• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Staff
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Kerja Sama
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
  • SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure
Arsip:

SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure

Departemen Perikanan UGM Gelar Studium Generale Bersama Kemenko Bidang Pangan Bahas Strategi Swasembada Pangan Berkelanjutan

Berita Selasa, 7 Oktober 2025

Yogyakarta, 7 Oktober 2025 – Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Studium Generale pada Jumat, 7 Oktober 2025, dengan menghadirkan Muhamad Mawardi, S.Pt., M.T., selaku Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, sebagai narasumber utama. Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta, yang sebagian besar merupakan mahasiswa Departemen Perikanan UGM, serta peserta umum dari berbagai kampus dan instansi yang turut antusias mengikuti kegiatan. Studium generale ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan sivitas akademika mengenai arah kebijakan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan sektor kelautan dan perikanan.

Dalam paparannya yang berjudul “Strategi Kebijakan Sektor Kelautan dan Perikanan dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”, Muhamad Mawardi menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Beliau menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi produksi perikanan berkelanjutan lebih dari 12 juta ton per tahun, namun belum termanfaatkan secara optimal. Menurutnya, diperlukan pergeseran paradigma dari “pangan darat” menuju “pangan biru” sebagai solusi terhadap alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan krisis gizi global. Melalui pendekatan inovatif seperti akuakultur modern, teknologi smart aquaculture, serta hilirisasi produk perikanan, potensi sumber daya laut Indonesia dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Mawardi memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah dalam periode 2025–2029, di antaranya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak Pantura, serta pengembangan industri garam nasional. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perikanan, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam mewujudkan ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada sesi diskusi, Muhamad Mawardi turut mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di bidang kelautan dan perikanan. Ia menilai bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai inovator, komunikator, dan wirausahawan muda yang mampu membawa perubahan nyata bagi pembangunan maritim Indonesia. “Mahasiswa harus menjadi motor penggerak perubahan melalui penelitian, inovasi, dan kewirausahaan di sektor perikanan,” ujarnya. Ia menutup sesi dengan menegaskan bahwa laut adalah masa depan pangan Indonesia, dan keberhasilan swasembada pangan berkelanjutan akan sangat bergantung pada peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan bangsa. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (3) Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, (9) Infrastruktur, Industri, dan Inovasi, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Sharing Session MTCRC 2025: Mahasiswa Magister Ilmu Perikanan UGM Antusias Kenali Instrumen Oseanografi dan Gali Ide Riset

BeasiswaBerita Rabu, 17 September 2025

Yogyakarta, 17 September 2025 – Departemen Perikanan UGM sebagai mitra Perguruan Tinggi Korea-Indonesia MTCRC telah menyelenggarakan “Sharing Session MTCRC 2025” yang bertempat di Ruang 2.02 Departemen Perikanan UGM. Acara yang mengangkat tema “Mengenal Instrumen Oseanografi (CTD, ADCP, dan MBES) serta Sharing Riset Mahasiswa” ini dihadiri oleh mahasiswa dan Dosen Magister Ilmu Perikanan. Acara dibuka dengan sambutan dan pemaparan program MTCRC di Magister Ilmu Perikanan UGM oleh Dr. Eko Setyobudi, yang memberikan gambaran umum mengenai program dan aktivitas mahasiswa awardee MTCRC Scholarship. Sesi utama diisi oleh dua alumni Awardee Beasiswa MTCRC, yaitu Qothrunnadaa Salsabiila dan Hana Cahya Maharani, yang menyampaikan pengalaman mengikuti Marine Equipment Training (MET) berbagai instrumen oseanografi yaitu CTD (Conductivity, Temperature, Depth), ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler), dan MBES (Multibeam Echo Sounder). Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, namun juga disertai contoh aplikatif dari hasil riset lapangan, sehingga sangat membuka wawasan peserta mengenai pemanfaatan teknologi dalam penelitian perikanan dan kelautan.

Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (4) Pendidikan Berkualitas, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrastruktur, Industri, dan Inovasi, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Ekosistem Lautan, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Perikanan UGM Selenggarakan Pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Instrumentasi Laboratorium Semester Gasal 2025

Berita Sabtu, 30 Agustus 2025

Yogyakarta, 30 Agustus 2025 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Instrumentasi Laboratorium (PK3IL) yang rutin diadakan setiap semester sejak tahun 2021. Tahun ini, pelatihan diikuti oleh 269 mahasiswa dari jenjang Sarjana hingga Pascasarjana yang menandakan tingginya antusiasme mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait praktik laboratorium yang aman.

Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi oleh Prof. Tri Joko Raharjo, S.Si., M.Si., Ph.D., yang menekankan aspek fundamental keselamatan kerja di laboratorium. Dalam paparannya, Prof. Tri Joko menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam setiap aktivitas ilmiah. Kecelakaan di laboratorium umumnya dapat dicegah apabila mahasiswa memiliki pengetahuan yang cukup tentang prosedur keselamatan. Mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti jas laboratorium, sarung tangan, dan kacamata pelindung, hingga penanganan bahan kimia berbahaya, pemeliharaan alat, serta prosedur evakuasi darurat. Selepas sesi tatap muka, pelatihan tidak berhenti begitu saja. Mahasiswa diarahkan untuk mengikuti pembelajaran mandiri melalui eLOK UGM, platform pembelajaran daring milik Universitas Gadjah Mada. Peserta dapat mengakses berbagai modul tambahan yang membahas secara rinci tentang prosedur standar operasional (SOP) laboratorium, teknik penggunaan instrumen dasar, hingga penanganan limbah laboratorium yang ramah lingkungan. Metode ini dipilih agar mahasiswa dapat mengulang materi secara fleksibel sekaligus mempraktikkan pemahaman mereka dalam studi kasus yang tersedia. Pendekatan kombinasi tatap muka dan daring ini membekali mahasiswa dengan pemahaman teoritis sekaligus kemampuan adaptif terhadap situasi nyata di laboratorium.

Bentuk penilaian akhir, seluruh peserta diwajibkan mengikuti ujian daring pada 6 September 2025. Ujian ini dirancang untuk mengukur sejauh mana mahasiswa mampu memahami materi keselamatan kerja dan instrumen laboratorium. Melalui sistem ini, mahasiswa tidak hanya diuji secara kognitif, tetapi juga ditantang untuk memahami aplikasi praktis dalam skenario nyata. Hasil ujian akan menjadi tolok ukur kesiapan mahasiswa sebelum melakukan kegiatan penelitian maupun praktikum di laboratorium Departemen Perikanan UGM.

Sejak pertama kali digagas, kegiatan PK3IL ini menjadi salah satu agenda penting yang mendukung keberhasilan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan penelitian. Ketua Departemen Perikanan UGM menuturkan bahwa pelatihan ini adalah bentuk tanggung jawab institusi dalam memastikan mahasiswa mampu beraktivitas di laboratorium dengan aman dan profesional.Melalui kegiatan pelatihan ini, Departemen Perikanan UGM berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam teori dan praktik akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Kompetensi tersebut sangat penting, mengingat penelitian di bidang perikanan dan kelautan kerap melibatkan penggunaan bahan kimia, organisme hidup, serta instrumen laboratorium yang berisiko tinggi. Lebih jauh lagi, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan Departemen Perikanan. Dengan begitu, mahasiswa akan terbiasa bekerja secara disiplin, sistematis, dan sesuai standar internasional, sehingga dapat menunjang kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang dihasilkan.

Pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Instrumentasi Laboratorium yang dilaksanakan oleh Departemen Perikanan UGM bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi sebuah investasi jangka panjang dalam mencetak generasi ilmuwan perikanan yang tangguh, aman, dan bertanggung jawab. Kombinasi pembelajaran tatap muka, mandiri, dan evaluasi daring, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Departemen Perikanan UGM dalam membangun mahasiswa yang siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (3) Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, (9) Infrastruktur, Industri, dan Inovasi, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Kenal Perikanan 2025: Mahasiswa Baru Departemen Perikanan UGM Menyelami Dunia Perikanan dan Kelautan

Berita Sabtu, 23 Agustus 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan bertajuk Kenal Perikanan yang ditujukan bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Departemen Perikanan UGM dalam memberikan pengenalan awal mengenai dunia perikanan dan kelautan. Dengan melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pendamping dari mahasiswa, kegiatan ini dirancang untuk memotivasi serta memperluas pemahaman mahasiswa baru terhadap potensi besar sektor perikanan nasional. Pelaksanaan Kenal Perikanan tahun ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Jumat–Sabtu, 22–23 Agustus 2025. Total peserta yang terlibat mencapai 270 orang dengan rincian 227 mahasiswa baru, 50 dosen dan tenaga kependidikan, serta 10 pendamping. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya dukungan dan antusiasme sivitas akademika dalam mendukung kegiatan ini.

Rangkaian kegiatan Kenal Perikanan dirancang dengan pendekatan lapangan melalui kunjungan ke berbagai lokasi di Kabupaten Jepara. Beberapa destinasi yang dikunjungi adalah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Batu, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau, sarana pasca panen rajungan, Poklahsar Teratai Desa Bandengan, dan PT. Guna Citra Kartika. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan nilai strategis dalam mencerminkan kondisi riil sektor perikanan. Dengan mengunjungi beragam titik rantai produksi dan pengolahan, mahasiswa memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai kompleksitas industri perikanan. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa dunia perikanan tidak hanya sebatas teori, melainkan erat kaitannya dengan praktik lapangan dan keterlibatan masyarakat.

Di Pangkalan Pendaratan Ikan Ujung Batu, mahasiswa diperkenalkan pada aktivitas pendaratan hasil tangkapan nelayan yang menjadi pintu gerbang distribusi ikan laut. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa dapat memahami dinamika kerja nelayan, proses sortir, serta rantai distribusi yang berlangsung di pelabuhan ikan. Sementara itu, kunjungan ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat inovasi teknologi budidaya, terutama komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini membuka wawasan bahwa sektor budidaya tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai peran sentral budidaya dalam menopang keberlanjutan sektor perikanan nasional.

Tidak kalah menarik, kunjungan ke sarana pasca panen rajungan memberikan wawasan tentang pentingnya pengolahan hasil tangkapan untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan. Mahasiswa menyaksikan bagaimana rajungan diolah dengan standar tertentu agar kualitasnya tetap terjaga dan mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional. Selanjutnya, kunjungan ke Poklahsar Teratai di Desa Bandengan memperlihatkan kontribusi kelompok masyarakat dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah berbasis perikanan. Dari pengalaman ini, mahasiswa memahami bahwa pemberdayaan masyarakat dan kewirausahaan lokal memegang peran penting dalam penguatan ekonomi daerah. Terakhir, kunjungan ke PT Guna Citra Kartika memberikan perspektif tentang manajemen perusahaan perikanan berskala industri yang menekankan pentingnya efisiensi, profesionalisme, dan daya saing global.

Menurut penanggung jawab kegiatan, Dr. Olivia Yofananda, S.TP, pelaksanaan Kenal Perikanan tahun ini berlangsung lebih efektif dibandingkan tahun sebelumnya. Efektivitas tersebut terlihat dari padatnya jadwal yang dirancang secara efisien tanpa mengurangi substansi kegiatan. Dr. Olivia juga menekankan bahwa antusiasme mahasiswa sangat tinggi, ditunjukkan melalui keterlibatan aktif dalam setiap sesi kunjungan dan diskusi. Hal ini menjadi indikator positif bahwa mahasiswa baru memiliki semangat belajar yang besar serta rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia perikanan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menempatkan dirinya dengan lebih baik ketika kelak memasuki dunia kerja. Pengalaman lapangan yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi bekal berharga untuk memahami prospek sekaligus tantangan yang akan dihadapi. Sektor perikanan yang dinamis menuntut lulusan untuk adaptif, kreatif, dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, Kenal Perikanan berperan penting dalam menanamkan kesadaran sejak dini mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh calon tenaga ahli di bidang perikanan.

Dengan adanya keberagaman lokasi, mahasiswa dapat membandingkan pola usaha, teknologi, serta tantangan yang dihadapi oleh setiap komunitas perikanan. Inovasi dalam desain kegiatan juga akan semakin memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Pada akhirnya, Kenal Perikanan diharapkan menjadi salah satu tradisi akademik yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan transformatif bagi generasi muda perikanan Indonesia. Kegiatan Kenal Perikanan ini juga sejalan dengan tujuan global atau SDGs pada poin ke-4 : Pendidikan Berkualitas, poin ke-9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin ke-14 : Ekosistem Lautan.

Penulis: Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Departemen Perikanan UGM Selenggarakan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus

Berita Jumat, 8 Agustus 2025

Yogyakarta, 8 Agustus 2025 — Dalam rangka memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong Jurnal Perikanan UGM agar dapat naik kelas dan terindeks dalam Scopus, salah satu basis data jurnal ilmiah internasional bereputasi. Workshop ini dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Agustus 2025, dengan menghadirkan dua narasumber utama Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, S.Si., M.Si. dan Dr. Ing. Teguh Ariyanto, S.T., M.Eng. Keduanya dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang publikasi ilmiah dan pengelolaan jurnal bereputasi.

Materi workshop menekankan pentingnya memahami struktur penulisan artikel ilmiah yang sesuai standar internasional, mulai dari judul yang ringkas dan informatif, abstrak yang jelas, metodologi yang transparan, hingga diskusi hasil penelitian yang relevan dan mendalam. Narasumber juga menekankan bahwa kualitas artikel tidak hanya diukur dari isi penelitian, tetapi juga dari keterbacaan, kebaruan ide, serta dampaknya bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, pada kesempatan ini dijelaskan bagaimana penulis dapat memilih jurnal yang tepat, membangun jejaring riset, dan menghindari praktik publikasi yang tidak etis, seperti plagiarisme atau duplikasi artikel dengan fokus pada proses pengembangan jurnal agar dapat terindeks Scopus. Peserta dibekali pemahaman mengenai persyaratan jurnal Scopus, mulai dari tata kelola manajemen jurnal, konsistensi penerbitan, kualitas artikel, hingga pentingnya diversitas penulis dan editor. Selain itu, dijelaskan pula tips dan trik dalam proses pengajuan jurnal ke Scopus, termasuk dokumen yang perlu disiapkan, indikator yang harus dipenuhi, serta tantangan yang sering dihadapi oleh pengelola jurnal. Peserta juga diajak membandingkan kondisi Jurnal Perikanan UGM dengan beberapa jurnal lain di lingkungan UGM yang sudah berhasil masuk ke dalam indeks Scopus. Melalui perbandingan tersebut, peserta dapat memahami apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar Jurnal Perikanan mampu memenuhi standar internasional.

Workshop ini diikuti oleh dosen dan pengelola Jurnal Perikanan UGM. Suasana interaktif tercipta melalui diskusi, tanya jawab, serta studi kasus yang membedah contoh artikel ilmiah dan tata kelola jurnal. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat berharga, “Workshop ini membuka mata kami tentang banyak hal yang sering diabaikan dalam penulisan maupun pengelolaan jurnal. Dari tips penulisan hingga strategi indeksasi, semua sangat bermanfaat. Semoga Jurnal Perikanan bisa segera menuju Scopus,” ungkap Al Ain Shoufi peserta workshop.

Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus ini diharapkan menjadi titik awal dari berbagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi sivitas akademika Departemen Perikanan UGM. Melalui pelatihan ini, diharapkan sivitas akademika lebih terdorong untuk menulis, menerbitkan, serta mengelola jurnal dengan standar yang tinggi. Langkah ini juga sejalan dengan misi UGM sebagai universitas riset kelas dunia yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi tantangan global. Penyelenggaraan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus menjadi bukti nyata komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas publikasi ilmiah. Dengan kolaborasi antara narasumber, pengelola jurnal, dan BPP UGM, kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal teknis, tetapi juga strategi jangka panjang untuk membawa Jurnal Perikanan menuju pengakuan internasional. Ke depan, diharapkan semakin banyak karya sivitas akademika yang terpublikasi di jurnal bereputasi, sehingga kontribusi UGM dalam bidang perikanan dan kelautan semakin diakui di tingkat nasional maupun global. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada poin (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrakstruktur, Industri, dan Inovasi, (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Workshop Rancangan Percobaan: Upaya Perikanan UGM Perkuat Kapasitas Akademik Mahasiswa dan Dosen

Berita Kamis, 7 Agustus 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan akademik yang inovatif melalui Workshop Refreshing Materi Perancangan Percobaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 7 Agustus 2025, dengan tujuan utama memperdalam pemahaman terkait desain serta analisis percobaan ilmiah. Workshop ini tidak hanya menyajikan materi teoritis, tetapi juga praktik langsung dalam penyusunan rancangan percobaan yang efektif. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan metodologis yang penting dalam mendukung penelitian berkualitas. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen UGM dalam penguatan kapasitas akademik di bidang perikanan.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari lingkungan Fakultas Pertanian UGM yang telah berpengalaman dalam bidang perancangan penelitian. Dua pakar yang diundang adalah Dr. Erlina Ambarwati, S.P., M.P., dan Dr. Panjisakti Basunanda, S.P., M.P. Keduanya memberikan pembekalan komprehensif yang meliputi teori dasar, model rancangan terbaru, serta pendekatan aplikatif yang relevan. Selain membekali para peserta, workshop ini juga memberikan manfaat signifikan bagi dosen pengampu mata kuliah rancangan percobaan. Salah satu dosen, Dr. Olivia Yofananda, S.TP., menyampaikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini. Menurutnya, workshop memberikan kesempatan untuk menyamakan persepsi antar pengajar mengenai materi perkuliahan. Lebih dari itu, pemateri juga menghadirkan pengetahuan baru tentang rancangan penelitian terkini yang relevan dengan bidang perikanan. Dengan demikian, workshop ini mendukung pengembangan kompetensi dosen sekaligus memperkaya proses pembelajaran.

Kegiatan workshop ini juga selaras dengan misi global pembangunan berkelanjutan. Melalui peningkatan kapasitas akademik di bidang perikanan, kegiatan ini mendukung tercapainya tujuan SDGs, khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan pembelajaran bermutu, poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan penelitian ilmiah, serta poin 14 (Ekosistem Lautan) karena hasil penelitian berkualitas akan berkontribusi pada pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. Dengan demikian, workshop ini tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata pada pencapaian pembangunan global.

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Pelatihan Nanoteknologi Akuatik: Dorong Inovasi Berbasis Riset di Bidang Perikanan

Berita Rabu, 6 Agustus 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada mengadakan Pelatihan Nanoteknologi Akuatik pada Rabu, 6 Agustus 2025 dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., Dr. Prihati Sih Nugraheni, S.Pi., M.P., dan Dr. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. Pelatihan diikuti oleh 22 peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian yang tertarik mengembangkan inovasi berbasis nanoteknologi dalam bidang sumber daya akuatik.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar dan penerapan nanoteknologi untuk menciptakan material, struktur fungsional, serta piranti berskala nanometer. Materi yang diberikan meliputi teori nanoteknologi, teknik produksi material nanopartikel dari sumber daya akuatik, serta teknik analisis dan pemanfaatannya dalam industri pakan, pangan, dan medis. Peserta juga berkesempatan mengikuti praktik langsung seperti produksi nanopartikel menggunakan Planetary Ball Milling dan analisis menggunakan Nano Tracking Analyzer.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan kombinasi sesi teori dan praktik yang dipandu langsung oleh para dosen ahli. Selain memperoleh wawasan ilmiah, peserta juga mendapatkan sertifikat pelatihan, materi pembelajaran, serta fasilitas laboratorium untuk mendukung kegiatan praktikum. Pelatihan ini menjadi ajang kolaboratif antara akademisi dan praktisi untuk memperkuat riset serta inovasi teknologi di bidang perikanan dan kelautan. Pelatihan Nanoteknologi Akuatik diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan riset berbasis teknologi berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 14 (Ekosistem Laut), melalui penerapan inovasi ramah lingkungan yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Melalui program seperti ini, Departemen Perikanan UGM terus berkomitmen menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan sektor perikanan Indonesia.

Penulis: Aurelie Firlana

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Perikanan UGM Gelar Workshop Vaksinasi Ikan Skala Internasional untuk Akuakultur Sehat dan Berkelanjutan

Berita Senin, 14 Juli 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, pada 14 Juli 2025 menyelenggarakan kegiatan Workshop Vaccination of Aeromonas spp. in Tilapia (Oreochromis sp.) and Catfish (Clarias sp.). Kegiatan ini dirancang untuk menangani tingginya kasus penyakit akibat infeksi bakteri Aeromonas spp. yang sering menyerang ikan budidaya, khususnya ikan nila dan ikan lele. Infeksi tersebut diketahui dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, kerusakan jaringan, hingga kematian masal, yang berimplikasi pada kerugian ekonomi serius bagi pembudidaya. Penggunaan antibiotik secara berlebihan dalam budidaya perikanan menambah tantangan baru, karena menimbulkan resistensi bakteri serta residu antibiotik pada produk perikanan. Oleh karena itu, vaksinasi dipandang sebagai solusi alternatif yang lebih aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dalam meningkatkan kesehatan serta ketahanan ikan terhadap penyakit.

Workshop ini dirancang untuk memberikan pengetahuan komprehensif baik secara teoritis maupun praktis mengenai produksi vaksin inaktif berbasis Aeromonas spp.. Kegiatan terdiri atas dua sesi utama, yaitu sesi teori dan hands-on training. Pada sesi teori, peserta mendapatkan paparan materi mengenai dasar-dasar imunologi ikan, prinsip produksi vaksin, serta implementasi vaksinasi dalam budidaya ikan air tawar. Sementara pada sesi hands-on, peserta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan laboratorium, seperti mengkultur bakteri patogen, melakukan inaktivasi menggunakan formalin, formulasi vaksin hingga tahap pengeringan beku (freeze-drying), dan menentukan dosis vaksin melalui metode spektrofotometri. Selain itu, peserta juga dilatih melakukan uji toksisitas vaksin pada ikan nila serta teknik pengambilan darah dan pemisahan serum untuk analisis imunologis.

Tidak hanya terbatas pada laboratorium, kegiatan ini juga mencakup praktik lapangan untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta. Pada sesi lapangan, peserta mempraktikkan vaksinasi langsung pada ikan nila dan ikan lele menggunakan metode injeksi intraperitoneal (IP). Prosedur ini meliputi teknik penanganan ikan dengan meminimalkan stres, anestesi menggunakan air es, penyuntikan vaksin secara tepat, serta pemulihan pasca injeksi. Peserta juga dilatih melakukan pengamatan ante-mortem dan post-mortem untuk mengevaluasi respons ikan terhadap vaksinasi, termasuk identifikasi gejala stres, lesi, perilaku abnormal, serta pencatatan mortalitas. Melalui pengalaman langsung ini, peserta diharapkan dapat memahami prosedur vaksinasi secara komprehensif sekaligus membangun keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri akuakultur.

Peserta workshop berasal dari berbagai kalangan, baik internal maupun eksternal UGM, yang menunjukkan besarnya minat terhadap tema kegiatan ini. Peserta dari eksternal didominasi oleh perwakilan lembaga dan institusi seperti CPP, Vaksindo, PT Central Proteina, Politeknik AUP, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, hingga Institut Teknologi Bandung (ITB). Kehadiran peserta lintas lembaga ini memperkuat nilai kolaborasi dan memperluas jangkauan diseminasi ilmu. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber internasional, yaitu Prof. Dr. Ina Salwany dari Universiti Putra Malaysia yang berbagi pengalaman riset vaksinasi ikan laut di Malaysia, serta Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University, Inggris, yang memberikan pandangan mengenai pentingnya penguatan teknologi vaksinasi berbasis ilmiah. Dengan melibatkan pakar dari berbagai negara, kegiatan ini menjadi forum pertukaran ilmu yang bernuansa global. Hal ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendorong penguatan kapasitas akademik, penelitian, serta praktik lapangan yang relevan dengan tantangan global di sektor perikanan dan akuakultur.

Menurut salah satu panitia, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, kegiatan workshop ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan inovasi materi dan pembicara yang lebih variatif. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran narasumber internasional menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi forum akademik internasional yang strategis bagi pengembangan ilmu di bidang kesehatan ikan. Lebih jauh, beliau berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa UGM, tetapi juga dapat diaplikasikan oleh peserta eksternal dalam mendukung praktik budidaya ikan yang sehat, berkelanjutan, dan bebas antibiotik. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam mencetak generasi akademisi, peneliti, dan praktisi perikanan yang berdaya saing global. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan global atau SDGs pada poin ke-4 : Pendidikan Berkualitas, poin ke-9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, poin ke-14 : Ekosistem Laut, serta poin ke-17: Kemitraan Untuk Mencapai Lanjutan.

 

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Departemen Perikanan UGM Terima Kunjungan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB University

Berita Rabu, 9 Juli 2025

Yogyakarta, 9 Juli 2025 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), IPB University. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun kolaborasi strategis antar dua universitas besar di Indonesia dalam bidang perikanan, kelautan, dan pengelolaan sumber daya pesisir. Rombongan dari IPB University disambut dengan hangat oleh Ketua Departemen Perikanan UGM beserta Sekretaris Departemen, serta sejumlah dosen dan staf Departemen Perikanan.

Pada pertemuan ini, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dilakukan, mulai dari kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, hingga kegiatan akademik bersama. Salah satu agenda utama adalah rencana penyelenggaraan The 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology yang merupakan sebuah forum internasional yang akan mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang pengelolaan pesisir, kelautan, serta bioteknologi. Konferensi ini diharapkan menjadi ajang strategis untuk menyebarkan hasil-hasil penelitian terkini, memperkenalkan inovasi teknologi, serta membuka diskusi tentang tantangan dan peluang dalam pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM maupun PKSPL IPB sama-sama optimistis bahwa kunjungan ini akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, hingga pengembangan program akademik yang mendukung pembangunan pesisir Indonesia. Selain itu, melalui konferensi internasional yang akan digelar, kedua institusi berharap dapat mendorong munculnya gagasan baru yang relevan dengan tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi ekosistem pesisir, hingga pemanfaatan bioteknologi untuk keberlanjutan sumber daya laut.

Momen ini menjadi simbol harapan bahwa kolaborasi antara UGM dan IPB akan terus berkembang, menghasilkan dampak nyata tidak hanya bagi akademisi, tetapi juga bagi masyarakat pesisir dan pengelolaan sumber daya laut di Indonesia. Sinergi antara Departemen Perikanan UGM dan PKSPL IPB University, diharapkan lahir terobosan-terobosan baru dalam pengelolaan sumber daya pesisir yang lebih inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Kunjungan ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan pesisir yang berpihak pada ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (1) Menghapus Kemiskinan, (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrastruktur Industri dan Inovasi, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Menjaga Ekosistem Laut, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Departemen Perikanan UGM Terima Kunjungan Mahasiswa Universitas Sriwijaya

Berita Sabtu, 21 Juni 2025

Yogyakarta, 17 Juni 2025 — Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Universitas Sriwijaya (UNSRI) pada Selasa, 17 Juni 2025. Kunjungan ini diikuti oleh 46 mahasiswa Program Studi Budidaya Perikanan UNSRI bersama dosen pendamping yaitu Dr. Ferdinand Hukama Taqwa, S.Pi, M.Si., Dr. Mohamad Amin, S.Pi, M.Si., Dr. Marini Wijayanti, S.Pi, M.Si., dan Azmi Afriansyah, S.Pi, M.Si. Kegiatan ini dijalankan dalam upaya pengenalan profil dan fasilitas penunjang pendidikan Departemen Perikanan UGM.

Rombongan disambut langsung oleh Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., yang dalam sambutannya menjelaskan kondisi terkini program-program studi di Departemen Perikanan. Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. juga menjelaskan berbagai agenda akademik unggulan seperti program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta skema program fast track bagi mahasiswa sarjana yang ingin melanjutkan ke jenjang magister secara terintegrasi. Perikanan sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan pendidikan perikanan. Kunjungan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkuat jejaring antar perguruan tinggi.

Dr. Ferdinand Hukama Taqwa, S.Pi. sebagai perwakilan UNSRI, menyampaikan apresiasi kepada Departemen Perikanan UGM atas sambutan yang diberikan serta kesempatan bagi mahasiswa UNSRI untuk belajar langsung dari lingkungan akademik UGM. Universitas Sriwijaya berterima kasih atas penerimaan yang hangat. Beliau juga berharap kunjungan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tur kampus mengelilingi sejumlah fasilitas unggulan milik Departemen Perikanan UGM. Lokasi yang dikunjungi antara lain Teaching Farm, Inkubator Mina Bisnis, dan Ruang Penelitian Perairan Maju. Di setiap titik kunjungan, mahasiswa mendapatkan penjelasan langsung mengenai fungsi dan peralatan yang tersedia, serta berkesempatan mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan pengelola fasilitas.

Sri Indah Rahmawati, M.Si sedang mengenalkan Drone Bawah Air di Laboratorium Perikanan Maju

Rangkaian kegiatan kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama di depan gedung Departemen Perikanan UGM sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan dari kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh antusiasme dan semangat kolaboratif.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses dan kualitas pembelajaran lintas institusi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dengan pengenalan fasilitas riset dan inkubasi inovasi sektor perikanan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang tercermin dalam semangat kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Dr. Mukti Aprian

12
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY