• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Dosen Perikanan UGM Perkuat Kompetensi Petugas Karantina Yogyakarta dalam Deteksi Penyakit Ikan

Berita Senin, 11 Mei 2026

Yogyakarta — Upaya memperkuat sistem pengawasan kesehatan ikan terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang karantina perikanan. Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan In House Training (IHT) Pengambilan Sampel untuk Pemeriksaan Penyakit Ikan pada Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan ini menghadirkan dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, sebagai narasumber utama dalam pelatihan teknik pengambilan dan penanganan sampel penyakit ikan.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Karantina Yogyakarta, Obing Hobir As’ari, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi petugas di tengah semakin dinamisnya lalu lintas media pembawa penyakit ikan. Kemampuan melakukan pengambilan sampel secara tepat dinilai menjadi fondasi utama dalam menghasilkan pengujian laboratorium yang akurat dan dapat dipercaya.

Dalam sesi materi, Dr. Laila membahas berbagai teknik sampling untuk pemeriksaan penyakit ikan, mulai dari metode pengambilan sampel representatif, prosedur penanganan sampel, hingga cara menjaga kualitas sampel agar tetap layak diuji di laboratorium kesehatan ikan.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pengambilan dan preparasi sampel untuk pengujian penyakit yang disebabkan oleh parasit, bakteri, dan virus. Simulasi laboratorium dilakukan secara interaktif dengan pendampingan langsung dari narasumber dan tim teknis.

Peserta pelatihan terlihat aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan di lapangan, termasuk risiko kontaminasi sampel, teknik preparasi organ target, hingga prosedur pengiriman sampel yang sesuai standar laboratorium kesehatan ikan.

Keterlibatan dosen Perikanan UGM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen akademisi dalam mendukung penguatan sistem biosekuriti dan pengawasan kesehatan ikan di Indonesia. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga karantina dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pengawasan penyakit ikan yang semakin kompleks.

Melalui kegiatan pelatihan ini, Karantina Yogyakarta berharap kompetensi petugas semakin meningkat sehingga mampu mendukung sistem pengawasan kesehatan ikan yang profesional, responsif, dan berbasis standar ilmiah.

Kegiatan ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 14 (Life Below Water). Penguatan sistem kesehatan ikan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan, keberlanjutan perikanan, dan keamanan sumber daya hayati perairan Indonesia.

 

Sumber Foto: Karantina DIY

Dosen Departemen Perikanan UGM Berikan Pelatihan Keamanan Pangan Hasil Perikanan di PPP Gesing

Berita Senin, 11 Mei 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali berkontribusi dalam peningkatan kapasitas masyarakat pesisir melalui kegiatan pelatihan keamanan pangan hasil perikanan yang dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing, Gunungkidul, pada 7 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ir. Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. sebagai narasumber utama yang memberikan materi terkait pentingnya menjaga mutu dan keamanan hasil perikanan sejak proses penangkapan hingga distribusi.

Dalam pemaparannya, Dr. Prima menekankan bahwa mutu ikan sangat ditentukan oleh cara penanganan sejak awal. Ia menjelaskan pentingnya penerapan metode penangkapan ikan yang benar agar kualitas ikan tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan fisik maupun penurunan mutu. Selain itu, penanganan ikan di atas kapal juga menjadi perhatian utama, termasuk kebersihan wadah, sanitasi alat, serta penanganan yang cepat dan tepat setelah ikan ditangkap.

Tidak hanya itu, penggunaan rantai dingin (cold chain) dari atas kapal hingga proses pelelangan ikan turut menjadi poin penting yang disampaikan dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, penerapan suhu dingin secara konsisten mampu memperlambat kerusakan ikan dan menjaga kesegaran bahan baku sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat. “Mutu ikan tidak dapat ditingkatkan, tetapi hanya bisa dipertahankan. Oleh karena itu, penanganan yang baik menjadi kunci utama,” tegasnya kepada peserta.

Dr. Prima juga mengingatkan peserta terkait potensi bahaya pangan yang khas pada produk perikanan, seperti keberadaan alergen dan toksin tertentu yang dapat membahayakan kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan semakin waspada dan memiliki kepedulian untuk menjaga kualitas bahan baku ikan agar tetap aman dan bermutu tinggi.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Komisi D DPRD Kabupaten Gunungkidul. Pelatihan dihadiri oleh nelayan serta istri nelayan di kawasan PPP Gesing yang antusias mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pesisir terhadap keamanan pangan hasil perikanan semakin meningkat sehingga mampu mendukung penyediaan produk perikanan yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Kegiatan pelatihan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 14 (Life Below Water). Peningkatan kapasitas masyarakat pesisir dalam menjaga mutu dan keamanan pangan hasil perikanan menjadi langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Jumat Sehat Perikanan UGM: Bangun Semangat Kerja Lewat Olahraga Pagi Bersama

Berita Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta — Suasana hangat dan penuh semangat terlihat di lingkungan Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada setiap Jumat pagi. Melalui kegiatan olahraga bersama, dosen dan tenaga kependidikan diajak menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan kerja.

Kegiatan olahraga pagi ini menjadi bagian dari upaya Departemen Perikanan UGM dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan bahagia. Berbagai aktivitas ringan seperti senam bersama, jalan santai, hingga olahraga rekreasional dilakukan secara rutin dengan suasana santai namun penuh antusiasme.

Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi informal antar dosen dan karyawan di tengah aktivitas akademik yang padat. Momen olahraga bersama dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih cair dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan departemen.

Bagi Departemen Perikanan UGM, kesehatan sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan akademik. Lingkungan kerja yang sehat diyakini dapat meningkatkan semangat kerja, kreativitas, serta produktivitas sivitas akademika.

Kegiatan Jumat sehat ini juga mencerminkan komitmen departemen dalam membangun budaya kerja yang seimbang antara profesionalisme dan kesejahteraan individu. Di tengah tuntutan akademik dan administrasi yang tinggi, menjaga kesehatan mental dan fisik menjadi hal yang semakin penting.

Selain menjadi rutinitas olahraga, kegiatan ini sering kali diwarnai dengan suasana kebersamaan dan canda ringan antarpegawai yang membuat atmosfer kerja menjadi lebih positif dan harmonis.

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Departemen Perikanan UGM terus mendorong terciptanya budaya kerja sehat dan kolaboratif di lingkungan kampus.

Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 4 Pendidikan Berkualitas. Lingkungan kerja yang sehat dan mendukung kesejahteraan menjadi bagian penting dalam menciptakan institusi pendidikan yang produktif dan berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM Turut Ambil Bagian dalam Kegiatan “Grebeg Ikan Sapu-Sapu” di Bantul

Berita Kamis, 7 Mei 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam kegiatan “Grebeg Ikan Sapu-Sapu” yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis, 7 Mei 2026 di kawasan Rawa Kalibayem.

Dalam kegiatan tersebut, Departemen Perikanan UGM diwakili oleh Prof. Alim Isnansetyo dan Dr. Riza Y. Setiawan. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari dukungan akademisi terhadap upaya pengendalian spesies ikan invasif di perairan umum.

Kegiatan “Grebeg Ikan Sapu-Sapu” merupakan aksi kolaboratif yang melibatkan berbagai instansi, akademisi, serta masyarakat lokal untuk mengurangi populasi ikan sapu-sapu di kawasan rawa. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan, termasuk merusak habitat alami dan berkompetisi dengan ikan lokal.

Acara diawali dengan apel persiapan dan sambutan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY sebelum peserta bersama-sama melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di area rawa. Selain menjadi kegiatan pengendalian ekologi, agenda ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perairan darat.

Partisipasi Departemen Perikanan UGM dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan sumber daya perairan berbasis kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Pendekatan semacam ini dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Melalui keterlibatan langsung di lapangan, sivitas akademika juga dapat memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat sekaligus menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik pengelolaan lingkungan yang nyata.

Kegiatan ini sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water),  SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dan SDG 15 (Life on Land). Pengendalian spesies invasif menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan dan keberlanjutan keanekaragaman hayati lokal.

Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional

Berita Selasa, 28 April 2026

Yogyakarta — Kabar membanggakan kembali datang dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Tim mahasiswa dan dosen berhasil mempublikasikan riset terbaru tentang pengembangan pangan fungsional berbasis rumput laut dalam jurnal internasional AIMS Agriculture and Food.

Penelitian berjudul “In vitro antidiabetic activity and consumer acceptance level of fermented brown seaweed Sargassum hystrix tea using Lactobacillus plantarum” ini ditulis oleh Khalishah Jasmine Putri Abdillah bersama Prof. Amir Husni, Dr. Mgs Muhammad Prima Putra, dan Dr. Siti Ari Budhiyanti.

Riset ini mengangkat potensi rumput laut cokelat Sargassum hystrix sebagai bahan baku teh fungsional dengan aktivitas antidiabetes. Kandungan senyawa bioaktif seperti fenol dan florotanin diketahui memiliki kemampuan menghambat enzim yang berperan dalam peningkatan kadar gula darah. Namun, pemanfaatannya selama ini terkendala oleh stabilitas senyawa aktif serta aroma amis yang menurunkan tingkat penerimaan konsumen.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti menerapkan metode fermentasi menggunakan bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum. Proses fermentasi dilakukan selama 0 hingga 4 hari pada kondisi mikroaerofilik dengan suhu 37°C, guna mengkaji pengaruh lama fermentasi terhadap kualitas fungsional dan sensorik produk.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi selama tiga hari menjadi kondisi optimal. Pada tahap ini, kandungan fenol mencapai 12,94 mg GAE/g dan florotanin sebesar 14,60 mg PGE/g. Aktivitas antidiabetes juga meningkat signifikan, ditunjukkan dengan kemampuan penghambatan enzim α-amilase sebesar 82,80 persen dan α-glukosidase hingga 91,26 persen.

Selain peningkatan aktivitas biologis, fermentasi juga memberikan dampak positif terhadap karakteristik sensorik. Aroma amis khas rumput laut berkurang secara signifikan, sementara rasa menjadi lebih dapat diterima. Uji konsumen menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi tiga hari memperoleh tingkat penerimaan tertinggi, baik dari segi aroma, rasa, maupun penilaian keseluruhan produk.

Temuan ini menunjukkan bahwa fermentasi tidak hanya berfungsi sebagai metode pengolahan, tetapi juga sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk berbasis sumber daya laut. Teh rumput laut fermentasi berpotensi dikembangkan sebagai alternatif minuman kesehatan yang inovatif dan berbasis bahan alami.

Lebih jauh, penelitian ini mempertegas potensi besar sumber daya laut Indonesia dalam mendukung pengembangan pangan fungsional yang berdaya saing tinggi di pasar global. Dengan pendekatan ilmiah yang tepat, bahan sederhana seperti rumput laut dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi dengan manfaat kesehatan yang signifikan.

Sejalan dengan itu, inovasi ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being),  SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, dan SDG 14 (Life Below Water). Pengembangan pangan fungsional berbasis rumput laut tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

sumber foto: AIMS Agriculture and Food 2026, Volume 11, Issue 1: 274-289. doi: 10.3934/agrfood.2026014

 

DWP Departemen Perikanan UGM Gelar Kegiatan Keakraban melalui VW Tour Nanggulan

Berita Sabtu, 25 April 2026

Yogyakarta, 25 April 2026 — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan rekreasi yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan outing bertajuk VW Tour Nanggulan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Sejak pagi hari, peserta telah berkumpul di area Utara Departemern Perikanan UGM sebelum memulai perjalanan menuju kawasan Nanggulan. Perjalanan dilanjutkan dengan pengalaman unik menggunakan mobil VW klasik, yang menjadi daya tarik utama kegiatan ini.

Memasuki rangkaian acara inti, peserta mengikuti VW Tour menyusuri pedesaan dengan panorama alam yang asri. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang santai dan penuh keceriaan di antara anggota.

Setelah kegiatan tur, rombongan melaksanakan istirahat, sholat, dan makan (ISHOMA) di kawasan Kopi Ingkar Janji (KIJ), sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, yaitu Desa Wisata Gamplong. Di lokasi ini, peserta menikmati suasana wisata budaya sekaligus berkesempatan melihat berbagai spot menarik yang kerap digunakan sebagai lokasi produksi film.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sentra oleh-oleh, termasuk produk khas seperti gudeg manggar dan kain lurik. Rangkaian perjalanan ditutup dengan menikmati suasana senja di kawasan Sakeca, sebelum akhirnya kembali ke Departemen Perikanan UGM pada sore hari.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa outing ini tidak hanya bertujuan sebagai rekreasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas dan kebersamaan antaranggota DWP. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan kekeluargaan semakin erat dan memberikan energi positif bagi seluruh anggota,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan pribadi seperti kacamata hitam, topi, payung atau jas hujan, obat-obatan pribadi, serta perlengkapan ibadah guna mendukung kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan tidak hanya terbangun melalui aktivitas formal, tetapi juga melalui momen santai yang penuh makna. Dengan semangat kebersamaan, DWP Departemen Perikanan UGM terus berupaya menciptakan lingkungan yang harmonis, solid, dan saling mendukung.

Sejalan dengan itu, kegiatan ini juga mencerminkan nilai-nilai dalam Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 5 Gender Equality, SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Melalui aktivitas rekreasi yang sehat dan penguatan jejaring sosial antaranggota, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan serta memperkuat kolaborasi dalam komunitas.

Dua Dosen Muda Perikanan UGM Resmi Raih Jabatan Lektor, Perkuat Kiprah Akademik dan Riset

Berita Jumat, 24 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui peningkatan karier akademik dosen muda. Dua dosen, yakni Dr. Olivia Yofananda, S.TP. dan Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, resmi memperoleh jabatan fungsional Lektor sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dr. Olivia Yofananda merupakan dosen dengan latar belakang teknologi pangan yang berfokus pada pengolahan hasil perikanan. Risetnya banyak menyoroti inovasi produk berbasis sumber daya laut, termasuk pengembangan pangan fungsional yang memiliki nilai tambah bagi kesehatan dan industri. Kontribusinya tidak hanya dalam publikasi ilmiah, tetapi juga dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar lebih aplikatif.

Sementara itu, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, yang memiliki latar belakang kedokteran hewan, dikenal aktif dalam bidang kesehatan ikan dan penyakit akuatik. Penelitiannya mencakup identifikasi patogen, termasuk studi molekuler penyakit ikan yang berdampak pada sektor budidaya perikanan. Kiprahnya turut berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan sektor akuakultur melalui pendekatan ilmiah berbasis kesehatan ikan.

Pencapaian jabatan fungsional Lektor ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier akademik keduanya. Selain menunjukkan kualitas dan produktivitas sebagai dosen, capaian ini juga memperkuat posisi Departemen Perikanan UGM sebagai pusat pengembangan ilmu yang unggul dan inovatif.

Lebih jauh, kontribusi keilmuan yang dikembangkan oleh kedua dosen ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis perikanan, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui riset kesehatan ikan dan keamanan pangan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, serta SDG 14 (Life Below Water) dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Dengan demikian, capaian ini tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi pembangunan global.

Departemen Perikanan UGM Ucapkan Selamat: Pengukuhan Prof. Jaka Widada Tandai Lompatan Baru Mikrobiologi Terapan

Berita Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta – Civitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pengukuhan Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D sebagai Guru Besar dalam Bidang Mikrobiologi Terapan. Pengukuhan ini menjadi momen penting yang menegaskan kontribusi keilmuan beliau dalam pengembangan mikrobiologi untuk ketahanan pangan dan kesehatan global.

Dalam pidato pengukuhan berjudul “Holobiont sebagai Driver Revolusi Mikrobiologi Terapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Global,” Prof. Jaka Widada menyoroti bahwa revolusi mikrobiologi terapan kini memasuki era baru. Konsep holobiont—yakni kesatuan antara organisme dengan mikroorganisme yang hidup bersamanya—kini bersinggungan erat dengan kemajuan rekayasa genetik tingkat lanjut seperti biologi sintetik (synthetic biology) dan biomanufaktur. Perkembangan ini membuka peluang besar dalam menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Prof. Jaka juga menekankan potensi “raksasa mikroskopis” seperti bakteri dari kelompok Streptomyces dan Bacillus yang memiliki peran strategis dalam produksi senyawa bioaktif, peningkatan produktivitas pangan, hingga pengembangan teknologi kesehatan. Beliau dikenal aktif meneliti berbagai galur Streptomyces indigenos dari beragam habitat, termasuk isolat dari lingkungan laut Nusantara seperti Streptomyces sp. GMY01, yang menjadi salah satu sumber potensial pengembangan inovasi berbasis mikroba.

Civitas akademika Departemen Perikanan menyambut pencapaian ini sebagai inspirasi bagi penguatan kolaborasi lintas disiplin, khususnya dalam pemanfaatan mikrobiologi untuk mendukung sektor perikanan, kelautan, dan ketahanan pangan nasional. Pengukuhan ini diharapkan semakin mendorong lahirnya riset unggulan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Pencapaian ini juga selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-2 (Tanpa Kelaparan), tujuan ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), tujuan ke-4 Pendidikan  Berkualitas, tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), tujuan ke-15 Life on Land, serta tujuan ke-14 (Ekosistem Laut). Inovasi mikrobiologi terapan diharapkan dapat berkontribusi pada sistem pangan berkelanjutan, kesehatan global, serta pemanfaatan sumber daya hayati secara bertanggung jawab.

Sekali lagi, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar Prof. Jaka Widada. Semoga capaian ini terus menginspirasi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi bagi Indonesia dan dunia.

 

 

sumber foto: Prof. Nuryani dan Prof. Suadi

Memaknai Hari Kartini di Departemen Perikanan UGM: Memperluas Akses, Menguatkan Peran Perempuan

Berita Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi bagi sivitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada untuk meneguhkan komitmen terhadap kesetaraan, pendidikan, dan peran perempuan dalam dunia sains serta pengelolaan sumber daya perikanan. Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dinilai tetap relevan dalam mendorong perempuan berkontribusi aktif di bidang akademik, laboratorium, hingga lapangan.

Dalam refleksi Hari Kartini tahun ini, dosen Departemen Perikanan, Dr. drh. Nur Laila Fitrotun Nikmah, menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pemberdayaan. Ia menyampaikan, “Pendidikan adalah kunci, dan Kartini yang membuka pintunya. Tugas kita? Jangan cuma masuk, tapi bagaimana membuat pintunya makin lebar buat yang lain.” Pesan tersebut menegaskan bahwa perjuangan Kartini harus dilanjutkan dengan membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi perempuan berikutnya untuk berkembang di dunia akademik dan profesional.

Semangat emansipasi juga dirasakan dalam perubahan nyata di lingkungan kerja. Al’ Ain Shoufi Rahmah Arifin, A.Md., laboran Departemen Perikanan, mengungkapkan bahwa peran perempuan kini semakin terlihat di berbagai bidang yang sebelumnya didominasi laki-laki. Ia menyampaikan bahwa pekerjaan laboran, termasuk yang berkaitan dengan kegiatan lapangan, kini semakin banyak diisi oleh perempuan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kesempatan dan kepercayaan terhadap kompetensi perempuan semakin terbuka.

Pandangan mahasiswa juga menegaskan makna peringatan ini. Mahasiswa Departemen Perikanan, Evora Arda Kirana, menyampaikan bahwa Hari Kartini merupakan pengingat penting bagi generasi muda untuk terus melampaui batas stigma gender. Ia menuturkan, “Bagi saya, Hari Kartini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi sebagai pengingat kita semua bahwa gender bukanlah suatu penghalang untuk terus maju dan berkarya. Dengan meneruskan semangat Kartini, berarti kita berkomitmen untuk menghapus stigma lama demi menciptakan tata kelola perikanan yang adil dan berkelanjutan. Laut saja tidak pernah membedakan siapa yang menebar jaring, begitu pula seharusnya sektor ini.”

Bagi Departemen Perikanan UGM, memaknai Hari Kartini bukan sekadar peringatan simbolis, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, mendukung kepemimpinan perempuan, serta memperkuat kontribusi perempuan dalam riset, pengabdian masyarakat, dan pembangunan sektor perikanan berkelanjutan.

Melalui semangat Kartini, Departemen Perikanan UGM berharap perempuan terus hadir sebagai agen perubahan—tidak hanya memanfaatkan pintu kesempatan yang telah dibuka, tetapi juga memperluasnya agar semakin banyak perempuan dapat melangkah maju dan memberi dampak bagi masyarakat. Peringatan Hari Kartini ini juga selaras dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan ke-5 (Kesetaraan Gender), serta tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui penguatan akses pendidikan, peningkatan partisipasi perempuan di bidang sains dan teknologi, serta perluasan kesempatan kerja yang setara, Departemen Perikanan UGM terus berupaya mendorong lingkungan akademik yang inklusif dan berkelanjutan.

Menuju Pesisir Tangguh: FGD Perikanan UGM Rumuskan Model Pengelolaan Perikanan Adaptif di Pantai Depok Kabupaten Bantul

Berita Senin, 20 April 2026

Suasana pesisir Pantai Depok, Bantul, menjadi latar unik penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) Penelitian IJRA–Equity yang diinisiasi oleh Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada pada 20 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, peneliti, serta pelaku perikanan dalam satu ruang dialog terbuka untuk membahas masa depan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Berbeda dari forum ilmiah pada umumnya, FGD ini sengaja dilaksanakan di kawasan pesisir untuk menghadirkan konteks nyata antara teori dan praktik. Pantai Depok yang dikenal sebagai sentra aktivitas nelayan di Kabupaten Bantul menjadi lokasi strategis untuk menggali langsung dinamika ketahanan perikanan.

Diskusi yang dipimpin oleh Dr.nat.sc. Faizal Rachman, S.Pi., M.Sc. ini menyoroti keterkaitan erat antara perubahan lingkungan laut, dinamika sosial masyarakat pesisir, serta sistem kelembagaan yang mengatur aktivitas perikanan. Para peserta menekankan bahwa pengelolaan sumber daya laut tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan ekologis semata, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat nelayan.

Dalam forum tersebut, isu perubahan iklim menjadi salah satu perhatian utama. Perubahan pola musim, gelombang, hingga ketidakpastian hasil tangkapan dirasakan langsung oleh nelayan di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan adaptif berbasis data ilmiah yang mampu menjembatani kebutuhan kebijakan dengan kondisi riil di masyarakat.

FGD ini juga membuka ruang dialog antara peneliti dan nelayan, sehingga pengalaman lokal dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan riset. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan IJRA–Equity ini, UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya menghasilkan riset akademik, tetapi juga mendorong solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan praktik lapangan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perikanan di era perubahan global.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut), sekaligus memperkuat upaya mewujudkan pengelolaan perikanan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

123…7
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY