• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Dosen THP UGM Bahas Pemanfaatan Lactiplantibacillus plantarum untuk Peningkatan Mutu Terasi

Berita Selasa, 15 September 2026

Semarang, 9 September 2026 — Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Mgs. Muhammad Prima Putra, turut mempresentasikan hasil penelitian pada The 9th International Conference on Tropical and Coastal Region Eco-Development (ICTCRED) 2026 yang berlangsung di Semarang pada 9 September 2026. Dalam forum tersebut, ia mempresentasikan penelitian berjudul “Application of Lactiplantibacillus plantarum GMP 1 to Improve Quality, Safety, and Functional Properties of Rebon Shrimp Paste.”

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Lactiplantibacillus plantarum GMP 1 dalam proses pengolahan terasi berbahan dasar udang rebon. Kajian diarahkan untuk melihat potensi penggunaan mikroorganisme tersebut dalam meningkatkan mutu, keamanan, serta sifat fungsional produk hasil fermentasi.

Terasi merupakan salah satu produk olahan hasil perikanan yang telah lama menjadi bagian dari pangan masyarakat Indonesia. Namun, pengembangan kualitas produk dan pengendalian keamanan menjadi aspek penting untuk meningkatkan daya saingnya. Melalui pendekatan teknologi fermentasi, penelitian ini mengeksplorasi peluang untuk menghasilkan produk terasi dengan karakteristik yang lebih baik sekaligus memberikan nilai tambah terhadap komoditas udang rebon.

Pemanfaatan Lactiplantibacillus plantarum juga menunjukkan bagaimana teknologi fermentasi dapat dikembangkan tidak hanya untuk menghasilkan karakteristik produk yang diinginkan, tetapi juga sebagai pendekatan dalam pengembangan pangan fungsional dan peningkatan keamanan pangan. Kajian semacam ini menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan yang inovatif dan berbasis pada potensi sumber daya lokal.

Keikutsertaan Muhammad Prima Putra dalam ICTCRED 2026 menjadi kesempatan untuk mendiseminasikan hasil penelitian sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan mengenai inovasi pengolahan hasil perikanan. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan produk perikanan bernilai tambah yang aman, berkualitas, dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut pada skala industri.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui pengembangan pangan berbasis sumber daya perikanan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan keamanan dan sifat fungsional pangan, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi teknologi fermentasi dalam pengolahan hasil perikanan.

Dosen THP UGM Raih Best Oral Presenter pada The 9th ICTCRED 2026

Berita Selasa, 15 September 2026

Semarang, 9 September 2026 — Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Indun Dewi Puspita, M.Sc., Ph.D berpartisipasi dalam The 9th International Conference on Tropical and Coastal Region Eco-Development (ICTCRED) 2026 yang diselenggarakan di Semarang pada 9 September 2026. Dalam konferensi internasional tersebut, Dr. Indun mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul “Effect of Temperature on Growth and Histamine Formation of Klebsiella aerogenes E.1 in Yellowfin Tuna Flesh Model.”

Penelitian tersebut mengkaji pengaruh suhu terhadap pertumbuhan Klebsiella aerogenes E.1 serta pembentukan histamin pada model daging tuna sirip kuning (yellowfin tuna). Kajian ini menjadi penting dalam konteks mutu dan keamanan hasil perikanan, mengingat pengendalian suhu merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas ikan dan meminimalkan risiko pembentukan histamin selama penanganan dan penyimpanan.

Melalui penelitian tersebut, Dr. Indun menyoroti pentingnya pemahaman terhadap hubungan antara kondisi penyimpanan, pertumbuhan mikroorganisme, dan pembentukan senyawa yang berpotensi membahayakan konsumen. Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pengendalian mutu dan keamanan produk perikanan, khususnya komoditas tuna yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Keikutsertaan dalam ICTCRED 2026 juga menjadi ruang bagi dosen THP UGM untuk memperluas jejaring akademik dan mendiseminasikan hasil penelitian pada forum internasional. Prestasi tersebut semakin istimewa dengan diraihnya penghargaan Best Oral Presenter oleh Dr. Indun Dewi Puspita. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kualitas penyampaian dan substansi penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi.

Partisipasi dan prestasi tersebut menunjukkan kontribusi riset THP UGM dalam menjawab tantangan keamanan pangan serta peningkatan mutu hasil perikanan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan keamanan pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan pangan hasil perikanan yang aman dikonsumsi, serta SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

Semarak HUT ke-63, Departemen Perikanan UGM Gelar Bazar GEMARIKAN 2026 Dorong Konsumsi dan Produk Olahan Ikan Lokal

Berita Senin, 7 September 2026

Yogyakarta, 28 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-63, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Bazar GEMARIKAN 2026 pada Jumat (28/8). Bertempat di Lapangan Gedung A4 Departemen Perikanan UGM, kegiatan ini menghadirkan beragam produk ikan dan olahan hasil perikanan sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk semakin gemar mengonsumsi ikan.

Bazar yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dislautkan DIY). Kegiatan menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkenalkan produk perikanan sekaligus mengampanyekan pentingnya konsumsi ikan bagi masyarakat.

Mengusung semangat “Ikan Sehat, Generasi Kuat, Indonesia Hebat!”, Bazar GEMARIKAN tidak sekadar menjadi kegiatan perayaan ulang tahun, tetapi juga menjadi ruang untuk mendekatkan produk perikanan kepada konsumen serta menunjukkan bahwa ikan dapat diolah menjadi beragam produk pangan yang menarik, praktis, dan sesuai dengan selera masyarakat masa kini.

Sebanyak 13 tenant turut meramaikan Bazar GEMARIKAN 2026. Berbagai produk segar dan olahan ikan ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari fresh fish hingga produk siap santap dengan beragam inovasi.

Tenant yang berpartisipasi meliputi Zamida Food, Phinisi Burger, Siomay Dimsum Batagor Fareta, Fania Food, Eldinam’s Food, Iwakku Foods, Fresh Fish, Orange Food, Simbokke Bu Nur Sambal Ikan, Khanza Food, Pempek Paris, Bakwan Udang, dan Ashlan Food.

Keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa komoditas perikanan memiliki peluang pengembangan yang luas. Ikan tidak hanya dapat dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah yang lebih dekat dengan preferensi konsumen.

Mulai dari burger, siomay, dimsum, batagor, pempek, sambal ikan hingga bakwan udang menjadi contoh bagaimana kreativitas pengolahan mampu meningkatkan daya tarik produk perikanan. Inovasi semacam ini sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan usaha dan kewirausahaan berbasis hasil perikanan.

Bazar ini membawa semangat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) dengan mengajak sivitas akademika dan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai bagian dari pola pangan yang beragam dan bergizi.

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting serta menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, membangun kebiasaan mengonsumsi ikan juga menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Namun, GEMARIKAN tidak hanya berbicara mengenai konsumsi. Di balik setiap produk ikan terdapat rantai ekonomi yang melibatkan pembudidaya, nelayan, pengolah, pedagang, pelaku UMKM, hingga konsumen. Meningkatnya minat masyarakat terhadap produk perikanan pada akhirnya dapat turut membuka peluang ekonomi bagi para pelaku yang berada di sepanjang rantai nilai tersebut.

Melalui Bazar GEMARIKAN, Departemen Perikanan UGM ingin memperlihatkan bahwa upaya meningkatkan konsumsi ikan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan inovasi produk dan penguatan ekonomi pelaku usaha perikanan lokal.

Pelaksanaan Bazar GEMARIKAN juga mencerminkan peran Departemen Perikanan UGM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mengembangkan pengetahuan dan teknologi perikanan, tetapi juga berupaya mendekatkan hasil dan semangat pengembangan sektor perikanan kepada masyarakat.

Kolaborasi dengan Dislautkan DIY menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Sinergi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan untuk membangun sektor perikanan yang tidak hanya produktif, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas.

Momentum HUT ke-63 Departemen Perikanan UGM pun menjadi kesempatan untuk mengingat kembali perjalanan panjang Departemen Perikanan dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perayaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi perikanan.

Bazar GEMARIKAN 2026 sekaligus menjadi ajakan sederhana kepada masyarakat: datang, cicipi, konsumsi ikan, dan dukung produk perikanan lokal. Dari pilihan pangan sehari-hari, masyarakat dapat turut berkontribusi terhadap kesehatan keluarga sekaligus keberlanjutan ekonomi para pelaku usaha perikanan.

Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui promosi pangan bergizi berbasis ikan; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui dukungan terhadap usaha dan produk perikanan lokal; SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengembangan konsumsi produk perikanan bernilai tambah; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi Departemen Perikanan UGM, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui semangat “Ikan Sehat, Generasi Kuat, Indonesia Hebat!”, Departemen Perikanan UGM berharap Bazar GEMARIKAN 2026 dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk perikanan sekaligus memperkuat peran ikan sebagai sumber pangan bergizi dan penggerak ekonomi lokal menuju pembangunan perikanan Indonesia yang berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM Gelar Pengabdian di Embung Tambakboyo, Dorong Kepedulian Lingkungan dan Gemar Makan Ikan

Berita Senin, 7 September 2026

Yogyakarta, 21 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), Departemen Perikanan UGM melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Embung Tambakboyo pada Jumat (21/8). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–10.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap lingkungan perairan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan.

Mengusung semangat “Bersama menjaga embung, bersama membangun masa depan perikanan!”, kegiatan pengabdian ini menghadirkan rangkaian aktivitas yang menggabungkan aksi lingkungan dan edukasi masyarakat. Tiga kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi bersih embung, pemasangan papan anjuran kebersihan, serta sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih di kawasan Embung Tambakboyo. Civitas akademika dan peserta kegiatan bersama-sama melakukan pengumpulan sampah di sekitar kawasan embung sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan perairan. Kebersihan kawasan embung memiliki arti penting, tidak hanya dari aspek estetika, tetapi juga dalam menjaga kualitas lingkungan perairan. Sampah yang masuk ke badan air berpotensi mengganggu kualitas perairan dan ekosistem di dalamnya. Karena itu, kegiatan bersih embung diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan perairan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi Departemen Perikanan UGM untuk memperkenalkan perspektif perikanan yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya, tetapi juga pada pemeliharaan ekosistem sebagai fondasi keberlanjutan perikanan.

 

Pemasangan Papan Anjuran untuk Mendorong Perilaku Ramah Lingkungan

Selain aksi bersih embung, kegiatan pengabdian juga diisi dengan pemasangan papan anjuran menjaga kebersihan di kawasan Embung Tambakboyo. Papan tersebut mengajak pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Keberadaan papan anjuran diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk turut menjaga kebersihan kawasan embung, terutama karena ruang publik seperti Embung Tambakboyo dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas.

Pendekatan edukatif ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan fisik, tetapi juga perlu diikuti dengan perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Kegiatan juga dilengkapi dengan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Melalui kegiatan tersebut, Departemen Perikanan UGM turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan bergizi.

Sebagai negara kepulauan dengan sumber daya perikanan yang besar, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadikan ikan sebagai bagian penting dari sistem pangan masyarakat. Karena itu, peningkatan konsumsi ikan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan ekosistem perairan.

Kegiatan Gemarikan juga menjadi bentuk nyata kontribusi Departemen Perikanan UGM dalam menghubungkan ilmu perikanan, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan pengabdian di Embung Tambakboyo memperlihatkan bahwa peran perguruan tinggi tidak berhenti pada pengembangan ilmu pengetahuan di ruang kelas dan laboratorium. Pengetahuan tersebut perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Melalui kegiatan sederhana seperti membersihkan embung, memasang papan edukasi, dan mengampanyekan konsumsi ikan, Departemen Perikanan UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekosistem perairan dan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 14 (Ekosistem Lautan), serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui upaya menjaga lingkungan perairan, mendorong perilaku konsumsi yang bertanggung jawab, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat konsumsi ikan.

Dosen Muda Departemen Perikanan UGM Raih Gelar Doktor dari Jepang, Kembangkan Inovasi Keamanan Pangan Perikanan Berbasis Biologi Molekuler

Berita Senin, 7 September 2026

Kabar membanggakan kembali datang dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Salah satu dosen muda, Grace Margareta, S.Pi., M.Sc., berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Tokyo University of Marine Science and Technology (TUMSAT), Jepang. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kapasitas akademik Departemen Perikanan UGM, khususnya di bidang keamanan pangan hasil perikanan dan mikrobiologi pangan.

Sebelum menyelesaikan studi doktoralnya, Grace menjalani penelitian di Laboratory of Food Microbiology, Tokyo University of Marine Science and Technology, salah satu pusat unggulan dunia dalam bidang ilmu pangan dan teknologi hasil perikanan. Selain mengembangkan riset, selama menempuh studi ia juga aktif menjembatani kolaborasi penelitian antara Indonesia dan Jepang melalui kerja sama yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan TUMSAT.

Pada 3 Agustus 2026, Grace berhasil menyelesaikan presentasi akhir disertasinya. Penelitian Grace mengangkat isu yang sangat penting namun masih sering luput dari perhatian industri perikanan dunia, yaitu keamanan pangan terkait pembentukan histamin pada ikan scombroid, khususnya ikan makerel.

Histamin merupakan salah satu penyebab utama keracunan pangan pada produk perikanan yang dapat terbentuk meskipun ikan disimpan dalam rantai dingin. Selama ini, penyimpanan pada suhu sekitar 4°C dianggap telah memadai untuk menjaga keamanan produk. Namun, melalui penelitiannya, Grace menunjukkan bahwa asumsi tersebut belum sepenuhnya tepat.

Penelitian disertasinya mengungkap bahwa Photobacterium phosphoreum, bakteri psikrofilik penyebab utama pembentukan histamin, masih mampu tumbuh dan tetap aktif menghasilkan enzim pembentuk histamin meskipun berada pada suhu penyimpanan dingin. Bahkan, peningkatan suhu yang relatif kecil, dari 4°C menjadi 10°C, dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri secara signifikan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengendalian suhu yang lebih ketat, yakni ≤2°C, menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan ikan makerel selama distribusi dan penyimpanan.

Tidak berhenti pada aspek ekologi bakteri, Grace juga mengembangkan inovasi dalam metode deteksi. Ia berhasil merancang probe-based quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) assay yang secara spesifik menargetkan gen hdc2, yaitu gen yang bertanggung jawab terhadap pembentukan histamin. Metode ini memungkinkan deteksi bakteri meskipun berada pada fase Viable But Non-Culturable (VBNC), yaitu kondisi ketika bakteri masih hidup tetapi tidak dapat dideteksi menggunakan metode kultur konvensional.

Menurut Grace, keberadaan bakteri dalam fase VBNC merupakan salah satu tantangan terbesar dalam sistem pengawasan keamanan pangan karena berpotensi menghasilkan histamin meskipun tidak terdeteksi melalui penghitungan koloni pada media kultur. Oleh karena itu, pendekatan berbasis biologi molekuler memberikan tingkat sensitivitas yang jauh lebih tinggi dalam mengidentifikasi potensi risiko keamanan pangan.

Sebagai bagian dari penelitian, Grace juga mengevaluasi efektivitas Modified Atmosphere Packaging (MAP) melalui berbagai kombinasi gas karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen selama penyimpanan dingin. Evaluasi dilakukan tidak hanya terhadap pertumbuhan bakteri dan akumulasi histamin, tetapi juga terhadap kualitas sensori ikan serta ekspresi gen yang berkaitan dengan pembentukan histamin. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam menentukan sistem pengemasan yang paling efektif untuk memperpanjang umur simpan sekaligus menjaga keamanan produk perikanan.

Lebih jauh, penelitian ini memberikan perspektif baru bagi industri perikanan global. Grace menegaskan bahwa menghitung jumlah bakteri semata tidak lagi cukup untuk menilai keamanan produk terhadap risiko histamin. Integrasi pendekatan ekologi mikroba, biologi molekuler, dan teknologi pengemasan menawarkan paradigma baru dalam penyusunan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan manajemen rantai dingin yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Pencapaian Grace Margareta menjadi kebanggaan bagi Departemen Perikanan UGM sekaligus memperkuat posisi institusi dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Keahlian yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di Jepang diharapkan dapat memperkuat kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan sistem keamanan pangan hasil perikanan yang lebih modern, berbasis sains, dan menjawab tantangan industri perikanan masa depan.

Kegiatan studi lanjut dan keberhasilan penelitian ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian Grace berkontribusi pada SDG 3: Good Health and Well-being melalui penguatan sistem keamanan pangan untuk melindungi kesehatan konsumen dari risiko keracunan histamin. Inovasi di bidang teknologi deteksi dan pengemasan pangan turut mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, sementara penguatan kapasitas akademik dosen melalui pendidikan doktoral internasional merupakan implementasi SDG 4: Quality Education. Selain itu, kolaborasi riset antara UGM, BRIN, dan Tokyo University of Marine Science and Technology mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals dalam memperkuat jejaring penelitian global guna menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi industri perikanan dan masyarakat dunia.

Satu Langkah, Satu Semangat: Sivitas Akademika Perikanan UGM Meriahkan HUT ke-63 Lewat Jalan Sehat

Berita Jumat, 7 Agustus 2026

Yogyakarta – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui penyelenggaraan kegiatan Jalan Sehat pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung A4 Departemen Perikanan UGM ini diikuti oleh sivitas akademika Departemen Perikanan, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT yang bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan kampus. Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang diawali dengan berkumpul di halaman Gedung A4 sebelum bersama-sama menempuh rute yang telah disiapkan panitia.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berolahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang hangat antarsivitas akademika. Dalam suasana yang santai, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dapat saling bertegur sapa, berbagi cerita, serta memperkuat rasa kebersamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan akademik di Departemen Perikanan UGM.

Peringatan HUT ke-63 juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang Departemen Perikanan UGM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama lebih dari enam dekade. Berbagai capaian di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama internasional menjadi fondasi yang terus diperkuat untuk menjawab tantangan pembangunan sektor perikanan dan kelautan di masa depan.

Melalui kegiatan jalan sehat, Departemen Perikanan UGM ingin menegaskan bahwa kesehatan dan kebugaran merupakan modal penting dalam mendukung produktivitas, kreativitas, dan kualitas kinerja sivitas akademika. Lingkungan akademik yang sehat diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan semangat pengabdian yang lebih besar bagi masyarakat.

Selain sebagai ajang kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi wujud apresiasi kepada seluruh keluarga besar Departemen Perikanan UGM yang telah berkontribusi dalam perkembangan institusi. Semangat kekeluargaan yang terbangun diharapkan terus menjadi energi positif untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa mendatang.

Mengusung semangat “Bersama Melangkah, Bersama Berkarya”, peringatan HUT ke-63 diharapkan semakin memperkuat solidaritas seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan Departemen Perikanan UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus tetap dekat dengan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berdampak.

Kegiatan jalan sehat ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui aktivitas fisik yang melibatkan seluruh sivitas akademika, kegiatan ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-being dengan mendorong pola hidup sehat dan meningkatkan kesejahteraan fisik. Semangat kebersamaan dan inklusivitas yang terbangun juga mencerminkan implementasi SDG 4: Quality Education, melalui penguatan lingkungan akademik yang kondusif bagi pembelajaran dan kolaborasi. Di samping itu, partisipasi aktif seluruh warga Departemen Perikanan menjadi wujud penguatan kemitraan internal yang selaras dengan SDG 17: Partnerships for the Goals, dalam membangun institusi yang semakin solid, kolaboratif, dan berdaya saing.

Semarak HUT ke-63, Departemen Perikanan UGM Gelar Aksi Donor Darah Bersama RSA UGM

Berita Jumat, 7 Agustus 2026

Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Departemen Perikanan bekerja sama dengan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM menyelenggarakan kegiatan Aksi Donor Darah pada Selasa, 28 Juli 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan. Donor darah menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT Departemen Perikanan yang tidak hanya mempererat kebersamaan sivitas akademika, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama.

Mengusung semangat berbagi kehidupan, kegiatan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah secara rutin. Setiap kantong darah yang terkumpul diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang menjalani perawatan medis.

Ketua Departemen Perikanan UGM menyampaikan bahwa peringatan hari jadi departemen tidak hanya dimaknai sebagai momentum refleksi perjalanan institusi selama lebih dari enam dekade, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperluas kontribusi kepada masyarakat. Melalui kegiatan donor darah, sivitas akademika diajak untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan pengabdian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya akademik Departemen Perikanan.

Kerja sama dengan RSA UGM memastikan seluruh proses donor darah berlangsung sesuai standar medis, mulai dari pemeriksaan kesehatan awal, skrining calon pendonor, proses pengambilan darah, hingga pemantauan kondisi pendonor setelah kegiatan selesai. Selain memberikan manfaat bagi penerima donor, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan gaya hidup sehat agar dapat menjadi pendonor darah secara berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni secara bergantian mengikuti proses donor darah dengan penuh semangat. Kehadiran berbagai elemen sivitas akademika menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi nilai yang hidup di lingkungan Departemen Perikanan UGM.

Melalui penyelenggaraan aksi donor darah ini, Departemen Perikanan berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup berbagi kepada sesama. Setetes darah yang didonorkan bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang mampu memberikan dampak besar bagi kehidupan orang lain.

Peringatan HUT ke-63 Departemen Perikanan UGM diharapkan tidak hanya menjadi perayaan perjalanan institusi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. Dengan mengusung nilai kemanusiaan, kolaborasi, dan kepedulian sosial, Departemen Perikanan terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata, baik melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, maupun aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Aksi donor darah berkontribusi pada SDG 3: Good Health and Well-being melalui dukungan terhadap ketersediaan darah yang aman dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Kolaborasi antara Departemen Perikanan dan RSA UGM mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals dalam membangun sinergi antarunit untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain itu, keterlibatan aktif dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, dan masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari penguatan budaya kampus yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Departemen Perikanan UGM Dorong Inovasi Blue Food untuk Membangun Ketahanan Pangan Masa Depan

Berita Jumat, 7 Agustus 2026

Yogyakarta – Potensi pangan Indonesia tidak hanya tumbuh dari daratan, tetapi juga dari laut, sungai, dan danau yang menyimpan sumber protein berkualitas tinggi. Melihat besarnya peluang tersebut, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), terus memperkuat pengembangan konsep blue food sebagai salah satu solusi ilmiah untuk menjawab tantangan ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, dan keberlanjutan sumber daya perairan.

Komitmen tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Seminar Nasional Tahunan XXIII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM XXIII) yang mengangkat tema “Blue Foods: Potensi dan Pengelolaan Berkelanjutan Sistem Pangan Biru Berbasis Perairan Lokal.” Forum ilmiah ini menjadi ruang bertemunya akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah, dan praktisi untuk mendiskusikan berbagai inovasi yang mampu memperkuat sistem pangan berbasis sumber daya akuatik.

Ketua panitia, Dr. Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa seminar ini tidak sekadar menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, tetapi juga membangun kolaborasi lintas disiplin dalam merancang masa depan sektor perikanan Indonesia. Sebanyak 109 makalah ilmiah dipresentasikan oleh peneliti dari 15 institusi, mencerminkan semakin besarnya perhatian terhadap pengembangan ilmu perikanan dan kelautan yang berdampak bagi masyarakat.

Dalam berbagai sesi seminar, peserta membahas bagaimana blue food perlu dipandang sebagai sebuah sistem yang mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi pangan akuatik. Pendekatan ini menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan protein, pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan iklim, serta tekanan terhadap sistem pangan berbasis daratan.

Salah satu kontribusi ilmiah yang mendapat perhatian berasal dari dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Nurfitri Ekantari, S.Pi., M.P., yang memperkenalkan hasil penelitiannya mengenai pemanfaatan mikroalga dan makroalga sebagai bahan baku pangan masa depan. Menurutnya, tantangan terbesar pengembangan blue food bukan hanya menghasilkan pangan yang bergizi, tetapi juga menghadirkan produk yang memiliki cita rasa, tekstur, dan karakteristik yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Pendekatan tersebut membuka peluang lahirnya berbagai inovasi pangan, seperti mi, makanan penutup, hingga produk pangan fungsional berbasis sumber daya perairan.

Bagi Departemen Perikanan UGM, pengembangan blue food merupakan bagian dari transformasi ilmu perikanan yang tidak lagi berfokus pada peningkatan produksi semata, tetapi juga pada pembangunan sistem pangan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan. Melalui riset, inovasi teknologi, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat, Departemen Perikanan terus berupaya menghasilkan solusi yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Seminar ini juga memperlihatkan semakin pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menjawab berbagai tantangan sektor perikanan. Isu keamanan pangan, hilirisasi produk, konservasi sumber daya, hingga penguatan ekonomi masyarakat pesisir menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan sistem pangan biru di Indonesia. Dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, Departemen Perikanan UGM berharap lahir lebih banyak inovasi dan kerja sama yang mampu mempercepat transformasi sektor perikanan menuju sistem pangan yang berdaya saing global.

Melalui penyelenggaraan SEMNASKAN-UGM XXIII, Departemen Perikanan UGM kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di bidang perikanan dan kelautan. Berbagai hasil penelitian yang dipresentasikan diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan dan pengembangan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 2: Zero Hunger melalui penguatan sistem pangan berbasis sumber daya perairan yang bergizi dan berkelanjutan. Berbagai inovasi yang dipresentasikan juga berkontribusi pada SDG 3: Good Health and Well-being melalui pengembangan pangan akuatik yang aman dan bernilai gizi tinggi, serta SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan sumber daya perairan secara efisien dan bernilai tambah. Selain itu, penguatan riset dan kolaborasi yang dibangun dalam seminar ini mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals dalam mendorong inovasi dan pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Dosen Departemen Perikanan UGM Ikuti Medical Check-Up, Wujud Komitmen Menjaga Kesehatan dan Kesejahteraan Sivitas Akademika

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti program Medical Check-Up (MCU) yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada melalui Gadjah Mada Medical Center (GMC) bekerja sama dengan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UGM dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan dosen sebagai aset utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Medical check-up dilaksanakan pada 25, 26, 29, dan 30 Juni 2026 di GMC UGM dengan jadwal khusus bagi dosen UGM. Program ini memberikan kesempatan kepada para dosen untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit sekaligus mendukung terciptanya gaya hidup sehat di lingkungan kampus.

Bagi dosen Departemen Perikanan UGM, kesehatan merupakan fondasi penting dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Aktivitas mengajar, membimbing mahasiswa, melakukan penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima agar kualitas layanan akademik tetap terjaga. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang dalam menjaga produktivitas dan profesionalisme tenaga pendidik.

Selain kesehatan fisik, kegiatan ini juga mencerminkan perhatian institusi terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental dosen. Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks—mulai dari tuntutan publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, hingga tanggung jawab akademik lainnya—keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan. Pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi bagian dari budaya preventif untuk memastikan dosen tetap berada dalam kondisi optimal dalam menjalankan perannya sebagai pendidik, peneliti, dan pengabdi masyarakat.

Program Medical Check-Up juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Melalui hasil pemeriksaan yang komprehensif, dosen memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatannya sehingga dapat mengambil langkah-langkah preventif maupun perubahan gaya hidup apabila diperlukan.

Departemen Perikanan UGM mengapresiasi inisiatif Universitas Gadjah Mada melalui GMC dan RSA UGM dalam menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses bagi dosen. Program ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga pada upaya menjaga kualitas hidup dan kesejahteraan tenaga pendidik secara menyeluruh.

Dengan dosen yang sehat, produktif, dan sejahtera, Departemen Perikanan UGM optimistis dapat terus memberikan layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas, sekaligus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor perikanan Indonesia.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan preventif dan promosi hidup sehat, SDG 4 (Quality Education) dengan mendukung terciptanya lingkungan akademik yang produktif melalui tenaga pendidik yang sehat, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Dosen Departemen Perikanan UGM Ikuti Rekreasi Fakultas Pertanian 2026, Perkuat Kebersamaan dan Pentingnya Kesehatan Mental

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berpartisipasi dalam Kegiatan Rekreasi Dosen Fakultas Pertanian Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 26–27 Juni 2026 di Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antardosen sekaligus memberikan ruang untuk menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah tingginya tuntutan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Rekreasi diikuti oleh dosen dari berbagai departemen di lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Dari Departemen Perikanan, sejumlah dosen turut ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan kolaboratif. Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan rekreasi, diskusi informal, dan aktivitas kebersamaan di beberapa destinasi di Salatiga. Agenda meliputi kunjungan ke Fertindo Farm, kegiatan kebersamaan pada malam hari di Laras Asri Resort, serta kunjungan ke Mesastilas Resort and Coffee Plantation sebelum kembali ke Yogyakarta.

Di tengah kesibukan dosen dalam menjalankan tridarma—mulai dari mengajar, melakukan penelitian, membimbing mahasiswa, hingga melaksanakan pengabdian kepada masyarakat—kegiatan seperti ini memiliki makna yang lebih dari sekadar rekreasi. Kesempatan untuk berinteraksi di luar lingkungan kerja formal mampu memperkuat komunikasi, membangun keakraban, serta membuka ruang lahirnya ide-ide kolaboratif lintas bidang ilmu.

Dalam dunia akademik modern, kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting yang semakin mendapat perhatian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) berkontribusi terhadap meningkatnya kreativitas, produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, hingga kepuasan kerja. Bagi dosen, menjaga kesehatan mental juga berdampak pada kualitas proses pembelajaran, penelitian, serta pendampingan mahasiswa.

Melalui suasana yang lebih santai dan penuh kekeluargaan, para dosen memiliki kesempatan untuk melepas penat dari rutinitas akademik, mempererat hubungan antarsejawat, sekaligus membangun semangat baru dalam menjalankan berbagai aktivitas di kampus. Interaksi informal semacam ini juga menjadi modal penting dalam memperkuat budaya organisasi yang saling mendukung dan kolaboratif.

Bagi Departemen Perikanan UGM, kualitas sumber daya manusia tidak hanya diukur dari capaian akademik, publikasi ilmiah, maupun prestasi penelitian, tetapi juga dari terciptanya lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan seluruh sivitas akademika. Rekreasi dosen menjadi salah satu bentuk investasi institusi dalam membangun kebersamaan yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat.

Departemen Perikanan UGM mengapresiasi penyelenggaraan Rekreasi Dosen Fakultas Pertanian 2026 sebagai wadah untuk memperkuat solidaritas, menjaga kesehatan mental, serta membangun semangat kolaborasi di antara para dosen. Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara, diharapkan sivitas akademika mampu menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi dan menghasilkan inovasi yang semakin bermanfaat bagi pembangunan sektor pertanian dan perikanan Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya menjaga kesehatan fisik dan mental tenaga pendidik, SDG 4 (Quality Education) dengan mendukung terciptanya lingkungan akademik yang produktif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan kebersamaan antar sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM.

123…9
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY