Yogyakarta, September 2026 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat komitmennya terhadap peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) 2026. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengevaluasi dan memastikan pemenuhan standar mutu akademik pada seluruh program studi di lingkungan Departemen Perikanan.
AMI 2026 mencakup lima program studi, yaitu Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA), Teknologi Hasil Perikanan (THP), Akuakultur, Magister Ilmu Perikanan (MIP), serta Program Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis.
Pelaksanaan AMI menjadi bagian penting dalam sistem penjaminan mutu internal UGM. Melalui proses audit, setiap program studi memperoleh kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan berbagai kegiatan akademik sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih dapat ditingkatkan.
Audit Mutu Internal tidak semata-mata diposisikan sebagai proses pemeriksaan administratif, tetapi menjadi instrumen untuk membangun budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan Departemen Perikanan.
Melalui AMI, berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan dapat ditinjau secara sistematis, termasuk pelaksanaan proses pembelajaran, pengelolaan akademik, sumber daya, capaian pendidikan, serta berbagai proses pendukung lainnya sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.
Hasil audit diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan yang telah dimiliki masing-masing program studi sekaligus menemukan ruang perbaikan yang perlu ditindaklanjuti. Dengan demikian, AMI menjadi bagian dari siklus evaluasi–perbaikan–peningkatan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan AMI secara menyeluruh pada lima program studi menunjukkan komitmen Departemen Perikanan UGM untuk memastikan bahwa peningkatan mutu dilakukan pada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari program sarjana hingga doktor.
Keberagaman bidang keilmuan yang dimiliki Departemen Perikanan—mulai dari pengelolaan sumberdaya akuatik, akuakultur, teknologi hasil perikanan, hingga ilmu perikanan dan kelautan tropis—memerlukan sistem penjaminan mutu yang mampu menjaga karakteristik masing-masing program studi sekaligus memastikan tercapainya standar akademik yang ditetapkan universitas.
Dalam konteks tersebut, AMI menjadi ruang refleksi bagi setiap program studi untuk melihat kembali proses yang telah berjalan dan memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan senantiasa relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta tantangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Bagi Departemen Perikanan UGM, mutu pendidikan merupakan fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia perikanan yang unggul, adaptif, dan mampu menghadapi perubahan.
Tantangan sektor perikanan saat ini semakin kompleks. Perubahan iklim, perkembangan teknologi, transformasi digital, ketahanan pangan, keberlanjutan sumber daya, dinamika masyarakat pesisir, serta kebutuhan industri terhadap inovasi membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan persoalan nyata.
Karena itu, sistem penjaminan mutu pendidikan memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa proses pembelajaran dan pengembangan akademik mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Pelaksanaan AMI 2026 diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian proses audit, tetapi dilanjutkan dengan tindak lanjut dan peningkatan nyata pada masing-masing program studi. Dengan demikian, hasil audit dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dan pengembangan program di masa mendatang.
Melalui AMI 2026, Departemen Perikanan UGM menegaskan bahwa mutu bukan sekadar capaian yang harus dipenuhi, melainkan budaya yang harus terus dibangun dan dikembangkan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Departemen Perikanan untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia bagi masa depan kelautan dan perikanan Indonesia.
Pelaksanaan AMI 2026 juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem penjaminan mutu dan peningkatan kualitas pendidikan, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan kapasitas akademik dan inovasi. Pada akhirnya, pendidikan perikanan yang bermutu menjadi salah satu fondasi untuk mendukung SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui lahirnya generasi ilmuwan dan profesional yang mampu mengelola sumber daya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan.