• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • hal. 3
Arsip:

SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure

Mahasiswa dan Dosen Perikanan UGM Ungkap Potensi Antioksidan Rumput Laut dalam Publikasi Internasional

Berita Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta — Inovasi di bidang bioteknologi kelautan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa dan dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melalui publikasi ilmiah terbaru di Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Penelitian berjudul “Extraction, Purification, and Bioactivity of Fucoxanthin from Brown Seaweed Sargassum hystrix” ini ditulis oleh Nungky Mufarocha bersama Prof. Amir Husni dan Dr. Mgs Muhammad Prima Putra.

Fokus utama penelitian ini adalah fucoxanthin, pigmen karotenoid utama pada rumput laut cokelat seperti Sargassum hystrix. Senyawa ini dikenal memiliki aktivitas biologis tinggi, khususnya dalam menangkal radikal bebas dan memperlambat proses penuaan. Namun, metode ekstraksi dan pemurnian yang efisien untuk mendapatkan fucoxanthin berkualitas tinggi masih menjadi tantangan.

Melalui pendekatan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE), tim peneliti berhasil mengoptimalkan proses ekstraksi menggunakan etanol 96% pada suhu 40–45°C selama 25–30 menit. Metode ini menghasilkan ekstrak kasar hingga 19,9 persen—menunjukkan efisiensi yang cukup tinggi dibandingkan metode konvensional.

Proses pemurnian kemudian dilakukan menggunakan teknik kromatografi kolom dengan berbagai sistem pelarut. Hasil terbaik diperoleh dari kombinasi etil asetat dan n-butanol (8:2), yang mampu menghasilkan fraksi fucoxanthin hingga 9,54 persen. Salah satu fraksi terbaik bahkan mencatat kandungan fucoxanthin sebesar 1,31 mg per gram.

Tidak hanya berhenti pada proses ekstraksi, penelitian ini juga menguji aktivitas biologis senyawa yang dihasilkan. Hasilnya menunjukkan bahwa fucoxanthin hasil pemurnian memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, dengan nilai IC₅₀ sebesar 86,18 μg/mL—meningkat signifikan hingga 83,8 persen dibandingkan ekstrak awal.

Selain itu, senyawa ini juga menunjukkan potensi sebagai agen anti-aging melalui penghambatan enzim tirosinase, dengan nilai IC₅₀ sebesar 76,04 μg/mL. Temuan ini membuka peluang pemanfaatan fucoxanthin sebagai bahan aktif dalam industri nutraseutikal dan kosmetik berbasis bahan alami.

Penelitian ini tidak hanya memperkuat posisi UGM dalam riset kelautan, tetapi juga menunjukkan bahwa sumber daya hayati laut Indonesia memiliki nilai tambah yang tinggi jika diolah dengan pendekatan ilmiah yang tepat. Ke depan, penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan skala produksi serta mengkaji stabilitas dan mekanisme kerja senyawa dalam produk akhir.

Sejalan dengan itu, temuan ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water), SDG 4 Pendidikan Berkualitas,  dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Pemanfaatan rumput laut secara berkelanjutan sebagai sumber bahan aktif bernilai tinggi mencerminkan upaya optimalisasi sumber daya laut tanpa merusak ekosistem, sekaligus mendorong inovasi industri berbasis bioekonomi yang ramah lingkungan.

 

Sumber Gambar: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 2026: JIPK VOLUME 18 ISSUE 2 YEAR 2026

Publikasi Internasional Perikanan UGM: Limbah Spirulina Disulap Jadi Bahan Pakan Bernilai Tinggi

Berita Senin, 27 April 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan kontribusi ilmiah di tingkat global melalui publikasi terbaru di jurnal internasional Discover Food.

Penelitian berjudul “Nutritional improvement of Spirulina (Arthrospira platensis) by-product through simultaneous fermentation with Bacillus subtilis (T2A) & (T3P1), and Lactococcus formosensis (JAL 11)” ini ditulis oleh Dr. Rani Yuwanita, Prof. Alim Isnansetyo, Dr. Siti Ari Budhiyanti, serta Dr. Indah Istiqomah. Dr Rani sendiri merupakan dosen Universitas Brawijaya yang baru saja menyelesaikan pendidikan Doktor di Departemen Perikanan UGM.

Riset ini mengangkat potensi besar limbah mikroalga Spirulina (Arthrospira platensis), khususnya hasil samping ekstraksi fikosianin, sebagai bahan baku pakan berkelanjutan. Selama ini, limbah Spirulina diketahui kaya akan protein, asam amino, asam lemak, mineral, dan senyawa fenolik, namun masih memiliki kendala pada aspek aroma, tekstur, dan kualitas nutrisi yang belum optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti mengembangkan pendekatan fermentasi simultan menggunakan bakteri Bacillus subtilis (T2A dan T3P1) serta Lactococcus formosensis (JAL 11). Ketiga mikroorganisme ini merupakan koleksi dari Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Departemen Perikanan UGM, yang dikenal mampu menghasilkan enzim ekstraseluler seperti protease untuk meningkatkan kualitas bahan pangan dan pakan.

Dalam eksperimennya, limbah Spirulina difermentasi pada suhu 30°C selama 2, 4, dan 6 hari dalam kondisi mikroanaerob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi memberikan dampak signifikan terhadap kualitas produk, baik dari sisi nutrisi maupun karakteristik sensorik.

Pertumbuhan bakteri mencapai titik optimal pada hari keempat dengan jumlah lebih dari 2,9 × 10⁹ CFU per gram. Pada fase ini, terjadi peningkatan nyata pada aroma, warna, dan tekstur limbah Spirulina, yang sebelumnya dikenal memiliki bau khas yang kurang disukai.

Dari sisi nutrisi, fermentasi selama empat hari terbukti paling efektif. Kandungan protein meningkat hingga 67,61 persen bobot kering, atau naik sekitar 5,42 persen dibandingkan sebelum fermentasi. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada berbagai asam amino penting seperti arginin, glisin, isoleusin, metionin, valin, fenilalanin, prolin, dan serin.

Tak hanya itu, profil asam lemak esensial juga mengalami perbaikan, termasuk peningkatan senyawa seperti linoleat, palmitoleat, hingga docosahexaenoate (DHA) yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan organisme akuatik.

Menariknya, proses fermentasi ini tidak memberikan perubahan signifikan terhadap kadar lemak dan kadar air, sehingga kualitas dasar bahan tetap terjaga. Di saat yang sama, fermentasi berhasil mengurangi aroma tidak sedap (off-flavour) yang selama ini menjadi kendala utama pemanfaatan limbah Spirulina.

Sejalan dengan itu, penelitian ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 14 (Life Below Water). Pemanfaatan limbah Spirulina menjadi produk bernilai tambah mencerminkan prinsip efisiensi sumber daya dan ekonomi sirkular, sekaligus mendukung pengembangan sistem perikanan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa fermentasi simultan mampu meningkatkan nilai gizi, memperbaiki profil asam amino dan asam lemak, serta menghasilkan tekstur dan aroma yang lebih baik.

Temuan ini membuka peluang besar bagi pemanfaatan limbah industri mikroalga sebagai bahan baku pakan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain mendukung prinsip ekonomi sirkular, inovasi ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan pakan konvensional.

Publikasi ini sekaligus menegaskan peran aktif akademisi UGM dalam mengembangkan solusi berbasis bioteknologi untuk menjawab tantangan keberlanjutan di sektor perikanan dan pangan global.

 

Perikanan UGM Jajaki Kolaborasi Strategis dengan PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) untuk Penguatan Sektor Perikanan dan Kelautan

Berita Jumat, 24 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia industri melalui penjajakan kerja sama bersama PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Pertemuan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026 sebagai langkah awal dalam membangun sinergi antara akademisi dan pelaku industri perikanan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Alim Isnansetyo, serta diikuti oleh jajaran pengurus Departemen Perikanan dan para ketua program studi di lingkungan departemen. Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan institusi dalam mendorong kerja sama strategis yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.

Dalam diskusi, kedua pihak membahas berbagai potensi kolaborasi, mulai dari penguatan riset terapan, pengembangan inovasi produk perikanan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan sektor perikanan yang semakin kompleks di era modern.

Perwakilan dari PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) menyampaikan komitmennya untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi dan inovasi. Dukungan akademik dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

Pertemuan ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan industri melalui program magang, penelitian kolaboratif, serta pengembangan kewirausahaan berbasis perikanan. Hal ini menjadi nilai tambah dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Departemen Perikanan UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang adaptif dan kolaboratif, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Pelabuhan Perikanan Indonesia Siap, tapi Belum Optimal? Studi UGM Ungkap Tantangan Implementasi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur

Berita Kamis, 23 April 2026

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Maritime Technology and Research mengungkap fakta menarik tentang kesiapan pelabuhan perikanan Indonesia dalam mendukung implementasi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur. Penelitian ini dilakukan oleh Basoeki, Seruni Salsabila Putri, (alumni Departemen Perikanan UGM) serta dua akademisi dari Universitas Gadjah Mada, yaitu Prof. Suadi dan Prof. Djumanto.

Penelitian ini berfokus pada dua pelabuhan perikanan utama di Indonesia, yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Kedua pelabuhan ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sistem pengelolaan perikanan dari berbasis input menjadi berbasis kuota (output control).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi infrastruktur fisik, kedua pelabuhan sebenarnya sudah sangat memadai. Tingkat ketersediaan fasilitas mencapai 93% di Nizam Zachman dan 86% di Cilacap, yang masuk kategori “sangat memadai”. Namun, temuan menarik muncul ketika aspek kualitas layanan dianalisis.

Melalui pendekatan Customer Satisfaction Index (CSI), tingkat kepuasan pengguna hanya berada pada kisaran 69,8% hingga 70,4%, yang berarti masih dalam kategori “cukup puas”. Artinya, terdapat kesenjangan antara kesiapan fasilitas fisik dan efektivitas layanan yang dirasakan oleh para pelaku perikanan.

Lebih lanjut, analisis Importance-Performance Analysis (IPA) mengidentifikasi sejumlah titik krusial yang perlu segera diperbaiki, seperti kecepatan pengurusan dokumen, kapasitas pelabuhan, serta fasilitas tambat kapal (mooring infrastructure). Faktor-faktor ini dinilai menjadi hambatan utama dalam implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada efisiensi operasional dan kualitas layanan di lapangan. Tanpa perbaikan pada aspek tersebut, implementasi kebijakan berpotensi tidak berjalan optimal.

Temuan ini menjadi penting dalam mendorong reformasi tata kelola pelabuhan perikanan di Indonesia. Selain itu, studi ini juga berkontribusi pada SDG 4 Pendidikan berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengelolaan perikanan berkelanjutan serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan sektor perikanan nasional.

 

Puluhan Dosen Perikanan UGM Raih Hibah Penelitian dan PKM Fakultas Pertanian 2026

Berita Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta – Prestasi membanggakan diraih sivitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Sebanyak 32 dosen berhasil memperoleh pendanaan Hibah Kolaborasi Dosen–Mahasiswa, sementara 4 dosen lainnya menerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam skema Hibah Penelitian dan PKM Fakultas Pertanian Tahun 2026.

Pendanaan ini menjadi bukti komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendorong riset kolaboratif berbasis mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. Skema hibah kolaborasi dosen-mahasiswa dirancang untuk memperkuat budaya riset sejak dini melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam penelitian yang aplikatif dan inovatif.

Salah satu judul penelitian yang berhasil memperoleh pendanaan adalah riset yang dipimpin oleh Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc., berjudul “Evaluasi Nilai Nutrien Kulit Buah Naga Merah sebagai Imbuhan Pakan Ikan Molly Balloon Sunkist (Poecilia latipinna)”. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif yang bernilai tambah, sekaligus mendukung pengembangan budidaya ikan hias yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sementara itu, pada skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat, salah satu program yang memperoleh pendanaan adalah kegiatan yang dipimpin oleh Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. dengan judul “Strategi Akselerasi Ketahanan Pangan melalui Training of Trainer (TOT) Fasilitator Pertanian Milenial Berbasis Smart Ecobioproduction di P4S Aradana Garden Kabupaten Sleman.” Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam sektor pertanian dan perikanan melalui pendekatan teknologi dan ekologi yang berkelanjutan.

Keberhasilan perolehan hibah ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan riset inovatif, sekaligus memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat. Selain mendorong publikasi ilmiah dan inovasi teknologi, program ini juga berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan serta pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Capaian ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya  SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui riset dan pengabdian, Departemen Perikanan UGM terus berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan perikanan dan pertanian berkelanjutan.

Mahasiswa Perikanan UGM Pelajari Statistika sebagai Fondasi Riset dan Permodelan Perikanan

Berita Rabu, 22 April 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada tidak hanya mempelajari ilmu perikanan secara biologis dan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan analisis data melalui mata kuliah statistika. Pembelajaran ini menjadi fondasi penting dalam memahami metodologi penelitian serta pengembangan permodelan di bidang perikanan dan kelautan.

Mata kuliah statistika diberikan sebagai dasar pemahaman metode ilmiah dan penelitian kuantitatif yang relevan dengan bidang  perikanan. Mahasiswa mempelajari statistika deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data, serta statistika inferensial yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengujian hipotesis secara kuantitatif.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa juga dikenalkan pada konsep probabilitas, teori pencuplikan (sampling), distribusi peluang, hingga analisis hubungan antarvariabel seperti regresi dan korelasi. Kemampuan ini sangat penting dalam menganalisis data hasil penelitian, merancang percobaan, serta menyusun laporan ilmiah yang objektif dan berbasis bukti.

Pendekatan pembelajaran dilakukan secara partisipatif dan berbasis kasus, di mana mahasiswa mengerjakan tugas individu maupun kelompok yang berkaitan dengan permasalahan nyata di sektor  perikanan. Penggunaan perangkat lunak statistik juga diperkenalkan untuk mendukung kemampuan analisis data secara modern dan aplikatif.

Melalui pembelajaran statistika, mahasiswa diharapkan mampu berpikir logis, kritis, dan sistematis dalam memecahkan masalah perikanan, mulai dari analisis produksi, pengelolaan sumber daya, hingga permodelan sistem perikanan berkelanjutan. Bekal ini menjadi kunci penting dalam menghasilkan lulusan yang siap melakukan riset, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis data di masa depan. Pembelajaran statistika ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta tujuan SDG 14 (Ekosistem Laut). Kemampuan analisis data dan permodelan yang dimiliki mahasiswa diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis sains dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan serta mendorong inovasi di sektor kelautan dan perikanan.

Departemen Perikanan UGM Ucapkan Selamat: Pengukuhan Prof. Jaka Widada Tandai Lompatan Baru Mikrobiologi Terapan

Berita Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta – Civitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pengukuhan Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D sebagai Guru Besar dalam Bidang Mikrobiologi Terapan. Pengukuhan ini menjadi momen penting yang menegaskan kontribusi keilmuan beliau dalam pengembangan mikrobiologi untuk ketahanan pangan dan kesehatan global.

Dalam pidato pengukuhan berjudul “Holobiont sebagai Driver Revolusi Mikrobiologi Terapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Global,” Prof. Jaka Widada menyoroti bahwa revolusi mikrobiologi terapan kini memasuki era baru. Konsep holobiont—yakni kesatuan antara organisme dengan mikroorganisme yang hidup bersamanya—kini bersinggungan erat dengan kemajuan rekayasa genetik tingkat lanjut seperti biologi sintetik (synthetic biology) dan biomanufaktur. Perkembangan ini membuka peluang besar dalam menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Prof. Jaka juga menekankan potensi “raksasa mikroskopis” seperti bakteri dari kelompok Streptomyces dan Bacillus yang memiliki peran strategis dalam produksi senyawa bioaktif, peningkatan produktivitas pangan, hingga pengembangan teknologi kesehatan. Beliau dikenal aktif meneliti berbagai galur Streptomyces indigenos dari beragam habitat, termasuk isolat dari lingkungan laut Nusantara seperti Streptomyces sp. GMY01, yang menjadi salah satu sumber potensial pengembangan inovasi berbasis mikroba.

Civitas akademika Departemen Perikanan menyambut pencapaian ini sebagai inspirasi bagi penguatan kolaborasi lintas disiplin, khususnya dalam pemanfaatan mikrobiologi untuk mendukung sektor perikanan, kelautan, dan ketahanan pangan nasional. Pengukuhan ini diharapkan semakin mendorong lahirnya riset unggulan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Pencapaian ini juga selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-2 (Tanpa Kelaparan), tujuan ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), tujuan ke-4 Pendidikan  Berkualitas, tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), tujuan ke-15 Life on Land, serta tujuan ke-14 (Ekosistem Laut). Inovasi mikrobiologi terapan diharapkan dapat berkontribusi pada sistem pangan berkelanjutan, kesehatan global, serta pemanfaatan sumber daya hayati secara bertanggung jawab.

Sekali lagi, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar Prof. Jaka Widada. Semoga capaian ini terus menginspirasi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi bagi Indonesia dan dunia.

 

 

sumber foto: Prof. Nuryani dan Prof. Suadi

Belajar ‘Aturan Main’ Laut: Mata Kuliah Kelembagaan Perikanan UGM Siapkan Mahasiswa Jadi Pengambil Kebijakan Masa Depan

Berita Senin, 20 April 2026

Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan dunia perikanan, memahami laut tidak cukup hanya dari sisi biologi atau teknologi. Di Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, mahasiswa juga diajak memahami “aturan main” di balik pengelolaan sumber daya laut melalui mata kuliah Kelembagaan Perikanan.

Mata kuliah ini menjadi salah satu fondasi penting dalam Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik. Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak menganalisis bagaimana kebijakan, institusi, dan masyarakat berinteraksi dalam mengelola perikanan secara berkelanjutan.

Materi yang dipelajari sangat beragam dan kontekstual. Mahasiswa akan mengenal konsep dasar kelembagaan, perubahan institusi, hingga penerapannya dalam pengelolaan perikanan di berbagai skala—lokal, nasional, hingga internasional. Contohnya, mahasiswa mempelajari praktik lokal seperti sasi di Maluku dan awig-awig di Bali, yang terbukti efektif dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan berbasis kearifan lokal.

Tidak berhenti di situ, pembelajaran juga mengangkat isu-isu aktual seperti kebijakan penangkapan ikan terukur, pembangunan kawasan minapolitan, hingga rantai pasok hasil perikanan modern. Pendekatan yang digunakan berbasis case-based learning (CBL) dan project-based learning (PBL), sehingga mahasiswa aktif berdiskusi, menganalisis kasus nyata, hingga mempresentasikan solusi.

Menariknya, mahasiswa juga diajak melihat bagaimana kelembagaan berperan dalam pembangunan sektor perikanan, baik di bidang budidaya, penangkapan, maupun pengolahan hasil. Hal ini membuat lulusan tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kebijakan.

Dengan sistem pembelajaran yang interaktif dan berbasis analisis kasus, mata kuliah ini melatih kemampuan berpikir kritis (high order thinking skills) yang sangat dibutuhkan di era kompleks saat ini.

Melalui mata kuliah Kelembagaan Perikanan, UGM membekali mahasiswa untuk menjadi pengelola sumber daya laut, analis kebijakan, hingga pemimpin masa depan di sektor perikanan. Cocok bagi kamu yang ingin berkontribusi nyata dalam menjaga laut sekaligus membangun kesejahteraan masyarakat pesisir. Pembelajaran ini sejalan dengan SDG 17  Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 14 (Ekosistem Laut), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), menjadikan mahasiswa siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia maupun global.

FGD Hibah Equity UGM 2026: Perkuat Riset Adaptif Perikanan di Tengah Perubahan Iklim

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menggelar Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 2.02, Gedung A4 ini menjadi forum strategis dalam memperkuat arah riset kolaboratif dan inovatif di bidang perikanan dan kelautan.

FGD ini menghadirkan peneliti post-doctoral, Dr. Ulung Jantama Wisha, yang memaparkan hasil kajian bertajuk “Variabilitas Oseanografi dan Zona Tangkapan Ikan di WPPNRI 573.” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perubahan iklim global (seperti peningkatan suhu permukaan laut, serta fenomena ENSO dan IOD) berdampak langsung terhadap dinamika oseanografi dan distribusi ikan.

Wilayah WPPNRI 573 yang mencakup Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara dikenal sebagai kawasan produktif, namun sangat dinamis. Variabilitas parameter lingkungan seperti suhu permukaan laut, klorofil-a, dan arus laut terbukti memengaruhi terbentuknya potential fishing zone (PFZ) yang menjadi acuan utama dalam operasi penangkapan ikan.

Dalam diskusi, diungkap bahwa musim timur dengan fenomena upwelling menghasilkan kondisi optimal bagi produktivitas perairan, ditandai dengan suhu lebih rendah dan peningkatan klorofil-a. Kondisi ini berbanding lurus dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan (CPUE). Sebaliknya, musim barat cenderung menunjukkan produktivitas yang lebih rendah akibat stratifikasi perairan.

FGD ini juga membahas pentingnya integrasi data jangka panjang, pemodelan statistik, serta pengembangan pendekatan berbasis machine learning untuk memprediksi zona penangkapan ikan secara lebih akurat. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penangkapan sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan.

Melalui forum ini, Departemen Perikanan UGM mempertegas perannya dalam mendorong riset yang responsif terhadap tantangan global, khususnya perubahan iklim. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4  Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 14 (Ekosistem Laut), serta memperkuat sinergi antara akademisi dan peneliti dalam menghasilkan solusi berbasis sains untuk masa depan perikanan Indonesia.

Perkuat Jejaring Internasional, Departemen Perikanan UGM Sambut Kunjungan Pakar Akuakultur dari Malaysia

Berita Rabu, 15 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan akademik dari dua institusi terkemuka Malaysia dalam upaya memperkuat kolaborasi internasional di bidang perikanan dan kelautan. Kunjungan ini menghadirkan Prof. Dr. Murni Marlina Abd Karim dari Institut Antarabangsa Akuakultur dan Sains Akuatik, Universiti Putra Malaysia, serta Assoc. Prof. Dr. Ching Fui Fui, Dekan Institut Marin Borneo dari Universiti Malaysia Sabah.

Dalam kegiatan tersebut, kedua narasumber memaparkan profil institusi masing-masing, termasuk fokus riset, fasilitas laboratorium, serta peluang pengembangan akademik dan penelitian lintas negara. Institut Antarabangsa Akuakultur dan Sains Akuatik sendiri dikenal sebagai pusat unggulan dalam bidang akuakultur dan sains akuatik, dengan fokus pada kesehatan ikan, bioteknologi, dan pengelolaan akuakultur berkelanjutan .

Sebagai Deputy Director di institusi tersebut, Prof. Murni Marlina memiliki keahlian di bidang kesehatan hewan akuatik, bioteknologi mikroba, serta pengembangan vaksin dan probiotik untuk akuakultur. Ia juga aktif dalam berbagai publikasi ilmiah internasional yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan produktivitas organisme perairan. Sementara itu, Institut Marin Borneo yang dipresentasikan oleh Assoc. Prof. Dr. Ching Fui Fui menekankan penguatan riset kelautan tropis dan pengelolaan sumber daya pesisir di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, hingga pengembangan program bersama di bidang akuakultur dan ilmu kelautan. Melalui pertemuan ini, Departemen Perikanan UGM menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring global dan meningkatkan kualitas pendidikan serta riset berbasis kolaborasi internasional. Inisiatif ini juga sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Ekosistem Lautan, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menghadapi tantangan global di sektor kelautan dan perikanan.

12345…8
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY