga mengasah kemampuan analitis, problem solving, serta membentuk cara berpikir yang sistematis sebagai bekal utama dalam karier profesionalnya.

“Perkuliahan di MSA memberikan saya fondasi yang kuat dalam ilmu perikanan dan manajemen, sekaligus membentuk kemampuan analitis dan problem solving. Selain akademik, saya juga mengembangkan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, networking, dan adaptasi melalui kegiatan organisasi. Pola pikir riset yang saya pelajari dari pembimbing saya, Prof. Suadi, hingga saat ini masih saya terapkan dalam pengembangan sistem dan pemecahan masalah di berbagai kondisi operasional akuakultur internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis metodologi penelitian yang diperoleh selama masa studi sangat membantu dalam memahami karakteristik lingkungan budidaya serta merancang sistem yang sesuai untuk mencapai hasil produksi yang optimal.

Perjalanan karier Andhika menunjukkan bahwa kombinasi kompetensi akademik, soft skill, serta dukungan dosen dan lingkungan kampus mampu membuka peluang karier di tingkat global. Kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni Departemen Perikanan UGM untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi dalam kemajuan sektor perikanan dunia.

Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Kontribusi tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri dan inovasi, ekosistem laut, serta kemitraan global.

Kiprah Alumni Perikanan UGM: Saiful Marbun Berkarir di Bidang Pengelolaan dan Kebijakan Perikanan Australia

Berita Kamis, 9 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menyoroti karier Saiful Marbun, alumnus Manajemen Sumber Daya Perikanan (MSP) yang kini menjabat sebagai Senior Policy Officer di Australian Fisheries Management Authority. Pendidikan di MSP UGM memberikan fondasi kuat yang krusial bagi perjalanan profesionalnya di sektor perikanan di Indonesia maupun Australia.

Selama masa studi, Saiful memperoleh pemahaman komprehensif mengenai produksi perikanan, manajemen operasional, hingga rantai pasok industri. Bekal akademik tersebut menjadi dasar penting dalam perjalanan kariernya setelah lulus, khususnya dalam menghadapi dinamika industri yang menuntut efisiensi, inovasi, dan kemampuan adaptasi tinggi.

Dalam perjalanan profesionalnya, Saiful telah mengembangkan pengalaman kerja di sektor operasional dan pengembangan bisnis perikanan. Ia terlibat dalam pengelolaan produksi, koordinasi tim lapangan, serta penguatan strategi distribusi dan pengembangan pasar. Perannya juga mencakup peningkatan efisiensi proses kerja, pengawasan kualitas produk, hingga penguatan kolaborasi lintas divisi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa lulusan perikanan tidak hanya berperan di bidang teknis, tetapi juga memiliki peluang besar dalam manajemen bisnis dan pengembangan industri. Kemampuan komunikasi, kerja tim, serta pengambilan keputusan berbasis data menjadi keterampilan yang terus ia asah sepanjang kariernya.

Pencapaian beliau membuktikan bahwa sinergi keahlian teknis dan soft skill dari UGM mampu mencetak lulusan unggul yang kompetitif di kancah internasional. Perjalanan Saiful diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk mendalami ilmu perikanan di Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik UGM.

Dengan dedikasi dan kompetensi yang tepat, para lulusan memiliki peluang besar untuk berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan sektor kelautan di tingkat nasional maupun global.

Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alumni Departemen Perikanan UGM Berkiprah Global: Ardanti Yulia Cahyaningrum Sutarto Dorong Kebijakan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan

Berita Kamis, 9 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah alumninya di tingkat nasional dan internasional. Salah satunya adalah Ardanti Yulia Cahyaningrum Sutarto, lulusan S1 Perikanan UGM yang kini dikenal sebagai profesional pembangunan dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, serta pembangunan berkelanjutan lintas sektor.

Dari Perikanan UGM ke Panggung Kebijakan Internasional. Ardanti menyelesaikan pendidikan Sarjana Perikanan di UGM pada 2003 dengan fokus Manajemen Sumber Daya Perairan. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Ilmu Lingkungan di UGM dan meraih predikat cum laude. Saat ini, ia tengah menempuh studi doktoral di IPB University dengan fokus dimensi sosial dan gender dalam perikanan hiu dan pari. Studi ini didukung oleh the Ilegal Wildlife Trade (IWT) Fellowship dari Pemerintah Inggris yang merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Rekam Nusantara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Centre for Environment, Fisheries and Aquaculture Science (CEFAS), Inggris. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi kuat bagi perjalanan kariernya di berbagai lembaga internasional ternama.

Memimpin Program Lingkungan dan Iklim di Berbagai Lembaga Dunia Dalam perjalanan profesionalnya, Ardanti telah memegang peran strategis di sejumlah organisasi internasional, antara lain: 1) Project Manager di Agence Française de Développement (AFD), Ia mengelola portofolio proyek lingkungan, perubahan iklim, serta sumber daya alam di Indonesia, termasuk proyek Pengurangan Risiko Bencana  bernilai ratusan juta euro dan pengembangan proyek Karbon Biru. Dalam perannya, ia juga bertindak sebagai gender focal point dan mengelola proyek yang mengintegrasikan perspektif kesetaraan gender dan inklusi sosial (GESI) dalam pengelolaan sumber daya alam.; 2) Senior Project Manager di Conservation Internasional, Memimpin proyek restorasi ekosistem gambut dan mangrove, sekaligus memastikan integrasi pendekatan inklusif dan kesetaraan gender dalam program konservasi; 3) Regional Manager USAID APIK (Climate Change Adaptation & Resilience), mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di Jawa Timur yang meliputi tujuh kabupaten/kota wilayah DAS Brantas, memberikan manfaat bagi lebih dari 18.000 masyarakat.

Selain itu, Ardanti juga pernah berkontribusi di UNOPS, FAO, ILO, hingga berbagai program kemitraan internasional yang berfokus pada penguatan ketahanan masyarakat, tata kelola sumber daya, serta pembangunan inklusif.

Kontribusi Nyata bagi Pembangunan Inklusif dan Blue Economy. Sepanjang kariernya, Ardanti dikenal sebagai sosok yang konsisten mengintegrasikan perspektif GESI, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pendekatan kolaboratif dalam pengembangan kebijakan dan program pembangunan. Ia berperan dalam: Negosiasi hibah dan pinjaman internasional dengan pemerintah Indonesia; Pengembangan kebijakan blue economy dan pengelolaan pesisir; Peningkatan kapasitas ribuan masyarakat dalam ketahanan iklim dan ekonomi lokal; Penguatan kemitraan lintas kementerian, lembaga internasional, dan komunitas

Inspirasi bagi Mahasiswa dan Alumni Perikanan UGM. Perjalanan Ardanti Sutarto menjadi bukti bahwa lulusan Perikanan UGM memiliki peluang luas untuk berkontribusi pada isu global, mulai dari konservasi laut hingga kebijakan perubahan iklim. Kiprahnya di berbagai lembaga internasional menunjukkan bahwa ilmu perikanan tidak hanya berkontribusi pada sektor produksi, tetapi juga berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan, tata kelola sumber daya, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Keberhasilan Ardanti diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni Departemen Perikanan UGM untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia maupun dunia. Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

123…5
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY