• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • Bukan Obat, Tapi Pencegahan: Kunci Sukses Budidaya Lele dan Gurame ala Dr. Indah

Bukan Obat, Tapi Pencegahan: Kunci Sukses Budidaya Lele dan Gurame ala Dr. Indah

  • Berita
  • 16 April 2026, 12.57
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Kegiatan Pelatihan Pokdakan Wanita yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo pada Kamis, 16 April 2026, membekali peserta dengan informasi pentingnya kesehatan ikan. Materi terkait kesehatan ikan ini disampaikan oleh dosen Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D.

Dalam materinya yang berjudul “Penyakit, Pencegahan, dan Pengobatan Ikan Lele dan Gurame”, Dr. Indah menekankan bahwa penyakit ikan merupakan salah satu faktor utama yang dapat menurunkan produktivitas budidaya. Ia menjelaskan berbagai jenis penyakit yang umum menyerang ikan budidaya, mulai dari parasit seperti Trichodina dan Henneguya, hingga penyakit bakteri seperti Aeromoniasis, Edwardsiellosis, dan Pseudomoniasis.

Selain itu, peserta juga dikenalkan pada penyakit yang disebabkan oleh virus dan jamur, termasuk infeksi Aphanomycosis serta iridovirus pada ikan gurami. Pengetahuan ini penting untuk membantu pembudidaya mengenali gejala awal penyakit sehingga dapat melakukan tindakan cepat dan tepat.

Namun, poin utama yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah pentingnya pencegahan dibandingkan pengobatan. Dr. Indah menegaskan bahwa penggunaan obat, terutama antibiotik, tidak selalu direkomendasikan karena berkaitan dengan keamanan pangan. Sebagai alternatif, ia mendorong penerapan manajemen kesehatan ikan yang baik, seperti pengapuran kolam secara rutin, menjaga kualitas pakan, serta memastikan kebersihan alat dan lingkungan budidaya.

Selain itu, ikan yang terinfeksi atau mati harus segera ditangani dengan benar agar tidak menjadi sumber penularan. Praktik desinfeksi alat dan pengelolaan limbah budidaya juga menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit.

Melalui pelatihan ini, para anggota Pokdakan Wanita diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam menjaga kesehatan ikan secara berkelanjutan. Kegiatan ini turut mendukung SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 17 Kemitraan untuk mencapai Tujuan, serta SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui praktik budidaya ikan yang sehat, aman, dan ramah lingkungan.

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 2: Tanpa Kelaparan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY