• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
Arsip:

SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure

Dr. Senny Helmiati Raih Jabatan Fungsional Lektor, Perkuat Pengembangan Keilmuan Nutrisi dan Pakan Ikan di Departemen Perikanan UGM

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Kabar membanggakan kembali datang dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. resmi memperoleh kenaikan jabatan fungsional ke jenjang Lektor dalam bidang ilmu Nutrisi dan Pakan Ikan. Pencapaian ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang akuakultur yang berfokus pada pengembangan nutrisi dan manajemen pakan ikan.

Kenaikan jabatan fungsional ini tidak hanya menjadi capaian akademik secara personal, tetapi juga memperkuat kapasitas Departemen Perikanan UGM dalam mengembangkan riset, pendidikan, dan inovasi di bidang budidaya perikanan. Bidang nutrisi dan pakan ikan memegang peranan penting dalam mendukung peningkatan produktivitas akuakultur yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Sebagai akademisi di Departemen Perikanan UGM, Dr. Senny menekuni bidang nutrisi ikan, manajemen pakan ikan, pakan alami, dan akuakultur. Fokus keilmuan tersebut diwujudkan melalui berbagai penelitian yang mengembangkan bahan baku pakan alternatif, peningkatan kualitas nutrisi pakan, hingga optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan penyusun pakan ikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dr. Senny aktif mengembangkan penelitian mengenai pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai sumber protein alternatif dalam formulasi pakan ikan, evaluasi mikrobiota maggot, pemanfaatan tanaman lokal seperti daun kelor, Lemna, kulit singkong, serta berbagai bahan baku nonkonvensional yang berpotensi menggantikan tepung ikan dan tepung kedelai. Penelitian-penelitian tersebut diarahkan untuk menghasilkan formulasi pakan yang lebih ekonomis tanpa mengurangi performa pertumbuhan maupun kesehatan ikan budidaya.

Selain aktif melakukan penelitian, Dr. Senny juga berkontribusi dalam membimbing mahasiswa sarjana maupun pascasarjana, melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta menjalin kolaborasi penelitian dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri. Rekam jejak publikasinya menunjukkan kontribusi yang konsisten dalam pengembangan ilmu nutrisi ikan, teknologi pakan, mikrobiologi akuakultur, hingga pemanfaatan serangga sebagai sumber protein alternatif bagi industri budidaya perikanan.

Berbagai inovasi yang dikembangkan juga memiliki relevansi yang tinggi terhadap tantangan akuakultur modern. Meningkatnya harga bahan baku pakan konvensional mendorong perlunya sumber protein alternatif yang lebih berkelanjutan. Melalui pendekatan ilmiah, Dr. Senny bersama tim peneliti terus mengeksplorasi berbagai sumber daya lokal yang mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Bagi Departemen Perikanan UGM, pencapaian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia akademik. Bertambahnya dosen pada jenjang Lektor diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik, memperluas jejaring penelitian, meningkatkan kualitas publikasi internasional, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor perikanan Indonesia.

Departemen Perikanan UGM mengucapkan selamat kepada Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. atas capaian jabatan fungsional Lektor. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya-karya ilmiah yang inovatif, memperkuat kolaborasi akademik, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pengembangan ilmu akuakultur dan kemajuan perikanan Indonesia.

Pencapaian ini juga mendukung komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas akademisi dan kualitas pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi pakan dan teknologi budidaya, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan bahan baku alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta SDG 14 (Life Below Water) dengan mendukung sistem akuakultur yang produktif, sehat, dan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

Guru Besar Departemen Perikanan UGM Dikukuhkan, Prof. Eko Setyobudi Tegaskan Pentingnya Data dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan capaian akademik melalui pengukuhan Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. sebagai Guru Besar dalam bidang Biologi Perikanan dan Kelautan. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi Departemen Perikanan UGM dalam memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan terhadap pengelolaan sumber daya perikanan Indonesia yang berkelanjutan.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Data sebagai Fondasi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan”, Prof. Eko menegaskan bahwa pengambilan keputusan dalam sektor perikanan harus didasarkan pada data ilmiah yang akurat, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, tantangan pengelolaan perikanan saat ini semakin kompleks akibat meningkatnya tekanan terhadap sumber daya ikan, perubahan iklim, serta tingginya kebutuhan pangan bagi masyarakat.

