Yogyakarta, 1 September 2026 — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan, capaian, sekaligus arah pengembangan Departemen Perikanan dalam menjawab tantangan perikanan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Departemen Perikanan menyampaikan Laporan Tahunan 2026 yang merangkum perkembangan bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan institusi, kemitraan, publikasi, hingga prestasi mahasiswa. Laporan ini sekaligus memperlihatkan kontribusi Departemen Perikanan dalam mewujudkan tema HUT ke-63, “Perikanan Indonesia: Berkelanjutan, Inovatif, dan Mendunia.”
Pada tahun akademik 2026/2027, Departemen Perikanan UGM menaungi 1.020 mahasiswa aktif yang tersebar pada Program Studi Akuakultur, Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA), Teknologi Hasil Perikanan (THP), Magister Ilmu Perikanan (MIP), serta program doktor. Tahun ini juga tercatat 235 mahasiswa baru program sarjana, menunjukkan minat yang terus berkembang terhadap pendidikan tinggi di bidang perikanan.
Perkembangan akademik tersebut didukung oleh 38 dosen aktif pada tiga program studi sarjana, serta tenaga pendidik pada jenjang magister dan doktor. Departemen juga terus memperkuat kapasitas akademiknya melalui kehadiran dosen baru dan program tugas belajar di berbagai universitas internasional, termasuk di Jepang, Tiongkok, Australia, dan Turki.
Dari sisi sarana pembelajaran, Departemen Perikanan memiliki berbagai laboratorium yang mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian, antara lain Laboratorium Akuakultur, Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Sosial Ekonomi dan Penangkapan Ikan, Manajemen Sumberdaya Perikanan, serta Teknologi Pengolahan Ikan. Fasilitas tersebut dilengkapi pula dengan Ruang Penelitian Ilmu Perairan Maju dan Teaching Farm Akuakultur.
Pada bidang penelitian, Departemen Perikanan mencatat 104 judul penelitian pada 2026 dengan total dana sekitar Rp10,75 miliar, yang terdiri atas Rp1,73 miliar dana internal dan Rp9,02 miliar dana eksternal. Dominasi pendanaan eksternal yang mencapai 83,9% menunjukkan semakin kuatnya kemampuan sivitas akademika dalam membangun jejaring dan memperoleh dukungan penelitian dari berbagai sumber.
Produktivitas ilmiah juga terus berkembang. Pada 2026 tercatat 73 publikasi terindeks Scopus dan 130 publikasi yang tercatat di Google Scholar, dengan jumlah sitasi masing-masing mencapai 1.578 dan 1.792.
Tidak berhenti pada publikasi, hasil penelitian juga diarahkan menuju hilirisasi. Sejumlah inovasi yang dikembangkan mencakup probiotik, nano-spirulina fermentasi, biofilter rumput laut, garam kosmetik dan terapi, aplikasi digital untuk perikanan tangkap dan budi daya, hingga sistem resirkulasi akuakultur dan teknologi pengolahan hasil perikanan. Departemen juga mencatat sejumlah kekayaan intelektual yang telah memperoleh maupun sedang dalam proses perlindungan.
Kontribusi Departemen Perikanan juga diwujudkan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Pada 2026 terdapat 104 judul kegiatan pengabdian dengan dukungan dana sekitar Rp956,5 juta, dengan 64,2% berasal dari sumber eksternal.
Berbagai kegiatan diarahkan pada persoalan nyata masyarakat, seperti pelepasliaran ikan, pemantauan perairan, pembersihan embung, pemanfaatan air tawar untuk produksi garam laut menggunakan teknologi SWRO, serta Grebek Ikan Sapu-Sapu di Rawa Kalibayem.
Jejaring kerja sama juga terus diperluas. Departemen memiliki mitra dalam negeri dan luar negeri yang mencakup institusi pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan sektor industri. Kemitraan internasional antara lain terbangun dengan University of Tasmania, Xiamen University, University of Stirling, Universiti Putra Malaysia, National Taiwan University, Pukyong National University, dan berbagai institusi lainnya.
Pengembangan mahasiswa menjadi bagian penting dari agenda Departemen Perikanan. Program magang berdampak telah melibatkan 135 mahasiswa dari 156 mahasiswa peserta magang pada tiga program studi sarjana, dengan dukungan 83 mitra magang berdampak.
Kesempatan internasional juga terus dibuka melalui berbagai skema student mobility dan credit transfer, seperti AIMS, ASEAN-FEN, IISMA, JASSO, MTCRC, dan kemitraan antaruniversitas.
Di bidang prestasi, pada 2026 tercatat 25 mahasiswa meraih prestasi melalui 27 kompetisi. Prestasi tersebut mencakup kompetisi nasional maupun internasional, mulai dari kompetisi Smart Ecosystem Engagement & Development, International Youth Innovation Summit, hingga berbagai kompetisi olahraga dan akademik.
Puncak HUT ke-63 juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi publik Departemen Perikanan. Melalui Media Perikanan, website, Instagram, YouTube, TikTok, dan layanan WhatsApp, Departemen terus menyebarluaskan informasi akademik, penelitian, kegiatan, serta berbagai perkembangan sektor perikanan kepada masyarakat.
Seluruh capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Departemen Perikanan UGM untuk terus bergerak dari kekuatan akademik menuju kontribusi yang semakin nyata bagi masyarakat dan sektor perikanan. Pendidikan, penelitian, pengabdian, inovasi, kemitraan, dan pengembangan mahasiswa menjadi satu ekosistem yang saling menguatkan.
Laporan Tahunan 2026 yang disampaikan pada puncak HUT ke-63 sekaligus menjadi refleksi bahwa perjalanan Departemen Perikanan selama lebih dari enam dekade terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Dari penguatan pendidikan hingga inovasi yang dihilirkan, dari kerja sama lokal hingga jejaring internasional, Departemen Perikanan UGM terus mempersiapkan diri untuk berkontribusi pada masa depan perikanan Indonesia.
Sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), Departemen Perikanan UGM meneguhkan komitmennya untuk membangun perikanan Indonesia yang semakin berkelanjutan, inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.