Kabar membanggakan datang dari Universitas Gadjah Mada. Dosen Departemen Perikanan, Prof. Dr. Amir Husni, S.Pi., M.P., berhasil meraih pendanaan Hibah BIMA skema Penelitian Terapan (PTM) dan Program Hilirisasi Riset Prioritas – Sinergi. Penelitian yang diusung mengangkat inovasi minuman fungsional berbasis rumput laut dengan judul “Aktivitas Antioksidan, Antidiabetes dan Tingkat Penerimaan Konsumen Teh Rumput Laut Sargassum sp. yang Ditambah Jahe.”
Penelitian ini berangkat dari meningkatnya kasus diabetes melitus serta kebutuhan akan alternatif terapi berbasis bahan alami. Rumput laut cokelat Sargassum sp. yang dikombinasikan dengan jahe (Zingiber officinale) dinilai memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antidiabetes yang belum banyak dieksplorasi dalam bentuk produk minuman.
Dalam penelitiannya, Prof. Amir dan tim akan mengembangkan formulasi teh herbal dengan berbagai komposisi, kemudian menguji aktivitas biologisnya melalui metode spektrofotometri. Pengujian meliputi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP, serta aktivitas anti diabetes melalui inhibisi enzim α-amilase dan α-glukosidase. Selain itu, tingkat penerimaan konsumen juga akan diuji melalui uji hedonik terhadap 80 panelis.
Luaran penelitian ini ditargetkan berupa publikasi pada jurnal bereputasi serta peningkatan Tingkat Kesiap-terapan Teknologi (TKT) dari level 2 ke level 3. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi riset untuk menghasilkan produk minuman fungsional berbasis sumber daya laut Indonesia.
Tak hanya berbagi capaian, Prof. Amir juga membagikan tips bagi peneliti yang ingin lolos pendanaan hibah. Ia menekankan pentingnya memahami panduan secara detail, melakukan evaluasi mandiri terhadap proposal sesuai kriteria penilaian, serta tidak melupakan ikhtiar spiritual melalui doa dan tawakal.
Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi berbasis kelautan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi kesehatan masyarakat. Keberhasilan penelitian ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan produk kesehatan berbasis pangan alami, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi produk berbasis riset, SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa riset perikanan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.