Prof. Eko menjelaskan bahwa ketersediaan data yang berkualitas merupakan prasyarat utama dalam menyusun kebijakan pengelolaan perikanan yang adaptif. Data mengenai stok ikan, dinamika populasi, kondisi habitat, hingga aktivitas penangkapan menjadi dasar penting dalam menentukan strategi pengelolaan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan keberlanjutan ekosistem.

Sebagai akademisi yang menekuni bidang biologi perikanan dan kelautan, Prof. Eko juga menyoroti pentingnya integrasi berbagai sumber data, mulai dari hasil survei lapangan, pemantauan oseanografi, teknologi penginderaan jauh, hingga sistem informasi digital. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis ilmiah sekaligus mendukung pengambilan kebijakan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Bagi Departemen Perikanan UGM, pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga memperkuat komitmen departemen dalam menghasilkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan sektor perikanan. Berbagai penelitian yang dikembangkan oleh sivitas akademika Departemen Perikanan UGM selama ini telah berkontribusi dalam penyediaan data ilmiah untuk pengelolaan perikanan, konservasi sumber daya akuatik, pengembangan akuakultur, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.

Keberadaan guru besar juga diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik di lingkungan Departemen Perikanan UGM melalui pengembangan riset multidisiplin, peningkatan kualitas publikasi internasional, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan berbagai institusi akademik di tingkat nasional maupun global. Penguatan kapasitas keilmuan tersebut menjadi modal penting dalam mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan sektor perikanan di masa depan.

Momentum pengukuhan Prof. Eko Setyobudi sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen muda untuk terus mengembangkan inovasi serta menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Departemen Perikanan UGM meyakini bahwa kemajuan ilmu pengetahuan akan memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan tata kelola sumber daya perikanan yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi berbasis data, SDG 14 (Life Below Water) dengan mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghasilkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Departemen Perikanan UGM Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional Bersama Gyeongsang National University

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi dari Gyeongsang National University dalam rangka menjajaki peluang kerja sama akademik dan penelitian di bidang perikanan dan kelautan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif, menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring internasional serta mendorong kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua institusi.

Diskusi difokuskan pada berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di masa mendatang, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bersama, hingga pengembangan program akademik yang mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Kedua institusi juga membahas potensi penyelenggaraan seminar bersama, kuliah tamu, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan akademik lintas negara.

Dalam pertemuan tersebut, Departemen Perikanan UGM memperkenalkan berbagai bidang unggulan yang dimiliki, meliputi pengelolaan sumber daya perikanan, akuakultur, oseanografi perikanan, teknologi hasil perikanan, konservasi ekosistem perairan, hingga kajian sosial-ekonomi dan kebijakan perikanan. Beragam aktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta jejaring kolaborasi nasional dan internasional yang telah berjalan juga menjadi bagian dari pembahasan.

Sementara itu, delegasi Gyeongsang National University memaparkan keunggulan institusinya dalam pengembangan ilmu kelautan dan perikanan serta menyampaikan ketertarikan untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan Departemen Perikanan UGM. Kesamaan fokus penelitian dan tantangan yang dihadapi sektor perikanan di kawasan Asia menjadi landasan yang kuat untuk mengembangkan kolaborasi strategis di masa depan.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama internasional tidak hanya akan memperluas kesempatan penelitian dan publikasi, tetapi juga memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan solusi ilmiah dalam menjawab berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya perairan, dan pembangunan perikanan berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM terus berkomitmen memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan dengan berbagai universitas dunia diharapkan semakin memperkuat posisi Departemen Perikanan UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi, SDG 14 (Life Below Water) dengan mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Mahasiswa Akuakultur UGM Teliti Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga untuk Mendukung Kualitas Ikan Hias

Berita Rabu, 10 Juni 2026

Yogyakarta — Inovasi dalam bidang akuakultur tidak selalu berawal dari teknologi yang rumit. Melalui penelitian skripsinya, Williana Arshanda, mahasiswa Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, mengeksplorasi potensi pemanfaatan limbah kulit buah naga merah sebagai bahan alami yang dapat dimanfaatkan dalam budidaya ikan hias. Wiliana mengekstraksi zat warna (karotenoid) kulit buah naga untuk meningkatkan kecerahan warna ikan.

Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. ini berfokus pada pengembangan kualitas ikan agar memiliki nilai tambah sekaligus berpotensi mengurangi limbah pertanian. Kajian tersebut menggunakan ikan molly balon sunkist sebagai model penelitian, salah satu jenis ikan hias yang dikenal karena warna tubuhnya yang menarik dan menjadi daya tarik utama di pasar ikan hias.

Menurut Williana, pemanfaatan bahan alami dalam budidaya ikan semakin mendapatkan perhatian karena sejalan dengan prinsip akuakultur berkelanjutan. Berbagai sumber hayati lokal diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kualitas ikan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bahan tambahan sintetis.

Melalui penelitian ini, Williana melakukan serangkaian pengujian untuk mengevaluasi bagaimana bahan alami yang berasal dari kulit buah naga merah dapat dimanfaatkan dalam formulasi pakan ikan hias. Hasil kajian menunjukkan adanya potensi yang menarik untuk dikembangkan lebih lanjut dalam mendukung kualitas penampilan ikan, yang merupakan salah satu faktor penting dalam industri ikan hias.

Selain memberikan kontribusi bagi pengembangan teknologi budidaya, penelitian ini juga menunjukkan bagaimana limbah hasil pertanian dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Pendekatan tersebut mendukung konsep ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Dr. Senny Helmiati menyampaikan bahwa penelitian mahasiswa memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi-inovasi sederhana yang aplikatif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan menjadi salah satu arah pengembangan akuakultur masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Penelitian Williana menjadi contoh bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam menjawab tantangan sektor perikanan melalui pendekatan ilmiah yang kreatif. Temuan-temuan awal dari penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang riset lanjutan terkait pemanfaatan bahan alami lokal untuk mendukung pengembangan industri ikan hias Indonesia.

Kegiatan penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah pertanian bernilai tambah, SDG 14 (Life Below Water) melalui pengembangan budidaya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui inovasi berbasis sumber daya lokal untuk mendukung sektor akuakultur.

Departemen Perikanan UGM Perluas Implementasi MAYA ke Berbagai Wilayah Pesisir Indonesia

Berita Rabu, 10 Juni 2026

Sebagai tindak lanjut dari pilot project Pengenalan Pencatatan Digital Usaha Perikanan Tangkap Berbasis WhatsApp yang telah dilaksanakan di Sadeng, Gunungkidul, DIY pada Sabtu, 6 Juni 2026, Departemen Perikanan UGM melakukan diskusi yang membahas perencanaan memperluas implementasi program ke berbagai wilayah pesisir di Indonesia. Program yang diinisiasi oleh Endah Prihatiningtyastuti, S.P., M.Si., M.Phil., Ph.D. saat ini direncanakan akan memperluas ekspansi implementasinya ke wilayah pesisir lain di Padang, Sumatera Barat; Kaur Selatan, Bengkulu; Sumbawa, Nusa Tenggara Barat; Manggarai, Nusa Tenggara Timur; Halmahera Tengah, Maluku Utara. Perluasan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan enam mahasiswa Departemen Perikanan yang akan menjalankan program KKN-PPM UGM sebagai bagian dari mata kuliah wajib pengabdian masyarakat berbasis riset dan ilmu pengetahuan.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa membawa inovasi pencatatan hasil tangkapan dan keuangan usaha berbasis WhatsApp dengan dukungan AI (Artificial Intelligence) bernama MAYA (Manajemen Aktivitas Nelayan). MAYA dirancang sebagai asisten digital bagi perempuan pesisir untuk membantu pencatatan keuangan usaha perikanan secara sederhana, praktis, dan lebih presisi. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat mempermudah ibu-ibu pesisir dalam memahami kondisi keuangan usahanya, memantau perkembangan usaha dari waktu ke waktu, serta mendukung pengambilan keputusan ekonomi yang lebih tepat.

Selain membantu pencatatan pemasukan dan pengeluaran, sistem ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha perikanan untuk memiliki riwayat keuangan yang lebih tertata. Catatan tersebut dapat menjadi modal penting ketika mengakses bantuan usaha maupun pengajuan kredit. Dengan demikian, digitalisasi pencatatan keuangan tidak hanya berfungsi sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga perempuan pesisir.

Meski teknologi MAYA masih terus disempurnakan, proses implementasi di berbagai daerah menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem. Melalui keterlibatan mahasiswa Departemen Perikanan yang akan menjalankan kegiatan KKN-PPM UGM, tim peneliti dapat melakukan pengujian langsung di lapangan, mengumpulkan data penggunaan, sekaligus memahami kebutuhan nyata masyarakat pesisir melalui pendekatan bottom-up. Pendekatan ini memungkinkan teknologi dikembangkan secara lebih adaptif sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan kapasitas pengguna di tingkat akar rumput. Inisiatif ini sekali lagi menjadi wujud komitmen Departemen Perikanan UGM, dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia.

Inisiatif pengembangan dan perluasan implementasi MAYA juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) melalui penguatan ekonomi rumah tangga nelayan, SDG 5 (Gender Equality) dengan meningkatkan kapasitas dan peran perempuan pesisir dalam pengelolaan usaha perikanan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui dukungan terhadap usaha mikro perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk mendukung transformasi sektor perikanan. Selain itu, program ini juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, masyarakat pesisir, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan pesisir Indonesia. Dengan demikian, MAYA tidak hanya menjadi inovasi teknologi pencatatan usaha, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang mendorong terciptanya pembangunan perikanan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM Sambut Asesor LAM-PTIP untuk Akreditasi THP dan Magister Ilmu Perikanan

Berita Selasa, 9 Juni 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyambut kedatangan tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Perikanan (LAM-PTIP) dalam rangka pelaksanaan asesmen lapangan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) dan Magister Ilmu Perikanan (MIP). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memastikan dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi perikanan yang unggul, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.

Asesmen lapangan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan dilaksanakan oleh dua asesor berpengalaman. Kedatangan para asesor disambut oleh pimpinan fakultas, pimpinan departemen, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta berbagai mitra pengguna lulusan yang turut berpartisipasi dalam rangkaian asesmen. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan Departemen Perikanan UGM.

Ketua Departemen Perikanan, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., menyampaikan bahwa proses akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan kesempatan untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai capaian yang telah diraih. Menurutnya, asesmen lapangan menjadi ruang untuk menunjukkan bagaimana proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola program studi dijalankan secara konsisten untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan selama ini dikenal aktif mengembangkan pendidikan dan riset di bidang pengolahan hasil perikanan, keamanan pangan, bioteknologi hasil perairan, serta inovasi produk berbasis sumber daya akuatik. Sementara Program Studi Magister Ilmu Perikanan terus memperkuat kapasitas riset dan pengembangan ilmu perikanan melalui pendekatan multidisiplin yang mendukung pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan.

Dalam proses asesmen, para asesor melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek, mulai dari kurikulum, sumber daya manusia, proses pembelajaran, luaran pendidikan, publikasi ilmiah, fasilitas pendukung, hingga keterlibatan alumni dan mitra kerja sama. Selain itu, asesmen juga menjadi sarana untuk berdiskusi mengenai peluang pengembangan program studi di masa depan agar semakin responsif terhadap tantangan global dan kebutuhan sektor perikanan.

Bagi Departemen Perikanan UGM, asesmen lapangan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor perikanan Indonesia. Lebih dari sekadar proses penilaian, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa mutu pendidikan dibangun melalui kolaborasi seluruh sivitas akademika, alumni, mitra industri, pemerintah, dan masyarakat. Semangat tersebut diharapkan terus mendorong Program Studi Teknologi Hasil Perikanan dan Magister Ilmu Perikanan untuk berkembang sebagai pusat pendidikan dan inovasi yang unggul di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals terutama tujuan ke-4 (Quality Education), tujuan ke-9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan tujuan ke-17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi, inovasi, dan kolaborasi dalam pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan.

 

Dedikasi Panjang untuk Ilmu Perikanan: Prof. Ustadi Raih Kenaikan Pangkat Menjadi Pembina Utama Muda

Berita Jumat, 29 Mei 2026

Yogyakarta — Kabar membanggakan kembali datang dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Salah satu guru besar terbaiknya, Prof. Dr. Ustadi, S.Pi., M.P., resmi memperoleh kenaikan pangkat dari Pembina Tingkat I menjadi Pembina Utama Muda, sebuah capaian yang mencerminkan dedikasi panjang beliau dalam dunia pendidikan tinggi, penelitian, dan pengembangan ilmu perikanan di Indonesia.

Kenaikan pangkat ini bukan sekadar peningkatan jenjang administratif, tetapi menjadi bentuk penghargaan atas konsistensi kontribusi akademik, pengembangan keilmuan, serta pengabdian yang telah diberikan Prof. Ustadi selama bertahun-tahun di lingkungan Universitas Gadjah Mada maupun dalam pengembangan sektor perikanan nasional.

Di lingkungan Departemen Perikanan UGM, nama Prof. Ustadi dikenal luas sebagai akademisi yang memiliki perhatian besar pada bidang teknologi hasil perikanan, khususnya pengembangan mutu, keamanan pangan, dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Melalui berbagai penelitian dan aktivitas akademik, beliau aktif mendorong penguatan inovasi produk hasil perikanan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki daya saing dan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai seorang profesor, Prof. Ustadi juga dikenal memiliki komitmen tinggi dalam mendampingi mahasiswa dan generasi muda akademik. Banyak mahasiswa yang mengenal beliau sebagai sosok dosen yang teliti, disiplin, namun tetap terbuka dalam berdiskusi dan membimbing pengembangan gagasan ilmiah.

Perjalanan akademik Prof. Ustadi menjadi gambaran bahwa capaian besar dalam dunia pendidikan tidak lahir secara instan. Konsistensi dalam mengajar, meneliti, menulis karya ilmiah, serta membangun jejaring kolaborasi menjadi fondasi penting yang mengantarkan beliau hingga pada capaian saat ini.

Dalam berbagai kesempatan, Prof. Ustadi juga aktif terlibat dalam kegiatan seminar, pengembangan riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan pengolahan dan keamanan produk perikanan. Kontribusinya turut memperkuat posisi Departemen Perikanan UGM sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu perikanan di Indonesia.

Kenaikan pangkat menjadi Pembina Utama Muda ini sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan akan selalu memberikan dampak besar, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Keluarga besar Departemen Perikanan UGM menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Prof. Ustadi atas capaian tersebut. Semoga amanah baru ini semakin memperkuat kontribusi beliau dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi sektor perikanan Indonesia.

Pencapaian ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals khususnya tujuan ke-4 (Quality Education), tujuan ke-9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan tujuan ke-14 (Life Below Water) melalui penguatan pendidikan, riset, dan inovasi berkelanjutan di bidang perikanan dan kelautan.

Mahasiswa Akuakultur UGM Temukan Bakteriofag dari Tambak Kulon Progo, Berpotensi Jadi Senjata Alami Lawan Penyakit Udang Vaname

Berita Selasa, 26 Mei 2026

Yogyakarta — Di tengah meningkatnya tantangan penyakit bakterial pada budidaya udang vaname, inovasi pengendalian penyakit yang ramah lingkungan menjadi semakin dibutuhkan. Kabar menggembirakan datang dari mahasiswa Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Lu’lu’ Putri El Maslifah, mahasiswa angkatan 2022, berhasil mengisolasi bakteriofag dari lingkungan tambak udang di Kabupaten Kulon Progo yang berpotensi dimanfaatkan sebagai agen pengendali alami penyakit bakterial pada budidaya udang vaname.

Penelitian yang dilakukan Lu’lu’ berangkat dari persoalan nyata di sektor akuakultur, yaitu tingginya ancaman penyakit vibriosis yang disebabkan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Penyakit ini dikenal sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan kerugian besar dalam industri budidaya udang karena memengaruhi kesehatan, pertumbuhan, hingga tingkat kelangsungan hidup udang.

Penelitian tersebut berhasil mengisolasi dan mengarakterisasi bakteri patogen serta bakteriofag dari lingkungan tambak budidaya udang vaname (Penaeus vannamei), termasuk identifikasi Vibrio parahaemolyticus yang membawa gen terkait patogenisitas penyakit udang. Selain itu, berhasil ditemukan bakteriofag litik yang mampu menginfeksi dan menghancurkan bakteri target, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen biokontrol alami untuk mendukung pengendalian penyakit pada budidaya udang.

Penelitian ini dibimbing oleh Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., dosen Departemen Perikanan UGM yang aktif mengembangkan penelitian pada bidang kesehatan ikan dan akuakultur. Di bawah pendampingannya, mahasiswa didorong untuk mengembangkan pendekatan inovatif dalam menghadapi tantangan penyakit akuatik melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Pemanfaatan bakteriofag saat ini semakin banyak mendapat perhatian karena dinilai sebagai alternatif pengendalian penyakit yang lebih spesifik dan berkelanjutan dibanding penggunaan antibiotik secara berlebihan. Pendekatan ini dinilai berpotensi mengurangi risiko resistensi antimikroba serta mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Bagi Lu’lu’, penelitian tersebut bukan hanya menjadi pengalaman akademik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana penelitian mahasiswa dapat berkontribusi terhadap persoalan nyata di sektor perikanan nasional. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan tambak lokal tidak hanya menjadi tempat produksi budidaya, tetapi juga menyimpan potensi sumber daya biologis yang dapat dikembangkan menjadi inovasi masa depan bagi kesehatan udang Indonesia. Penelitian ini mendukung agenda Sustainable Development Goals terutama SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengembangan inovasi pengendalian penyakit yang lebih berkelanjutan di sektor akuakultur.

Dosen Perikanan UGM Belajar dari Prof. Caleb Gardner: Bangun Budaya Riset, Perkuat Produktivitas Publikasi, dan Perluas Kolaborasi

Berita Selasa, 26 Mei 2026

Yogyakarta — Produktivitas riset dan publikasi ilmiah tidak hanya dibangun dari kemampuan individu, tetapi juga ditentukan oleh budaya akademik yang tumbuh di lingkungan institusi. Gagasan tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan Guest Lecture Prof. Caleb Gardner bertajuk “Boosting Writing Productivity and Organisational Culture” yang diselenggarakan di Ruang 2.02 Gedung A4 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri dosen Departemen Perikanan UGM sebagai ruang refleksi dan penguatan budaya akademik.

Acara dibuka oleh Ketua Departemen Perikanan Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. dan menjadi momentum berbagi pengalaman internasional mengenai bagaimana organisasi akademik dapat meningkatkan kualitas riset secara berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, peserta berkesempatan berdiskusi bersama Prof. Caleb Gardner, akademisi dan peneliti senior dari Institute for Marine and Antarctic Studies (IMAS), University of Tasmania, Australia, yang dikenal luas melalui kontribusinya pada bidang ilmu perikanan, manajemen sumber daya laut, akuakultur, serta kajian kebijakan perikanan berkelanjutan. Prof. Gardner telah terlibat dalam berbagai penelitian internasional terkait pengelolaan perikanan, stok sumber daya laut, hingga sistem pengambilan keputusan berbasis sains. Ia juga memimpin berbagai kolaborasi riset jangka panjang yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.

Pengalaman panjang tersebut membuat materi yang disampaikan tidak hanya berisi strategi menulis artikel ilmiah, tetapi juga membahas bagaimana membangun budaya organisasi yang mendukung produktivitas riset. Dalam paparannya, Prof. Gardner menekankan bahwa produktivitas publikasi tidak dapat bergantung pada motivasi personal semata. Menurutnya, lingkungan akademik perlu menciptakan budaya kerja yang mendorong kolaborasi, konsistensi, dan kebiasaan menulis yang berkelanjutan.

Salah satu poin yang banyak mendapat perhatian peserta adalah pentingnya membangun budaya riset yang sehat, di mana dosen dan peneliti saling mendukung, berbagi gagasan, dan bekerja dalam ekosistem akademik yang produktif. Ia menjelaskan bahwa institusi dengan budaya riset kuat umumnya tidak hanya menghasilkan publikasi lebih tinggi, tetapi juga memiliki dampak ilmiah yang lebih luas.

Prof. Gardner juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas bidang ilmu. Tantangan sektor perikanan dan kelautan saat ini dinilai semakin kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan disiplin saja. Permasalahan modern memerlukan keterlibatan berbagai perspektif, mulai dari ilmu hayati, teknologi, ekonomi, sosial, hingga kebijakan publik.

Menurutnya, kolaborasi multidisiplin membuka peluang lahirnya pertanyaan riset yang lebih relevan, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan kualitas luaran penelitian. Pengalaman riset internasional menunjukkan bahwa karya kolaboratif cenderung menghasilkan dampak ilmiah yang lebih besar dibanding penelitian yang berjalan secara terpisah.

Selain itu, Prof. Gardner menekankan bahwa publikasi ilmiah bukan sekadar target administratif, tetapi bagian dari proses menyebarluaskan pengetahuan dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Kegiatan kuliah tamu ini menjadi ruang penting bagi dosen Departemen Perikanan UGM untuk memperoleh perspektif global mengenai pengembangan budaya akademik dan penguatan produktivitas ilmiah. Diskusi tersebut sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dan inovasi dalam mendukung pengembangan riset yang lebih berdampak di masa depan. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan budaya riset dan jejaring kolaborasi akademik internasional.

Limbah Jadi Peluang: SinnTech Webinar #37 UGM Soroti Masa Depan Blue Bioeconomy dari Sektor Perikanan

Berita Selasa, 26 Mei 2026

Yogyakarta — Di tengah meningkatnya tantangan lingkungan dan tuntutan industri yang lebih berkelanjutan, konsep blue bioeconomy mulai menjadi perhatian dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Melalui SinnTech Webinar #37 yang diselenggarakan Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, salah satu sesi menarik disampaikan oleh Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si. melalui materi bertajuk “The Blue Bioeconomy: Bioconverting Fisheries Waste into High-Value Commodities.”

Dalam paparannya, Dr. Latif mengajak peserta melihat limbah perikanan dari perspektif berbeda. Selama ini, limbah hasil perikanan kerap dipandang sebagai sisa produksi yang menimbulkan persoalan lingkungan. Namun melalui pendekatan blue bioeconomy, limbah justru dapat menjadi sumber daya baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Konsep bioekonomi biru menempatkan sumber daya perairan sebagai bagian dari sistem yang saling terhubung, di mana hasil samping dan limbah industri tidak berhenti sebagai produk buangan, tetapi dapat dikonversi menjadi berbagai produk bernilai tambah. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang menekankan efisiensi penggunaan sumber daya dan minimisasi limbah.

Dalam sesi webinar tersebut, Dr. Latif menyoroti pentingnya inovasi biokonversi limbah perikanan, yaitu proses mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi baru. Limbah hasil pengolahan ikan dapat dimanfaatkan menjadi berbagai komoditas seperti bahan baku pakan, produk bioaktif, pupuk organik, kolagen, gelatin, hingga produk industri lainnya.

Menurutnya, sektor perikanan Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan pendekatan ini mengingat tingginya produksi hasil perikanan nasional yang juga menghasilkan volume limbah cukup besar. Apabila dikelola secara tepat, limbah tersebut dapat menjadi sumber ekonomi baru sekaligus mengurangi tekanan lingkungan.

Materi yang disampaikan juga memperlihatkan bahwa pengelolaan limbah modern tidak lagi hanya berbicara tentang pembuangan akhir, tetapi tentang bagaimana mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya melalui inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain aktif sebagai dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Latif memiliki pengalaman panjang dalam bidang pengelolaan dan pemanfaatan limbah industri perikanan. Beliau mengampu berbagai mata kuliah seperti Manajemen Limbah Industri Perikanan, Teknologi Pemanfaatan Limbah Perikanan, hingga Biokonversi dan Bioekonomi Limbah Perikanan.

Pengalaman tersebut memperkuat pesan bahwa pengembangan bioekonomi biru membutuhkan kolaborasi lintas bidang, mulai dari riset, teknologi, industri, hingga pendidikan tinggi.

SinnTech Webinar #37 menjadi ruang penting untuk mempertemukan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan praktisi dalam mendiskusikan masa depan industri perikanan yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pengelolaan sumber daya yang semakin kompleks, gagasan tentang mengubah limbah menjadi peluang menjadi salah satu langkah strategis menuju masa depan perikanan Indonesia.

Kegiatan ini mendukung agenda Sustainable Development Goals khususnya tujuan ke-12 (Responsible Consumption and Production), tujuan ke-9 (Industry, Innovation and Infrastructure), tujuan ke-14 (Life Below Water), dan tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan inovasi ekonomi sirkular dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

 
123…8
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY