• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Staff
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Kerja Sama
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 14: Ekosistem Lautan
  • SDG 14: Ekosistem Lautan
  • hal. 2
Arsip:

SDG 14: Ekosistem Lautan

Perikanan UGM Gelar Kuliah Perdana “Blue Economy dan Masa Depan Perikanan”

Berita Jumat, 22 Agustus 2025

Yogyakarta, 22 Agustus 2025 – Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan kuliah perdana bertajuk “Blue Economy dan Masa Depan Perikanan.” Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan konsep ekonomi biru sebagai arah baru pembangunan perikanan berkelanjutan di Indonesia.

Kuliah perdana ini menghadirkan dua narasumber utama yang berpengalaman di bidangnya. R. Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T., selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY, yang menyampaikan pentingnya penerapan Blue Economy sebagai strategi untuk menyeimbangkan antara pemanfaatan sumber daya laut dengan kelestarian lingkungan. Menurut Hery Sulistio, ”ekonomi biru tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan jangka panjang ekosistem perairan”.

Sementara itu, Dr. Muhammad Rizali Umarella, S.Si., M.Si., Plt. Direktur Utama PT. Perikanan Indonesia, menekankan peluang besar sektor perikanan Indonesia di era transformasi ekonomi global. Dr. Muhammad Rizali menggarisbawahi pentingnya inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mendukung daya saing perikanan nasional di pasar internasional.

Kuliah ini dihadiri oleh mahasiswa baru program S1, S2, dan S3 Departemen Perikanan UGM, yang antusias mengikuti diskusi interaktif. Selain sebagai pengantar akademik, kuliah perdana ini juga menjadi ajang pembekalan visi kebangsaan: bagaimana generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam mengembangkan sektor perikanan berbasis Blue Economy yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui kuliah perdana ini, UGM menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi sektor perikanan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada kelestarian ekosistem laut serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong ekonomi kelautan yang berdaya saing dan berkelanjutan, SDG 13 (Climate Action) melalui pengembangan strategi adaptasi perikanan terhadap perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) lewat pengelolaan sumber daya laut yang bertanggung jawab, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri. Dengan demikian, kuliah perdana ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga meneguhkan peran UGM dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Workshop Rancangan Percobaan: Upaya Perikanan UGM Perkuat Kapasitas Akademik Mahasiswa dan Dosen

Berita Kamis, 7 Agustus 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan akademik yang inovatif melalui Workshop Refreshing Materi Perancangan Percobaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 7 Agustus 2025, dengan tujuan utama memperdalam pemahaman terkait desain serta analisis percobaan ilmiah. Workshop ini tidak hanya menyajikan materi teoritis, tetapi juga praktik langsung dalam penyusunan rancangan percobaan yang efektif. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan metodologis yang penting dalam mendukung penelitian berkualitas. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen UGM dalam penguatan kapasitas akademik di bidang perikanan.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari lingkungan Fakultas Pertanian UGM yang telah berpengalaman dalam bidang perancangan penelitian. Dua pakar yang diundang adalah Dr. Erlina Ambarwati, S.P., M.P., dan Dr. Panjisakti Basunanda, S.P., M.P. Keduanya memberikan pembekalan komprehensif yang meliputi teori dasar, model rancangan terbaru, serta pendekatan aplikatif yang relevan. Selain membekali para peserta, workshop ini juga memberikan manfaat signifikan bagi dosen pengampu mata kuliah rancangan percobaan. Salah satu dosen, Dr. Olivia Yofananda, S.TP., menyampaikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini. Menurutnya, workshop memberikan kesempatan untuk menyamakan persepsi antar pengajar mengenai materi perkuliahan. Lebih dari itu, pemateri juga menghadirkan pengetahuan baru tentang rancangan penelitian terkini yang relevan dengan bidang perikanan. Dengan demikian, workshop ini mendukung pengembangan kompetensi dosen sekaligus memperkaya proses pembelajaran.

Kegiatan workshop ini juga selaras dengan misi global pembangunan berkelanjutan. Melalui peningkatan kapasitas akademik di bidang perikanan, kegiatan ini mendukung tercapainya tujuan SDGs, khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan pembelajaran bermutu, poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan penelitian ilmiah, serta poin 14 (Ekosistem Lautan) karena hasil penelitian berkualitas akan berkontribusi pada pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. Dengan demikian, workshop ini tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata pada pencapaian pembangunan global.

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Penerimaan Kunjungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang di Departemen Perikanan UGM

Berita Kamis, 7 Agustus 2025

Yogyakarta, 7 Agustus 2025 – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menerima kunjungan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama dan membangun sinergi dalam pengembangan sektor perikanan, khususnya terkait domestikasi ikan endemik dan ikan asli daerah, dengan fokus utama pada ikan Beong, salah satu komoditas khas perairan Kabupaten Magelang. Dalam diskusi yang berlangsung, kedua belah pihak membahas berbagai strategi pembenihan yang efektif untuk meningkatkan survival rate ikan Beong, sekaligus menjamin pertumbuhan ikan yang optimal. Topik yang didalami antara lain meliputi pengaturan stocking, teknik pembesaran, hingga proses pengolahan hasil perikanan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan inovasi teknologi budidaya yang mampu menjaga kelestarian ikan asli daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hasil perikanan yang bernilai tambah.

Kegiatan ini juga menandai bentuk kolaborasi nyata antara institusi pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan hubungan kerja sama dalam riset, pendidikan, serta pendampingan masyarakat dapat semakin diperkuat sehingga mendukung keberlanjutan pembangunan sektor perikanan di Kabupaten Magelang dan wilayah sekitarnya. Selain berorientasi pada peningkatan produksi perikanan, kegiatan ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kolaborasi ini mendukung pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, SDG 14 (Ekosistem Laut) dengan menjaga kelestarian ikan endemik, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Dengan demikian, inisiatif ini bukan hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian ekosistem dan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Pelatihan Nanoteknologi Akuatik: Dorong Inovasi Berbasis Riset di Bidang Perikanan

Berita Rabu, 6 Agustus 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada mengadakan Pelatihan Nanoteknologi Akuatik pada Rabu, 6 Agustus 2025 dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., Dr. Prihati Sih Nugraheni, S.Pi., M.P., dan Dr. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. Pelatihan diikuti oleh 22 peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian yang tertarik mengembangkan inovasi berbasis nanoteknologi dalam bidang sumber daya akuatik.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar dan penerapan nanoteknologi untuk menciptakan material, struktur fungsional, serta piranti berskala nanometer. Materi yang diberikan meliputi teori nanoteknologi, teknik produksi material nanopartikel dari sumber daya akuatik, serta teknik analisis dan pemanfaatannya dalam industri pakan, pangan, dan medis. Peserta juga berkesempatan mengikuti praktik langsung seperti produksi nanopartikel menggunakan Planetary Ball Milling dan analisis menggunakan Nano Tracking Analyzer.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan kombinasi sesi teori dan praktik yang dipandu langsung oleh para dosen ahli. Selain memperoleh wawasan ilmiah, peserta juga mendapatkan sertifikat pelatihan, materi pembelajaran, serta fasilitas laboratorium untuk mendukung kegiatan praktikum. Pelatihan ini menjadi ajang kolaboratif antara akademisi dan praktisi untuk memperkuat riset serta inovasi teknologi di bidang perikanan dan kelautan. Pelatihan Nanoteknologi Akuatik diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan riset berbasis teknologi berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 14 (Ekosistem Laut), melalui penerapan inovasi ramah lingkungan yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Melalui program seperti ini, Departemen Perikanan UGM terus berkomitmen menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan sektor perikanan Indonesia.

Penulis: Aurelie Firlana

Editor: Nahla Alfiatunnisa

SinnTech Webinar #27: Membaca Ulang Masa Depan Komunitas Perikanan

Berita Selasa, 22 Juli 2025

Pada tanggal 22 Juli 2025, SinnTech Webinar #27 sukses digelar oleh Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM dengan mengangkat tema “The Empowerment of Fisheries Community”. Acara ini berhasil menarik 51 partisipan yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, hingga perwakilan instansi yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan komunitas perikanan yang berkelanjutan.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber ahli internasional yang membagikan pengalaman sekaligus gagasan strategis terkait pemberdayaan masyarakat pesisir dan perikanan. Andreas Bauer, MM. Sc., peneliti dari Institute of Development Research, BOKU – University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna, yang memaparkan materi berjudul “Fisheries Community Development: Lessons Learnt from East and West Africa.”

Dalam paparannya, Andreas Bauer menekankan pentingnya penggunaan Multiple Lines of Evidence (MLE), yang menggabungkan indikator abiotik, biotik, serta pengetahuan sosial-ekologis masyarakat lokal. Pendekatan ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis bukti sekaligus menghargai kearifan komunitas. Ia juga menyoroti bagaimana refleksi kritis, eksplorasi perspektif alternatif, serta inovasi sosial menjadi kunci membangun keberlanjutan perikanan di Afrika Timur dan Barat.

Narasumber kedua adalah Dr. M. Arsyad Al Amin, M.Si., Kepala Departemen Pengembangan Komunitas Pesisir, Kelembagaan dan Kebijakan Kelautan, IPB University, turut membahas tantangan besar sektor perikanan di era disrupsi global. Tiga faktor utama yang menjadi sorotan adalah perubahan iklim, revolusi industri 4.0, dan pandemi COVID-19. Menurutnya, ketiga hal tersebut melahirkan model ekonomi baru: green/blue economy, sharing/digital economy, serta new normal economy. Dalam konteks ini, ketahanan (resilience) masyarakat pesisir ditentukan oleh kemampuan adaptasi terhadap risiko, sekaligus strategi mitigasi yang memperhatikan akar kerentanan sosial-ekonomi.

Pesan penting dari webinar ini adalah bahwa pemberdayaan komunitas perikanan tidak hanya soal pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga membangun daya tahan sosial-ekonomi. Dengan memahami vulnerability sekaligus menguatkan resilience, komunitas pesisir dapat lebih siap menghadapi tantangan ekologi, sosial, maupun global. Partisipasi aktif peserta dalam diskusi, focus group, hingga refleksi bersama menunjukkan bahwa kolaborasi lintas ilmu dan lintas wilayah menjadi fondasi utama menuju masa depan perikanan yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya, SDG 1 (No Poverty) melalui peningkatan kesejahteraan komunitas pesisir, SDG 2 (Zero Hunger) dengan mendukung ketahanan pangan berbasis perikanan berkelanjutan, SDG 13 (Climate Action) lewat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) melalui pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas negara, disiplin ilmu, dan institusi. Dengan demikian, webinar ini tidak hanya menghasilkan wawasan akademis, tetapi juga meneguhkan komitmen global dalam memperkuat keberlanjutan sektor perikanan dan komunitas yang menggantungkan hidup pada sumber daya laut.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

UGM Sukses Gelar 6th International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR) 2025

Berita Rabu, 16 Juli 2025

Yogyakarta, 16 Juli 2025 – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu perikanan dan kelautan dengan sukses menyelenggarakan The 6th International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR). Acara bergengsi ini berlangsung di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta, dan dihadiri oleh 58 peserta dari berbagai instansi dan universitas, baik dari tingkat nasional maupun internasional. Mengusung tema “Blue Economy, Blue Finance, and Blue Justice”, simposium ini menjadi wadah penting untuk menyebarluaskan hasil penelitian sekaligus memperkuat kolaborasi akademik lintas negara. Tema tersebut dipilih untuk menjawab tantangan global di sektor perikanan dan kelautan, khususnya dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, pembiayaan, dan keadilan sosial dalam pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ISMFR 2025 menghadirkan sejumlah pembicara kunci (keynote speakers) dari berbagai institusi internasional ternama. Di antaranya, Prof. Catriona Macleod dari University of Tasmania yang memaparkan pentingnya ketersediaan data kelautan dan oseanografi sebagai fondasi pengukuran kesiapan konsep Blue Economy di Indonesia. Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University menyoroti inovasi penggunaan adjuvant untuk meningkatkan efikasi vaksin pada sektor akuakultur. Sementara itu, Dr. Sang-gil Lee dari Pukyong National University menjelaskan prospek pengembangan pangan laut dengan teknologi mutakhir 3D-food printing yang mendukung keberlanjutan perikanan. Dari dalam negeri, Dr. Riza Yuliratno Setiawan (UGM) menekankan tantangan serta fakta dasar dalam membangun sektor perikanan berkelanjutan di Indonesia.

Selain menghadirkan diskusi panel, acara ini juga menyuguhkan sesi workshop yang dipandu oleh Dr. Sven Kreutel, CEO Particle Metrix GmbH – PT Melchers Indonesia. Workshop tersebut memperkenalkan pendekatan teknologi nanometri yang dapat diterapkan dalam berbagai penelitian perikanan dan kelautan, sekaligus membuka peluang integrasi riset ilmiah dengan aplikasi praktis di lapangan.

Terselenggaranya ISMFR ke-6 ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari lembaga penelitian, universitas mitra internasional, hingga sponsor industri, salah satunya dari PT. Melchers Indonesia. Kolaborasi tersebut semakin memperkuat posisi acara ini sebagai forum ilmiah strategis yang tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga keberlanjutan sektor perikanan dan kelautan dalam kerangka global. Dengan keberhasilan penyelenggaraan ISMFR 2025, Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Perikanan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Simposium ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus landasan bagi pengembangan kebijakan serta inovasi riset yang mampu menjawab tantangan perikanan dunia di masa depan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 14: Kehidupan Bawah Air yang menekankan pentingnya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan riset dan teknologi ramah lingkungan untuk menghadapi tantangan iklim global. Selain itu, konsep Blue Economy, Blue Finance, and Blue Justice yang diusung turut berkontribusi pada SDG 5: Kesetaraan Gender dengan mendorong peran inklusif perempuan dalam sektor perikanan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara universitas, lembaga riset, pemerintah, dan sektor swasta. Dengan demikian, ISMFR tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wujud nyata kontribusi ilmiah dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Perikanan UGM Selenggarakan Seminar Nasional Tahunan XXII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM XXII) 2025

Berita Rabu, 16 Juli 2025

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Tahunan XXII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM XXII) pada Rabu, 16 Juli 2025 bertempat di Hotel Grand Rohan Jogja. Acara ini diikuti oleh peserta dari 16 institusi dalam negeri dan menghadirkan dua pembicara kunci, yaitu Endah Prihatiningtyastuti, S.P., M.Si., M.Phil., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Dedi Supriadi Adhuri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

SEMNASKAN-UGM XXII tahun ini mengusung tema “Blue Economy in Action from Indonesia: Opportunity and Challenges, Best Practice and Study Cases.” Seminar ini diselenggarakan sebagai wadah pertukaran informasi dan hasil penelitian terkini terkait penerapan konsep ekonomi biru di sektor perikanan dan kelautan. Melalui sesi pleno dan paralel, peserta dapat berdiskusi serta mempelajari berbagai studi kasus yang mencakup bidang akuakultur, penangkapan ikan, dan pasca panen hasil perikanan, yang diharapkan memberikan pembelajaran dalam penerapan konsep ekonomi biru di Indonesia.

Rangkaian kegiatan dimulai pemaparan materi oleh para pembicara kunci yang menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor untuk optimalisasi potensi ekonomi biru nasional. Sesi selanjutnya diisi dengan presentasi paralel hasil penelitian dari mahasiswa, dosen, dan peneliti berbagai institusi yang mengangkat topik inovatif terkait pengelolaan sumber daya perikanan yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui SEMNASKAN-UGM XXII, Departemen Perikanan UGM berupaya memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi dalam membangun sistem perikanan yang bertanggung jawab dan berdaya saing global. Seminar ini juga menjadi sarana penting dalam mendukung pencapaian Tujuan SDGs, khususnya SDG 14 (Ekosistem Laut) yang menekankan pentingnya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di masa depan.

Penulis: Aurelie Firlana 

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Perikanan UGM Gelar Workshop Vaksinasi Ikan Skala Internasional untuk Akuakultur Sehat dan Berkelanjutan

Berita Senin, 14 Juli 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, pada 14 Juli 2025 menyelenggarakan kegiatan Workshop Vaccination of Aeromonas spp. in Tilapia (Oreochromis sp.) and Catfish (Clarias sp.). Kegiatan ini dirancang untuk menangani tingginya kasus penyakit akibat infeksi bakteri Aeromonas spp. yang sering menyerang ikan budidaya, khususnya ikan nila dan ikan lele. Infeksi tersebut diketahui dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, kerusakan jaringan, hingga kematian masal, yang berimplikasi pada kerugian ekonomi serius bagi pembudidaya. Penggunaan antibiotik secara berlebihan dalam budidaya perikanan menambah tantangan baru, karena menimbulkan resistensi bakteri serta residu antibiotik pada produk perikanan. Oleh karena itu, vaksinasi dipandang sebagai solusi alternatif yang lebih aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dalam meningkatkan kesehatan serta ketahanan ikan terhadap penyakit.

Workshop ini dirancang untuk memberikan pengetahuan komprehensif baik secara teoritis maupun praktis mengenai produksi vaksin inaktif berbasis Aeromonas spp.. Kegiatan terdiri atas dua sesi utama, yaitu sesi teori dan hands-on training. Pada sesi teori, peserta mendapatkan paparan materi mengenai dasar-dasar imunologi ikan, prinsip produksi vaksin, serta implementasi vaksinasi dalam budidaya ikan air tawar. Sementara pada sesi hands-on, peserta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan laboratorium, seperti mengkultur bakteri patogen, melakukan inaktivasi menggunakan formalin, formulasi vaksin hingga tahap pengeringan beku (freeze-drying), dan menentukan dosis vaksin melalui metode spektrofotometri. Selain itu, peserta juga dilatih melakukan uji toksisitas vaksin pada ikan nila serta teknik pengambilan darah dan pemisahan serum untuk analisis imunologis.

Tidak hanya terbatas pada laboratorium, kegiatan ini juga mencakup praktik lapangan untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta. Pada sesi lapangan, peserta mempraktikkan vaksinasi langsung pada ikan nila dan ikan lele menggunakan metode injeksi intraperitoneal (IP). Prosedur ini meliputi teknik penanganan ikan dengan meminimalkan stres, anestesi menggunakan air es, penyuntikan vaksin secara tepat, serta pemulihan pasca injeksi. Peserta juga dilatih melakukan pengamatan ante-mortem dan post-mortem untuk mengevaluasi respons ikan terhadap vaksinasi, termasuk identifikasi gejala stres, lesi, perilaku abnormal, serta pencatatan mortalitas. Melalui pengalaman langsung ini, peserta diharapkan dapat memahami prosedur vaksinasi secara komprehensif sekaligus membangun keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri akuakultur.

Peserta workshop berasal dari berbagai kalangan, baik internal maupun eksternal UGM, yang menunjukkan besarnya minat terhadap tema kegiatan ini. Peserta dari eksternal didominasi oleh perwakilan lembaga dan institusi seperti CPP, Vaksindo, PT Central Proteina, Politeknik AUP, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, hingga Institut Teknologi Bandung (ITB). Kehadiran peserta lintas lembaga ini memperkuat nilai kolaborasi dan memperluas jangkauan diseminasi ilmu. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber internasional, yaitu Prof. Dr. Ina Salwany dari Universiti Putra Malaysia yang berbagi pengalaman riset vaksinasi ikan laut di Malaysia, serta Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University, Inggris, yang memberikan pandangan mengenai pentingnya penguatan teknologi vaksinasi berbasis ilmiah. Dengan melibatkan pakar dari berbagai negara, kegiatan ini menjadi forum pertukaran ilmu yang bernuansa global. Hal ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendorong penguatan kapasitas akademik, penelitian, serta praktik lapangan yang relevan dengan tantangan global di sektor perikanan dan akuakultur.

Menurut salah satu panitia, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, kegiatan workshop ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan inovasi materi dan pembicara yang lebih variatif. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran narasumber internasional menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi forum akademik internasional yang strategis bagi pengembangan ilmu di bidang kesehatan ikan. Lebih jauh, beliau berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa UGM, tetapi juga dapat diaplikasikan oleh peserta eksternal dalam mendukung praktik budidaya ikan yang sehat, berkelanjutan, dan bebas antibiotik. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam mencetak generasi akademisi, peneliti, dan praktisi perikanan yang berdaya saing global. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan global atau SDGs pada poin ke-4 : Pendidikan Berkualitas, poin ke-9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, poin ke-14 : Ekosistem Laut, serta poin ke-17: Kemitraan Untuk Mencapai Lanjutan.

 

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Pelantikan Insinyur Program Profesi Insinyur Periode I Tahun 2025, Dosen Departemen Perikanan UGM Resmi Sandang Gelar Insinyur Profesional

Berita Selasa, 8 Juli 2025

Pelantikan Insinyur Program Profesi Insinyur Periode I Tahun 2025 berlangsung pada Selasa, 8 Juli 2025 bertempat di Grha Sabha Pramana (GSP), Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen UGM dalam mencetak tenaga profesional yang memiliki kompetensi teknis unggul. Pada kesempatan kali ini, sejumlah dosen dari Departemen Perikanan UGM berhasil meraih gelar Insinyur (Ir.). Dosen yang dilantik dalam prosesi ini antara lain Dr. Ir. Prihati Sih Nugraheni, S.Pi., M.P.; Dr. Ir. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P.; Prof. Dr. Ir. Murwantoko, M.Si.; dan Ir. Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. Keempat dosen ini sebelumnya telah melalui rangkaian proses asesmen kompetensi profesional yang meliputi pengalaman rekayasa, publikasi ilmiah, portofolio keinsinyuran, dan kontribusi terhadap masyarakat. Gelar Insinyur yang disandang mencerminkan keunggulan akademik sekaligus keahlian aplikatif dalam menyelesaikan persoalan teknis di bidang perikanan. Kehadiran insinyur profesional di lingkungan akademik memperkuat peran Departemen Perikanan UGM dalam menerapkan ilmu rekayasa untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan di Indonesia.

Prosesi pelantikan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi peneguhan komitmen para lulusan Program Profesi Insinyur dalam menjunjung tinggi etika profesi. Dalam sumpah profesi, seluruh insinyur menyatakan kesiapan untuk mengabdikan keilmuannya demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Etika keinsinyuran menjadi landasan penting dalam penerapan teknologi yang bertanggung jawab terhadap keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan. Pelantikan ini meneguhkan peran insinyur sebagai agen pembangunan berkelanjutan berbasis sains dan teknologi. Selain itu, capaian ini diharapkan menginspirasi sivitas akademika lainnya untuk terus meningkatkan profesionalisme melalui sertifikasi keinsinyuran.

Kompetensi keinsinyuran sangat relevan dalam menjawab berbagai isu di bidang perikanan seperti efisiensi teknologi budidaya, ketahanan pangan laut, mitigasi penyakit ikan, hingga pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan peran UGM sebagai universitas riset yang berorientasi pada pemecahan masalah bangsa melalui inovasi. Pelantikan insinyur ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4: Pendidikan Berkualitas, poin ke-8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan poin ke-14: Ekosistem Lautan. Dengan semangat integritas dan tanggung jawab profesional, lulusan Program Profesi Insinyur UGM siap memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan bangsa dan kemajuan peradaban.

Penulis: Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Pemas Nandur: Aksi Nyata Pelestarian Pesisir melalui Penanaman Mangrove di Laguna Pengklik, Pantai Samas, Bantul

Berita Jumat, 13 Juni 2025

Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan (KMIP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM berkolaborasi dengan TNI AL dan Saka Bahari Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pemas Nandur 2025 sebagai bentuk nyata pelestarian lingkungan pesisir. Pemas Nandur merupakan program kerja dari Departemen Pengabdian Masyarakat KMIP yang bertujuan mendukung upaya konservasi pesisir melalui penanaman mangrove serta kegiatan edukasi bersama. Kegiatan ini sukses dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2025 di Laguna Pengklik, Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 65 peserta turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang terdiri dari mahasiswa Ilmu Perikanan UGM, dosen, perwakilan Saka Bahari Yogyakarta, dan personel TNI AL.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Peltu (Mar) Yohanes Ari Wibowo selaku perwakilan TNI AL di POSAL Samas, Bantul. Selanjutnya, dilakukan edukasi mengenai peran penting mangrove bagi ekosistem pesisir. Para peserta kemudian diberikan pengarahan teknis mengenai cara penanaman mangrove yang benar dan dilanjutkan dengan aksi penanaman mangrove di sepanjang bibir Laguna Pengklik. Sebanyak 50 bibit mangrove berhasil ditanam dalam kegiatan ini. Selain kegiatan konservasi, para peserta juga mengikuti kegiatan rafting menyusuri Laguna Pengklik, yang dipandu oleh personel TNI AL. Kegiatan berlangsung dengan semangat dan partisipasi aktif seluruh peserta dari pagi hingga siang hari. Selain memberikan pengalaman langsung di alam terbuka, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Kolaborasi antar berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan kekuatan sinergi dalam mewujudkan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan. Melalui Pemas Nandur 2025, diharapkan kesadaran mahasiswa terhadap peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk turut serta dalam upaya pelestarian alam. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan poin 14: Ekosistem Lautan.

Penulis: KMIP UGM

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

123
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY