• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • Keamanan Pangan Jadi Kunci! Pakar UGM Ungkap Risiko Tersembunyi Produk Perikanan di Bimtek #6

Keamanan Pangan Jadi Kunci! Pakar UGM Ungkap Risiko Tersembunyi Produk Perikanan di Bimtek #6

  • Berita
  • 13 April 2026, 15.49
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Kesadaran akan pentingnya keamanan pangan dalam produk perikanan menjadi fokus utama dalam Bimbingan Teknis Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 yang diselenggarakan pada 13 April 2026. Dalam kesempatan ini, dosen Universitas Gadjah Mada, Dr. Mgs. M. Prima Putra, menyampaikan materi bertajuk “Keamanan Pangan Produk Olahan Hasil Perikanan” yang membuka wawasan peserta tentang berbagai risiko tersembunyi dalam rantai produksi perikanan. Kegiatan yang merupakan kerjasama Departemen Perikanan UGM dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkal Pinang ini, dihadiri sekitar 100 peserta via online.

Dalam paparannya, Dr. Prima menegaskan bahwa produk pangan yang baik tidak hanya harus bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi dan bebas dari bahaya fisik, kimia, maupun biologis. Ia menjelaskan bahwa produk perikanan memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi karena karakteristiknya yang memiliki kadar air tinggi dan mudah rusak.

Berbagai potensi bahaya turut diuraikan, mulai dari cemaran mikroorganisme, toksin alami seperti pada ikan buntal, hingga risiko alergi seperti histamin pada kelompok ikan tertentu. Selain itu, bahaya fisik seperti serpihan logam, plastik, hingga kontaminasi dari manusia juga menjadi perhatian serius dalam proses pengolahan.

Dr. Prima juga menekankan pentingnya penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku hingga distribusi. Pendekatan seperti GMP, HACCP, serta sistem manajemen mutu internasional dinilai krusial untuk mencegah risiko sejak awal proses produksi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerapan sistem ini tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar, efisiensi produksi, serta daya saing produk perikanan di tingkat global.

Kegiatan ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penyediaan pangan aman, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui keamanan konsumsi pangan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 12: Responsible Consumption and Production SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 2: Tanpa Kelaparan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY