• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • hal. 3
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

FGD Equity UGM Soroti Perikanan dalam Perspektif Sosial-Ekologi: Dari Perubahan Iklim hingga Dinamika Sumber Daya Pesisir dan Lautan

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026 di Ruang 2.02, Gedung A4. Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas sektor yang mengangkat isu perubahan iklim dan dinamika oseanografi dalam konteks sosial-ekologi perikanan dan kelautan.

FGD menghadirkan berbagai pakar nasional dan internasional, di antaranya Prof. Widodo Setiyo Pranowo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. R. Dwi Susanto dari University of Maryland, serta Prof. Ocky Karna Radjasa. Diskusi juga melibatkan perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan pelaku perikanan dari Kelompok Mina Samodera Pantai Baron, sehingga menghadirkan perspektif ilmiah sekaligus pengalaman lapangan.

Dalam diskusi, para narasumber menekankan bahwa perubahan iklim global telah memengaruhi parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut, arus, dan produktivitas primer. Fenomena ini secara langsung berdampak pada distribusi ikan, musim penangkapan, hingga ketidakpastian hasil tangkapan nelayan.

Lebih jauh, pendekatan sosial-ekologi menjadi kunci dalam memahami sistem perikanan secara utuh. Tidak hanya aspek lingkungan, tetapi juga dimensi sosial seperti adaptasi nelayan, kelembagaan, dan strategi penghidupan menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Paparan juga menyoroti bagaimana fenomena iklim ekstrem, seperti siklon tropis, dapat memicu perubahan produktivitas laut melalui peningkatan nutrien dan klorofil-a. Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika laut bersifat kompleks dan memerlukan pendekatan berbasis data serta teknologi, termasuk pemanfaatan penginderaan jauh dan pemodelan spasial.

Diskusi berlangsung interaktif dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, pemerintah, dan masyarakat pesisir. Integrasi pengetahuan ilmiah dan lokal dinilai menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Melalui FGD ini, Departemen Perikanan UGM menegaskan perannya dalam mengembangkan riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan secara sosial. Kegiatan ini turut mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut), serta memperkuat upaya pengelolaan perikanan yang tangguh dan berkelanjutan di Indonesia.

FGD Hibah Equity UGM 2026: Inovasi AI untuk Pemberdayaan Perempuan Pesisir dan Ketahanan Ekonomi di Era Perubahan Iklim

Berita Jumat, 17 April 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian UGM Program Equity by Subject dan Program Equity Post Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026 pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang 2.02 Gedung A4 Departemen Perikanan UGM. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik untuk memaparkan, menelaah, serta memperoleh masukan terhadap pengembangan riset yang didanai melalui skema hibah UGM.

FGD menghadirkan pemaparan penelitian oleh Dr. Endah Prihatiningtyastuti yang mengangkat tema pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana transformasi perempuan pesisir menjadi agen ekonomi tangguh terhadap perubahan iklim. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan dosen, peneliti, serta sivitas akademika yang memberikan masukan strategis terkait arah pengembangan penelitian dan implementasinya di masyarakat.

Dalam pemaparan, disampaikan bahwa sektor perikanan tangkap menghadapi tekanan signifikan akibat perubahan iklim, seperti cuaca ekstrem, kenaikan suhu laut, hingga pergeseran stok ikan yang menyebabkan pendapatan nelayan semakin tidak stabil. Kondisi ini berdampak langsung pada kerentanan ekonomi rumah tangga pesisir. Di tengah situasi tersebut, perempuan pesisir memiliki peran kunci sebagai pengelola keuangan keluarga, penjaga konsumsi rumah tangga, sekaligus penggerak strategi bertahan hidup melalui berbagai aktivitas ekonomi tambahan. Namun, kontribusi tersebut masih sering bersifat informal, tidak terdokumentasi, dan belum memiliki rekam jejak data yang kuat.

FGD juga membahas berbagai kendala yang dihadapi perempuan pesisir, seperti keterbatasan literasi finansial digital, akses teknologi, infrastruktur internet, serta hambatan budaya dan norma gender. Temuan lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar perempuan pesisir belum memiliki kebiasaan pencatatan keuangan yang sistematis, meskipun terdapat minat tinggi terhadap solusi pencatatan digital sederhana berbasis telepon seluler.

Sebagai solusi, penelitian ini memperkenalkan konsep pencatatan berbasis AI melalui platform WhatsApp dengan asisten digital bernama “MAYA”. Sistem ini dirancang untuk memudahkan pencatatan biaya melaut, hasil tangkapan, hingga penjualan secara otomatis melalui percakapan sederhana. Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan pencatatan berbasis ingatan menjadi sistem berbasis data yang terstruktur, sekaligus meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi keluarga.

Melalui FGD ini, peserta memberikan berbagai masukan terkait penguatan metodologi, peluang kolaborasi lintas disiplin, serta potensi pengembangan riset lanjutan yang berkontribusi pada ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan penelitian hibah UGM berjalan secara berkualitas, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

FGD diakhiri dengan komitmen bersama untuk mendorong riset yang inklusif gender, berbasis teknologi, serta berorientasi pada solusi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di wilayah pesisir. Kegiatan ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 (Kesetaraan Gender), tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 14, Ekosistem Lautan, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitasserta, SDG ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim). Pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pemberdayaan perempuan pesisir dinilai mampu memperkuat inklusi ekonomi berbasis data, meningkatkan ketahanan rumah tangga terhadap guncangan iklim, sekaligus mendorong transformasi digital yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Bukan Obat, Tapi Pencegahan: Kunci Sukses Budidaya Lele dan Gurame ala Dr. Indah

Berita Kamis, 16 April 2026

Kegiatan Pelatihan Pokdakan Wanita yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo pada Kamis, 16 April 2026, membekali peserta dengan informasi pentingnya kesehatan ikan. Materi terkait kesehatan ikan ini disampaikan oleh dosen Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D.

Dalam materinya yang berjudul “Penyakit, Pencegahan, dan Pengobatan Ikan Lele dan Gurame”, Dr. Indah menekankan bahwa penyakit ikan merupakan salah satu faktor utama yang dapat menurunkan produktivitas budidaya. Ia menjelaskan berbagai jenis penyakit yang umum menyerang ikan budidaya, mulai dari parasit seperti Trichodina dan Henneguya, hingga penyakit bakteri seperti Aeromoniasis, Edwardsiellosis, dan Pseudomoniasis.

Selain itu, peserta juga dikenalkan pada penyakit yang disebabkan oleh virus dan jamur, termasuk infeksi Aphanomycosis serta iridovirus pada ikan gurami. Pengetahuan ini penting untuk membantu pembudidaya mengenali gejala awal penyakit sehingga dapat melakukan tindakan cepat dan tepat.

Namun, poin utama yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah pentingnya pencegahan dibandingkan pengobatan. Dr. Indah menegaskan bahwa penggunaan obat, terutama antibiotik, tidak selalu direkomendasikan karena berkaitan dengan keamanan pangan. Sebagai alternatif, ia mendorong penerapan manajemen kesehatan ikan yang baik, seperti pengapuran kolam secara rutin, menjaga kualitas pakan, serta memastikan kebersihan alat dan lingkungan budidaya.

Selain itu, ikan yang terinfeksi atau mati harus segera ditangani dengan benar agar tidak menjadi sumber penularan. Praktik desinfeksi alat dan pengelolaan limbah budidaya juga menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit.

Melalui pelatihan ini, para anggota Pokdakan Wanita diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam menjaga kesehatan ikan secara berkelanjutan. Kegiatan ini turut mendukung SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 17 Kemitraan untuk mencapai Tujuan, serta SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui praktik budidaya ikan yang sehat, aman, dan ramah lingkungan.

Perkuat Riset Akuakultur, UGM Sambut Dosen Baru Ahli Genetika Ikan Lulusan Belanda

Berita Rabu, 15 April 2026

Kabar baik datang dari Universitas Gadjah Mada. Departemen Perikanan Fakultas Pertanian resmi menghadirkan dosen baru, Dr. Priadi Setyawan, M.Si, yang akan memperkuat bidang akuakultur, khususnya genetika dan pemuliaan ikan. Dr. Priadi merupakan akademisi dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman riset yang luas. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Wageningen University & Research, Belanda, pada bidang Animal Breeding and Genomics tahun 2023. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan sarjana di UGM dan magister di Universitas Jenderal Soedirman dengan predikat cum laude.

Pengalaman profesionalnya juga sangat solid, pernah menjadi peneliti di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum bergabung sebagai dosen di UGM. Dr. Priadi saat ini tercatat sebagai anggota dewan pakar Ispikani DI. Yogyakarta (DIY) dan sedang mendampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY. Beliau membantu pemerintahan DIY dalam mengembangkan induk ikan nila unggul tumbuh cepat menggunakan pemodelan genetik yang rencananya akan diajukan untuk dirilis oleh KKP pada tahun 2027. Selain mendampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY dalam program pemuliaan ikan, saat ini beliau melakukan penelitian pemuliaan presisi dengan mixed model dan analisis transkriptomik pada ikan nila, domestikasi dan pemuliaan ikan papuyu (Anabas Testudineus Bloch, 1792), serta domestikasi ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Sungai Progo menggunakan model pengelolaan populasi terkontrol dengan metode BLUP (Best Linear Unbiased Prediction). Beberapa kegiatan penelitian tersebut didanai dari anggaran rumah program BRIN serta anggaran dari Riset dan Inovasi Untuk Indonesia Maju (RIIM).

Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah kontribusi dalam pengembangan dan pelepasan varietas unggul ikan nila Srikandi, yang dikenal memiliki toleransi tinggi terhadap salinitas. Ia juga memiliki paten terkait metode pemijahan ikan nila, yang menunjukkan perannya dalam inovasi teknologi budidaya perikanan.

Dalam bidang publikasi ilmiah, Dr. Priadi telah menghasilkan berbagai artikel di jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal Aquaculture (Elsevier), dengan fokus pada pengembangan strain ikan nila unggul, toleransi salinitas, serta pendekatan genomik dalam akuakultur.

Kehadiran Dr. Priadi di Departemen Perikanan UGM diharapkan mampu memperkuat riset dan pengembangan teknologi budidaya ikan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan, khususnya di perairan payau. Selain itu, kontribusinya juga diharapkan dapat mendorong inovasi dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan sektor perikanan nasional.

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Inovasi dan Industri), SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengembangan akuakultur berkelanjutan berbasis sains dan teknologi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Perempuan Pulau Kecil Hadapi Banjir Rob: Kisah Tangguh dari Pulau Pasaran Lampung

Berita Selasa, 14 April 2026

Perubahan iklim dan kenaikan muka air laut semakin nyata dirasakan oleh masyarakat pesisir, terutama di pulau-pulau kecil. Hal ini tergambar dalam penelitian berjudul “Resilience at the Margins: Examining Island Women’s Adaptation Strategies to Tidal Flooding in a Small Island Context in Lampung, Indonesia” yang mengangkat kisah perjuangan perempuan pengolah ikan teri di Pulau Pasaran dalam menghadapi banjir rob yang terus berulang.

Penelitian yang dilakukan oleh Asri Puspita Sari bersama Prof. Suadi dan Prof. Djumanto ini menyoroti bagaimana perempuan di wilayah tersebut memahami dan merespons fenomena banjir pasang laut. Bagi mereka, banjir rob bukan sekadar bencana, melainkan kejadian alami yang terjadi secara siklus akibat pengaruh gravitasi bulan. Namun demikian, dampaknya sangat nyata, mulai dari terganggunya aktivitas produksi hingga sulitnya akses ke pasar di kota.

Dengan melibatkan 48 responden, penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat, khususnya perempuan, tergolong tinggi. Ketidakpastian iklim dan intensitas banjir rob menjadi faktor utama yang memengaruhi keberlanjutan mata pencaharian mereka. Meski demikian, perempuan di Pulau Pasaran menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.

Berbagai strategi adaptasi dilakukan, mulai dari diversifikasi usaha ke sektor perdagangan dan jasa, membeli produk olahan dari daerah lain untuk tetap berjualan, hingga mendorong anggota keluarga untuk merantau mencari peluang ekonomi yang lebih baik. Modal sosial dan pengalaman menghadapi banjir menjadi kunci penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan mereka.

Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan adaptasi berbasis lokal yang inklusif dan sensitif gender. Upaya tersebut dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan perempuan pesisir, khususnya di ekosistem pulau kecil yang rentan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tak Sekadar Segar, Ini Standar Mutu Daging Ikan yang Harus Diketahui di Bimtek Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 UGM

Berita Senin, 13 April 2026

Pentingnya menjaga kualitas hasil perikanan menjadi sorotan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 yang diselenggarakan pada 13 April 2026 bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang. Dalam kegiatan ini, dosen Universitas Gadjah Mada, Dr. Susana Endah Ratnawati, membawakan materi bertajuk “Standarisasi Mutu Daging Ikan” yang mengupas secara komprehensif standar kualitas produk perikanan dari hulu hingga hilir. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan, pelaku usaha bidang perikanan, dan institusi perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Susana menjelaskan bahwa mutu bukan sekadar tampilan, tetapi mencakup kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Ia menekankan bahwa kualitas ikan sangat ditentukan sejak tahap bahan baku, baik dalam kondisi hidup, segar, maupun setelah diolah. Peserta diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri ikan segar, seperti mata yang cerah, insang merah terang, daging kenyal, serta aroma yang masih alami. Sebaliknya, ikan yang tidak segar menunjukkan tanda-tanda seperti lendir keruh, bau menyengat, hingga tekstur daging yang lembek.

Selain itu, Dr. Susana juga menyoroti pentingnya standardisasi bahan baku dalam industri pengolahan ikan. Bahan baku yang seragam akan menghasilkan produk dengan rasa, tekstur, warna, dan nilai gizi yang konsisten. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga menjamin keamanan konsumen. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penjaminan mutu merupakan investasi jangka panjang yang melibatkan sinergi antara pelaku usaha, konsumen, dan pemerintah. Dengan penerapan standar mutu yang baik, produk perikanan Indonesia diharapkan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga kesadaran bahwa kualitas adalah kunci utama dalam membangun industri perikanan yang berkelanjutan dan terpercaya. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Keamanan Pangan Jadi Kunci! Pakar UGM Ungkap Risiko Tersembunyi Produk Perikanan di Bimtek #6

Berita Senin, 13 April 2026

Kesadaran akan pentingnya keamanan pangan dalam produk perikanan menjadi fokus utama dalam Bimbingan Teknis Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 yang diselenggarakan pada 13 April 2026. Dalam kesempatan ini, dosen Universitas Gadjah Mada, Dr. Mgs. M. Prima Putra, menyampaikan materi bertajuk “Keamanan Pangan Produk Olahan Hasil Perikanan” yang membuka wawasan peserta tentang berbagai risiko tersembunyi dalam rantai produksi perikanan. Kegiatan yang merupakan kerjasama Departemen Perikanan UGM dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkal Pinang ini, dihadiri sekitar 100 peserta via online.

Dalam paparannya, Dr. Prima menegaskan bahwa produk pangan yang baik tidak hanya harus bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi dan bebas dari bahaya fisik, kimia, maupun biologis. Ia menjelaskan bahwa produk perikanan memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi karena karakteristiknya yang memiliki kadar air tinggi dan mudah rusak.

Berbagai potensi bahaya turut diuraikan, mulai dari cemaran mikroorganisme, toksin alami seperti pada ikan buntal, hingga risiko alergi seperti histamin pada kelompok ikan tertentu. Selain itu, bahaya fisik seperti serpihan logam, plastik, hingga kontaminasi dari manusia juga menjadi perhatian serius dalam proses pengolahan.

Dr. Prima juga menekankan pentingnya penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku hingga distribusi. Pendekatan seperti GMP, HACCP, serta sistem manajemen mutu internasional dinilai krusial untuk mencegah risiko sejak awal proses produksi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerapan sistem ini tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar, efisiensi produksi, serta daya saing produk perikanan di tingkat global.

Kegiatan ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penyediaan pangan aman, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui keamanan konsumsi pangan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Departemen Perikanan UGM Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Konservasi In Situ Ikan Lokal DIY

Berita Senin, 13 April 2026

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Konservasi In Situ Ikan Lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung A4 Fakultas Pertanian UGM dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, akademisi, pengelola fasilitas UGM, serta mahasiswa Departemen Perikanan.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati perairan melalui strategi konservasi in situ ikan lokal di wilayah DIY. Kegiatan dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pemaparan arah kebijakan dan strategi konservasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Dalam sesi ini, dijelaskan pentingnya perlindungan habitat alami ikan lokal sebagai fondasi keberlanjutan sumber daya perikanan daerah.

Materi berikutnya disampaikan oleh perwakilan DPRD DIY (Imam Priyono Dwi Putranto, S.E., M.Si) yang mengulas peran legislatif dalam mendukung kebijakan konservasi melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sesi ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memastikan kebijakan konservasi dapat berjalan efektif.

Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi melalui paparan mengenai penguatan resiliensi ekosistem perairan berbasis konservasi in situ ikan lokal, yang disampaikan oleh Eko Hardianto, S.Pi., M.Si., M.Sc., Ph.D. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan langkah strategis berbasis ilmiah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan di DIY.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam menjaga keberadaan ikan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Keanekaragaman Ikan Sungai Krasak Menurun, Studi Mahasiswa UGM Beri Peringatan

Berita Jumat, 10 April 2026

Mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Maryam Tirta Nuur, memaparkan hasil penelitian mengenai dampak aktivitas antropogenik terhadap keanekaragaman ikan di Sungai Krasak, Jawa Tengah. Penelitian ini menjadi salah satu upaya awal untuk mengisi keterbatasan data terkait komposisi ikan di sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi tersebut.

Sungai Krasak memiliki karakteristik unik karena dipengaruhi material vulkanik serta variasi arus dan substrat. Penelitian dilakukan pada Oktober–November 2025 di tiga lokasi pengamatan menggunakan metode purposive sampling. Seluruh ikan yang tertangkap diidentifikasi hingga tingkat spesies, kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan kelimpahan relatif. Parameter lingkungan seperti suhu, pH, arus, kedalaman, kecerahan, serta substrat juga diukur untuk mendukung analisis ekologi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas ikan di Sungai Krasak terdiri dari 221 individu yang mewakili 12 spesies dari 6 famili. Namun, tingkat keanekaragaman tergolong rendah dengan nilai indeks 0,647–0,882. Indeks keseragaman juga rendah (0,260–0,355), menandakan distribusi individu antarspesies tidak merata. Menariknya, satu spesies yaitu Mystacoleucus obtusirostris mendominasi populasi dengan kelimpahan relatif mencapai 53,39% dari total tangkapan. Dominasi tinggi ini menjadi indikasi adanya tekanan lingkungan yang memengaruhi keseimbangan komunitas ikan.

Penelitian ini memberikan gambaran awal kondisi keanekaragaman ikan di Sungai Krasak dan diharapkan dapat menjadi dasar pengelolaan sumber daya perikanan sungai secara berkelanjutan. Temuan ini juga menegaskan pentingnya penelitian lanjutan untuk memahami dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem perairan darat di Indonesia. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alumni Perikanan UGM Berkarya di Eropa: Marlisa Ayu Trisia Jadi Peneliti Pariwisata dan Pembangunan Pedesaan

Berita Kamis, 9 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menampilkan kiprah alumninya di panggung internasional. Kali ini, sosok Marlisa Ayu Trisia berhasil meniti karier akademik global sebagai peneliti di bidang pembangunan pedesaan, pariwisata, dan keberlanjutan.

Saat ini Marlisa berkarier sebagai peneliti postdoctoral di University of Girona, Spanyol, dengan fokus riset pada peran pariwisata dalam pembangunan wilayah pedesaan melalui pendekatan posthumanist dan new-materialist.

Dari Perikanan ke Riset Global. Perjalanan akademik Marlisa menunjukkan lintasan multidisiplin yang kuat. Ia meraih gelar doktor bidang Rural Development dari Ehime University Jepang, lalu melanjutkan riset sebagai postdoctoral fellow di Nagoya University sebelum melanjutkan karier akademiknya di Eropa. Selain dunia akademik, Marlisa juga memiliki pengalaman profesional di berbagai organisasi pembangunan internasional seperti Plan International, GIZ, dan UNDP, yang memperkuat keahlian praktisnya dalam pembangunan masyarakat dan pengembangan wilayah pedesaan.

Produktif Berkarya di Dunia Ilmiah Internasional. Marlisa aktif menulis publikasi ilmiah yang berfokus pada pembangunan pedesaan, rantai pasok sagu, hingga pariwisata berkelanjutan. Salah satu publikasinya membahas rantai pasok sagu dan kontribusinya terhadap pembangunan pedesaan Indonesia. Ia juga terlibat dalam penelitian internasional mengenai konsep baru rural tourism yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang dipublikasikan dalam jurnal Tourism Geographies.

Inspirasi bagi Generasi Muda Perikanan UGM. Perjalanan Marlisa menjadi bukti bahwa lulusan perikanan memiliki peluang karier luas lintas disiplin—mulai dari pembangunan pedesaan, ekonomi sumber daya, hingga pariwisata berkelanjutan. Kiprahnya di Jepang dan Eropa menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi fondasi untuk berkontribusi dalam isu global.

Kisah sukses Marlisa Ayu Trisia diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dan alumni Departemen Perikanan UGM untuk terus mengembangkan diri, memperluas jejaring internasional, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dunia. Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

12345…8
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY