• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
Arsip:

Berita

Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional

Berita Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta — Kabar membanggakan kembali datang dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Tim mahasiswa dan dosen berhasil mempublikasikan riset terbaru tentang pengembangan pangan fungsional berbasis rumput laut dalam jurnal internasional AIMS Agriculture and Food.

Penelitian berjudul “In vitro antidiabetic activity and consumer acceptance level of fermented brown seaweed Sargassum hystrix tea using Lactobacillus plantarum” ini ditulis oleh Khalishah Jasmine Putri Abdillah bersama Prof. Amir Husni, Dr. Mgs Muhammad Prima Putra, dan Dr. Siti Ari Budhiyanti.

Riset ini mengangkat potensi rumput laut cokelat Sargassum hystrix sebagai bahan baku teh fungsional dengan aktivitas antidiabetes. Kandungan senyawa bioaktif seperti fenol dan florotanin diketahui memiliki kemampuan menghambat enzim yang berperan dalam peningkatan kadar gula darah. Namun, pemanfaatannya selama ini terkendala oleh stabilitas senyawa aktif serta aroma amis yang menurunkan tingkat penerimaan konsumen.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti menerapkan metode fermentasi menggunakan bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum. Proses fermentasi dilakukan selama 0 hingga 4 hari pada kondisi mikroaerofilik dengan suhu 37°C, guna mengkaji pengaruh lama fermentasi terhadap kualitas fungsional dan sensorik produk.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi selama tiga hari menjadi kondisi optimal. Pada tahap ini, kandungan fenol mencapai 12,94 mg GAE/g dan florotanin sebesar 14,60 mg PGE/g. Aktivitas antidiabetes juga meningkat signifikan, ditunjukkan dengan kemampuan penghambatan enzim α-amilase sebesar 82,80 persen dan α-glukosidase hingga 91,26 persen.

Selain peningkatan aktivitas biologis, fermentasi juga memberikan dampak positif terhadap karakteristik sensorik. Aroma amis khas rumput laut berkurang secara signifikan, sementara rasa menjadi lebih dapat diterima. Uji konsumen menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi tiga hari memperoleh tingkat penerimaan tertinggi, baik dari segi aroma, rasa, maupun penilaian keseluruhan produk.

Temuan ini menunjukkan bahwa fermentasi tidak hanya berfungsi sebagai metode pengolahan, tetapi juga sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk berbasis sumber daya laut. Teh rumput laut fermentasi berpotensi dikembangkan sebagai alternatif minuman kesehatan yang inovatif dan berbasis bahan alami.

Lebih jauh, penelitian ini mempertegas potensi besar sumber daya laut Indonesia dalam mendukung pengembangan pangan fungsional yang berdaya saing tinggi di pasar global. Dengan pendekatan ilmiah yang tepat, bahan sederhana seperti rumput laut dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi dengan manfaat kesehatan yang signifikan.

Sejalan dengan itu, inovasi ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being),  SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, dan SDG 14 (Life Below Water). Pengembangan pangan fungsional berbasis rumput laut tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

sumber foto: AIMS Agriculture and Food 2026, Volume 11, Issue 1: 274-289. doi: 10.3934/agrfood.2026014

 

Mahasiswa dan Dosen Perikanan UGM Ungkap Potensi Antioksidan Rumput Laut dalam Publikasi Internasional

Berita Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta — Inovasi di bidang bioteknologi kelautan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa dan dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melalui publikasi ilmiah terbaru di Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Penelitian berjudul “Extraction, Purification, and Bioactivity of Fucoxanthin from Brown Seaweed Sargassum hystrix” ini ditulis oleh Nungky Mufarocha bersama Prof. Amir Husni dan Dr. Mgs Muhammad Prima Putra.

Fokus utama penelitian ini adalah fucoxanthin, pigmen karotenoid utama pada rumput laut cokelat seperti Sargassum hystrix. Senyawa ini dikenal memiliki aktivitas biologis tinggi, khususnya dalam menangkal radikal bebas dan memperlambat proses penuaan. Namun, metode ekstraksi dan pemurnian yang efisien untuk mendapatkan fucoxanthin berkualitas tinggi masih menjadi tantangan.

Melalui pendekatan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE), tim peneliti berhasil mengoptimalkan proses ekstraksi menggunakan etanol 96% pada suhu 40–45°C selama 25–30 menit. Metode ini menghasilkan ekstrak kasar hingga 19,9 persen—menunjukkan efisiensi yang cukup tinggi dibandingkan metode konvensional.

Proses pemurnian kemudian dilakukan menggunakan teknik kromatografi kolom dengan berbagai sistem pelarut. Hasil terbaik diperoleh dari kombinasi etil asetat dan n-butanol (8:2), yang mampu menghasilkan fraksi fucoxanthin hingga 9,54 persen. Salah satu fraksi terbaik bahkan mencatat kandungan fucoxanthin sebesar 1,31 mg per gram.

Tidak hanya berhenti pada proses ekstraksi, penelitian ini juga menguji aktivitas biologis senyawa yang dihasilkan. Hasilnya menunjukkan bahwa fucoxanthin hasil pemurnian memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, dengan nilai IC₅₀ sebesar 86,18 μg/mL—meningkat signifikan hingga 83,8 persen dibandingkan ekstrak awal.

Selain itu, senyawa ini juga menunjukkan potensi sebagai agen anti-aging melalui penghambatan enzim tirosinase, dengan nilai IC₅₀ sebesar 76,04 μg/mL. Temuan ini membuka peluang pemanfaatan fucoxanthin sebagai bahan aktif dalam industri nutraseutikal dan kosmetik berbasis bahan alami.

Penelitian ini tidak hanya memperkuat posisi UGM dalam riset kelautan, tetapi juga menunjukkan bahwa sumber daya hayati laut Indonesia memiliki nilai tambah yang tinggi jika diolah dengan pendekatan ilmiah yang tepat. Ke depan, penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan skala produksi serta mengkaji stabilitas dan mekanisme kerja senyawa dalam produk akhir.

Sejalan dengan itu, temuan ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water), SDG 4 Pendidikan Berkualitas,  dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Pemanfaatan rumput laut secara berkelanjutan sebagai sumber bahan aktif bernilai tinggi mencerminkan upaya optimalisasi sumber daya laut tanpa merusak ekosistem, sekaligus mendorong inovasi industri berbasis bioekonomi yang ramah lingkungan.

 

Sumber Gambar: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 2026: JIPK VOLUME 18 ISSUE 2 YEAR 2026

Kisah Karier Auditor Sustainable Aquaculture dari Lulusan Perikanan UGM

Berita Senin, 27 April 2026

Yogyakarta — Perjalanan karier lulusan perikanan tidak selalu berakhir di tambak atau laboratorium. Hal ini tergambar dalam episode podcast bertajuk “Kisah Karier Auditor Sustainable Aquaculture dari Lulusan Perikanan UGM” yang menghadirkan Cindy Silvia Hadi sebagai narasumber, dengan Dr. Anes Dwi Jayanti sebagai host.

Dalam perbincangan tersebut, Cindy membagikan kisah perjalanannya meniti karier sebagai auditor di bidang sustainable aquaculture—sebuah profesi yang berperan penting dalam memastikan praktik budidaya perikanan berjalan sesuai standar keberlanjutan global. Profesi ini menuntut pemahaman mendalam tidak hanya pada aspek teknis budidaya, tetapi juga pada regulasi, lingkungan, hingga tata kelola industri.

Cindy menjelaskan bahwa latar belakang pendidikan di bidang perikanan, khususnya pemahaman tentang kualitas air, manajemen pakan, dan kesehatan ikan, menjadi fondasi penting dalam pekerjaannya saat ini. Kompetensi tersebut diperkuat dengan kemampuan analisis dan komunikasi yang dibutuhkan dalam proses audit, termasuk saat berinteraksi dengan pelaku industri.

“Perikanan itu luas, dan peluangnya tidak hanya di produksi, tetapi juga di aspek keberlanjutan,” menjadi salah satu pesan kunci yang disampaikan dalam diskusi tersebut.

Sebagai auditor, Cindy terlibat dalam proses evaluasi praktik budidaya di berbagai perusahaan untuk memastikan kesesuaian dengan standar internasional yang berorientasi pada lingkungan dan keberlanjutan. Peran ini menjadi semakin penting di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap produk perikanan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

Sementara itu, host Dr. Anes Dwi Jayanti menekankan bahwa perkembangan sektor akuakultur saat ini memang membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki perspektif multidisiplin. Dunia perikanan tidak lagi hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga tentang keberlanjutan, sertifikasi, dan tata kelola global.

Podcast ini juga menjadi refleksi bahwa lulusan perikanan memiliki spektrum karier yang luas, mulai dari praktisi budidaya, peneliti, hingga profesional di bidang audit dan sertifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan perikanan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Secara lebih luas, peran auditor dalam akuakultur berkelanjutan juga berkaitan erat dengan agenda Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Melalui pengawasan dan evaluasi praktik budidaya, auditor membantu memastikan bahwa produksi perikanan tetap menjaga keseimbangan ekosistem serta memenuhi standar keberlanjutan global.

Link Youtube: Kisah Karier Auditor Sustainable Aquaculture dari Lulusan Perikanan UGM

Profil Program Studi Akuakultur UGM Tampil di Media Sosial Kampus

Berita Senin, 27 April 2026

Yogyakarta — Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali mendapat sorotan melalui konten media sosial kampus. Melalui unggahan video pendek di Instagram Reels, UGM menampilkan profil program studi ini sebagai salah satu pusat pendidikan dan riset unggulan di bidang budidaya perikanan.

Dalam tayangan tersebut, Prodi Akuakultur diperkenalkan sebagai program studi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menekankan praktik langsung di lapangan. Mahasiswa diperlihatkan aktif dalam kegiatan budidaya ikan, pengelolaan kualitas air, hingga eksplorasi teknologi akuakultur modern.

Salah satu kekuatan utama program ini adalah keberadaan fasilitas teaching farm, yang menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknis secara langsung. Fasilitas ini memungkinkan integrasi antara pembelajaran di kelas dengan praktik nyata, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja maupun riset .

Selain aspek praktis, Prodi Akuakultur UGM juga dikenal memiliki kualitas akademik yang kuat. Hal ini tercermin dari capaian akreditasi “Unggul” yang diberikan oleh BAN-PT, sebagai bentuk pengakuan atas mutu pendidikan, penelitian, serta kontribusi terhadap pengembangan sektor akuakultur berkelanjutan .

Konten reels tersebut juga menyoroti suasana pembelajaran yang dinamis dan kolaboratif, memperlihatkan interaksi antara mahasiswa, dosen, dan lingkungan sekitar. Pendekatan ini mencerminkan visi program studi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap tantangan global, termasuk isu keberlanjutan dan ketahanan pangan.

Melalui publikasi di media sosial, UGM berupaya mendekatkan dunia akademik kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang menjadi target utama pendidikan tinggi. Strategi ini dinilai efektif, mengingat tingginya popularitas platform digital kampus dalam menjangkau audiens nasional maupun internasional .

Dengan kombinasi antara kualitas akademik, fasilitas pendukung, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik, Program Studi Akuakultur UGM terus menunjukkan perannya sebagai salah satu institusi pendidikan yang berkontribusi dalam pengembangan perikanan budidaya yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kontribusi global, pengembangan Program Studi Akuakultur di Universitas Gadjah Mada juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals, khususnya  SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 14 (Life Below Water). Melalui pendidikan, riset, dan inovasi di bidang budidaya perikanan, prodi ini berperan dalam mendukung ketahanan pangan berbasis protein akuatik sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perairan. Upaya ini diperkuat dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan teknologi, yang mendorong lahirnya solusi akuakultur yang efisien, ramah lingkungan, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Untuk melihat langsung profil Program Studi Akuakultur UGM dalam tayangan media sosial, kunjungi video berikut:

Reel Akuakultur

Publikasi Internasional Perikanan UGM: Limbah Spirulina Disulap Jadi Bahan Pakan Bernilai Tinggi

Berita Senin, 27 April 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan kontribusi ilmiah di tingkat global melalui publikasi terbaru di jurnal internasional Discover Food.

Penelitian berjudul “Nutritional improvement of Spirulina (Arthrospira platensis) by-product through simultaneous fermentation with Bacillus subtilis (T2A) & (T3P1), and Lactococcus formosensis (JAL 11)” ini ditulis oleh Dr. Rani Yuwanita, Prof. Alim Isnansetyo, Dr. Siti Ari Budhiyanti, serta Dr. Indah Istiqomah. Dr Rani sendiri merupakan dosen Universitas Brawijaya yang baru saja menyelesaikan pendidikan Doktor di Departemen Perikanan UGM.

Riset ini mengangkat potensi besar limbah mikroalga Spirulina (Arthrospira platensis), khususnya hasil samping ekstraksi fikosianin, sebagai bahan baku pakan berkelanjutan. Selama ini, limbah Spirulina diketahui kaya akan protein, asam amino, asam lemak, mineral, dan senyawa fenolik, namun masih memiliki kendala pada aspek aroma, tekstur, dan kualitas nutrisi yang belum optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti mengembangkan pendekatan fermentasi simultan menggunakan bakteri Bacillus subtilis (T2A dan T3P1) serta Lactococcus formosensis (JAL 11). Ketiga mikroorganisme ini merupakan koleksi dari Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Departemen Perikanan UGM, yang dikenal mampu menghasilkan enzim ekstraseluler seperti protease untuk meningkatkan kualitas bahan pangan dan pakan.

Dalam eksperimennya, limbah Spirulina difermentasi pada suhu 30°C selama 2, 4, dan 6 hari dalam kondisi mikroanaerob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi memberikan dampak signifikan terhadap kualitas produk, baik dari sisi nutrisi maupun karakteristik sensorik.

Pertumbuhan bakteri mencapai titik optimal pada hari keempat dengan jumlah lebih dari 2,9 × 10⁹ CFU per gram. Pada fase ini, terjadi peningkatan nyata pada aroma, warna, dan tekstur limbah Spirulina, yang sebelumnya dikenal memiliki bau khas yang kurang disukai.

Dari sisi nutrisi, fermentasi selama empat hari terbukti paling efektif. Kandungan protein meningkat hingga 67,61 persen bobot kering, atau naik sekitar 5,42 persen dibandingkan sebelum fermentasi. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada berbagai asam amino penting seperti arginin, glisin, isoleusin, metionin, valin, fenilalanin, prolin, dan serin.

Tak hanya itu, profil asam lemak esensial juga mengalami perbaikan, termasuk peningkatan senyawa seperti linoleat, palmitoleat, hingga docosahexaenoate (DHA) yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan organisme akuatik.

Menariknya, proses fermentasi ini tidak memberikan perubahan signifikan terhadap kadar lemak dan kadar air, sehingga kualitas dasar bahan tetap terjaga. Di saat yang sama, fermentasi berhasil mengurangi aroma tidak sedap (off-flavour) yang selama ini menjadi kendala utama pemanfaatan limbah Spirulina.

Sejalan dengan itu, penelitian ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 14 (Life Below Water). Pemanfaatan limbah Spirulina menjadi produk bernilai tambah mencerminkan prinsip efisiensi sumber daya dan ekonomi sirkular, sekaligus mendukung pengembangan sistem perikanan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa fermentasi simultan mampu meningkatkan nilai gizi, memperbaiki profil asam amino dan asam lemak, serta menghasilkan tekstur dan aroma yang lebih baik.

Temuan ini membuka peluang besar bagi pemanfaatan limbah industri mikroalga sebagai bahan baku pakan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain mendukung prinsip ekonomi sirkular, inovasi ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan pakan konvensional.

Publikasi ini sekaligus menegaskan peran aktif akademisi UGM dalam mengembangkan solusi berbasis bioteknologi untuk menjawab tantangan keberlanjutan di sektor perikanan dan pangan global.

 

DWP Departemen Perikanan UGM Gelar Kegiatan Keakraban melalui VW Tour Nanggulan

Berita Sabtu, 25 April 2026

Yogyakarta, 25 April 2026 — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan rekreasi yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan outing bertajuk VW Tour Nanggulan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Sejak pagi hari, peserta telah berkumpul di area Utara Departemern Perikanan UGM sebelum memulai perjalanan menuju kawasan Nanggulan. Perjalanan dilanjutkan dengan pengalaman unik menggunakan mobil VW klasik, yang menjadi daya tarik utama kegiatan ini.

Memasuki rangkaian acara inti, peserta mengikuti VW Tour menyusuri pedesaan dengan panorama alam yang asri. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang santai dan penuh keceriaan di antara anggota.

Setelah kegiatan tur, rombongan melaksanakan istirahat, sholat, dan makan (ISHOMA) di kawasan Kopi Ingkar Janji (KIJ), sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, yaitu Desa Wisata Gamplong. Di lokasi ini, peserta menikmati suasana wisata budaya sekaligus berkesempatan melihat berbagai spot menarik yang kerap digunakan sebagai lokasi produksi film.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sentra oleh-oleh, termasuk produk khas seperti gudeg manggar dan kain lurik. Rangkaian perjalanan ditutup dengan menikmati suasana senja di kawasan Sakeca, sebelum akhirnya kembali ke Departemen Perikanan UGM pada sore hari.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa outing ini tidak hanya bertujuan sebagai rekreasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas dan kebersamaan antaranggota DWP. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan kekeluargaan semakin erat dan memberikan energi positif bagi seluruh anggota,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan pribadi seperti kacamata hitam, topi, payung atau jas hujan, obat-obatan pribadi, serta perlengkapan ibadah guna mendukung kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan tidak hanya terbangun melalui aktivitas formal, tetapi juga melalui momen santai yang penuh makna. Dengan semangat kebersamaan, DWP Departemen Perikanan UGM terus berupaya menciptakan lingkungan yang harmonis, solid, dan saling mendukung.

Sejalan dengan itu, kegiatan ini juga mencerminkan nilai-nilai dalam Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 5 Gender Equality, SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Melalui aktivitas rekreasi yang sehat dan penguatan jejaring sosial antaranggota, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan serta memperkuat kolaborasi dalam komunitas.

Dari Daun Kelor hingga Limbah Bulu Ayam: SinnTech #36 UGM Kupas Inovasi Pakan Ikan Masa Depan

Berita Jumat, 24 April 2026

Berita (±380 kata):

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan diskusi ilmiah yang segar dan relevan melalui SinnTech Webinar #36 bertema “Fish Feed Innovation: Variation of Fish Feed From Nutritional Sources” pada Jumat, 24 April 2026. Webinar ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa dan praktisi untuk memahami masa depan industri akuakultur melalui inovasi pakan ikan.

Menghadirkan dua narasumber internasional dan nasional, yakni Ts. Dr. Sairatul Dahlianis Ishak dan Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi. webinar ini menyoroti bagaimana dunia akuakultur sedang mengalami transformasi besar, khususnya dalam pemanfaatan bahan baku alternatif pengganti tepung ikan (fish meal).

Dalam pemaparannya, Dr. Desy Putri Handayani menjelaskan bahwa tren global saat ini bergerak menuju penggunaan bahan berbasis nabati dan limbah organik sebagai sumber protein pakan. Contohnya, daun kelor (Moringa) yang difermentasi terbukti mampu meningkatkan sistem imun ikan serta kualitas darah, menjadikannya alternatif yang murah dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, inovasi lain yang tak kalah menarik adalah pemanfaatan limbah bulu ayam yang diolah secara bioteknologi menjadi sumber asam amino bernilai tinggi. Teknologi enzimatik seperti keratinase mampu mengubah limbah ini menjadi bahan pakan potensial, membuka peluang ekonomi sekaligus mengurangi limbah industri.

Diskusi juga menyoroti peran rumput laut sebagai bahan tambahan pakan fungsional. Senyawa seperti alginat dari alga coklat terbukti mampu meningkatkan sistem imun ikan dan udang, sekaligus meningkatkan efisiensi pakan.

Sementara itu, Ts. Dr. Sairatul Dahlianis Ishak menekankan pentingnya inovasi formulasi pakan yang tidak hanya berfokus pada nutrisi, tetapi juga keberlanjutan dan efisiensi biaya produksi. Pergeseran menuju protein alternatif dinilai menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya laut yang terbatas.

Webinar ini menunjukkan bahwa masa depan akuakultur tidak lagi bergantung pada sumber konvensional, tetapi pada kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produksi pangan berkelanjutan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah dan bahan alternatif, serta SDG 14 (Life Below Water) dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Bagi mahasiswa, SinnTech #36 bukan sekadar webinar—tetapi jendela menuju masa depan industri perikanan yang inovatif, ramah lingkungan, dan penuh peluang.

Dua Dosen Muda Perikanan UGM Resmi Raih Jabatan Lektor, Perkuat Kiprah Akademik dan Riset

Berita Jumat, 24 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui peningkatan karier akademik dosen muda. Dua dosen, yakni Dr. Olivia Yofananda, S.TP. dan Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, resmi memperoleh jabatan fungsional Lektor sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dr. Olivia Yofananda merupakan dosen dengan latar belakang teknologi pangan yang berfokus pada pengolahan hasil perikanan. Risetnya banyak menyoroti inovasi produk berbasis sumber daya laut, termasuk pengembangan pangan fungsional yang memiliki nilai tambah bagi kesehatan dan industri. Kontribusinya tidak hanya dalam publikasi ilmiah, tetapi juga dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar lebih aplikatif.

Sementara itu, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, yang memiliki latar belakang kedokteran hewan, dikenal aktif dalam bidang kesehatan ikan dan penyakit akuatik. Penelitiannya mencakup identifikasi patogen, termasuk studi molekuler penyakit ikan yang berdampak pada sektor budidaya perikanan. Kiprahnya turut berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan sektor akuakultur melalui pendekatan ilmiah berbasis kesehatan ikan.

Pencapaian jabatan fungsional Lektor ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier akademik keduanya. Selain menunjukkan kualitas dan produktivitas sebagai dosen, capaian ini juga memperkuat posisi Departemen Perikanan UGM sebagai pusat pengembangan ilmu yang unggul dan inovatif.

Lebih jauh, kontribusi keilmuan yang dikembangkan oleh kedua dosen ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis perikanan, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui riset kesehatan ikan dan keamanan pangan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, serta SDG 14 (Life Below Water) dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Dengan demikian, capaian ini tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi pembangunan global.

Perikanan UGM Jajaki Kolaborasi Strategis dengan PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) untuk Penguatan Sektor Perikanan dan Kelautan

Berita Jumat, 24 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia industri melalui penjajakan kerja sama bersama PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Pertemuan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026 sebagai langkah awal dalam membangun sinergi antara akademisi dan pelaku industri perikanan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Alim Isnansetyo, serta diikuti oleh jajaran pengurus Departemen Perikanan dan para ketua program studi di lingkungan departemen. Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan institusi dalam mendorong kerja sama strategis yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.

Dalam diskusi, kedua pihak membahas berbagai potensi kolaborasi, mulai dari penguatan riset terapan, pengembangan inovasi produk perikanan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan sektor perikanan yang semakin kompleks di era modern.

Perwakilan dari PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) menyampaikan komitmennya untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi dan inovasi. Dukungan akademik dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

Pertemuan ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan industri melalui program magang, penelitian kolaboratif, serta pengembangan kewirausahaan berbasis perikanan. Hal ini menjadi nilai tambah dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Departemen Perikanan UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang adaptif dan kolaboratif, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Semangat Kartini di Kampus: Dosen Perempuan Perikanan UGM Hadiri Kajian “Muslimah Tangguh dalam Perjuangan”

Berita Jumat, 24 April 2026

Dalam suasana penuh refleksi dan semangat pemberdayaan perempuan, dosen-dosen perempuan dari Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada turut menghadiri kajian bertajuk “Muslimah Tangguh dalam Perjuangan” yang diselenggarakan oleh Forsilam UGM dan Dharma Wanita Persatuan UGM pada Jumat, 24 April 2026 di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM.

Kegiatan ini menghadirkan Ustadzah Umi Munawiroh sebagai narasumber, yang menyampaikan pentingnya membangun ketangguhan perempuan dalam menjalani berbagai peran, baik sebagai akademisi, ibu, maupun bagian dari masyarakat. Dalam kajiannya, ia menekankan bahwa perempuan masa kini memiliki tanggung jawab besar untuk terus belajar, menjaga nilai-nilai keimanan, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan.

Kajian ini juga menjadi momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Semangat Kartini tersebut terasa relevan bagi para dosen perempuan yang hadir, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia akademik yang dinamis.

Bagi dosen perempuan Departemen Perikanan, keikutsertaan dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk penguatan spiritual, tetapi juga sebagai ruang untuk saling berbagi energi positif di tengah kesibukan tridarma perguruan tinggi. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang kegiatan, memberikan jeda sejenak untuk menenangkan diri dan memperkuat niat dalam menjalankan peran.

Selain kajian, acara ini juga dimeriahkan dengan bazaar yang mempererat interaksi antar peserta. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa lingkungan kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan spiritualitas.

Melalui kegiatan ini, para dosen perempuan diharapkan semakin termotivasi untuk menjadi sosok muslimah tangguh yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.

Kegiatan ini turut mencerminkan kontribusi terhadap SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan mendorong peran perempuan dalam pendidikan dan pembangunan yang berkelanjutan.

123…23
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY