Yogyakarta — Inovasi dalam bidang akuakultur tidak selalu berawal dari teknologi yang rumit. Melalui penelitian skripsinya, Williana Arshanda, mahasiswa Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, mengeksplorasi potensi pemanfaatan limbah kulit buah naga merah sebagai bahan alami yang dapat dimanfaatkan dalam budidaya ikan hias. Wiliana mengekstraksi zat warna (karotenoid) kulit buah naga untuk meningkatkan kecerahan warna ikan.
Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. ini berfokus pada pengembangan kualitas ikan agar memiliki nilai tambah sekaligus berpotensi mengurangi limbah pertanian. Kajian tersebut menggunakan ikan molly balon sunkist sebagai model penelitian, salah satu jenis ikan hias yang dikenal karena warna tubuhnya yang menarik dan menjadi daya tarik utama di pasar ikan hias.
Menurut Williana, pemanfaatan bahan alami dalam budidaya ikan semakin mendapatkan perhatian karena sejalan dengan prinsip akuakultur berkelanjutan. Berbagai sumber hayati lokal diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kualitas ikan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bahan tambahan sintetis.
Melalui penelitian ini, Williana melakukan serangkaian pengujian untuk mengevaluasi bagaimana bahan alami yang berasal dari kulit buah naga merah dapat dimanfaatkan dalam formulasi pakan ikan hias. Hasil kajian menunjukkan adanya potensi yang menarik untuk dikembangkan lebih lanjut dalam mendukung kualitas penampilan ikan, yang merupakan salah satu faktor penting dalam industri ikan hias.
Selain memberikan kontribusi bagi pengembangan teknologi budidaya, penelitian ini juga menunjukkan bagaimana limbah hasil pertanian dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Pendekatan tersebut mendukung konsep ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Dr. Senny Helmiati menyampaikan bahwa penelitian mahasiswa memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi-inovasi sederhana yang aplikatif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan menjadi salah satu arah pengembangan akuakultur masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penelitian Williana menjadi contoh bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam menjawab tantangan sektor perikanan melalui pendekatan ilmiah yang kreatif. Temuan-temuan awal dari penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang riset lanjutan terkait pemanfaatan bahan alami lokal untuk mendukung pengembangan industri ikan hias Indonesia.
Kegiatan penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah pertanian bernilai tambah, SDG 14 (Life Below Water) melalui pengembangan budidaya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui inovasi berbasis sumber daya lokal untuk mendukung sektor akuakultur.