• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • hal. 3
Arsip:

SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure

Fakultas Pertanian UGM dan FisTx Indonesia Tandatangani MoU Penguatan Inovasi Akuakultur Berkelanjutan

Berita Selasa, 5 Mei 2026

Yogyakarta — Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada resmi menjalin kerja sama strategis dengan FisTx Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam upaya memperkuat inovasi dan pengembangan akuakultur berkelanjutan di Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mempertemukan dunia akademik dengan industri berbasis teknologi perikanan. Kerja sama diarahkan pada pengembangan riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, implementasi teknologi budidaya modern, hingga penguatan ekosistem akuakultur yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Sebagai perusahaan rintisan berbasis teknologi akuakultur, FisTx Indonesia dikenal aktif mengembangkan berbagai inovasi untuk mendukung produktivitas budidaya, khususnya sektor tambak udang dan perikanan modern. Perusahaan ini mengembangkan solusi seperti teknologi UV tambak, sistem budidaya terukur, pendampingan petambak, hingga pengelolaan kualitas air berbasis teknologi.

Dalam beberapa tahun terakhir, FisTx juga aktif memperkenalkan inovasi teknologi budidaya berkelanjutan, termasuk teknologi elektrolisis untuk meningkatkan kualitas air tambak dan mengurangi penggunaan bahan kimia dalam budidaya udang.

Melalui kerja sama ini, Fakultas Pertanian UGM berharap mahasiswa dan dosen dapat memperoleh ruang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia industri, baik dalam bentuk penelitian terapan, program magang, pengembangan inovasi, maupun hilirisasi teknologi perikanan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dinilai semakin penting di tengah tantangan sektor akuakultur modern yang membutuhkan pendekatan multidisiplin dan berbasis teknologi. Integrasi ilmu pengetahuan dengan kebutuhan industri diharapkan mampu melahirkan solusi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat pembudidaya.

Selain mendukung pengembangan teknologi, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi sektor perikanan menuju sistem budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Sejalan dengan itu, penandatanganan MoU ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomidan SDG 14 (Life Below Water). Sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah strategis dalam memperkuat inovasi akuakultur sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perairan di masa depan.

Dua Dosen Perikanan UGM Raih Hibah Academic Excellence 2026, Masuk 35 Terbaik dari Ratusan Pengusul

Berita Kamis, 30 April 2026

Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Dua dosen, yakni Dr. Ratih Ida Adharini dan Dr. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, berhasil meraih Hibah Program Peningkatan Academic Excellence Tahun 2026.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi proposal yang dilaksanakan pada 14–23 April 2026, dengan mempertimbangkan penilaian ketat dari para reviewer. Dari ribuan dosen yang mengajukan proposal, hanya 35 orang yang berhasil lolos sebagai penerima hibah, menjadikan capaian ini sebagai prestasi yang sangat kompetitif dan bergengsi.

Dalam program ini, Dr. Ratih Ida Adharini mengusung penelitian yang berfokus pada penguatan sistem perikanan berkelanjutan berbasis pendekatan ekologi dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah mengembangkan riset di bidang kesehatan ikan dan lingkungan perairan, yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perikanan.

Program Hibah Academic Excellence sendiri dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas riset dosen di berbagai bidang strategis. Beberapa tujuan utama program ini meliputi pengembangan penelitian unggulan yang memiliki relevansi dan manfaat nyata bagi masyarakat, peningkatan publikasi ilmiah berbasis kolaborasi nasional dan internasional, serta penguatan jejaring kerja sama riset dengan institusi dalam dan luar negeri.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global, termasuk dalam pemeringkatan seperti QS dan Times Higher Education (THE). Tidak kalah penting, hibah ini menjadi instrumen dalam memperkuat kompetensi dan kepakaran dosen guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal.

Keberhasilan dua dosen Perikanan UGM ini menjadi bukti komitmen institusi dalam mendorong budaya riset yang unggul dan berdampak. Capaian ini diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika lainnya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi tantangan sektor perikanan di masa depan.

Sejalan dengan itu, program ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, dan SDG 14 (Life Below Water). Penguatan riset unggulan di bidang perikanan tidak hanya mendorong inovasi dan daya saing akademik, tetapi juga berperan dalam memastikan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional

Berita Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta — Kabar membanggakan kembali datang dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Tim mahasiswa dan dosen berhasil mempublikasikan riset terbaru tentang pengembangan pangan fungsional berbasis rumput laut dalam jurnal internasional AIMS Agriculture and Food.

Penelitian berjudul “In vitro antidiabetic activity and consumer acceptance level of fermented brown seaweed Sargassum hystrix tea using Lactobacillus plantarum” ini ditulis oleh Khalishah Jasmine Putri Abdillah bersama Prof. Amir Husni, Dr. Mgs Muhammad Prima Putra, dan Dr. Siti Ari Budhiyanti.

Riset ini mengangkat potensi rumput laut cokelat Sargassum hystrix sebagai bahan baku teh fungsional dengan aktivitas antidiabetes. Kandungan senyawa bioaktif seperti fenol dan florotanin diketahui memiliki kemampuan menghambat enzim yang berperan dalam peningkatan kadar gula darah. Namun, pemanfaatannya selama ini terkendala oleh stabilitas senyawa aktif serta aroma amis yang menurunkan tingkat penerimaan konsumen.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti menerapkan metode fermentasi menggunakan bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum. Proses fermentasi dilakukan selama 0 hingga 4 hari pada kondisi mikroaerofilik dengan suhu 37°C, guna mengkaji pengaruh lama fermentasi terhadap kualitas fungsional dan sensorik produk.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi selama tiga hari menjadi kondisi optimal. Pada tahap ini, kandungan fenol mencapai 12,94 mg GAE/g dan florotanin sebesar 14,60 mg PGE/g. Aktivitas antidiabetes juga meningkat signifikan, ditunjukkan dengan kemampuan penghambatan enzim α-amilase sebesar 82,80 persen dan α-glukosidase hingga 91,26 persen.

Selain peningkatan aktivitas biologis, fermentasi juga memberikan dampak positif terhadap karakteristik sensorik. Aroma amis khas rumput laut berkurang secara signifikan, sementara rasa menjadi lebih dapat diterima. Uji konsumen menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi tiga hari memperoleh tingkat penerimaan tertinggi, baik dari segi aroma, rasa, maupun penilaian keseluruhan produk.

Temuan ini menunjukkan bahwa fermentasi tidak hanya berfungsi sebagai metode pengolahan, tetapi juga sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk berbasis sumber daya laut. Teh rumput laut fermentasi berpotensi dikembangkan sebagai alternatif minuman kesehatan yang inovatif dan berbasis bahan alami.

Lebih jauh, penelitian ini mempertegas potensi besar sumber daya laut Indonesia dalam mendukung pengembangan pangan fungsional yang berdaya saing tinggi di pasar global. Dengan pendekatan ilmiah yang tepat, bahan sederhana seperti rumput laut dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi dengan manfaat kesehatan yang signifikan.

Sejalan dengan itu, inovasi ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being),  SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, dan SDG 14 (Life Below Water). Pengembangan pangan fungsional berbasis rumput laut tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

sumber foto: AIMS Agriculture and Food 2026, Volume 11, Issue 1: 274-289. doi: 10.3934/agrfood.2026014

 

Mahasiswa dan Dosen Perikanan UGM Ungkap Potensi Antioksidan Rumput Laut dalam Publikasi Internasional

Berita Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta — Inovasi di bidang bioteknologi kelautan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa dan dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melalui publikasi ilmiah terbaru di Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Penelitian berjudul “Extraction, Purification, and Bioactivity of Fucoxanthin from Brown Seaweed Sargassum hystrix” ini ditulis oleh Nungky Mufarocha bersama Prof. Amir Husni dan Dr. Mgs Muhammad Prima Putra.

Fokus utama penelitian ini adalah fucoxanthin, pigmen karotenoid utama pada rumput laut cokelat seperti Sargassum hystrix. Senyawa ini dikenal memiliki aktivitas biologis tinggi, khususnya dalam menangkal radikal bebas dan memperlambat proses penuaan. Namun, metode ekstraksi dan pemurnian yang efisien untuk mendapatkan fucoxanthin berkualitas tinggi masih menjadi tantangan.

Melalui pendekatan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE), tim peneliti berhasil mengoptimalkan proses ekstraksi menggunakan etanol 96% pada suhu 40–45°C selama 25–30 menit. Metode ini menghasilkan ekstrak kasar hingga 19,9 persen—menunjukkan efisiensi yang cukup tinggi dibandingkan metode konvensional.

Proses pemurnian kemudian dilakukan menggunakan teknik kromatografi kolom dengan berbagai sistem pelarut. Hasil terbaik diperoleh dari kombinasi etil asetat dan n-butanol (8:2), yang mampu menghasilkan fraksi fucoxanthin hingga 9,54 persen. Salah satu fraksi terbaik bahkan mencatat kandungan fucoxanthin sebesar 1,31 mg per gram.

Tidak hanya berhenti pada proses ekstraksi, penelitian ini juga menguji aktivitas biologis senyawa yang dihasilkan. Hasilnya menunjukkan bahwa fucoxanthin hasil pemurnian memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, dengan nilai IC₅₀ sebesar 86,18 μg/mL—meningkat signifikan hingga 83,8 persen dibandingkan ekstrak awal.

Selain itu, senyawa ini juga menunjukkan potensi sebagai agen anti-aging melalui penghambatan enzim tirosinase, dengan nilai IC₅₀ sebesar 76,04 μg/mL. Temuan ini membuka peluang pemanfaatan fucoxanthin sebagai bahan aktif dalam industri nutraseutikal dan kosmetik berbasis bahan alami.

Penelitian ini tidak hanya memperkuat posisi UGM dalam riset kelautan, tetapi juga menunjukkan bahwa sumber daya hayati laut Indonesia memiliki nilai tambah yang tinggi jika diolah dengan pendekatan ilmiah yang tepat. Ke depan, penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan skala produksi serta mengkaji stabilitas dan mekanisme kerja senyawa dalam produk akhir.

Sejalan dengan itu, temuan ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water), SDG 4 Pendidikan Berkualitas,  dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Pemanfaatan rumput laut secara berkelanjutan sebagai sumber bahan aktif bernilai tinggi mencerminkan upaya optimalisasi sumber daya laut tanpa merusak ekosistem, sekaligus mendorong inovasi industri berbasis bioekonomi yang ramah lingkungan.

 

Sumber Gambar: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 2026: JIPK VOLUME 18 ISSUE 2 YEAR 2026

Publikasi Internasional Perikanan UGM: Limbah Spirulina Disulap Jadi Bahan Pakan Bernilai Tinggi

Berita Senin, 27 April 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan kontribusi ilmiah di tingkat global melalui publikasi terbaru di jurnal internasional Discover Food.

Penelitian berjudul “Nutritional improvement of Spirulina (Arthrospira platensis) by-product through simultaneous fermentation with Bacillus subtilis (T2A) & (T3P1), and Lactococcus formosensis (JAL 11)” ini ditulis oleh Dr. Rani Yuwanita, Prof. Alim Isnansetyo, Dr. Siti Ari Budhiyanti, serta Dr. Indah Istiqomah. Dr Rani sendiri merupakan dosen Universitas Brawijaya yang baru saja menyelesaikan pendidikan Doktor di Departemen Perikanan UGM.

Riset ini mengangkat potensi besar limbah mikroalga Spirulina (Arthrospira platensis), khususnya hasil samping ekstraksi fikosianin, sebagai bahan baku pakan berkelanjutan. Selama ini, limbah Spirulina diketahui kaya akan protein, asam amino, asam lemak, mineral, dan senyawa fenolik, namun masih memiliki kendala pada aspek aroma, tekstur, dan kualitas nutrisi yang belum optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti mengembangkan pendekatan fermentasi simultan menggunakan bakteri Bacillus subtilis (T2A dan T3P1) serta Lactococcus formosensis (JAL 11). Ketiga mikroorganisme ini merupakan koleksi dari Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Departemen Perikanan UGM, yang dikenal mampu menghasilkan enzim ekstraseluler seperti protease untuk meningkatkan kualitas bahan pangan dan pakan.

Dalam eksperimennya, limbah Spirulina difermentasi pada suhu 30°C selama 2, 4, dan 6 hari dalam kondisi mikroanaerob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi memberikan dampak signifikan terhadap kualitas produk, baik dari sisi nutrisi maupun karakteristik sensorik.

Pertumbuhan bakteri mencapai titik optimal pada hari keempat dengan jumlah lebih dari 2,9 × 10⁹ CFU per gram. Pada fase ini, terjadi peningkatan nyata pada aroma, warna, dan tekstur limbah Spirulina, yang sebelumnya dikenal memiliki bau khas yang kurang disukai.

Dari sisi nutrisi, fermentasi selama empat hari terbukti paling efektif. Kandungan protein meningkat hingga 67,61 persen bobot kering, atau naik sekitar 5,42 persen dibandingkan sebelum fermentasi. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada berbagai asam amino penting seperti arginin, glisin, isoleusin, metionin, valin, fenilalanin, prolin, dan serin.

Tak hanya itu, profil asam lemak esensial juga mengalami perbaikan, termasuk peningkatan senyawa seperti linoleat, palmitoleat, hingga docosahexaenoate (DHA) yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan organisme akuatik.

Menariknya, proses fermentasi ini tidak memberikan perubahan signifikan terhadap kadar lemak dan kadar air, sehingga kualitas dasar bahan tetap terjaga. Di saat yang sama, fermentasi berhasil mengurangi aroma tidak sedap (off-flavour) yang selama ini menjadi kendala utama pemanfaatan limbah Spirulina.

Sejalan dengan itu, penelitian ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 14 (Life Below Water). Pemanfaatan limbah Spirulina menjadi produk bernilai tambah mencerminkan prinsip efisiensi sumber daya dan ekonomi sirkular, sekaligus mendukung pengembangan sistem perikanan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa fermentasi simultan mampu meningkatkan nilai gizi, memperbaiki profil asam amino dan asam lemak, serta menghasilkan tekstur dan aroma yang lebih baik.

Temuan ini membuka peluang besar bagi pemanfaatan limbah industri mikroalga sebagai bahan baku pakan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain mendukung prinsip ekonomi sirkular, inovasi ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan pakan konvensional.

Publikasi ini sekaligus menegaskan peran aktif akademisi UGM dalam mengembangkan solusi berbasis bioteknologi untuk menjawab tantangan keberlanjutan di sektor perikanan dan pangan global.

 

Perikanan UGM Jajaki Kolaborasi Strategis dengan PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) untuk Penguatan Sektor Perikanan dan Kelautan

Berita Jumat, 24 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia industri melalui penjajakan kerja sama bersama PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Pertemuan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026 sebagai langkah awal dalam membangun sinergi antara akademisi dan pelaku industri perikanan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Alim Isnansetyo, serta diikuti oleh jajaran pengurus Departemen Perikanan dan para ketua program studi di lingkungan departemen. Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan institusi dalam mendorong kerja sama strategis yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.

Dalam diskusi, kedua pihak membahas berbagai potensi kolaborasi, mulai dari penguatan riset terapan, pengembangan inovasi produk perikanan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan sektor perikanan yang semakin kompleks di era modern.

Perwakilan dari PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) menyampaikan komitmennya untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi dan inovasi. Dukungan akademik dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

Pertemuan ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan industri melalui program magang, penelitian kolaboratif, serta pengembangan kewirausahaan berbasis perikanan. Hal ini menjadi nilai tambah dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Departemen Perikanan UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang adaptif dan kolaboratif, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Pelabuhan Perikanan Indonesia Siap, tapi Belum Optimal? Studi UGM Ungkap Tantangan Implementasi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur

Berita Kamis, 23 April 2026

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Maritime Technology and Research mengungkap fakta menarik tentang kesiapan pelabuhan perikanan Indonesia dalam mendukung implementasi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur. Penelitian ini dilakukan oleh Basoeki, Seruni Salsabila Putri, (alumni Departemen Perikanan UGM) serta dua akademisi dari Universitas Gadjah Mada, yaitu Prof. Suadi dan Prof. Djumanto.

Penelitian ini berfokus pada dua pelabuhan perikanan utama di Indonesia, yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Kedua pelabuhan ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sistem pengelolaan perikanan dari berbasis input menjadi berbasis kuota (output control).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi infrastruktur fisik, kedua pelabuhan sebenarnya sudah sangat memadai. Tingkat ketersediaan fasilitas mencapai 93% di Nizam Zachman dan 86% di Cilacap, yang masuk kategori “sangat memadai”. Namun, temuan menarik muncul ketika aspek kualitas layanan dianalisis.

Melalui pendekatan Customer Satisfaction Index (CSI), tingkat kepuasan pengguna hanya berada pada kisaran 69,8% hingga 70,4%, yang berarti masih dalam kategori “cukup puas”. Artinya, terdapat kesenjangan antara kesiapan fasilitas fisik dan efektivitas layanan yang dirasakan oleh para pelaku perikanan.

Lebih lanjut, analisis Importance-Performance Analysis (IPA) mengidentifikasi sejumlah titik krusial yang perlu segera diperbaiki, seperti kecepatan pengurusan dokumen, kapasitas pelabuhan, serta fasilitas tambat kapal (mooring infrastructure). Faktor-faktor ini dinilai menjadi hambatan utama dalam implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada efisiensi operasional dan kualitas layanan di lapangan. Tanpa perbaikan pada aspek tersebut, implementasi kebijakan berpotensi tidak berjalan optimal.

Temuan ini menjadi penting dalam mendorong reformasi tata kelola pelabuhan perikanan di Indonesia. Selain itu, studi ini juga berkontribusi pada SDG 4 Pendidikan berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengelolaan perikanan berkelanjutan serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan sektor perikanan nasional.

 

Puluhan Dosen Perikanan UGM Raih Hibah Penelitian dan PKM Fakultas Pertanian 2026

Berita Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta – Prestasi membanggakan diraih sivitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Sebanyak 32 dosen berhasil memperoleh pendanaan Hibah Kolaborasi Dosen–Mahasiswa, sementara 4 dosen lainnya menerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam skema Hibah Penelitian dan PKM Fakultas Pertanian Tahun 2026.

Pendanaan ini menjadi bukti komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendorong riset kolaboratif berbasis mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. Skema hibah kolaborasi dosen-mahasiswa dirancang untuk memperkuat budaya riset sejak dini melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam penelitian yang aplikatif dan inovatif.

Salah satu judul penelitian yang berhasil memperoleh pendanaan adalah riset yang dipimpin oleh Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc., berjudul “Evaluasi Nilai Nutrien Kulit Buah Naga Merah sebagai Imbuhan Pakan Ikan Molly Balloon Sunkist (Poecilia latipinna)”. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif yang bernilai tambah, sekaligus mendukung pengembangan budidaya ikan hias yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sementara itu, pada skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat, salah satu program yang memperoleh pendanaan adalah kegiatan yang dipimpin oleh Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. dengan judul “Strategi Akselerasi Ketahanan Pangan melalui Training of Trainer (TOT) Fasilitator Pertanian Milenial Berbasis Smart Ecobioproduction di P4S Aradana Garden Kabupaten Sleman.” Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam sektor pertanian dan perikanan melalui pendekatan teknologi dan ekologi yang berkelanjutan.

Keberhasilan perolehan hibah ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan riset inovatif, sekaligus memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat. Selain mendorong publikasi ilmiah dan inovasi teknologi, program ini juga berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan serta pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Capaian ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya  SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui riset dan pengabdian, Departemen Perikanan UGM terus berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan perikanan dan pertanian berkelanjutan.

Mahasiswa Perikanan UGM Pelajari Statistika sebagai Fondasi Riset dan Permodelan Perikanan

Berita Rabu, 22 April 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada tidak hanya mempelajari ilmu perikanan secara biologis dan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan analisis data melalui mata kuliah statistika. Pembelajaran ini menjadi fondasi penting dalam memahami metodologi penelitian serta pengembangan permodelan di bidang perikanan dan kelautan.

Mata kuliah statistika diberikan sebagai dasar pemahaman metode ilmiah dan penelitian kuantitatif yang relevan dengan bidang  perikanan. Mahasiswa mempelajari statistika deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data, serta statistika inferensial yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengujian hipotesis secara kuantitatif.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa juga dikenalkan pada konsep probabilitas, teori pencuplikan (sampling), distribusi peluang, hingga analisis hubungan antarvariabel seperti regresi dan korelasi. Kemampuan ini sangat penting dalam menganalisis data hasil penelitian, merancang percobaan, serta menyusun laporan ilmiah yang objektif dan berbasis bukti.

Pendekatan pembelajaran dilakukan secara partisipatif dan berbasis kasus, di mana mahasiswa mengerjakan tugas individu maupun kelompok yang berkaitan dengan permasalahan nyata di sektor  perikanan. Penggunaan perangkat lunak statistik juga diperkenalkan untuk mendukung kemampuan analisis data secara modern dan aplikatif.

Melalui pembelajaran statistika, mahasiswa diharapkan mampu berpikir logis, kritis, dan sistematis dalam memecahkan masalah perikanan, mulai dari analisis produksi, pengelolaan sumber daya, hingga permodelan sistem perikanan berkelanjutan. Bekal ini menjadi kunci penting dalam menghasilkan lulusan yang siap melakukan riset, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis data di masa depan. Pembelajaran statistika ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta tujuan SDG 14 (Ekosistem Laut). Kemampuan analisis data dan permodelan yang dimiliki mahasiswa diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis sains dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan serta mendorong inovasi di sektor kelautan dan perikanan.

Departemen Perikanan UGM Ucapkan Selamat: Pengukuhan Prof. Jaka Widada Tandai Lompatan Baru Mikrobiologi Terapan

Berita Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta – Civitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pengukuhan Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D sebagai Guru Besar dalam Bidang Mikrobiologi Terapan. Pengukuhan ini menjadi momen penting yang menegaskan kontribusi keilmuan beliau dalam pengembangan mikrobiologi untuk ketahanan pangan dan kesehatan global.

Dalam pidato pengukuhan berjudul “Holobiont sebagai Driver Revolusi Mikrobiologi Terapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Global,” Prof. Jaka Widada menyoroti bahwa revolusi mikrobiologi terapan kini memasuki era baru. Konsep holobiont—yakni kesatuan antara organisme dengan mikroorganisme yang hidup bersamanya—kini bersinggungan erat dengan kemajuan rekayasa genetik tingkat lanjut seperti biologi sintetik (synthetic biology) dan biomanufaktur. Perkembangan ini membuka peluang besar dalam menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Prof. Jaka juga menekankan potensi “raksasa mikroskopis” seperti bakteri dari kelompok Streptomyces dan Bacillus yang memiliki peran strategis dalam produksi senyawa bioaktif, peningkatan produktivitas pangan, hingga pengembangan teknologi kesehatan. Beliau dikenal aktif meneliti berbagai galur Streptomyces indigenos dari beragam habitat, termasuk isolat dari lingkungan laut Nusantara seperti Streptomyces sp. GMY01, yang menjadi salah satu sumber potensial pengembangan inovasi berbasis mikroba.

Civitas akademika Departemen Perikanan menyambut pencapaian ini sebagai inspirasi bagi penguatan kolaborasi lintas disiplin, khususnya dalam pemanfaatan mikrobiologi untuk mendukung sektor perikanan, kelautan, dan ketahanan pangan nasional. Pengukuhan ini diharapkan semakin mendorong lahirnya riset unggulan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Pencapaian ini juga selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-2 (Tanpa Kelaparan), tujuan ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), tujuan ke-4 Pendidikan  Berkualitas, tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), tujuan ke-15 Life on Land, serta tujuan ke-14 (Ekosistem Laut). Inovasi mikrobiologi terapan diharapkan dapat berkontribusi pada sistem pangan berkelanjutan, kesehatan global, serta pemanfaatan sumber daya hayati secara bertanggung jawab.

Sekali lagi, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar Prof. Jaka Widada. Semoga capaian ini terus menginspirasi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi bagi Indonesia dan dunia.

 

 

sumber foto: Prof. Nuryani dan Prof. Suadi

12345…8
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY