• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • hal. 2
Arsip:

SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure

SinnTech Webinar #37 UGM Angkat Ekonomi Sirkular: Dari Rumput Laut hingga Limbah Perikanan Bernilai Tinggi

Berita Selasa, 26 Mei 2026

Yogyakarta — Isu pengelolaan limbah industri kini tidak lagi dipandang sekadar persoalan akhir produksi, melainkan peluang untuk menciptakan inovasi dan nilai tambah yang berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan SinnTech Webinar #37 dengan tema “Industrial Waste Management in the Circular Economy: A Marine and Fisheries Perspective.” Webinar ini akan diselenggarakan pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 13.00–15.30 WIB dan menjadi ruang diskusi mengenai transformasi limbah sektor kelautan dan perikanan menuju sistem ekonomi sirkular.

Melalui tema tersebut, SinnTech #37 mengangkat perspektif bahwa limbah perikanan dan sumber daya laut tidak lagi dipandang sebagai produk sisa, tetapi dapat dikembangkan menjadi komoditas bernilai tinggi yang mendukung keberlanjutan industri perikanan masa depan.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kepakaran di bidang pemanfaatan sumber daya perairan dan bioekonomi biru. Narasumber pertama, Prof. Dr. Ir. Nurjanah, M.S., akan membawakan materi bertajuk “Innovation and Utilization of Indonesian Seaweed as Food and Non-Food Raw Materials.” Dalam paparannya, Prof. Nurjanah menyoroti besarnya potensi rumput laut Indonesia yang dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga untuk berbagai produk nonpangan dan inovasi industri. Sejumlah inovasi bahkan telah dikembangkan menjadi produk berbasis kekayaan hayati laut serta menghasilkan berbagai pengembangan teknologi terapan.

Menariknya, berbagai inovasi yang dikembangkan juga mengarah pada pemanfaatan residu rumput laut menjadi produk turunan seperti pupuk berbasis biomassa laut. Beberapa inovasi tersebut telah didorong menuju perlindungan kekayaan intelektual, menunjukkan bahwa limbah hasil pengolahan sumber daya laut dapat diubah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si., akan membahas tema “The Blue Bioeconomy: Bioconverting Fisheries Waste into High-Value Commodities.” Materi ini mengajak peserta melihat bagaimana limbah hasil perikanan dapat dikonversi melalui pendekatan bioekonomi biru menjadi berbagai produk bernilai tambah, sekaligus mengurangi tekanan lingkungan akibat akumulasi limbah industri.

Kehadiran kedua narasumber tersebut memperkuat semangat SinnTech sebagai ruang berbagi ilmu yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, praktisi, hingga masyarakat umum dalam membahas isu-isu strategis perikanan dan kelautan.

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap keberlanjutan, webinar ini menjadi pengingat bahwa masa depan industri perikanan tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi, tetapi juga oleh kemampuan memanfaatkan sumber daya secara efisien dan bertanggung jawab.

Melalui SinnTech Webinar #37, Departemen Perikanan UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi dan diseminasi ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan sektor perikanan modern.

Kegiatan ini juga mendukung agenda Sustainable Development Goals khususnya tujuan ke-12 (Responsible Consumption and Production), tujuan ke-14 (Life Below Water), tujuan ke-9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan tujuan ke-17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan inovasi dan kolaborasi menuju ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Lawan Ancaman Penyakit Nila Terkini, Mahasiswa Akuakultur UGM Terlibat Pengembangan Strain Unggul Bersama DKP DIY

Berita Selasa, 26 Mei 2026

Yogyakarta-Di balik upaya meningkatkan produksi perikanan budidaya, tantangan penyakit ikan masih menjadi persoalan serius yang dapat memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan sektor akuakultur. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada turut mengambil peran dalam program pengembangan strain nila unggul Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan ikan nila unggul yang tidak hanya memiliki pertumbuhan yang baik, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap ancaman penyakit yang saat ini menjadi perhatian dalam budidaya ikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Fokus penelitian diarahkan pada uji ketahanan terhadap infeksi bakteri Aeromonas jandaei, patogen yang belakangan menjadi perhatian karena ditemukan pada kasus penyakit ikan nila terkini di DIY.

Yang menarik, program ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam terlibat pada riset berbasis permasalahan nyata di lapangan. Dua mahasiswa Akuakultur UGM yang terlibat aktif dalam kegiatan ini yaitu Nabil Ghifari Abdillah (angkatan 2022) dan Widi Nuraini (angkatan 2023). Keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa mahasiswa sejak dini didorong untuk berkontribusi dalam penelitian aplikatif yang memiliki dampak nyata terhadap sektor perikanan. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis laboratorium, tetapi juga belajar memahami pendekatan ilmiah untuk mengatasi permasalahan nyata di lapangan

Program kolaboratif ini  diimplementasi di Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB), Dinas Kelautan dan Perikanan, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikoordinasi oleh dua staf BPTPB , yaitu  Pristia Yunik Praninda, S.Pi., M.Si. dan Iin Indriyani, S.K.H. dan disupervisi oleh satu dosen UGM, yaitu Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., yang aktif mengembangkan riset bidang mikrobiologi akuakultur.

Kasus penyakit pada ikan nila dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa dinamika patogen di lapangan terus berkembang, ditandai dengan munculnya varian maupun agen penyakit baru yang berpotensi menurunkan produktivitas budidaya. Kondisi ini menegaskan bahwa pengembangan strain unggul ikan nila tidak dapat dilakukan secara statis, melainkan perlu dievaluasi dan diperbarui secara berkala melalui pendekatan berbasis sains, termasuk pemuliaan adaptif terhadap tekanan penyakit dan perubahan lingkungan budidaya, guna menjaga keberlanjutan dan ketahanan produksi akuakultur modern.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini menunjukkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menghadirkan solusi nyata bagi sektor perikanan. Tidak hanya menghasilkan data penelitian yang relevan dengan masalah dilapangan, program ini juga menjadi wahana pembentukan generasi muda perikanan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan akuakultur Indonesia.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 14 (Life Below Water), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi riset dan inovasi sektor perikanan berkelanjutan.

Perkuat Jejaring Riset Nasional, Dosen Departemen Perikanan UGM Hadiri Koordinasi Kolaborasi PKR Alga Laut UHO–BRIN–UGM

Berita Jumat, 22 Mei 2026

Yogyakarta — Upaya memperkuat kolaborasi riset lintas institusi terus menjadi bagian penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan. Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menghadiri kegiatan Koordinasi dan Jejaring Kolaborasi Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Alga Laut UHO–BRIN–UGM yang diselenggarakan pada Kamis, 21 Mei 2026 di Gedung A4 Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tahun pertama program Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Alga Laut yang diinisiasi oleh Universitas Halu Oleo bekerja sama dengan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Universitas Gadjah Mada. Agenda utama pertemuan meliputi diskusi capaian luaran penelitian, berbagi hasil riset, hingga penguatan jejaring kolaborasi pengembangan alga laut di Indonesia.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai institusi. Dari Departemen Perikanan UGM hadir Ketua Departemen Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., Sekretaris Departemen Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc., serta para ketua program studi dan kepala laboratorium. Turut hadir Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si. selaku Ketua Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si. Ketua Program Studi Akuakultur, Indun Dewi Puspita, S.P., M.Sc., Ph.D. Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, dan Prof. Dr. Ir. Leo Setyobudi, S.Pi., M.Si. Ketua Program Studi Magister Ilmu Perikanan.

Selain unsur Departemen Perikanan UGM, kegiatan juga melibatkan berbagai peneliti dan akademisi nasional. Hadir pula Ketua PKR Alga Laut UHO Wa Iba S.Pi., M.App.Sc., Ph.D., peneliti BRIN Dr. Nurrahmi Dewi Fajarningsih, Dr. Singgih Wibowo, serta Bakti Beryanto Sedayu, Ph.D. dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan penguatan ekosistem riset berbasis kolaborasi lintas institusi.

Alga laut saat ini menjadi salah satu komoditas strategis yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga potensi besar dalam pengembangan pangan, bioenergi, biomaterial, kesehatan, dan industri berbasis sumber daya hayati. Karena itu, penguatan kolaborasi penelitian dinilai menjadi langkah penting untuk mempercepat inovasi serta meningkatkan dampak riset bagi masyarakat.

Bagi Departemen Perikanan UGM, partisipasi dalam forum seperti ini membuka ruang lebih luas bagi pengembangan riset multidisiplin, memperkuat jaringan nasional, sekaligus memperluas peluang kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat di masa mendatang.

Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals, khususnya tujuan ke-17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan riset, tujuan ke-9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta tujuan ke-14 (Life Below Water) melalui pengembangan ilmu pengetahuan untuk mendukung pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Bangun Masa Depan Akuakultur Modern: Mata Kuliah Rekayasa Akuakultur UGM Bekali Mahasiswa dengan Teknologi Budidaya Masa Depan

Berita Jumat, 22 Mei 2026

Yogyakarta — Budidaya perikanan masa kini tidak lagi sekadar berbicara tentang kolam, pakan, dan panen. Transformasi teknologi telah membawa dunia akuakultur memasuki era baru yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Akuakultur Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menghadirkan Mata Kuliah Rekayasa Akuakultur (Aquacultural Engineering) sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami desain sistem budidaya berbasis teknologi modern.

Mata kuliah wajib yang diajarkan pada semester empat ini menjadi salah satu fondasi penting bagi mahasiswa Akuakultur dalam memahami bagaimana teknologi dan prinsip rekayasa diterapkan untuk mendukung sistem budidaya yang produktif dan berkelanjutan. Mata kuliah ini dikoordinasikan oleh Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si.

Berbeda dari pembelajaran akuakultur konvensional, mahasiswa tidak hanya belajar teori budidaya, tetapi juga diajak memahami bagaimana merancang dan membangun sistem akuakultur yang efektif mulai dari tahap perencanaan hingga operasional. Materi pembelajaran dimulai dari pengenalan konsep dasar rekayasa akuakultur, pemilihan lokasi budidaya yang sesuai, hingga desain dan konstruksi fasilitas pembenihan. Mahasiswa juga mempelajari berbagai jenis infrastruktur budidaya air tawar, payau, hingga laut.

Yang menarik, pembelajaran berkembang jauh melampaui desain kolam biasa. Mahasiswa diperkenalkan dengan teknologi budidaya modern seperti Recirculating Aquaculture System (RAS) yang memungkinkan air digunakan kembali melalui sistem filtrasi dan pengelolaan kualitas air yang terintegrasi. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari teknologi Biofloc Technology (BFT) yang saat ini menjadi salah satu inovasi penting dalam sistem budidaya efisien dan ramah lingkungan.

Tidak berhenti pada teknologi produksi, mata kuliah ini juga menekankan pengelolaan limbah budidaya serta pemanfaatan inovasi digital dalam rekayasa akuakultur. Kehadiran materi tersebut menunjukkan bagaimana industri perikanan modern mulai bergerak menuju sistem berbasis teknologi cerdas dan presisi.

Pembelajaran diselenggarakan melalui pendekatan blended learning dengan metode Student Centered Learning (SCL), termasuk small group discussion dan case-based learning. Mahasiswa didorong aktif menganalisis persoalan nyata serta mengembangkan solusi berdasarkan kasus di lapangan. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menilai kesesuaian lahan dan perairan, merancang fasilitas budidaya, hingga mengoperasikan sistem budidaya modern yang produktif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Bagi calon mahasiswa, Rekayasa Akuakultur memperlihatkan bahwa dunia perikanan saat ini tidak lagi hanya identik dengan aktivitas di tambak atau kolam. Akuakultur telah berkembang menjadi bidang multidisiplin yang memadukan ilmu perairan, teknik, lingkungan, hingga teknologi digital. Mata kuliah ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals terutama SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 14 (Life Below Water). Melalui inovasi teknologi budidaya, mahasiswa dipersiapkan menjadi generasi yang mampu membangun masa depan akuakultur yang lebih maju dan berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM Matangkan Persiapan SEMNASKAN XXIII, Perkuat Ruang Kolaborasi Riset Perikanan Nasional

Berita Selasa, 19 Mei 2026

Yogyakarta — Komitmen memperkuat diseminasi ilmu pengetahuan dan kolaborasi riset bidang perikanan dan kelautan terus dilakukan Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan rapat review pemakalah persiapan Seminar Nasional Tahunan XXIII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM XXIII) yang diselenggarakan pada Selasa, 19 Mei 2026 di Ruang 202 Departemen Perikanan UGM.

Rapat ini dipimpin oleh Ketua Panitia kegiatan dan Ketua Sesi Naskah Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., Ph.D. dan Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi, dihadiri dosen, guru besar, panitia, serta sivitas akademika yang terlibat dalam penyelenggaraan seminar tahunan tersebut. Forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan berbagai aspek pelaksanaan SEMNASKAN XXIII dapat berjalan optimal.

SEMNASKAN sendiri telah menjadi agenda ilmiah tahunan Departemen Perikanan UGM sejak tahun 2003 dan berkembang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah, hingga praktisi perikanan dalam mendiseminasikan hasil penelitian dan memperkuat jejaring kolaborasi.

Tahun 2026, SEMNASKAN XXIII mengangkat tema besar mengenai Blue Foods: Potensi dan Pengelolaan Berkelanjutan Sistem Pangan Biru Berbasis Perairan Lokal. Tema ini menyoroti besarnya potensi pangan akuatik Indonesia sekaligus pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Sebagai negara kepulauan dengan kekayaan sumber daya laut dan perikanan yang sangat besar, Indonesia dinilai memiliki peluang strategis dalam pengembangan blue food berbasis inovasi, teknologi, dan keberlanjutan. Konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi, kesehatan, industri, hingga pengembangan masyarakat pesisir.

Menariknya, SEMNASKAN XXIII juga akan menghadirkan berbagai kelas dan bidang kajian yang mencakup akuakultur, manajemen sumber daya akuatik, penangkapan ikan, sosial ekonomi perikanan, mikrobiologi, mutu dan keamanan produk perikanan, hingga pangan fungsional berbasis sumber daya akuatik. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan mampu memperkaya diskusi dan memperluas peluang kolaborasi antarpeneliti.

Melalui rapat ini, Departemen Perikanan UGM menunjukkan bahwa seminar ilmiah bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang penting dalam membangun ekosistem riset yang hidup dan berdampak. Persiapan yang matang diharapkan dapat menghadirkan forum ilmiah yang tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga solusi nyata bagi pengembangan sektor perikanan Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Penguatan jejaring riset dan diseminasi ilmu pengetahuan menjadi langkah penting dalam membangun sektor perikanan yang inovatif dan berkelanjutan.

IMB Perikanan UGM: Tempat Mahasiswa Belajar Bisnis, Kepemimpinan, dan Industri Perikanan Secara Nyata

Berita Rabu, 13 Mei 2026

Yogyakarta — Kuliah di Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada tidak hanya tentang belajar di ruang kelas atau praktikum laboratorium. Mahasiswa juga mendapat kesempatan belajar langsung mengelola bisnis melalui Inkubator Mina Bisnis (IMB), sebuah wadah pengembangan kewirausahaan yang menjadi salah satu ciri khas Departemen Perikanan UGM.

IMB hadir sebagai sarana pembelajaran praktis yang dirancang untuk membentuk jiwa entrepreneur mahasiswa di bidang perikanan dan kelautan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, pelayanan konsumen, hingga pengembangan produk berbasis hasil perikanan.

Salah satu unit yang paling dikenal adalah Resto IMB, yang menjadi ruang belajar sekaligus praktik bisnis mahasiswa. Di tempat ini, mahasiswa belajar mengelola usaha secara nyata mulai dari produksi, pemasaran, manajemen operasional, hingga pelayanan pelanggan. Konsep pembelajaran ini membuat mahasiswa memiliki pengalaman profesional bahkan sebelum lulus kuliah.

Menariknya, IMB juga terhubung dengan pengembangan produk inovatif perikanan seperti delifiZ, produk olahan ikan yang diinisiasi Departemen Perikanan UGM. Produk-produk tersebut menjadi contoh bagaimana hasil riset dan inovasi mahasiswa maupun dosen dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Keberadaan IMB menunjukkan bahwa pendidikan perikanan modern tidak hanya fokus pada aspek produksi dan budidaya, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan bisnis dan manajemen. Mahasiswa diajak memahami rantai industri perikanan secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga pemasaran produk kepada masyarakat.

Selain meningkatkan keterampilan kewirausahaan, IMB juga menjadi ruang pengembangan soft skills mahasiswa seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja tim, dan kemampuan problem solving. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi lulusan untuk menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha mandiri di sektor perikanan.

Departemen Perikanan UGM sendiri telah berdiri sejak tahun 1963 dan terus berkembang sebagai institusi pendidikan perikanan yang unggul di Indonesia. Saat ini Departemen Perikanan memiliki berbagai program studi yang telah terakreditasi unggul dan memperoleh akreditasi internasional.

Melalui IMB, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi sarjana yang kuat secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan mampu menciptakan inovasi berbasis sumber daya perikanan.

Informasi lengkap mengenai Departemen Perikanan UGM dan IMB dapat diakses melalui:
Departemen Perikanan UGM

Program IMB ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya tujuan ke-4 (Quality Education), tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth), dan tujuan ke-9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Pengembangan kewirausahaan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi muda yang inovatif dan mampu membangun sektor perikanan berkelanjutan di masa depan.

Podcast Perikanan UGM Angkat Kisah Mahasiswa Akuakultur Peraih Medali Perunggu PIMNAS 38

Berita Selasa, 12 Mei 2026

Yogyakarta — Prestasi mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menjadi inspirasi melalui tayangan podcast terbaru Media Perikanan UGM. Episode kali ini menghadirkan Mutiara Hanum, mahasiswa Program Studi Akuakultur UGM yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025.

Podcast dipandu oleh host Aurelie Firlana Salsabilla dan membahas perjalanan Mutiara Hanum dalam mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) hingga berhasil membawa pulang prestasi nasional di ajang ilmiah paling bergengsi bagi mahasiswa Indonesia.

Dalam perbincangan tersebut, Mutiara berbagi cerita mengenai proses penyusunan ide, tantangan selama kompetisi, hingga pengalaman mengikuti PIMNAS 38. Ia juga menceritakan bagaimana kerja tim, konsistensi, dan dukungan lingkungan akademik menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya.

Prestasi yang diraih Mutiara Hanum sebelumnya juga mendapat apresiasi dari Fakultas Pertanian UGM. Dalam ajang PIMNAS 38, Mutiara berhasil memperoleh Medali Perunggu kategori Poster pada cabang Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI).

Tim yang diikuti Mutiara mengembangkan inovasi bertajuk SOLAQUA, sistem aerasi cerdas berbasis tenaga surya dan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kualitas air budidaya secara real-time. Inovasi tersebut dinilai mampu mendukung sistem akuakultur yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Melalui podcast ini, Media Perikanan UGM tidak hanya menghadirkan cerita prestasi mahasiswa, tetapi juga membuka ruang inspirasi bagi mahasiswa lain agar berani mencoba, berkarya, dan terlibat dalam berbagai kompetisi ilmiah.

Suasana podcast berlangsung santai dan interaktif, membuat pengalaman mengikuti PIMNAS terasa dekat dan relevan bagi mahasiswa. Berbagai cerita di balik proses persiapan, dinamika lomba, hingga pengalaman bertemu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia turut menjadi bagian menarik dalam episode tersebut.

Bagi mahasiswa baru maupun calon mahasiswa, podcast ini memberikan gambaran bahwa kuliah di Akuakultur UGM tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga membuka banyak peluang untuk berprestasi, berinovasi, dan mengembangkan solusi nyata bagi sektor perikanan dan lingkungan.

Video podcast dapat disaksikan melalui kanal YouTube berikut:
Podcast Mahasiswa Akuakultur UGM Tembus Perunggu PIMNAS 38

Kegiatan ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 14 (Life Below Water). Inovasi mahasiswa di bidang akuakultur berkelanjutan menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi perikanan yang ramah lingkungan dan berdampak bagi masyarakat.

Belajar Rekayasa Genetik hingga Pemuliaan Ikan Modern, Ini Serunya Mata Kuliah Genetics and Fish Breeding di Akuakultur UGM

Berita Selasa, 12 Mei 2026

Yogyakarta — Dunia akuakultur modern tidak lagi hanya berbicara tentang memberi pakan dan memelihara ikan. Di Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, mahasiswa juga diajak memahami bagaimana ilmu genetika dapat digunakan untuk menghasilkan ikan unggul melalui mata kuliah Genetics and Fish Breeding atau Pemuliaan Ikan.

Mata kuliah wajib ini menjadi salah satu pembelajaran penting bagi mahasiswa Akuakultur untuk memahami dasar-dasar genetika hingga teknologi pemuliaan ikan modern. Mata kuliah ini diampu oleh Dosen diantaranya Dr. Dini Wahyu Kartika Sari.

Melalui mata kuliah ini, mahasiswa belajar bagaimana sifat genetik ikan dapat diwariskan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas budidaya perikanan. Topik yang dipelajari pun sangat beragam, mulai dari konsep genetika ikan, seleksi induk unggul, heritabilitas, variasi genetik, hingga teknik pemuliaan berbasis bioteknologi.

Yang menarik, mahasiswa juga dikenalkan pada berbagai teknologi modern seperti ikan transgenik (GMO fish), poliploidi, ginogenesis, androgenesis, hingga teknologi sex reversal untuk menghasilkan ikan jantan atau betina sesuai kebutuhan budidaya. Materi-materi tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan ilmu genetika kini menjadi bagian penting dalam dunia akuakultur modern.

Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan blended learning dan student-centered learning (SCL). Mahasiswa tidak hanya mendengarkan kuliah di kelas, tetapi juga aktif berdiskusi, mengerjakan studi kasus, presentasi, hingga memanfaatkan platform digital seperti eLOK dan eLISA untuk pembelajaran mandiri.

Selain memahami teori, mahasiswa juga diajak berpikir kritis mengenai pemanfaatan teknologi genetika secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Hal ini penting karena pengembangan akuakultur masa depan tidak hanya menuntut produktivitas tinggi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, etika, dan keberlanjutan sumber daya hayati.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada dunia sains, bioteknologi, dan inovasi budidaya perikanan, mata kuliah ini menjadi gambaran bahwa kuliah di Akuakultur UGM menawarkan pengalaman belajar yang modern dan relevan dengan perkembangan teknologi global.

Melalui pembelajaran ini, Departemen Perikanan UGM terus berupaya mencetak lulusan yang mampu mengembangkan teknologi budidaya perikanan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi untuk mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor perikanan Indonesia.

Mata kuliah ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Pengembangan teknologi genetika dan pemuliaan ikan menjadi bagian penting dalam mendukung sistem akuakultur yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM Bahas Penguatan Tri Dharma dan Penyesuaian Kurikulum Baru

Berita Selasa, 12 Mei 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menggelar diskusi internal terkait penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus pembahasan perubahan kurikulum program studi pada pukul 13.00 WIB di Ruang 202 Departemen Perikanan.

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Departemen Perikanan, Prof. Alim Isnansetyo, yang menekankan pentingnya adaptasi pendidikan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, dan tantangan global di sektor perikanan dan kelautan.

Dalam sambutannya, Prof. Alim menyampaikan bahwa penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembaruan sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan. Perubahan kurikulum dinilai menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi dinamika dunia kerja dan perkembangan ilmu perikanan modern.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing ketua program studi terkait penyesuaian kurikulum berdasarkan Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2025. Ketua Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, Dr. Ratih Ida Adharini, memaparkan berbagai penyesuaian kurikulum yang diarahkan pada penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang pengelolaan sumber daya perairan, konservasi, dan keberlanjutan lingkungan akuatik. Kurikulum baru juga menekankan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis pemecahan masalah.

Sementara itu, Ketua Program Studi Akuakultur, Dr. Susilo Budi Priyono, menjelaskan bahwa perubahan kurikulum dilakukan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang budidaya perikanan modern, teknologi akuakultur, biosekuriti, hingga pengembangan inovasi budidaya berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Di sisi lain, Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Dr. Indun Dewi Puspita, menyoroti pentingnya integrasi teknologi pangan, keamanan pangan hasil perikanan, dan inovasi produk dalam kurikulum terbaru. Penyesuaian tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing lulusan di bidang pengolahan hasil perikanan dan industri pangan berbasis kelautan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari dosen terkait implementasi kurikulum baru, metode pembelajaran, hingga penguatan kolaborasi lintas bidang dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Departemen Perikanan UGM untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan dunia profesional.

Selain membahas aspek akademik, forum ini juga menjadi ruang koordinasi penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat agar pelaksanaan Tri Dharma di lingkungan Departemen Perikanan semakin berdampak luas bagi masyarakat dan pembangunan sektor perikanan Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Pengembangan kurikulum yang adaptif dan berbasis inovasi menjadi langkah penting dalam menciptakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan tantangan masa depan.

Belajar Menjadi Nelayan Modern: Mata Kuliah Praktik Teknik Penangkapan Ikan UGM Hadirkan Pengalaman Lapangan bagi Mahasiswa

Berita Rabu, 6 Mei 2026

Yogyakarta — Dunia perikanan tangkap tidak hanya dipelajari melalui teori di ruang kelas. Melalui mata kuliah Praktik Teknik Penangkapan Ikan, mahasiswa Program Studi Sumberdaya Akuatik, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada diajak memahami langsung keterampilan dasar dalam teknik penangkapan ikan yang berkelanjutan.

Mata kuliah praktik berbobot 1 SKS ini menjadi salah satu pembelajaran penting bagi mahasiswa semester empat. Tidak hanya mengenalkan berbagai jenis alat tangkap, mahasiswa juga dibekali kemampuan teknis mulai dari merancang, merakit, hingga memperbaiki alat tangkap ikan secara langsung.

Berbeda dengan pembelajaran konvensional, mata kuliah ini menekankan pengalaman praktik sebagai inti pembelajaran. Mahasiswa diajak mengenal bahan dan alat penangkapan ikan, membuat webbing net, memperbaiki jaring rusak, menyambung jaring, hingga melakukan praktik penangkapan ikan secara langsung di lapangan.

Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep perikanan berkelanjutan. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa memahami bagaimana alat tangkap dapat dirancang agar lebih ramah lingkungan serta memperhatikan kondisi habitat ikan dan ekosistem perairan.

Menurut deskripsi mata kuliah, mahasiswa juga mempelajari hubungan antara habitat, biologi ikan target, dan teknik pengoperasian alat tangkap. Pendekatan ini penting agar kegiatan penangkapan ikan tidak hanya efektif, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan sumber daya perikanan.

Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan student-centered learning dengan kombinasi diskusi, proyek, presentasi, serta tugas praktik. Penilaian lebih banyak menitikberatkan pada tugas dan kuis praktik, yang mencapai 70 persen dari total penilaian mata kuliah.

Tidak hanya melatih keterampilan mahasiswa, mata kuliah ini juga menjadi ruang untuk memahami tantangan dunia perikanan tangkap modern. Mahasiswa didorong untuk berpikir kritis mengenai efisiensi alat tangkap, keberlanjutan sumber daya ikan, hingga pentingnya inovasi teknologi penangkapan ikan.

Melalui pembelajaran berbasis praktik ini, Departemen Perikanan UGM berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan lapangan dan kesadaran ekologis dalam pengelolaan perikanan.

Mata kuliah ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, dan SDG 14 (Life Below Water). Pendidikan perikanan berbasis praktik dan keberlanjutan menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjaga masa depan ekosistem perairan Indonesia.

1234…8
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY