• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • hal. 15
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Perikanan UGM Tingkatkan Kualitas Menulis Melalui Pelatihan Penulisan Manuskrip Sistematik Review dan Meta-Analisis

Berita Senin, 13 Oktober 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Teknik Penulisan Manuskrip Sistematik Review dan Meta-Analisis pada hari Senin, 13 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa program magister (S2) dan doktor (S3), serta dosen di Departemen Perikanan UGM. Pelatihan ini diisi oleh narasumber Bayu Satria Wiratama, S.Ked., M.P.H., Ph.D., FSRPH., dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM yang memaparkan mengenai teknik penulisan manuskrip sistematik dan Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt. dari Fakultas Farmasi UGM, dengan paparan materi meta analisis. 

Peserta dibekali pemahaman mengenai cara mengecek kualitas jurnal, termasuk mengetahui indeksasi jurnal yang baik, serta menilai jurnal yang lebih kredibel berdasarkan faktor review dan jumlah sitasi. Selain itu, peserta juga memperoleh panduan dalam menentukan target publikasi yang tepat sesuai bidang ilmu, tips agar naskah karya tulis ilmiah dapat diterima (accepted), serta pemahaman mendalam mengenai analisis statistik dalam meta-analisis. Dengan adanya pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menyusun dan mempublikasikan karya ilmiah berkualitas tinggi serta memahami proses analisis data secara lebih komprehensif hingga mampu menjawab inti permasalahan penelitian secara tepat.

Kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi pengembangan kapasitas akademik di lingkungan Departemen Perikanan UGM, terutama dalam meningkatkan kualitas riset berbasis bukti ilmiah serta memperkuat kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Pelatihan ini juga mendorong peningkatan jumlah publikasi ilmiah bereputasi yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik perikanan berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menyusun dan mempublikasikan karya ilmiah berkualitas tinggi serta memahami proses analisis data secara lebih komprehensif hingga mampu menjawab inti permasalahan penelitian secara tepat. Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik. Dengan adanya pelatihan ini, Departemen Perikanan UGM terus berupaya menjadi pusat unggulan dalam pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pembangunan sektor perikanan di tingkat nasional maupun global.

Penulis : Annisa Yustisia

Editor : Nahla Alfiatunnisa

SinnTech #29: OceanKita dan UGM Perkuat Aksi Inovatif Kurangi Pencemaran Laut di Indonesia

Berita Selasa, 30 September 2025

Yogyakarta, 30 September 2025— Departemen perikanan UGM dan OceanKita, kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi polusi plastik laut melalui rangkaian inovasi teknologi, edukasi, dan kolaborasi komunitas. Melalui program SinnTech #29 dengan tema, “From the Threat of Plastic Waste to the Hope for Marine Ecosystems: Synergy for the Future of Our Oceans.”

Jeanette Haulussy, S.Si selaku Co-founder & COO of OceanKita, menjelaskan mengenai “Sustainable Ocean: Innovation and Action Against Plastic Pollution.” Dijelaskan bahwa berbagai program dan teknologi telah dihadirkan untuk menjawab persoalan utama pencemaran laut di Indonesia. Teknologi pembersih laut seperti trawl-net, program edukasi Plastic Collage, permainan edukatif Sungai Card Game, hingga pengalaman langsung seperti rafting dan cleanup Ciliwung menjadi pendekatan yang menyeluruh untuk mendorong aksi perubahan. Salah satu program unggulan, Seribu Biru di Pulau Untung Jawa, mencatat dampak signifikan sejak diluncurkan pada Maret 2024: 12.460 sampah laut terkumpul, 397 pelajar mengikuti kelas edukasi, 355 relawan terlibat dalam aksi bersih pantai, 545 kg sampah terkelola, 200 mangrove ditanam dengan estimasi 19 tCO₂e penyerapan, dan Penggunaan kapal listrik menghasilkan reduksi emisi 10,3 tCO₂e. OceanKita juga tengah mengembangkan Marine Pollution Tracker, sistem pelacakan dan prediksi pencemaran laut berbasis data—pemenang pendanaan dari IPPIN Accelerator+ 2024 dan Seed Funding 2025, bekerja sama dengan Central Queensland University, Australia.

Dalam paparannya, Dr. Sulistiowati mengungkapkan bahwa marine debris kini ditemukan di seluruh lapisan perairan—mulai dari permukaan, kolom air, dasar laut, hingga pantai. Ia menjelaskan bahwa Indonesia termasuk dalam negara dengan kontribusi tinggi terhadap sampah laut global, terutama plastik. Marine debris berdampak langsung pada biota, seperti penyu yang terjerat, burung laut yang menelan plastik, serta terganggunya rantai makanan. Penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik telah ditemukan di sedimen, mulut, dan saluran pencernaan ikan, serta berpotensi menimbulkan stres oksidatif, gangguan enzim, kerusakan sel, hingga risiko kesehatan pada manusia. Selain itu, mikroplastik terus masuk ke ekosistem melalui berbagai jalur—limbah domestik, industri, degradasi plastik besar, hingga aliran sungai. Proses transportasinya yang kompleks membuat mikroplastik dapat berpindah lokasi, berpaut pada organisme, dan memasuki rantai makanan.

SINNTECH #29 menegaskan bahwa permasalahan sampah laut tidak hanya diselesaikan lewat riset, tetapi membutuhkan integrasi tiga aspek: 1)Ilmu pengetahuan – memahami sumber, transportasi, dan dampak mikroplastik; 2) Teknologi – seperti trawl-net, monitoring berbasis data, dan edukasi digital; 3) Gerakan komunitas – pelibatan masyarakat pesisir, sekolah, dan relawan. Webinar ditutup dengan seruan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah kecil: mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, hingga berkontribusi sebagai relawan pelestari lingkungan. Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 Kegidupan sehat dan sejahtera, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Sharing Session MTCRC 2025: Mahasiswa Magister Ilmu Perikanan UGM Antusias Kenali Instrumen Oseanografi dan Gali Ide Riset

BeasiswaBerita Rabu, 17 September 2025

Yogyakarta, 17 September 2025 – Departemen Perikanan UGM sebagai mitra Perguruan Tinggi Korea-Indonesia MTCRC telah menyelenggarakan “Sharing Session MTCRC 2025” yang bertempat di Ruang 2.02 Departemen Perikanan UGM. Acara yang mengangkat tema “Mengenal Instrumen Oseanografi (CTD, ADCP, dan MBES) serta Sharing Riset Mahasiswa” ini dihadiri oleh mahasiswa dan Dosen Magister Ilmu Perikanan. Acara dibuka dengan sambutan dan pemaparan program MTCRC di Magister Ilmu Perikanan UGM oleh Dr. Eko Setyobudi, yang memberikan gambaran umum mengenai program dan aktivitas mahasiswa awardee MTCRC Scholarship. Sesi utama diisi oleh dua alumni Awardee Beasiswa MTCRC, yaitu Qothrunnadaa Salsabiila dan Hana Cahya Maharani, yang menyampaikan pengalaman mengikuti Marine Equipment Training (MET) berbagai instrumen oseanografi yaitu CTD (Conductivity, Temperature, Depth), ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler), dan MBES (Multibeam Echo Sounder). Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, namun juga disertai contoh aplikatif dari hasil riset lapangan, sehingga sangat membuka wawasan peserta mengenai pemanfaatan teknologi dalam penelitian perikanan dan kelautan.

Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (4) Pendidikan Berkualitas, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrastruktur, Industri, dan Inovasi, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Ekosistem Lautan, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

HUT ke-62 Departemen Perikanan UGM: Kukuhkan Komitmen untuk Pendidikan dan Penelitian Bermutu

Berita Senin, 1 September 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada menggelar acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 pada Senin, 1 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan melalui zoom untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada seluruh civitas dan alumni agar dapat hadir tanpa batasan ruang. Puncak peringatan ini dirancang sebagai ajang sosialisasi hasil kinerja dan prestasi Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM selama satu tahun terakhir sekaligus memperingati usia emas perjalanan institusi yang telah berdiri sejak lebih dari enam dekade. Dengan suasana penuh kebersamaan, acara ini menegaskan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam menjaga relevansi pendidikan dan riset di bidang perikanan.

Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan Laporan Tahunan Departemen Perikanan UGM yang disampaikan secara sistematis dan menyeluruh. Laporan tersebut mencakup berbagai aspek penting, antara lain prestasi akademik mahasiswa, publikasi ilmiah dosen, capaian penelitian unggulan, program pengabdian masyarakat, serta jalinan kerja sama dengan berbagai pihak nasional maupun internasional. Informasi ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi internal, tetapi juga wujud transparansi kepada seluruh peserta kegiatan. Dengan adanya pemaparan ini, civitas akademika dapat memahami arah pengembangan departemen dan kontribusinya terhadap kemajuan ilmu perikanan. Hal ini memperlihatkan bahwa Departemen Perikanan UGM berkomitmen untuk terus berinovasi di tengah tantangan global.

Sesi yang paling ditunggu-tunggu dalam puncak peringatan ini adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Mohamad Zaki Mahasin, S.Pi., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Pemanfaatan Air Laut dan Biofarmakologi di Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam orasi ilmiah berjudul “Blue Economy dan Masa Depan Perikanan”, Dr. Zaki menekankan bahwa konsep ekonomi biru merupakan paradigma baru dalam mengelola sumber daya laut. Dr. Zaki juga menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dengan upaya konservasi agar keberlanjutan ekosistem laut tetap terjaga, serta menekankan peluang inovasi yang dapat diintegrasikan ke dalam penelitian dan pengembangan perikanan di Indonesia.

Meski dilaksanakan secara daring, acara berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan banyak pihak.Partisipasi purna tugas memberi nilai lebih karena menghadirkan refleksi atas kontribusi sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi saat ini. Acara puncak HUT ke-62 ini memiliki relevansi erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Laporan kinerja departemen mencerminkan implementasi poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu akademik, riset, dan pengabdian. Orasi ilmiah tentang ekonomi biru sejalan dengan poin 14 (Ekosistem Lautan) karena menekankan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut. Selain itu, keterlibatan beragam elemen dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga purna tugas mencerminkan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang menekankan pentingnya kolaborasi. Dengan demikian, acara puncak HUT Departemen Perikanan UGM bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi refleksi komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Kenal Perikanan 2025: Mahasiswa Baru Departemen Perikanan UGM Menyelami Dunia Perikanan dan Kelautan

Berita Sabtu, 23 Agustus 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan bertajuk Kenal Perikanan yang ditujukan bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Departemen Perikanan UGM dalam memberikan pengenalan awal mengenai dunia perikanan dan kelautan. Dengan melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pendamping dari mahasiswa, kegiatan ini dirancang untuk memotivasi serta memperluas pemahaman mahasiswa baru terhadap potensi besar sektor perikanan nasional. Pelaksanaan Kenal Perikanan tahun ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Jumat–Sabtu, 22–23 Agustus 2025. Total peserta yang terlibat mencapai 270 orang dengan rincian 227 mahasiswa baru, 50 dosen dan tenaga kependidikan, serta 10 pendamping. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya dukungan dan antusiasme sivitas akademika dalam mendukung kegiatan ini.

Rangkaian kegiatan Kenal Perikanan dirancang dengan pendekatan lapangan melalui kunjungan ke berbagai lokasi di Kabupaten Jepara. Beberapa destinasi yang dikunjungi adalah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Batu, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau, sarana pasca panen rajungan, Poklahsar Teratai Desa Bandengan, dan PT. Guna Citra Kartika. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan nilai strategis dalam mencerminkan kondisi riil sektor perikanan. Dengan mengunjungi beragam titik rantai produksi dan pengolahan, mahasiswa memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai kompleksitas industri perikanan. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa dunia perikanan tidak hanya sebatas teori, melainkan erat kaitannya dengan praktik lapangan dan keterlibatan masyarakat.

Di Pangkalan Pendaratan Ikan Ujung Batu, mahasiswa diperkenalkan pada aktivitas pendaratan hasil tangkapan nelayan yang menjadi pintu gerbang distribusi ikan laut. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa dapat memahami dinamika kerja nelayan, proses sortir, serta rantai distribusi yang berlangsung di pelabuhan ikan. Sementara itu, kunjungan ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat inovasi teknologi budidaya, terutama komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini membuka wawasan bahwa sektor budidaya tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai peran sentral budidaya dalam menopang keberlanjutan sektor perikanan nasional.

Tidak kalah menarik, kunjungan ke sarana pasca panen rajungan memberikan wawasan tentang pentingnya pengolahan hasil tangkapan untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan. Mahasiswa menyaksikan bagaimana rajungan diolah dengan standar tertentu agar kualitasnya tetap terjaga dan mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional. Selanjutnya, kunjungan ke Poklahsar Teratai di Desa Bandengan memperlihatkan kontribusi kelompok masyarakat dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah berbasis perikanan. Dari pengalaman ini, mahasiswa memahami bahwa pemberdayaan masyarakat dan kewirausahaan lokal memegang peran penting dalam penguatan ekonomi daerah. Terakhir, kunjungan ke PT Guna Citra Kartika memberikan perspektif tentang manajemen perusahaan perikanan berskala industri yang menekankan pentingnya efisiensi, profesionalisme, dan daya saing global.

Menurut penanggung jawab kegiatan, Dr. Olivia Yofananda, S.TP, pelaksanaan Kenal Perikanan tahun ini berlangsung lebih efektif dibandingkan tahun sebelumnya. Efektivitas tersebut terlihat dari padatnya jadwal yang dirancang secara efisien tanpa mengurangi substansi kegiatan. Dr. Olivia juga menekankan bahwa antusiasme mahasiswa sangat tinggi, ditunjukkan melalui keterlibatan aktif dalam setiap sesi kunjungan dan diskusi. Hal ini menjadi indikator positif bahwa mahasiswa baru memiliki semangat belajar yang besar serta rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia perikanan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menempatkan dirinya dengan lebih baik ketika kelak memasuki dunia kerja. Pengalaman lapangan yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi bekal berharga untuk memahami prospek sekaligus tantangan yang akan dihadapi. Sektor perikanan yang dinamis menuntut lulusan untuk adaptif, kreatif, dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, Kenal Perikanan berperan penting dalam menanamkan kesadaran sejak dini mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh calon tenaga ahli di bidang perikanan.

Dengan adanya keberagaman lokasi, mahasiswa dapat membandingkan pola usaha, teknologi, serta tantangan yang dihadapi oleh setiap komunitas perikanan. Inovasi dalam desain kegiatan juga akan semakin memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Pada akhirnya, Kenal Perikanan diharapkan menjadi salah satu tradisi akademik yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan transformatif bagi generasi muda perikanan Indonesia. Kegiatan Kenal Perikanan ini juga sejalan dengan tujuan global atau SDGs pada poin ke-4 : Pendidikan Berkualitas, poin ke-9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin ke-14 : Ekosistem Lautan.

Penulis: Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Malam Keakraban Mahasiswa Baru Perikanan UGM Tahun 2025

Berita Jumat, 22 Agustus 2025

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Malam Keakraban bagi mahasiswa baru Program Sarjana pada tanggal 22 Agustus 2025. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kenal Perikanan yang dilaksanakan di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dari tiga program studi, yaitu Teknologi Hasil Perikanan, Manajemen Sumberdaya Akuatik, dan Akuakultur, serta turut dihadiri oleh dosen dan tenaga kependidikan Departemen Perikanan UGM.

Pelaksanaan Malam Keakraban diawali dengan sesi pengenalan masing-masing program studi dan menampilkan keunggulan program studi kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini semakin meriah dengan adanya berbagai penampilan dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, yang menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar civitas Departemen Perikanan UGM. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru dapat lebih mengenal lingkungan akademik, menjalin relasi positif dengan sesama mahasiswa dan dosen, serta termotivasi untuk berkontribusi aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan SDGs, khususnya  SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan kolaborasi dan pengembangan potensi sumber daya manusia di bidang perikanan.

Penulis: Aurelie Firlana

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Departemen Perikanan UGM Selenggarakan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus

Berita Jumat, 8 Agustus 2025

Yogyakarta, 8 Agustus 2025 — Dalam rangka memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong Jurnal Perikanan UGM agar dapat naik kelas dan terindeks dalam Scopus, salah satu basis data jurnal ilmiah internasional bereputasi. Workshop ini dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Agustus 2025, dengan menghadirkan dua narasumber utama Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, S.Si., M.Si. dan Dr. Ing. Teguh Ariyanto, S.T., M.Eng. Keduanya dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang publikasi ilmiah dan pengelolaan jurnal bereputasi.

Materi workshop menekankan pentingnya memahami struktur penulisan artikel ilmiah yang sesuai standar internasional, mulai dari judul yang ringkas dan informatif, abstrak yang jelas, metodologi yang transparan, hingga diskusi hasil penelitian yang relevan dan mendalam. Narasumber juga menekankan bahwa kualitas artikel tidak hanya diukur dari isi penelitian, tetapi juga dari keterbacaan, kebaruan ide, serta dampaknya bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, pada kesempatan ini dijelaskan bagaimana penulis dapat memilih jurnal yang tepat, membangun jejaring riset, dan menghindari praktik publikasi yang tidak etis, seperti plagiarisme atau duplikasi artikel dengan fokus pada proses pengembangan jurnal agar dapat terindeks Scopus. Peserta dibekali pemahaman mengenai persyaratan jurnal Scopus, mulai dari tata kelola manajemen jurnal, konsistensi penerbitan, kualitas artikel, hingga pentingnya diversitas penulis dan editor. Selain itu, dijelaskan pula tips dan trik dalam proses pengajuan jurnal ke Scopus, termasuk dokumen yang perlu disiapkan, indikator yang harus dipenuhi, serta tantangan yang sering dihadapi oleh pengelola jurnal. Peserta juga diajak membandingkan kondisi Jurnal Perikanan UGM dengan beberapa jurnal lain di lingkungan UGM yang sudah berhasil masuk ke dalam indeks Scopus. Melalui perbandingan tersebut, peserta dapat memahami apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar Jurnal Perikanan mampu memenuhi standar internasional.

Workshop ini diikuti oleh dosen dan pengelola Jurnal Perikanan UGM. Suasana interaktif tercipta melalui diskusi, tanya jawab, serta studi kasus yang membedah contoh artikel ilmiah dan tata kelola jurnal. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat berharga, “Workshop ini membuka mata kami tentang banyak hal yang sering diabaikan dalam penulisan maupun pengelolaan jurnal. Dari tips penulisan hingga strategi indeksasi, semua sangat bermanfaat. Semoga Jurnal Perikanan bisa segera menuju Scopus,” ungkap Al Ain Shoufi peserta workshop.

Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus ini diharapkan menjadi titik awal dari berbagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi sivitas akademika Departemen Perikanan UGM. Melalui pelatihan ini, diharapkan sivitas akademika lebih terdorong untuk menulis, menerbitkan, serta mengelola jurnal dengan standar yang tinggi. Langkah ini juga sejalan dengan misi UGM sebagai universitas riset kelas dunia yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi tantangan global. Penyelenggaraan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus menjadi bukti nyata komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas publikasi ilmiah. Dengan kolaborasi antara narasumber, pengelola jurnal, dan BPP UGM, kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal teknis, tetapi juga strategi jangka panjang untuk membawa Jurnal Perikanan menuju pengakuan internasional. Ke depan, diharapkan semakin banyak karya sivitas akademika yang terpublikasi di jurnal bereputasi, sehingga kontribusi UGM dalam bidang perikanan dan kelautan semakin diakui di tingkat nasional maupun global. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada poin (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrakstruktur, Industri, dan Inovasi, (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Workshop Rancangan Percobaan: Upaya Perikanan UGM Perkuat Kapasitas Akademik Mahasiswa dan Dosen

Berita Kamis, 7 Agustus 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan akademik yang inovatif melalui Workshop Refreshing Materi Perancangan Percobaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 7 Agustus 2025, dengan tujuan utama memperdalam pemahaman terkait desain serta analisis percobaan ilmiah. Workshop ini tidak hanya menyajikan materi teoritis, tetapi juga praktik langsung dalam penyusunan rancangan percobaan yang efektif. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan metodologis yang penting dalam mendukung penelitian berkualitas. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen UGM dalam penguatan kapasitas akademik di bidang perikanan.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari lingkungan Fakultas Pertanian UGM yang telah berpengalaman dalam bidang perancangan penelitian. Dua pakar yang diundang adalah Dr. Erlina Ambarwati, S.P., M.P., dan Dr. Panjisakti Basunanda, S.P., M.P. Keduanya memberikan pembekalan komprehensif yang meliputi teori dasar, model rancangan terbaru, serta pendekatan aplikatif yang relevan. Selain membekali para peserta, workshop ini juga memberikan manfaat signifikan bagi dosen pengampu mata kuliah rancangan percobaan. Salah satu dosen, Dr. Olivia Yofananda, S.TP., menyampaikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini. Menurutnya, workshop memberikan kesempatan untuk menyamakan persepsi antar pengajar mengenai materi perkuliahan. Lebih dari itu, pemateri juga menghadirkan pengetahuan baru tentang rancangan penelitian terkini yang relevan dengan bidang perikanan. Dengan demikian, workshop ini mendukung pengembangan kompetensi dosen sekaligus memperkaya proses pembelajaran.

Kegiatan workshop ini juga selaras dengan misi global pembangunan berkelanjutan. Melalui peningkatan kapasitas akademik di bidang perikanan, kegiatan ini mendukung tercapainya tujuan SDGs, khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan pembelajaran bermutu, poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan penelitian ilmiah, serta poin 14 (Ekosistem Lautan) karena hasil penelitian berkualitas akan berkontribusi pada pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. Dengan demikian, workshop ini tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata pada pencapaian pembangunan global.

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Donor Darah Meriahkan HUT ke-62 Departemen Perikanan UGM

Berita Selasa, 5 Agustus 2025

Yogyakarta, 5 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), diselenggarakan kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Sebagai salah satu rangkaian acara HUT ke-62 Perikanan UGM, kegiatan donor darah ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga sebagai wujud nyata kontribusi Departemen Perikanan UGM bagi masyarakat luas. Donor darah menjadi simbol solidaritas, pengabdian, dan kepedulian sosial yang terus dijaga oleh civitas akademika.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga masyarakat umum di sekitar kampus UGM. Dari jumlah tersebut, panitia berhasil mengumpulkan lebih dari 40 kantong darah yang akan disalurkan melalui RSA UGM untuk memenuhi kebutuhan pasien yang membutuhkan. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Tidak hanya melibatkan internal kampus, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Bentuk dukungan sekaligus penghargaan kepada para pendonor, panitia menyediakan berbagai makanan tambahan yang bergizi. Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus simbol rasa berbagi, agar para pendonor tetap sehat setelah mendonorkan darahnya. Selain itu, kegiatan ini juga semakin semarak dengan adanya berbagai doorprize menarik yang disediakan bagi peserta. Kehadiran doorprize tidak hanya menjadi daya tarik tambahan, tetapi juga wujud apresiasi panitia atas kepedulian dan partisipasi para pendonor.

Salah satu peserta, Galuh Seto Aji menyampaikan rasa senang dan syukurnya dapat turut berpartisipasi. “Saya merasa sangat berbahagia dengan adanya kegiatan donor darah ini. Tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga memberi pengalaman berharga bagi diri saya sendiri. Semoga ke depan Departemen Perikanan UGM semakin banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya. Pernyataan ini menggambarkan bahwa kegiatan donor darah bukan hanya sekadar rutinitas seremonial, melainkan benar-benar dirasakan manfaat dan dampaknya oleh para peserta. Kegiatan donor darah ini juga menegaskan komitmen Departemen Perikanan UGM untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai bentuk pengabdian. Dengan menggandeng RSA UGM sebagai mitra, acara ini menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemanusiaan. Selain memperkuat jejaring sosial, kegiatan ini juga memberi pesan bahwa dunia akademik tidak hanya berorientasi pada penelitian dan pendidikan, tetapi juga turut serta dalam pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat.

Rangkaian perayaan HUT ke-62 ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Melalui keterlibatan banyak pihak, Departemen Perikanan UGM optimistis dapat menghadirkan kegiatan sosial yang lebih besar dan bermanfaat. Acara donor darah ini menutup rangkaian kegiatan hari itu dengan penuh rasa syukur. Melalui semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian, Departemen Perikanan UGM sekali lagi menunjukkan peran strategisnya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak sumber daya manusia unggul, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat dan kemanusiaan. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada poin (3). Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, (4) Pendidikan Bermutu, dan (16) Kemitraan demi Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Perikanan UGM Gelar Workshop Vaksinasi Ikan Skala Internasional untuk Akuakultur Sehat dan Berkelanjutan

Berita Senin, 14 Juli 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, pada 14 Juli 2025 menyelenggarakan kegiatan Workshop Vaccination of Aeromonas spp. in Tilapia (Oreochromis sp.) and Catfish (Clarias sp.). Kegiatan ini dirancang untuk menangani tingginya kasus penyakit akibat infeksi bakteri Aeromonas spp. yang sering menyerang ikan budidaya, khususnya ikan nila dan ikan lele. Infeksi tersebut diketahui dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, kerusakan jaringan, hingga kematian masal, yang berimplikasi pada kerugian ekonomi serius bagi pembudidaya. Penggunaan antibiotik secara berlebihan dalam budidaya perikanan menambah tantangan baru, karena menimbulkan resistensi bakteri serta residu antibiotik pada produk perikanan. Oleh karena itu, vaksinasi dipandang sebagai solusi alternatif yang lebih aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dalam meningkatkan kesehatan serta ketahanan ikan terhadap penyakit.

Workshop ini dirancang untuk memberikan pengetahuan komprehensif baik secara teoritis maupun praktis mengenai produksi vaksin inaktif berbasis Aeromonas spp.. Kegiatan terdiri atas dua sesi utama, yaitu sesi teori dan hands-on training. Pada sesi teori, peserta mendapatkan paparan materi mengenai dasar-dasar imunologi ikan, prinsip produksi vaksin, serta implementasi vaksinasi dalam budidaya ikan air tawar. Sementara pada sesi hands-on, peserta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan laboratorium, seperti mengkultur bakteri patogen, melakukan inaktivasi menggunakan formalin, formulasi vaksin hingga tahap pengeringan beku (freeze-drying), dan menentukan dosis vaksin melalui metode spektrofotometri. Selain itu, peserta juga dilatih melakukan uji toksisitas vaksin pada ikan nila serta teknik pengambilan darah dan pemisahan serum untuk analisis imunologis.

Tidak hanya terbatas pada laboratorium, kegiatan ini juga mencakup praktik lapangan untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta. Pada sesi lapangan, peserta mempraktikkan vaksinasi langsung pada ikan nila dan ikan lele menggunakan metode injeksi intraperitoneal (IP). Prosedur ini meliputi teknik penanganan ikan dengan meminimalkan stres, anestesi menggunakan air es, penyuntikan vaksin secara tepat, serta pemulihan pasca injeksi. Peserta juga dilatih melakukan pengamatan ante-mortem dan post-mortem untuk mengevaluasi respons ikan terhadap vaksinasi, termasuk identifikasi gejala stres, lesi, perilaku abnormal, serta pencatatan mortalitas. Melalui pengalaman langsung ini, peserta diharapkan dapat memahami prosedur vaksinasi secara komprehensif sekaligus membangun keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri akuakultur.

Peserta workshop berasal dari berbagai kalangan, baik internal maupun eksternal UGM, yang menunjukkan besarnya minat terhadap tema kegiatan ini. Peserta dari eksternal didominasi oleh perwakilan lembaga dan institusi seperti CPP, Vaksindo, PT Central Proteina, Politeknik AUP, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, hingga Institut Teknologi Bandung (ITB). Kehadiran peserta lintas lembaga ini memperkuat nilai kolaborasi dan memperluas jangkauan diseminasi ilmu. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber internasional, yaitu Prof. Dr. Ina Salwany dari Universiti Putra Malaysia yang berbagi pengalaman riset vaksinasi ikan laut di Malaysia, serta Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University, Inggris, yang memberikan pandangan mengenai pentingnya penguatan teknologi vaksinasi berbasis ilmiah. Dengan melibatkan pakar dari berbagai negara, kegiatan ini menjadi forum pertukaran ilmu yang bernuansa global. Hal ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendorong penguatan kapasitas akademik, penelitian, serta praktik lapangan yang relevan dengan tantangan global di sektor perikanan dan akuakultur.

Menurut salah satu panitia, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, kegiatan workshop ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan inovasi materi dan pembicara yang lebih variatif. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran narasumber internasional menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi forum akademik internasional yang strategis bagi pengembangan ilmu di bidang kesehatan ikan. Lebih jauh, beliau berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa UGM, tetapi juga dapat diaplikasikan oleh peserta eksternal dalam mendukung praktik budidaya ikan yang sehat, berkelanjutan, dan bebas antibiotik. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam mencetak generasi akademisi, peneliti, dan praktisi perikanan yang berdaya saing global. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan global atau SDGs pada poin ke-4 : Pendidikan Berkualitas, poin ke-9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, poin ke-14 : Ekosistem Laut, serta poin ke-17: Kemitraan Untuk Mencapai Lanjutan.

 

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

1…1314151617
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY