• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 12
Arsip:

Berita

KolamKita.com Meraih Emas pada Ajang Thailand’s Inventor Day 2018

Berita Rabu, 14 Februari 2018

Thailand’s inventor day merupakan sebuah kompetisi inventor bertaraf internasional yang diadakan oleh National Research and Council of Thailand (NRCT). NRCT mengadakan Thailand’s inventor day 2018 sebagai tantangan bagi para peserta untuk mendorong mereka untuk menyelesaikan masalah yang abstrak, sukar dan keras dengan alat yang mereka miliki melalui kompetisi inventor. Inventor adalah kompetisi untuk membuat sesuatu ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan Invensi, bertujuan menyelesaikan masalah dalam masyarakat. Kompetisi ini terbuka untuk seluruh masyarakat dunia yang peduli untuk bersama-sama menyelesaikan masalah-masalah dalam masyarakat. Thailand’s inventor day 2018 diadakan di BITEC (Bangkok International and Trade Center) pada tanggal 2-6 Februari 2018 diikuti oleh 32 negara di seluruh dunia dan Indonesia menjadi salah satu pesertanya.

Mahasiswa Perikanan UGM turut memeriahkan ajang tersebut. Tim KolamKita.com yang diketuai oleh Kharirotul Suhaila (Perikanan 2015) serta beranggotakan Rasyidin Caniago (Perikanan 2016), Sahala Wahyu Wardana (Elins 2016), dan Emma Nur Afifah (Ilmu Komputer 2014) mengusung sebuah inovasi untuk memenuhi semua kebutuhan budidaya perikanan. KolamKita.com adalah sebuah platform berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan produksi di sektor budidaya ikan air tawar Indonesia. Layanan KolamKita.com terdiri dari 3 pokok utama yaitu menyediakan informasi budidaya ikan yang valid dan up to date, menyediakan kebutuhan dan paket budidaya ikan, serta menyediakan jasa marketing ikan pasca panen.

Tim KolamKita.com berhasil mendapatkan penghargaan berupa gold medal dan special award dari negara Polandia. Penilaian gold medal award dilakukan oleh para juri yang sangat berkompeten di bidangnya, sementara special award didapatkan berdasarkan ketertarikan negara lain dengan inovasi yang dibawakan oleh tim KolamKita.com. Kemenangan ini diharapkan dapat memicu peluang prestasi lainnya bagi mahasiswa Perikanan UGM.

Tim KolamKita.com dari Perikanan
Tim KolamKita.com

 

 

 

 

 

 

 

CaReD Kembangkan Produk Perikanan di TTU

Berita Jumat, 1 September 2017

Community, Resilience, and Economic Development (CaRED), program kerjasama antara Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru, akan mengembangkan produk perikanan berkelanjutan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kerja sama antara Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Kabupaten TTU sudah berjalan selama dua tahun.

Program yang bekerja sama dengan New Zealand Aid, UGM, Unimor dan Universitas of Otago ini merupakan program pemberdayaan masyarakat .
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif CaReD Programme Ali Awaludin. M.Eng, Ph.D, saat audiens dengan Pemerintah Kabupaten TTU di Aula Kantor Bupati, Selasa (29/8/2017).
Audiens ini melibatkan External Consultant of New Zealand Aid, Tim CaReD dan Pemkab TTU. Audiens dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Robertus Nahas. Hadir juga sejumlah pimpinan OPD.

Sumber

2nd International Symposium on Marine and Fisheries Research

Berita Rabu, 26 Juli 2017

Indonesia merupakan salah satu kontributor utama produksi perikanan dunia dan sebagai penghasil kedua ikan terbesar dari perikanan tangkap maupun akuakultur. Untuk tanaman air, khususnya rumput laut, FAO (2016) melaporkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang utama pertumbuhan produksi tanaman air dunia dengan pertumbuhan produksi rumput laut tahunan lebih dari 10 kali (2005-2014) dan menghasilkan produksi rumput laut sebesar 36.9% dari total produksi dunia pada tahun 2014. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan luas samudra mencapai 5,8 juta km2, dengan lebih dari 17.504 pulau, dan garis pantai 95.185 km, garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Selain wilayah laut, Indonesia juga ditutupi oleh air tawar dengan luas total 55 juta hektar, yang terdiri dari 11,95 juta hektar sungai, 2,1 juta hektar danau dan waduk, dan 39,4 juta hektar rawa. Indonesia juga memiliki potensi perikanan dan kelautan yang besar, termasuk keanekaragaman hayati yang menjadi sumber vital bagi perkembangan ekonomi bangsa.

Diberkahi dengan luas perairan dan lautan, produksi perikanan Indonesia berpotensi ditingkatkan. Di sisi lain, peningkatan populasi dunia dan kebutuhan makanan dan gizi yang lebih baik akan meningkatkan permintaan produksi ikan. Rata-rata konsumsi ikan dunia terus meningkat, dari rata-rata 6 kg / kapita / tahun pada tahun 1950, menjadi 19.2 kg pada tahun 2012, dengan total konsumsi ikan meningkat dari 50 juta ton pada awal 1960 menjadi hampir tiga kali kenaikan jumlahnya. Pada 2014, tingkat konsumsi ikan di Indonesia adalah 38 Kg / kapita / tahun dari target nasional 40 Kg / kapita / tahun (KKP, 2015).

Fakta di atas menunjukkan gambaran yang jelas tentang peluang perikanan global, oleh karena itu pengembangan sektor perikanan harus diarahkan untuk membangun sektor perikanan yang maju, efisien, dan tangguh untuk memanfaatkan sumber daya perikanan dengan tanggung jawab. Pengembangan sektor perikanan juga diarahkan untuk memanfaatkan peluang pasar yang cukup besar. Upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dalam konteks ketahanan pangan (sumber protein) dan keamanan, menyediakan bahan baku industri, menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Sektor perikanan diharapkan bisa menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan memiliki peran penting dalam pembangunan nasional, sekaligus berkontribusi terhadap pasokan pangan global.

Sebagaimana diamanatkan dalam Pedoman Perilaku untuk Perikanan yang Bertanggung Jawab (CCRF), pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan, termasuk kegiatan penangkapan, akuakultur, dan pasca panen harus diarahkan untuk menjaga kualitas, keragaman dan ketersediaan pangan untuk masa sekarang dan masa depan. Generasi. Oleh karena itu, setiap tahap pemanfaatan, budidaya dan kegiatan pasca panen harus didasarkan pada data dan informasi yang berasal dari penelitian yang terstruktur dan terencana, terukur, dan berkelanjutan. Pengembangan sains dan teknologi di sektor kelautan dan perikanan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki dan menjamin efisiensi, serta keberlanjutan, produksi dan pemanfaatan sumber daya. Sinergi antara kegiatan penelitian dan pengembangan menjadi sangat penting sehingga hasil penelitian memberikan kontribusi nyata dalam memastikan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan global.

International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR) merupakan tindak lanjut dari kegiatan Seminar Nasional Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (Semnaskan) UGM yang rutin dilakukan setiap tahun oleh Departemen Perikanan UGM, dan tahun ini merupakan tahun ke-14. Berbekal pengalaman selama 14 tahun penyelenggaraan Semnaskan serta melihat antusiasme peserta dalam berpartisipasi dan peningkatan kualitas makalah dari tahun ke tahun, Departemen Perikanan UGM merasakan perlunya mengembangkan forum ilmiah ini ke ranah internasional. Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia turut berperan dalam menyumbang sektor perikanan dunia. Sejak tahun 1963, UGM telah mempromosikan pengembangan program studi perikanan seperti yang direalisasikan dengan pembentukan Departemen Perikanan. Dalam pembukaannya, Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. menyampaikan Kontribusi Departemen Perikanan UGM dalam bidang perikanan diantaranya adalah kerjasama dengan Australia untuk menentukan wabah WSD di tambak udang kecil di Indonesia, memperbaiki pengelolaan kesehatan ikan dan protokol produksi di akuakultur ikan laut di Indonesia dan Australia. UGM juga telah berkolaborasi dengan Selandia Baru untuk melakukan pengembangan produk perikanan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. Kami juga berkolaborasi dengan Republik Salomon untuk memberikan pelatihan pengembangan rumput laut dan pengembangan produk. International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR) adalah seminar internasional yang diselenggarakan oleh Departemen Perikanan UGM setiap dua tahun sekali. Kegiatan ISMFR mendukung penelitian unggulan UGM di bidang kelautan dan perikanan. Simposium internasional ini memberikan akses informasi dan pertukaran pengalaman dalam perikanan untuk mendukung transfer pengetahuan dan teknologi guna memperkuat sektor perikanan dunia.

ISMFR II diadakan pada tanggal 24-25 Juli 2017 di Eastparc Hotel. Tema simposium kali ini adalah “tropical marine and fisheries resources in a changing environment” dan terdiri dari empat sesi, yaitu Ilmu Kelautan, Manajemen Sumberdaya Perikanan, Budidaya, dan Teknologi Pengolahan Ikan. Ada 11 pembicara utama yang berasal dari Australia, Indonesia, Jepang, Korea, dan Malaysia. Jumlah peserta simposium adalah 154 dan berasal dari 5 negara yang berbeda, yaitu India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, dan Sri Lanka. Untuk ISMFR 2017, kami menerima 88 presenter oral dan 18 presenter poster. Sebagian besar peserta berasal dari universitas (134 peserta) dan sisanya dari lembaga penelitian/badan riset (14 peserta), LSM (3 peserta), dan kementerian dan pemkab (3 peserta).

Seminar Nasional Tahunan XIV Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan

Berita Minggu, 23 Juli 2017

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Panjang garis pantai sebesar 81.000 km dengan luas laut mencapai 5,8 juta km2 (70% dari luas wilayah) menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk berkembang menjadi negara industri berbasis perikanan dan kelautan. Sektor perikanan dan kelautan telah berkontribusi penting dalam pergerakan perekonomian nasional melalui penyediaan sumber pangan, energi, dan lapangan kerja, menopang ketahanan pangan nasional dan menjaga keamanan wilayah dan teritorial Indonesia.

Pemanfaatan potensi dan pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan Indonesia masih belum optimal. Perguruan tinggi dan lembaga riset sebagai agen pencetak dan pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi perikanan dan kelautan sangat dibutuhkan kontribusinya guna meningkatkan daya saing bangsa. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan oleh berbagai lembaga ini diharapkan dapat dihilirkan untuk kemanfaatan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan industri perikanan dan kelautan yang berdaya saing. Berdasarkan hal tersebut, diseminasi hasil penelitian melalui seminar atau berbagai pertemuan ilmiah lainnya diharapkan mampu memperkuat pertukaran informasi, komunikasi maupun sinergi dan kolaborasi antar peneliti sehingga memperkuat basis pengembangan keilmuan dan teknologi perikanan dan kelautan.

Dalam rangka berpartisipasi dalam penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perikanan dan kelautan, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM menyelenggarakan forum ilmiah tahunan selama lebih dari satu dekade, berupa kegiatan Seminar Nasional Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM). Tahun ini Semnaskan UGM telah memasuki tahun ke-14. Kegiatan ini telah menjadi tradisi ilmiah dan forum bersama para peneliti perikanan dan kelautan di tanah air.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, panitia Semnaskan XIV Tahun 2017 ini telah menseleksi lebih dari 339 abstrak hasil penelitian. Berdasarkan proses peer review oleh minimal 3 reviewer dari UGM, Perguruan Tinggi serta lembaga penelitian di tanah air terpilih 328 makalah yang akan dipresentasikan, baik oral maupun poster. Makalah-makalah tersebut dipresentasikan dalam 10 kelas paralel sesuai dengan topik penelitian, yaitu: (1) penyakit dan bioteknologi; (2) rekayasa dan genetika; (3) pakan dan biologi ikan; (4) biologi dan penangkapan; (5) kelautan; (6) manajemen sumberdaya perikanan A; (7) manajemen sumberdaya perikanan B; (8) sosial ekonomi; (9) pasca panen A; serta (10) pasca panen B.

Total peserta yang registrasi secara online pada tahun ini mencapai 344 peserta, dan 336 diantaranya telah hadir dan berpartisipasi dalam seminar hari ini. Peserta seminar tersebut berasal dari berbagai kepulauan nusantara, yaitu Sumatera (12% peserta), Jawa (69% peserta), Bali (3% peserta), Nusa Tenggara (1% peserta), Kalimantan (2% peserta), Sulawesi (10% peserta) dan Maluku (3% peserta). Peserta terbanyak tahun ini adalah dari kalangan akademisi (70% peserta) yang berasal dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta (IPB, UNDIP, UGM, UNPAD, Universitas Pattimura, Universitas Riau, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Satya Negara Indonesia, Universitas Ma Chung, Politeknik Negeri Jember, STT Kelautan Balik Diwa Makasar, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Tadulako, Universitas Bangka Belitung, Universitas Dr. Soetomo, Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Kristen Duta Wacana, dll). Peserta juga berasal dari kalangan peneliti (29% peserta) dari berbagai instansi penelitian seperti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan Perikanan,  Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum Palembang, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautandan Perikanan, Balai Penelitian Budidaya Air Payau Situbondo, Balai Penelitian dan Observasi Laut, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau Maros, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar Bogor, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok, Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan, balai Riset Perikanan Laut, dll. Pada tahun ini, Semnaskan juga dihadiri oleh peserta dari lembaga pemerintah, seperti Sekretariat Wakil Presiden, Bappeda Kota Bitung, Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi DIY, Dinas Perikanan Sleman, serta para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di DIY.

Seminar dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2017 di Auditorium Prof. Dr. Harjono Danoesastro dan kompleks Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Seminar menghadirkan dua pembicara kunci, yaitu Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. dari UGM yang memaparkan tentang perkembang riset terkini mengenai komponen bioaktif yang berasal dari mikro- dan makroalgae di Indonesia serta masalah dan peluang pengembangannya di masa yang akan datang, dan Dr. Ir. Akhmad Fairus Maisoni, M.Si. dari Balai Besar Budidaya Perikanan Air Payau Jepara sebagai peneliti dan pelaku industri perikanan yang memaparkan kondisi nyata di Indonesia berkaitan dengan potensi, peluang dan permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan industri budidaya salah satu mikroalgae, yaitu Spirulina sp. Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. menyampaikan bahwa laut Indonesia memiliki sumberdaya hayati yang melimpah dan sangat potensial sebagai sumber komponen bioaktif yang dapat digunakan dalam berbagai bidang industri. Namun demikian, di Indonesia, teknologi dalam menjaga stabilitas komponen bioaktif, khususnya yang akan diaplikasikan di bidang perikanan, masih perlu pengembangan lebih lanjut. Salah satu teknologi yang sudah dikembangkan oleh Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. berupa mikro- dan nanoenkapsulasi. Selain teknologi untuk mempertahankan komponen bioaktif, peluang lain yang perlu dikembangkan adalah dari sisi budidaya sumber komponen bioaktif itu sendiri. Dr. Fairus memaparkan bahwa Spirulina adalah komoditas dengan bioaktivitas melimpah yang bisa dikembangkan di perairan tawar maupun asin, dengan produktivitas 2,0 – 3,0 ton/ha/bulan. Saat ini, Spirulina utamanya diproduksi oleh India, USA, Myanmar, Thailand dan China. Kepemilikan wilayah perairan yang luas menjadi peluang yang besar bagi Indonesia untuk ikut andil dalam produksi Spirulina dunia. Semnaskan XIV ini diselenggarakan oleh Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM dengan kontribusi sponsorship dari PT. CJ Cheiljedang Feed Semarang.

Short Training on Fisheries Management: Managing Fisheries for Economic Benefits

Berita Jumat, 21 Oktober 2016

img-20161020-wa00012742

 

Silakan mengisi formulir pada http://ugm.id/gl2016

International Symposium on Marine and Fisheries Research

Berita Jumat, 10 April 2015

ISMFR Poster

Sustainable Seafood Production and Consumption to Enhance Global Food Security

 

We welcomes participant to submit extended abstracts for oral or poster presentation in the field of marine and fisheries science. The scope of this symposium will cover following topics: aquaculture, marine natural product, fisheries biology and management, fish disease, biotechnology, seafood processing technology, seafood safety, capture fisheries and fisheries socio-economics. Other related topics are welcomed. The symposium comprise of plenary, oral, and poster sessions. The keynote speakers are Prof. Richard Whittington (Faculty of Veterinary Science, University of Sydney) Australia, Prof. Kazuya Nagasawa (Graduate School of Biosphere Science, Hiroshima University, Japan), Prof. Kim Sang-Moo (Gangneung-Wonju National University, Republic of Korea, Fermented fish product), Dr. Warapa Mahakarnchanakul (Faculty of Agro-Industry, Kasetsart University, Thailand), Dr. Didier Montet (CIRAD, France).  The symposium will be held in August 7, 2015 (Friday) at Fisheries Department, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University
Address: Jl. Flora Gd-A4, Bulaksumur, Yogyakarta, Indonesia 55281.

INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON MARINE AND FISHERIES RESEARCH

 

 

Forum Diskusi Akuakultur Sidat Nasional (FDASN) III

Berita Selasa, 12 Agustus 2014

FGD Sidat Nasional III

[download id="7" data="download_link"]

 

National Betta Contest 2013

Berita Minggu, 1 September 2013

IMG_6509National Betta Contest diselenggarakan pada 1 September 2013, sebagai salah satu kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke 50 Perikanan UGM. Kontes ini menjadi sarana bagi para penghobi, pemula maupun pembudidaya ikan cupang untuk saling bertemu, berbagi pengalaman sekaligus meningkatkan nilai jual ikan cupang. Jumlah ikan yang dipertandingkan dalam kontes ini adalah 450 ekor, berasal dari berbagai wilayah di Indonesia antara lain Medan, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan Tengah.

Kontes terdiri dari berbagai kategori yang disesuaikan dengan karakter warna ikan cupang. Penilaian ikan terutama didasarkan pada keindahan warna, keserasian bentuk badan, gerakan ikan, lebar serta proporsi ekor dan sirip. Grand champion kontes cupang meliputi Kelas Serit/crowntail, Plakat, Halfmoon, Baby dan Giant. Grand champion dimenangkan oleh Hendry Sutrisno yang mendapatkan hadiah uang tunai serta Piala Raja (Piala Gubernur DIY) sebagai penghargaan kepada juara umum.

_DSC8758 “Kontes Betta Nasional ini sangat menarik bagi para penghobis ikan cupang dalam meningkatkan keindahan dan nilai jual ikan cupang di Indonesia. Banyak para penghobis maupun pemula yang saling bertukar informasi dan pengalaman di bidang budidaya ikan cupang. Hal ini tentunya dapat mendorong masyarakat untuk menjadi generasi yang gemar ikan hias. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila acara ini diadakan setiap tahun” ujar Eka Satria selaku ketua panitia. Dengan adanya acara seperti ini, hobiis maupun masyarakat umum diharapkan dapat lebih mengenal dan menggemari ikan hias sehingga dapat menumbuhkembangkan generasi gemar ikan hias di Indonesia.

IMG_6893_DSC6596 _DSC6589 P9019842 IMG_7079 IMG_7056 IMG_6916 IMG_6811 IMG_6808

Seminar Nasional Tahunan X Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan Tahun 2013

Berita Minggu, 1 September 2013

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikaji dan dikembangkan oleh berbagai institusi riset diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat pengguna sehingga akan memberikan manfaat, nilai ekonomi dan kesejahteraan yang besar. Institusi riset tersebut diharapkan mampu menyebarluaskannya kepada publik, baik dalam skala nasional maupun internasional. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada tanggal 31 Agustus 2013, Jurusan Perikanan menyelenggarakan forum ilmiah Seminar Nasional Tahunan X Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (Semnaskan_UGM X) yang bekerja sama dengan Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan KKP.  Pelaksanaan Semnaskan kali ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun emas serta peluncuran buku sejarah dan aktivitas yang telah dilakukan Jurusan Perikanan UGM.

Dalam sambutannya, ketua panitia Dr. Eko Setyobudi menegaskan bahwa perjalanan panjang semnaskan hingga usia mencapai 1 dekade tidak lepas dari respon positif, dukungan dan berpartisipasi berbagai pihak, yang salah satunya ditunjukkan perkembangan peserta dan makalah yang dipresentasikan. Rata-rata peserta yang hadir dalam Semnaskan_UGM dalam 10 tahun pelaksanaannya adalah 338,  sedangkan pada pelaksanaan yang kesepuluh ini, seminar diikuti oleh 444 peserta yang berasal dari 92 lembaga/intansi di seluruh wilayah Indonesia.

Pertemuan ini mengundang dua pembicara kunci yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Dr. Ir. Djumanto, M.Sc. Dalam tulisan berjudul “Menuju Negara Maritim, Menyemai Generasi Bahari” yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY,  Sri Sultan HB X menegaskan bahwa jika kita berkehendak menggeser orientasi pembangunan menuju skala dunia maka harus mulai memperkuat basis pendidikan bidang kelautan, oleh karena itu revitalisasi Semangat Nusantara Bahari perlu segera dibangkitkan kembali guna mempercepat kebangkitan Indonesia. Sementara itu, Dr. Ir. Djumanto, M.Sc. menyampaikan berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan serta langkah-langkah pengelolaan yang dapat dilakukan terhadap  sumberdaya ikan di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya perairan Sungai Opak.

Registrasi Peserta Seminar
Registrasi Peserta Seminar
Sambutan Ketua Panitia, Eko Setyobudi, Ph.D.
Sambutan Ketua Panitia, Eko Setyobudi, Ph.D.
Keynote Speech Sultan HB X dibacakan oleh dr. Andung Prihadi, M.Kes.
Keynote Speech Sultan HB X dibacakan oleh dr. Andung Prihadi, M.Kes.
Keynote Speech oleh Dr. Djumanto
Keynote Speech oleh Dr. Djumanto
Acara Pembukaan
Acara Pembukaan
Seminar Kelas
Seminar Kelas

 

 

 

Kuliah Umum PT Matahari Sakti

Berita Jumat, 5 April 2013

PT. Matahari Sakti merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pakan untuk budidaya ikan air tawar, udang dan ikan laut. Selain sebagai produsen pakan, PT. Matahari Sakti saat ini juga mengembangkan sayapnya pada industri budidaya sebagai produsen benih ikan berkualitas. Lele Masamo merupakan salah satu produk unggulan benih ikan yang telah dikenalkan kepada masyarakat.

Dalam rangka “Setengah Abad” Perikanan UGM, PT. Matahari Sakti turut serta meramaikannya dengan datang langsung ke Jurusan Perikanan UGM dan memberikan Kuliah Umum. Kuliah umum yang diadakan pada tanggal Kamis 4 April 2013 disampaikan langsung oleh Manager Marketing Bapak Ir. Purnomo dan Manager Hatchery Bapak Fauzul Mubin.

Dalam kuliahnya, Bapak Ir. Purnomo menyampaikan banyak hal mengenai strategi mahasiswa dalam rangka meningkatkan daya saing setelah lulus nanti. “Mahasiswa harus memiliki brand image yang baik” begitu kata beliau. Beliau juga menyebutkan bahwa generasi muda merupakan salah satu motor penggerak yang potensial dalam meningkatkan dan memajukan industri perikanan.

Lain dengan Bapak Ir. Purnomo, Bapak Fauzul Mubin lebih banyak menyampaikan mengenai teknologi-teknologi yang teah diterapkan dalam Hatchery PT. Matahari Sakti. Salah satu teknologi yang sedang digalakkan adalah system bioflock. Pakan yang diberikan kepada ikan atau udang budidaya secara nyata tidak dapat dikonsumsi habis 100%. Pasti akan selalu ada sisa yang apabila mengendap pada dasar kolam terlalu lama akan berbahaya pada budidaya itu sendiri. Dengan sistem bioflock, sisa paka tadi dapat dimanfaatkan kembali oleh ikan/udang budidaya dalam bentuk floc. Selain itu, beliau juga memperkenalkan 2 strain ikan budidaya yang dikembangkan oleh PT. Matahari Sakti yaitu Lele Masamo dan Nila Mentaris. PT. Matahari Sakti hingga saat ini telah berhasil mengawinkan indukan Lele dan Nila yang baik yang menghasilkan benih-benih dengan kualitas baik. Beliau memberikan garansi bahwa benih-benih yagn dihasilkan memiliki daya tahan, nafsu makan dan pertumbuhan yang baik.

Pada akhirnya, mahasiswa disuguhi betapa besarnya peluang usaha dibidang budidaya dan diharapkan kelak lulusan dari Perikanan UGM dapat menjadi entrepreneur dibidang perikanan yang handal dan berdaya saing.

1…101112131415
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY