• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • Dari Laut ke Ruang Sosial: Dosen Perikanan UGM Bahas Ketahanan Masyarakat Pesisir di Kuliah Umum Undiksha

Dari Laut ke Ruang Sosial: Dosen Perikanan UGM Bahas Ketahanan Masyarakat Pesisir di Kuliah Umum Undiksha

  • Berita
  • 5 Mei 2026, 13.30
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Buleleng – Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. Mukti Aprian, S.Kel., M.Si (Han) menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum Public Lecture Series #10 dan #11 yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Sosiologi bersama Eurasia Foundation di Universitas Pendidikan Ganesha pada 5 Mei 2026.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium Balingkang Confucius Institute Undiksha tersebut, Dr. Mukti Aprian akan menyampaikan materi bertajuk “Relasi antar Masyarakat Pesisir di Indonesia: Potensi Ketahanan Sosial dan Budaya Menuju Indonesia Emas”. Materi ini menyoroti pentingnya memahami masyarakat pesisir tidak hanya dari aspek ekonomi dan produksi, tetapi juga dari sisi sosial, budaya, dan relasi antar komunitas.

Dalam berbagai publikasinya, Dr. Mukti Aprian dikenal aktif mengangkat isu-isu sosial dalam sektor perikanan, termasuk dinamika masyarakat pesisir, hubungan sipil-militer dalam pengelolaan sumber daya laut, hingga perubahan orientasi riset perikanan modern yang dinilai semakin mengesampingkan aspek sosial. Salah satu kajiannya bahkan menyoroti bagaimana penelitian fleet dynamics perikanan global mengalami kecenderungan dominasi pendekatan ekonomi dan teknis, sementara dimensi sosial masyarakat nelayan perlahan memudar.

Menurutnya, sektor perikanan tidak dapat dipahami hanya melalui angka produksi atau efisiensi ekonomi semata. Di balik aktivitas perikanan terdapat relasi sosial, nilai budaya, solidaritas komunitas, hingga mekanisme adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan dan kebijakan.

Dalam beberapa penelitiannya, ia juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan partisipatif dalam tata kelola sumber daya pesisir. Ketahanan sektor perikanan, menurutnya, tidak hanya bergantung pada kondisi ekologi laut, tetapi juga pada kekuatan relasi sosial masyarakat yang hidup di dalamnya.

Kehadiran Dr. Mukti Aprian sebagai pembicara di forum lintas disiplin ini menunjukkan bahwa ilmu perikanan memiliki keterkaitan erat dengan ilmu sosial dan humaniora. Selain Dr. Mukti, pembicara lainnya adalah Dr. phil. Geger Riyanto dari Program studi Antropologi Universitas Indonesia yang membawakan paparan dengan tema, “Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir di Maluku.” Dengan hadirnya berbagai ahli di bidang yang berbeda, pendekatan multidisiplin dinilai semakin penting untuk menjawab tantangan kompleks di wilayah pesisir Indonesia.

Kegiatan kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa dan akademisi dari berbagai bidang ilmu, serta menghadirkan ruang diskusi mengenai masyarakat pesisir sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sejalan dengan itu, gagasan yang diangkat dalam kuliah umum ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water),  SDG 17  Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi ,dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Penguatan ketahanan sosial masyarakat pesisir menjadi bagian penting dalam menciptakan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY