• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • hal. 2
Arsip:

SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure

Perikanan UGM Jajaki Kolaborasi Strategis dengan PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) untuk Penguatan Sektor Perikanan dan Kelautan

Berita Jumat, 24 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia industri melalui penjajakan kerja sama bersama PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Pertemuan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026 sebagai langkah awal dalam membangun sinergi antara akademisi dan pelaku industri perikanan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Alim Isnansetyo, serta diikuti oleh jajaran pengurus Departemen Perikanan dan para ketua program studi di lingkungan departemen. Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan institusi dalam mendorong kerja sama strategis yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.

Dalam diskusi, kedua pihak membahas berbagai potensi kolaborasi, mulai dari penguatan riset terapan, pengembangan inovasi produk perikanan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan sektor perikanan yang semakin kompleks di era modern.

Perwakilan dari PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) menyampaikan komitmennya untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi dan inovasi. Dukungan akademik dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

Pertemuan ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan industri melalui program magang, penelitian kolaboratif, serta pengembangan kewirausahaan berbasis perikanan. Hal ini menjadi nilai tambah dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Departemen Perikanan UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang adaptif dan kolaboratif, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Pelabuhan Perikanan Indonesia Siap, tapi Belum Optimal? Studi UGM Ungkap Tantangan Implementasi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur

Berita Kamis, 23 April 2026

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Maritime Technology and Research mengungkap fakta menarik tentang kesiapan pelabuhan perikanan Indonesia dalam mendukung implementasi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur. Penelitian ini dilakukan oleh Basoeki, Seruni Salsabila Putri, (alumni Departemen Perikanan UGM) serta dua akademisi dari Universitas Gadjah Mada, yaitu Prof. Suadi dan Prof. Djumanto.

Penelitian ini berfokus pada dua pelabuhan perikanan utama di Indonesia, yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Kedua pelabuhan ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sistem pengelolaan perikanan dari berbasis input menjadi berbasis kuota (output control).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi infrastruktur fisik, kedua pelabuhan sebenarnya sudah sangat memadai. Tingkat ketersediaan fasilitas mencapai 93% di Nizam Zachman dan 86% di Cilacap, yang masuk kategori “sangat memadai”. Namun, temuan menarik muncul ketika aspek kualitas layanan dianalisis.

Melalui pendekatan Customer Satisfaction Index (CSI), tingkat kepuasan pengguna hanya berada pada kisaran 69,8% hingga 70,4%, yang berarti masih dalam kategori “cukup puas”. Artinya, terdapat kesenjangan antara kesiapan fasilitas fisik dan efektivitas layanan yang dirasakan oleh para pelaku perikanan.

Lebih lanjut, analisis Importance-Performance Analysis (IPA) mengidentifikasi sejumlah titik krusial yang perlu segera diperbaiki, seperti kecepatan pengurusan dokumen, kapasitas pelabuhan, serta fasilitas tambat kapal (mooring infrastructure). Faktor-faktor ini dinilai menjadi hambatan utama dalam implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada efisiensi operasional dan kualitas layanan di lapangan. Tanpa perbaikan pada aspek tersebut, implementasi kebijakan berpotensi tidak berjalan optimal.

Temuan ini menjadi penting dalam mendorong reformasi tata kelola pelabuhan perikanan di Indonesia. Selain itu, studi ini juga berkontribusi pada SDG 4 Pendidikan berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengelolaan perikanan berkelanjutan serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan sektor perikanan nasional.

 

Puluhan Dosen Perikanan UGM Raih Hibah Penelitian dan PKM Fakultas Pertanian 2026

Berita Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta – Prestasi membanggakan diraih sivitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Sebanyak 32 dosen berhasil memperoleh pendanaan Hibah Kolaborasi Dosen–Mahasiswa, sementara 4 dosen lainnya menerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam skema Hibah Penelitian dan PKM Fakultas Pertanian Tahun 2026.

Pendanaan ini menjadi bukti komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendorong riset kolaboratif berbasis mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. Skema hibah kolaborasi dosen-mahasiswa dirancang untuk memperkuat budaya riset sejak dini melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam penelitian yang aplikatif dan inovatif.

Salah satu judul penelitian yang berhasil memperoleh pendanaan adalah riset yang dipimpin oleh Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc., berjudul “Evaluasi Nilai Nutrien Kulit Buah Naga Merah sebagai Imbuhan Pakan Ikan Molly Balloon Sunkist (Poecilia latipinna)”. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif yang bernilai tambah, sekaligus mendukung pengembangan budidaya ikan hias yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sementara itu, pada skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat, salah satu program yang memperoleh pendanaan adalah kegiatan yang dipimpin oleh Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. dengan judul “Strategi Akselerasi Ketahanan Pangan melalui Training of Trainer (TOT) Fasilitator Pertanian Milenial Berbasis Smart Ecobioproduction di P4S Aradana Garden Kabupaten Sleman.” Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam sektor pertanian dan perikanan melalui pendekatan teknologi dan ekologi yang berkelanjutan.

Keberhasilan perolehan hibah ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan riset inovatif, sekaligus memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat. Selain mendorong publikasi ilmiah dan inovasi teknologi, program ini juga berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan serta pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Capaian ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya  SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui riset dan pengabdian, Departemen Perikanan UGM terus berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan perikanan dan pertanian berkelanjutan.

Mahasiswa Perikanan UGM Pelajari Statistika sebagai Fondasi Riset dan Permodelan Perikanan

Berita Rabu, 22 April 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada tidak hanya mempelajari ilmu perikanan secara biologis dan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan analisis data melalui mata kuliah statistika. Pembelajaran ini menjadi fondasi penting dalam memahami metodologi penelitian serta pengembangan permodelan di bidang perikanan dan kelautan.

Mata kuliah statistika diberikan sebagai dasar pemahaman metode ilmiah dan penelitian kuantitatif yang relevan dengan bidang  perikanan. Mahasiswa mempelajari statistika deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data, serta statistika inferensial yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengujian hipotesis secara kuantitatif.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa juga dikenalkan pada konsep probabilitas, teori pencuplikan (sampling), distribusi peluang, hingga analisis hubungan antarvariabel seperti regresi dan korelasi. Kemampuan ini sangat penting dalam menganalisis data hasil penelitian, merancang percobaan, serta menyusun laporan ilmiah yang objektif dan berbasis bukti.

Pendekatan pembelajaran dilakukan secara partisipatif dan berbasis kasus, di mana mahasiswa mengerjakan tugas individu maupun kelompok yang berkaitan dengan permasalahan nyata di sektor  perikanan. Penggunaan perangkat lunak statistik juga diperkenalkan untuk mendukung kemampuan analisis data secara modern dan aplikatif.

Melalui pembelajaran statistika, mahasiswa diharapkan mampu berpikir logis, kritis, dan sistematis dalam memecahkan masalah perikanan, mulai dari analisis produksi, pengelolaan sumber daya, hingga permodelan sistem perikanan berkelanjutan. Bekal ini menjadi kunci penting dalam menghasilkan lulusan yang siap melakukan riset, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis data di masa depan. Pembelajaran statistika ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta tujuan SDG 14 (Ekosistem Laut). Kemampuan analisis data dan permodelan yang dimiliki mahasiswa diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis sains dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan serta mendorong inovasi di sektor kelautan dan perikanan.

Departemen Perikanan UGM Ucapkan Selamat: Pengukuhan Prof. Jaka Widada Tandai Lompatan Baru Mikrobiologi Terapan

Berita Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta – Civitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pengukuhan Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D sebagai Guru Besar dalam Bidang Mikrobiologi Terapan. Pengukuhan ini menjadi momen penting yang menegaskan kontribusi keilmuan beliau dalam pengembangan mikrobiologi untuk ketahanan pangan dan kesehatan global.

Dalam pidato pengukuhan berjudul “Holobiont sebagai Driver Revolusi Mikrobiologi Terapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Global,” Prof. Jaka Widada menyoroti bahwa revolusi mikrobiologi terapan kini memasuki era baru. Konsep holobiont—yakni kesatuan antara organisme dengan mikroorganisme yang hidup bersamanya—kini bersinggungan erat dengan kemajuan rekayasa genetik tingkat lanjut seperti biologi sintetik (synthetic biology) dan biomanufaktur. Perkembangan ini membuka peluang besar dalam menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Prof. Jaka juga menekankan potensi “raksasa mikroskopis” seperti bakteri dari kelompok Streptomyces dan Bacillus yang memiliki peran strategis dalam produksi senyawa bioaktif, peningkatan produktivitas pangan, hingga pengembangan teknologi kesehatan. Beliau dikenal aktif meneliti berbagai galur Streptomyces indigenos dari beragam habitat, termasuk isolat dari lingkungan laut Nusantara seperti Streptomyces sp. GMY01, yang menjadi salah satu sumber potensial pengembangan inovasi berbasis mikroba.

Civitas akademika Departemen Perikanan menyambut pencapaian ini sebagai inspirasi bagi penguatan kolaborasi lintas disiplin, khususnya dalam pemanfaatan mikrobiologi untuk mendukung sektor perikanan, kelautan, dan ketahanan pangan nasional. Pengukuhan ini diharapkan semakin mendorong lahirnya riset unggulan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Pencapaian ini juga selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-2 (Tanpa Kelaparan), tujuan ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), tujuan ke-4 Pendidikan  Berkualitas, tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), tujuan ke-15 Life on Land, serta tujuan ke-14 (Ekosistem Laut). Inovasi mikrobiologi terapan diharapkan dapat berkontribusi pada sistem pangan berkelanjutan, kesehatan global, serta pemanfaatan sumber daya hayati secara bertanggung jawab.

Sekali lagi, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar Prof. Jaka Widada. Semoga capaian ini terus menginspirasi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi bagi Indonesia dan dunia.

 

 

sumber foto: Prof. Nuryani dan Prof. Suadi

Belajar ‘Aturan Main’ Laut: Mata Kuliah Kelembagaan Perikanan UGM Siapkan Mahasiswa Jadi Pengambil Kebijakan Masa Depan

Berita Senin, 20 April 2026

Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan dunia perikanan, memahami laut tidak cukup hanya dari sisi biologi atau teknologi. Di Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, mahasiswa juga diajak memahami “aturan main” di balik pengelolaan sumber daya laut melalui mata kuliah Kelembagaan Perikanan.

Mata kuliah ini menjadi salah satu fondasi penting dalam Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik. Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak menganalisis bagaimana kebijakan, institusi, dan masyarakat berinteraksi dalam mengelola perikanan secara berkelanjutan.

Materi yang dipelajari sangat beragam dan kontekstual. Mahasiswa akan mengenal konsep dasar kelembagaan, perubahan institusi, hingga penerapannya dalam pengelolaan perikanan di berbagai skala—lokal, nasional, hingga internasional. Contohnya, mahasiswa mempelajari praktik lokal seperti sasi di Maluku dan awig-awig di Bali, yang terbukti efektif dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan berbasis kearifan lokal.

Tidak berhenti di situ, pembelajaran juga mengangkat isu-isu aktual seperti kebijakan penangkapan ikan terukur, pembangunan kawasan minapolitan, hingga rantai pasok hasil perikanan modern. Pendekatan yang digunakan berbasis case-based learning (CBL) dan project-based learning (PBL), sehingga mahasiswa aktif berdiskusi, menganalisis kasus nyata, hingga mempresentasikan solusi.

Menariknya, mahasiswa juga diajak melihat bagaimana kelembagaan berperan dalam pembangunan sektor perikanan, baik di bidang budidaya, penangkapan, maupun pengolahan hasil. Hal ini membuat lulusan tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kebijakan.

Dengan sistem pembelajaran yang interaktif dan berbasis analisis kasus, mata kuliah ini melatih kemampuan berpikir kritis (high order thinking skills) yang sangat dibutuhkan di era kompleks saat ini.

Melalui mata kuliah Kelembagaan Perikanan, UGM membekali mahasiswa untuk menjadi pengelola sumber daya laut, analis kebijakan, hingga pemimpin masa depan di sektor perikanan. Cocok bagi kamu yang ingin berkontribusi nyata dalam menjaga laut sekaligus membangun kesejahteraan masyarakat pesisir. Pembelajaran ini sejalan dengan SDG 17  Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 14 (Ekosistem Laut), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), menjadikan mahasiswa siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia maupun global.

FGD Hibah Equity UGM 2026: Perkuat Riset Adaptif Perikanan di Tengah Perubahan Iklim

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menggelar Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 2.02, Gedung A4 ini menjadi forum strategis dalam memperkuat arah riset kolaboratif dan inovatif di bidang perikanan dan kelautan.

FGD ini menghadirkan peneliti post-doctoral, Dr. Ulung Jantama Wisha, yang memaparkan hasil kajian bertajuk “Variabilitas Oseanografi dan Zona Tangkapan Ikan di WPPNRI 573.” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perubahan iklim global (seperti peningkatan suhu permukaan laut, serta fenomena ENSO dan IOD) berdampak langsung terhadap dinamika oseanografi dan distribusi ikan.

Wilayah WPPNRI 573 yang mencakup Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara dikenal sebagai kawasan produktif, namun sangat dinamis. Variabilitas parameter lingkungan seperti suhu permukaan laut, klorofil-a, dan arus laut terbukti memengaruhi terbentuknya potential fishing zone (PFZ) yang menjadi acuan utama dalam operasi penangkapan ikan.

Dalam diskusi, diungkap bahwa musim timur dengan fenomena upwelling menghasilkan kondisi optimal bagi produktivitas perairan, ditandai dengan suhu lebih rendah dan peningkatan klorofil-a. Kondisi ini berbanding lurus dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan (CPUE). Sebaliknya, musim barat cenderung menunjukkan produktivitas yang lebih rendah akibat stratifikasi perairan.

FGD ini juga membahas pentingnya integrasi data jangka panjang, pemodelan statistik, serta pengembangan pendekatan berbasis machine learning untuk memprediksi zona penangkapan ikan secara lebih akurat. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penangkapan sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan.

Melalui forum ini, Departemen Perikanan UGM mempertegas perannya dalam mendorong riset yang responsif terhadap tantangan global, khususnya perubahan iklim. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4  Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 14 (Ekosistem Laut), serta memperkuat sinergi antara akademisi dan peneliti dalam menghasilkan solusi berbasis sains untuk masa depan perikanan Indonesia.

Perkuat Jejaring Internasional, Departemen Perikanan UGM Sambut Kunjungan Pakar Akuakultur dari Malaysia

Berita Rabu, 15 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan akademik dari dua institusi terkemuka Malaysia dalam upaya memperkuat kolaborasi internasional di bidang perikanan dan kelautan. Kunjungan ini menghadirkan Prof. Dr. Murni Marlina Abd Karim dari Institut Antarabangsa Akuakultur dan Sains Akuatik, Universiti Putra Malaysia, serta Assoc. Prof. Dr. Ching Fui Fui, Dekan Institut Marin Borneo dari Universiti Malaysia Sabah.

Dalam kegiatan tersebut, kedua narasumber memaparkan profil institusi masing-masing, termasuk fokus riset, fasilitas laboratorium, serta peluang pengembangan akademik dan penelitian lintas negara. Institut Antarabangsa Akuakultur dan Sains Akuatik sendiri dikenal sebagai pusat unggulan dalam bidang akuakultur dan sains akuatik, dengan fokus pada kesehatan ikan, bioteknologi, dan pengelolaan akuakultur berkelanjutan .

Sebagai Deputy Director di institusi tersebut, Prof. Murni Marlina memiliki keahlian di bidang kesehatan hewan akuatik, bioteknologi mikroba, serta pengembangan vaksin dan probiotik untuk akuakultur. Ia juga aktif dalam berbagai publikasi ilmiah internasional yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan produktivitas organisme perairan. Sementara itu, Institut Marin Borneo yang dipresentasikan oleh Assoc. Prof. Dr. Ching Fui Fui menekankan penguatan riset kelautan tropis dan pengelolaan sumber daya pesisir di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, hingga pengembangan program bersama di bidang akuakultur dan ilmu kelautan. Melalui pertemuan ini, Departemen Perikanan UGM menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring global dan meningkatkan kualitas pendidikan serta riset berbasis kolaborasi internasional. Inisiatif ini juga sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Ekosistem Lautan, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menghadapi tantangan global di sektor kelautan dan perikanan.

Perkuat Riset Akuakultur, UGM Sambut Dosen Baru Ahli Genetika Ikan Lulusan Belanda

Berita Rabu, 15 April 2026

Kabar baik datang dari Universitas Gadjah Mada. Departemen Perikanan Fakultas Pertanian resmi menghadirkan dosen baru, Dr. Priadi Setyawan, M.Si, yang akan memperkuat bidang akuakultur, khususnya genetika dan pemuliaan ikan. Dr. Priadi merupakan akademisi dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman riset yang luas. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Wageningen University & Research, Belanda, pada bidang Animal Breeding and Genomics tahun 2023. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan sarjana di UGM dan magister di Universitas Jenderal Soedirman dengan predikat cum laude.

Pengalaman profesionalnya juga sangat solid, pernah menjadi peneliti di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum bergabung sebagai dosen di UGM. Dr. Priadi saat ini tercatat sebagai anggota dewan pakar Ispikani DI. Yogyakarta (DIY) dan sedang mendampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY. Beliau membantu pemerintahan DIY dalam mengembangkan induk ikan nila unggul tumbuh cepat menggunakan pemodelan genetik yang rencananya akan diajukan untuk dirilis oleh KKP pada tahun 2027. Selain mendampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY dalam program pemuliaan ikan, saat ini beliau melakukan penelitian pemuliaan presisi dengan mixed model dan analisis transkriptomik pada ikan nila, domestikasi dan pemuliaan ikan papuyu (Anabas Testudineus Bloch, 1792), serta domestikasi ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Sungai Progo menggunakan model pengelolaan populasi terkontrol dengan metode BLUP (Best Linear Unbiased Prediction). Beberapa kegiatan penelitian tersebut didanai dari anggaran rumah program BRIN serta anggaran dari Riset dan Inovasi Untuk Indonesia Maju (RIIM).

Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah kontribusi dalam pengembangan dan pelepasan varietas unggul ikan nila Srikandi, yang dikenal memiliki toleransi tinggi terhadap salinitas. Ia juga memiliki paten terkait metode pemijahan ikan nila, yang menunjukkan perannya dalam inovasi teknologi budidaya perikanan.

Dalam bidang publikasi ilmiah, Dr. Priadi telah menghasilkan berbagai artikel di jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal Aquaculture (Elsevier), dengan fokus pada pengembangan strain ikan nila unggul, toleransi salinitas, serta pendekatan genomik dalam akuakultur.

Kehadiran Dr. Priadi di Departemen Perikanan UGM diharapkan mampu memperkuat riset dan pengembangan teknologi budidaya ikan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan, khususnya di perairan payau. Selain itu, kontribusinya juga diharapkan dapat mendorong inovasi dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan sektor perikanan nasional.

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Inovasi dan Industri), SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengembangan akuakultur berkelanjutan berbasis sains dan teknologi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Inovasi Sehat dari Laut: Teh Sargassum Karya Prof. Amir Husni Raih Hibah BIMA dan Hilirisasi Riset Prioritas 2026

Berita Rabu, 15 April 2026

Kabar membanggakan datang dari Universitas Gadjah Mada. Dosen Departemen Perikanan, Prof. Dr. Amir Husni, S.Pi., M.P., berhasil meraih pendanaan Hibah BIMA skema Penelitian Tesis Magister (https://bima.kemdiktisaintek.go.id) dan Program Hilirisasi Riset Prioritas – Sinergi (https://hiliriset.kemdiktisaintek.go.id). Penelitian yang diusung mengangkat inovasi minuman fungsional berbasis rumput laut dengan judul “Aktivitas Antioksidan, Antidiabetes dan Tingkat Penerimaan Konsumen Teh Rumput Laut Sargassum sp. yang Ditambah Jahe.” dan “Pemanfaatan Rumput Laut Cokelat Sargassum sebagai Minuman Fungsional.”

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya kasus diabetes melitus serta kebutuhan akan alternatif terapi berbasis bahan alami. Dalam penelitiannya, Prof. Amir dan tim akan mengembangkan formulasi teh herbal dengan berbagai komposisi, kemudian menguji bioaktivitasnya meliputi aktivitas antioksidan dan anti-diabetes serta uji penerimaan konsumen. Selain itu juga akan dilakukan validasi praklinis secara komprehensif untuk keamanan dan kemanfaatan, serta implementasi sistem jaminan mutu.

Luaran penelitian yang ditargetkan dari skema PTM berupa publikasi pada jurnal internasional bereputasi serta peningkatan Tingkat Kesiap-terapan Teknologi (TKT) dari level 2 ke level 3. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi riset untuk menghasilkan produk minuman fungsional berbasis sumber daya laut Indonesia. Dari skema Hilirisasi Riset diharapkan dapat mencapai TKT 9.

Tak hanya berbagi capaian, Prof. Amir juga membagikan tips bagi peneliti yang ingin lolos pendanaan hibah. Ia menekankan pentingnya memahami panduan secara detail dan menyusun proposal sesuai panduan yang ada, kemudian sebelum proposal diajukan perlu melakukan evaluasi mandiri terhadap proposal sesuai kriteria penilaian, serta tidak melupakan ikhtiar spiritual melalui doa dan tawakal.

Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi berbasis kelautan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi kesehatan masyarakat. Keberhasilan penelitian ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan produk kesehatan berbasis pangan alami, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi produk berbasis riset, serta SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa riset perikanan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

1234…6
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY