• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Perikanan UGM
  • Perikanan UGM
  • hal. 4
Arsip:

Perikanan UGM

ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025: Ajang Ilmiah dan Jejaring Akademik

BeasiswaBerita Rabu, 30 Juli 2025

Jakarta, 30 Juli 2025 — Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) menyelenggarakan ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025 di Jakarta. Acara ini menjadi forum ilmiah bagi para penerima beasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka, sekaligus menjadi ruang pertemuan akademik antara mahasiswa, profesor, dan guru besar dari berbagai universitas perikanan terkemuka di Indonesia. Seminar ini menghadirkan suasana akademik yang hangat sekaligus penuh semangat kolaborasi. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa S2 penerima beasiswa, guru besar, serta profesor dari penjuru Indonesia, memaparkan hasil penelitian dengan kualitas ide yang mendalam dan beragam.

Salah satu awardee, Nicholas Sidharta dari Magister Ilmu Perikanan UGM menyampaikan pengalamannya saat mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para profesor dan peneliti dari berbagai institusi merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ia sendiri berkesempatan memaparkan penelitian berjudul “Stakeholders’ Perceptions of Adopting Irradiation Technology for Seafood Exports in Indonesia: Findings from Shrimp Commodity Using Q-Methodology”. Dalam presentasinya, ia menekankan pentingnya aspek storytelling agar penelitian dapat dipahami lebih luas, bahkan ketika topiknya masih asing bagi sebagian orang. “Saya berusaha mengemas istilah teknis seperti iradiasi menjadi sederhana, sehingga dapat dipahami audiens secara lebih mudah. Bersyukur topik yang unik ini dapat diterima dengan baik oleh panelis,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pihak MTCRC, khususnya kepada Ivonne dan Park Hansan selaku Direktur MTCRC, serta Dr. Ir. Eko Setyobudi, M.Si., yang senantiasa memberikan pendampingan. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para pembimbing, Prof. Suadi dan Indun Dewi Puspita, Ph.D., serta teman-teman yang telah memberikan dukungan penuh selama perjalanan akademiknya. “Acara ini menjadi momen terakhir bagi awardee beasiswa tahun ini. Saya belajar banyak dari penelitian dan pengalaman rekan-rekan, serta merasa beruntung dapat menjalin jejaring dengan para akademisi hebat. Harapan saya, kerja sama antara UGM dan MTCRC dapat terus terjaga dan semakin berkembang,” tambahnya. Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang merekam kebersamaan seluruh peserta.

Kegiatan ini menegaskan bahwa ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025 bukan hanya wadah berbagi ilmu, tetapi juga jembatan untuk mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Korea di bidang perikanan dan kelautan. Kegiatan ini mendukung tujuan global untuk pembangunan berkelanjutan pada poin (1) Menghapus Kemiskinan, (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (14) Menjaga Ekosistem Laut, (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa

SinnTech Webinar #27: Membaca Ulang Masa Depan Komunitas Perikanan

Berita Selasa, 22 Juli 2025

Pada tanggal 22 Juli 2025, SinnTech Webinar #27 sukses digelar oleh Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM dengan mengangkat tema “The Empowerment of Fisheries Community”. Acara ini berhasil menarik 51 partisipan yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, hingga perwakilan instansi yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan komunitas perikanan yang berkelanjutan.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber ahli internasional yang membagikan pengalaman sekaligus gagasan strategis terkait pemberdayaan masyarakat pesisir dan perikanan. Andreas Bauer, MM. Sc., peneliti dari Institute of Development Research, BOKU – University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna, yang memaparkan materi berjudul “Fisheries Community Development: Lessons Learnt from East and West Africa.”

Dalam paparannya, Andreas Bauer menekankan pentingnya penggunaan Multiple Lines of Evidence (MLE), yang menggabungkan indikator abiotik, biotik, serta pengetahuan sosial-ekologis masyarakat lokal. Pendekatan ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis bukti sekaligus menghargai kearifan komunitas. Ia juga menyoroti bagaimana refleksi kritis, eksplorasi perspektif alternatif, serta inovasi sosial menjadi kunci membangun keberlanjutan perikanan di Afrika Timur dan Barat.

Narasumber kedua adalah Dr. M. Arsyad Al Amin, M.Si., Kepala Departemen Pengembangan Komunitas Pesisir, Kelembagaan dan Kebijakan Kelautan, IPB University, turut membahas tantangan besar sektor perikanan di era disrupsi global. Tiga faktor utama yang menjadi sorotan adalah perubahan iklim, revolusi industri 4.0, dan pandemi COVID-19. Menurutnya, ketiga hal tersebut melahirkan model ekonomi baru: green/blue economy, sharing/digital economy, serta new normal economy. Dalam konteks ini, ketahanan (resilience) masyarakat pesisir ditentukan oleh kemampuan adaptasi terhadap risiko, sekaligus strategi mitigasi yang memperhatikan akar kerentanan sosial-ekonomi.

Pesan penting dari webinar ini adalah bahwa pemberdayaan komunitas perikanan tidak hanya soal pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga membangun daya tahan sosial-ekonomi. Dengan memahami vulnerability sekaligus menguatkan resilience, komunitas pesisir dapat lebih siap menghadapi tantangan ekologi, sosial, maupun global. Partisipasi aktif peserta dalam diskusi, focus group, hingga refleksi bersama menunjukkan bahwa kolaborasi lintas ilmu dan lintas wilayah menjadi fondasi utama menuju masa depan perikanan yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya, SDG 1 (No Poverty) melalui peningkatan kesejahteraan komunitas pesisir, SDG 2 (Zero Hunger) dengan mendukung ketahanan pangan berbasis perikanan berkelanjutan, SDG 13 (Climate Action) lewat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) melalui pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas negara, disiplin ilmu, dan institusi. Dengan demikian, webinar ini tidak hanya menghasilkan wawasan akademis, tetapi juga meneguhkan komitmen global dalam memperkuat keberlanjutan sektor perikanan dan komunitas yang menggantungkan hidup pada sumber daya laut.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

UGM Sukses Gelar 6th International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR) 2025

Berita Rabu, 16 Juli 2025

Yogyakarta, 16 Juli 2025 – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu perikanan dan kelautan dengan sukses menyelenggarakan The 6th International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR). Acara bergengsi ini berlangsung di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta, dan dihadiri oleh 58 peserta dari berbagai instansi dan universitas, baik dari tingkat nasional maupun internasional. Mengusung tema “Blue Economy, Blue Finance, and Blue Justice”, simposium ini menjadi wadah penting untuk menyebarluaskan hasil penelitian sekaligus memperkuat kolaborasi akademik lintas negara. Tema tersebut dipilih untuk menjawab tantangan global di sektor perikanan dan kelautan, khususnya dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, pembiayaan, dan keadilan sosial dalam pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ISMFR 2025 menghadirkan sejumlah pembicara kunci (keynote speakers) dari berbagai institusi internasional ternama. Di antaranya, Prof. Catriona Macleod dari University of Tasmania yang memaparkan pentingnya ketersediaan data kelautan dan oseanografi sebagai fondasi pengukuran kesiapan konsep Blue Economy di Indonesia. Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University menyoroti inovasi penggunaan adjuvant untuk meningkatkan efikasi vaksin pada sektor akuakultur. Sementara itu, Dr. Sang-gil Lee dari Pukyong National University menjelaskan prospek pengembangan pangan laut dengan teknologi mutakhir 3D-food printing yang mendukung keberlanjutan perikanan. Dari dalam negeri, Dr. Riza Yuliratno Setiawan (UGM) menekankan tantangan serta fakta dasar dalam membangun sektor perikanan berkelanjutan di Indonesia.

Selain menghadirkan diskusi panel, acara ini juga menyuguhkan sesi workshop yang dipandu oleh Dr. Sven Kreutel, CEO Particle Metrix GmbH – PT Melchers Indonesia. Workshop tersebut memperkenalkan pendekatan teknologi nanometri yang dapat diterapkan dalam berbagai penelitian perikanan dan kelautan, sekaligus membuka peluang integrasi riset ilmiah dengan aplikasi praktis di lapangan.

Terselenggaranya ISMFR ke-6 ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari lembaga penelitian, universitas mitra internasional, hingga sponsor industri, salah satunya dari PT. Melchers Indonesia. Kolaborasi tersebut semakin memperkuat posisi acara ini sebagai forum ilmiah strategis yang tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga keberlanjutan sektor perikanan dan kelautan dalam kerangka global. Dengan keberhasilan penyelenggaraan ISMFR 2025, Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Perikanan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Simposium ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus landasan bagi pengembangan kebijakan serta inovasi riset yang mampu menjawab tantangan perikanan dunia di masa depan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 14: Kehidupan Bawah Air yang menekankan pentingnya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan riset dan teknologi ramah lingkungan untuk menghadapi tantangan iklim global. Selain itu, konsep Blue Economy, Blue Finance, and Blue Justice yang diusung turut berkontribusi pada SDG 5: Kesetaraan Gender dengan mendorong peran inklusif perempuan dalam sektor perikanan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara universitas, lembaga riset, pemerintah, dan sektor swasta. Dengan demikian, ISMFR tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wujud nyata kontribusi ilmiah dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Perikanan UGM Selenggarakan Seminar Nasional Tahunan XXII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM XXII) 2025

Berita Rabu, 16 Juli 2025

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Tahunan XXII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM XXII) pada Rabu, 16 Juli 2025 bertempat di Hotel Grand Rohan Jogja. Acara ini diikuti oleh peserta dari 16 institusi dalam negeri dan menghadirkan dua pembicara kunci, yaitu Endah Prihatiningtyastuti, S.P., M.Si., M.Phil., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Dedi Supriadi Adhuri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

SEMNASKAN-UGM XXII tahun ini mengusung tema “Blue Economy in Action from Indonesia: Opportunity and Challenges, Best Practice and Study Cases.” Seminar ini diselenggarakan sebagai wadah pertukaran informasi dan hasil penelitian terkini terkait penerapan konsep ekonomi biru di sektor perikanan dan kelautan. Melalui sesi pleno dan paralel, peserta dapat berdiskusi serta mempelajari berbagai studi kasus yang mencakup bidang akuakultur, penangkapan ikan, dan pasca panen hasil perikanan, yang diharapkan memberikan pembelajaran dalam penerapan konsep ekonomi biru di Indonesia.

Rangkaian kegiatan dimulai pemaparan materi oleh para pembicara kunci yang menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor untuk optimalisasi potensi ekonomi biru nasional. Sesi selanjutnya diisi dengan presentasi paralel hasil penelitian dari mahasiswa, dosen, dan peneliti berbagai institusi yang mengangkat topik inovatif terkait pengelolaan sumber daya perikanan yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui SEMNASKAN-UGM XXII, Departemen Perikanan UGM berupaya memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi dalam membangun sistem perikanan yang bertanggung jawab dan berdaya saing global. Seminar ini juga menjadi sarana penting dalam mendukung pencapaian Tujuan SDGs, khususnya SDG 14 (Ekosistem Laut) yang menekankan pentingnya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di masa depan.

Penulis: Aurelie Firlana 

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Perikanan UGM Gelar Workshop Vaksinasi Ikan Skala Internasional untuk Akuakultur Sehat dan Berkelanjutan

Berita Senin, 14 Juli 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, pada 14 Juli 2025 menyelenggarakan kegiatan Workshop Vaccination of Aeromonas spp. in Tilapia (Oreochromis sp.) and Catfish (Clarias sp.). Kegiatan ini dirancang untuk menangani tingginya kasus penyakit akibat infeksi bakteri Aeromonas spp. yang sering menyerang ikan budidaya, khususnya ikan nila dan ikan lele. Infeksi tersebut diketahui dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, kerusakan jaringan, hingga kematian masal, yang berimplikasi pada kerugian ekonomi serius bagi pembudidaya. Penggunaan antibiotik secara berlebihan dalam budidaya perikanan menambah tantangan baru, karena menimbulkan resistensi bakteri serta residu antibiotik pada produk perikanan. Oleh karena itu, vaksinasi dipandang sebagai solusi alternatif yang lebih aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dalam meningkatkan kesehatan serta ketahanan ikan terhadap penyakit.

Workshop ini dirancang untuk memberikan pengetahuan komprehensif baik secara teoritis maupun praktis mengenai produksi vaksin inaktif berbasis Aeromonas spp.. Kegiatan terdiri atas dua sesi utama, yaitu sesi teori dan hands-on training. Pada sesi teori, peserta mendapatkan paparan materi mengenai dasar-dasar imunologi ikan, prinsip produksi vaksin, serta implementasi vaksinasi dalam budidaya ikan air tawar. Sementara pada sesi hands-on, peserta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan laboratorium, seperti mengkultur bakteri patogen, melakukan inaktivasi menggunakan formalin, formulasi vaksin hingga tahap pengeringan beku (freeze-drying), dan menentukan dosis vaksin melalui metode spektrofotometri. Selain itu, peserta juga dilatih melakukan uji toksisitas vaksin pada ikan nila serta teknik pengambilan darah dan pemisahan serum untuk analisis imunologis.

Tidak hanya terbatas pada laboratorium, kegiatan ini juga mencakup praktik lapangan untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta. Pada sesi lapangan, peserta mempraktikkan vaksinasi langsung pada ikan nila dan ikan lele menggunakan metode injeksi intraperitoneal (IP). Prosedur ini meliputi teknik penanganan ikan dengan meminimalkan stres, anestesi menggunakan air es, penyuntikan vaksin secara tepat, serta pemulihan pasca injeksi. Peserta juga dilatih melakukan pengamatan ante-mortem dan post-mortem untuk mengevaluasi respons ikan terhadap vaksinasi, termasuk identifikasi gejala stres, lesi, perilaku abnormal, serta pencatatan mortalitas. Melalui pengalaman langsung ini, peserta diharapkan dapat memahami prosedur vaksinasi secara komprehensif sekaligus membangun keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri akuakultur.

Peserta workshop berasal dari berbagai kalangan, baik internal maupun eksternal UGM, yang menunjukkan besarnya minat terhadap tema kegiatan ini. Peserta dari eksternal didominasi oleh perwakilan lembaga dan institusi seperti CPP, Vaksindo, PT Central Proteina, Politeknik AUP, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, hingga Institut Teknologi Bandung (ITB). Kehadiran peserta lintas lembaga ini memperkuat nilai kolaborasi dan memperluas jangkauan diseminasi ilmu. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber internasional, yaitu Prof. Dr. Ina Salwany dari Universiti Putra Malaysia yang berbagi pengalaman riset vaksinasi ikan laut di Malaysia, serta Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University, Inggris, yang memberikan pandangan mengenai pentingnya penguatan teknologi vaksinasi berbasis ilmiah. Dengan melibatkan pakar dari berbagai negara, kegiatan ini menjadi forum pertukaran ilmu yang bernuansa global. Hal ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendorong penguatan kapasitas akademik, penelitian, serta praktik lapangan yang relevan dengan tantangan global di sektor perikanan dan akuakultur.

Menurut salah satu panitia, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, kegiatan workshop ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan inovasi materi dan pembicara yang lebih variatif. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran narasumber internasional menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi forum akademik internasional yang strategis bagi pengembangan ilmu di bidang kesehatan ikan. Lebih jauh, beliau berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa UGM, tetapi juga dapat diaplikasikan oleh peserta eksternal dalam mendukung praktik budidaya ikan yang sehat, berkelanjutan, dan bebas antibiotik. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam mencetak generasi akademisi, peneliti, dan praktisi perikanan yang berdaya saing global. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan global atau SDGs pada poin ke-4 : Pendidikan Berkualitas, poin ke-9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, poin ke-14 : Ekosistem Laut, serta poin ke-17: Kemitraan Untuk Mencapai Lanjutan.

 

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Pembukaan HUT ke-62 Departemen Perikanan: Merayakan Sejarah, Menyongsong Masa Depan

Berita Jumat, 11 Juli 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada resmi membuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 dengan penuh kebersamaan. Acara pembukaan ini digelar pada Jumat, 11 Juli 2025 di selasar gedung A4 Departemen Perikanan. Kehadiran seluruh civitas akademika menjadikan suasana semakin meriah sekaligus khidmat. Perayaan ini menjadi penanda dimulainya berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka memperingati hari bersejarah bagi Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan khususnya bagi civitas Departemen Perikanan UGM.

Acara pembukaan dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia HUT, Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga semangat solidaritas dan kebanggaan sebagai bagian dari Departemen Perikanan UGM. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. Beliau menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang departemen ini. Kedua sambutan tersebut menjadi penguat motivasi dalam memaknai peringatan HUT ke-62.

Setelah sambutan, kegiatan berlanjut dengan acara ramah tamah yang hangat. Para dosen dan tenaga kependidikan terlibat dalam obrolan santai yang mempererat ikatan kekeluargaan. Suasana semakin akrab ketika seluruh peserta menikmati sarapan bersama. Kegiatan sederhana ini menghadirkan momen kebersamaan yang bernilai penting bagi lingkungan akademik. Melalui interaksi ini, tercipta suasana kerja yang lebih harmonis dan penuh kekeluargaan.

Partisipasi dosen dan tenaga kependidikan dalam acara ini menunjukkan kuatnya rasa memiliki terhadap Departemen Perikanan. Keterlibatan mereka menandakan komitmen bersama dalam menjaga eksistensi dan kemajuan departemen. Kegiatan pembukaan ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga refleksi atas pencapaian selama lebih dari enam dekade. Hal ini membuktikan bahwa Departemen Perikanan terus berkembang seiring dengan tantangan zaman. Perayaan HUT menjadi momen strategis untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Acara pembukaan HUT ke-62 Departemen Perikanan UGM ini memiliki keterkaitan erat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Kegiatan ini mendukung poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui upaya menjaga keberlanjutan pendidikan tinggi yang bermutu. Selain itu, semangat kebersamaan dan inklusivitas yang terbangun mencerminkan poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Lebih jauh, acara ini juga memperkuat poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) karena kolaborasi dari civitas departemen menjadi fondasi penting bagi keberhasilan bersama. Dengan demikian, pembukaan ini tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga menegaskan komitmen pada pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Departemen Perikanan UGM Terima Kunjungan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB University

Berita Rabu, 9 Juli 2025

Yogyakarta, 9 Juli 2025 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), IPB University. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun kolaborasi strategis antar dua universitas besar di Indonesia dalam bidang perikanan, kelautan, dan pengelolaan sumber daya pesisir. Rombongan dari IPB University disambut dengan hangat oleh Ketua Departemen Perikanan UGM beserta Sekretaris Departemen, serta sejumlah dosen dan staf Departemen Perikanan.

Pada pertemuan ini, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dilakukan, mulai dari kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, hingga kegiatan akademik bersama. Salah satu agenda utama adalah rencana penyelenggaraan The 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology yang merupakan sebuah forum internasional yang akan mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang pengelolaan pesisir, kelautan, serta bioteknologi. Konferensi ini diharapkan menjadi ajang strategis untuk menyebarkan hasil-hasil penelitian terkini, memperkenalkan inovasi teknologi, serta membuka diskusi tentang tantangan dan peluang dalam pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM maupun PKSPL IPB sama-sama optimistis bahwa kunjungan ini akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, hingga pengembangan program akademik yang mendukung pembangunan pesisir Indonesia. Selain itu, melalui konferensi internasional yang akan digelar, kedua institusi berharap dapat mendorong munculnya gagasan baru yang relevan dengan tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi ekosistem pesisir, hingga pemanfaatan bioteknologi untuk keberlanjutan sumber daya laut.

Momen ini menjadi simbol harapan bahwa kolaborasi antara UGM dan IPB akan terus berkembang, menghasilkan dampak nyata tidak hanya bagi akademisi, tetapi juga bagi masyarakat pesisir dan pengelolaan sumber daya laut di Indonesia. Sinergi antara Departemen Perikanan UGM dan PKSPL IPB University, diharapkan lahir terobosan-terobosan baru dalam pengelolaan sumber daya pesisir yang lebih inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Kunjungan ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan pesisir yang berpihak pada ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (1) Menghapus Kemiskinan, (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrastruktur Industri dan Inovasi, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Menjaga Ekosistem Laut, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Pelantikan Insinyur Program Profesi Insinyur Periode I Tahun 2025, Dosen Departemen Perikanan UGM Resmi Sandang Gelar Insinyur Profesional

Berita Selasa, 8 Juli 2025

Pelantikan Insinyur Program Profesi Insinyur Periode I Tahun 2025 berlangsung pada Selasa, 8 Juli 2025 bertempat di Grha Sabha Pramana (GSP), Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen UGM dalam mencetak tenaga profesional yang memiliki kompetensi teknis unggul. Pada kesempatan kali ini, sejumlah dosen dari Departemen Perikanan UGM berhasil meraih gelar Insinyur (Ir.). Dosen yang dilantik dalam prosesi ini antara lain Dr. Ir. Prihati Sih Nugraheni, S.Pi., M.P.; Dr. Ir. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P.; Prof. Dr. Ir. Murwantoko, M.Si.; dan Ir. Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. Keempat dosen ini sebelumnya telah melalui rangkaian proses asesmen kompetensi profesional yang meliputi pengalaman rekayasa, publikasi ilmiah, portofolio keinsinyuran, dan kontribusi terhadap masyarakat. Gelar Insinyur yang disandang mencerminkan keunggulan akademik sekaligus keahlian aplikatif dalam menyelesaikan persoalan teknis di bidang perikanan. Kehadiran insinyur profesional di lingkungan akademik memperkuat peran Departemen Perikanan UGM dalam menerapkan ilmu rekayasa untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan di Indonesia.

Prosesi pelantikan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi peneguhan komitmen para lulusan Program Profesi Insinyur dalam menjunjung tinggi etika profesi. Dalam sumpah profesi, seluruh insinyur menyatakan kesiapan untuk mengabdikan keilmuannya demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Etika keinsinyuran menjadi landasan penting dalam penerapan teknologi yang bertanggung jawab terhadap keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan. Pelantikan ini meneguhkan peran insinyur sebagai agen pembangunan berkelanjutan berbasis sains dan teknologi. Selain itu, capaian ini diharapkan menginspirasi sivitas akademika lainnya untuk terus meningkatkan profesionalisme melalui sertifikasi keinsinyuran.

Kompetensi keinsinyuran sangat relevan dalam menjawab berbagai isu di bidang perikanan seperti efisiensi teknologi budidaya, ketahanan pangan laut, mitigasi penyakit ikan, hingga pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan peran UGM sebagai universitas riset yang berorientasi pada pemecahan masalah bangsa melalui inovasi. Pelantikan insinyur ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4: Pendidikan Berkualitas, poin ke-8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan poin ke-14: Ekosistem Lautan. Dengan semangat integritas dan tanggung jawab profesional, lulusan Program Profesi Insinyur UGM siap memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan bangsa dan kemajuan peradaban.

Penulis: Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Penguatan Kompetensi SDM dalam Pembinaan Mutu dan Keamanan Produk Perikanan bagi Dinas Perikanan Kabupaten Mimika

Berita Kamis, 3 Juli 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam Pembinaan Mutu dan Keamanan Produk Perikanan pada 2–3 Juli 2025 di Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, yakni Feky Jerny Walalayo, S.Pi., Novita Heri Sapulete, S.Pi., Sombolayuk, S.E., Sisilia Yikim, S.E., Yuliana Edita Mapeko, dan Astrid Welafubun, A.Md. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis peserta dalam aspek mutu dan keamanan produk perikanan, baik dalam skala usaha kecil maupun industri.

Selama dua hari, peserta mengikuti sesi materi dan workshop intensif yang meliputi standar mutu dan sistem jaminan mutu produk perikanan, penanganan hasil perikanan, pengujian mutu mikrobiologis dan sensoris, serta praktik evaluasi sanitasi dan hygiene fasilitas produksi. Selain itu, peserta juga dilatih dalam penerapan rantai dingin, teknik sampling, serta strategi pembinaan pelaku usaha berbasis studi kasus. Dengan metode pembelajaran interaktif dan praktik langsung di laboratorium, peserta dibekali kemampuan untuk melakukan penilaian mutu secara efektif dan menyusun strategi pembinaan teknis yang aplikatif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu menjadi agen pembina mutu yang kompeten di daerah masing-masing, khususnya dalam menjamin produk perikanan yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin 2: Tanpa Kelaparan, poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dan poin 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab melalui penguatan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi antar-instansi.

Penulis: Aurelie Firlana Salsabilla

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Semangat Sportivitas Warnai Pertandingan  Tim Perikanan UGM dalam Ajang Badminton PORTANI 2025

Berita Selasa, 24 Juni 2025

Yogyakarta (24/06/2025) rangkaian acara PORTANI 2025 turut dimeriahkan dengan cabang olahraga badminton, yang menjadi salah satu favorit mahasiswa Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Acara yang diadakan ini bukan hanya sebagai ajang pertandingan olahraga, melainkan juga merupakan sebuah ajang mempererat kekeluargaan antar mahasiswa. Pertandingan dilangsungkan di GOR Pancasila Universitas Gadjah Mada, dengan mempertandingkan lima kategori lomba yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya, baik dari segi teknik bermain maupun kekompakan dalam kerja tim.

Di atas lapangan, tak hanya pukulan yang bertukar, tetapi juga strategi dan tekad. Setiap pemain membawa gaya bermain yang berbeda: ada yang agresif dengan smash keras beruntun, ada yang sabar dengan pola reli panjang dan netting presisi, bahkan ada yang bermain dengan gaya defensif ekstrem, memancing lawan untuk membuat kesalahan. Berbagai pertandingan berlangsung sengit dan menarik perhatian, termasuk duel semifinal ganda campuran antara tim Departemen Sosial Ekonomi Pertanian dan tim Departemen Perikanan UGM yang menyajikan permainan ketat dan reli-reli panjang. Setelah perjuangan keras, tim Departemen Perikanan UGM keluar sebagai pemenang dengan skor akhir pada babak ketiga yaitu 22-20. Yang menarik dari PORTANI bukan hanya siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana atmosfer pertandingan begitu hidup. Penonton tak hanya duduk pasif. Mereka membawa poster, mengenakan atribut jurusan, dan bahkan menciptakan chant-chant unik untuk mendukung teman-temannya.

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga membuka ruang pertemuan dan interaksi antar mahasiswa dari berbagai program studi. Banyak peserta mengaku senang bisa saling mengenal dan berbagi pengalaman. PORTANI 2025 pun sukses menjadi momen yang menyatukan semangat berprestasi, kebersamaan, serta gaya hidup aktif dan sehat di lingkungan kampus pertanian.

Kegiatan pertandingan badminton dalam PORTANI 2025 secara tidak langsung turut mendukung pencapaian beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui promosi gaya hidup aktif dan sehat di kalangan mahasiswa, acara ini selaras dengan SDG 3 (Good Health and Well-being) yang mendorong peningkatan kesehatan fisik dan mental. Interaksi antarmahasiswa dari berbagai program studi juga mencerminkan semangat SDG 4 (Quality Education) dan SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan menciptakan ruang pembelajaran sosial yang inklusif serta memperkuat hubungan lintas disiplin. Selain itu, semangat sportivitas, kerja tim, dan solidaritas yang tercermin selama pertandingan turut memperkuat nilai-nilai perdamaian dan kebersamaan sebagaimana tercantum dalam SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions). PORTANI 2025 bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wujud nyata dari penguatan komunitas kampus yang sehat, inklusif, dan berdaya saing.

Penulis: Tim PORTANI Departemen Perikanan UGM

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

123456
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY