• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Fakultas Pertanian UGM
  • Fakultas Pertanian UGM
Arsip:

Fakultas Pertanian UGM

Mahasiswa Perikanan UGM Pelajari Statistika sebagai Fondasi Riset dan Permodelan Perikanan

Berita Rabu, 22 April 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada tidak hanya mempelajari ilmu perikanan secara biologis dan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan analisis data melalui mata kuliah statistika. Pembelajaran ini menjadi fondasi penting dalam memahami metodologi penelitian serta pengembangan permodelan di bidang perikanan dan kelautan.

Mata kuliah statistika diberikan sebagai dasar pemahaman metode ilmiah dan penelitian kuantitatif yang relevan dengan bidang  perikanan. Mahasiswa mempelajari statistika deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data, serta statistika inferensial yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengujian hipotesis secara kuantitatif.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa juga dikenalkan pada konsep probabilitas, teori pencuplikan (sampling), distribusi peluang, hingga analisis hubungan antarvariabel seperti regresi dan korelasi. Kemampuan ini sangat penting dalam menganalisis data hasil penelitian, merancang percobaan, serta menyusun laporan ilmiah yang objektif dan berbasis bukti.

Pendekatan pembelajaran dilakukan secara partisipatif dan berbasis kasus, di mana mahasiswa mengerjakan tugas individu maupun kelompok yang berkaitan dengan permasalahan nyata di sektor  perikanan. Penggunaan perangkat lunak statistik juga diperkenalkan untuk mendukung kemampuan analisis data secara modern dan aplikatif.

Melalui pembelajaran statistika, mahasiswa diharapkan mampu berpikir logis, kritis, dan sistematis dalam memecahkan masalah perikanan, mulai dari analisis produksi, pengelolaan sumber daya, hingga permodelan sistem perikanan berkelanjutan. Bekal ini menjadi kunci penting dalam menghasilkan lulusan yang siap melakukan riset, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis data di masa depan. Pembelajaran statistika ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta tujuan SDG 14 (Ekosistem Laut). Kemampuan analisis data dan permodelan yang dimiliki mahasiswa diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis sains dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan serta mendorong inovasi di sektor kelautan dan perikanan.

Mahasiswa Departemen Perikanan UGM Antusias Kembali ke Perkuliahan Usai UTS

Berita Rabu, 22 April 2026

Yogyakarta – Suasana perkuliahan di Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali ramai setelah mahasiswa menyelesaikan Ujian Tengah Semester (UTS). UTS diselenggarakan mulai tanggal 6-17 April 2026. Memasuki paruh kedua semester, mahasiswa menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi untuk kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar, praktikum, serta berbagai aktivitas akademik lainnya.

Kembalinya perkuliahan tatap muka disambut positif oleh mahasiswa yang merasa memiliki energi baru setelah melewati masa evaluasi akademik. Banyak mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki strategi belajar, meningkatkan partisipasi di kelas, serta mempersiapkan diri menghadapi tugas dan proyek akhir semester.

Dosen juga mengapresiasi semangat mahasiswa yang kembali aktif berdiskusi dan terlibat dalam pembelajaran. Pada minggu-minggu setelah UTS, materi perkuliahan mulai memasuki topik lanjutan yang lebih aplikatif, termasuk praktikum laboratorium, studi kasus, serta diskusi terkait isu-isu terkini di bidang perikanan dan kelautan.

Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga kembali aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kombinasi antara perkuliahan dan aktivitas non-akademik ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa.

Semangat baru pasca-UTS ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Departemen Perikanan UGM untuk terus menjaga konsistensi belajar hingga akhir semester dan meraih hasil akademik yang optimal. Semangat mahasiswa kembali ke perkuliahan setelah UTS juga sejalan dengan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 14 (Ekosistem Laut). Melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan, mahasiswa dipersiapkan menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu mengelola sumber daya perikanan secara bertanggung jawab, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Departemen Perikanan UGM Ucapkan Selamat: Pengukuhan Prof. Jaka Widada Tandai Lompatan Baru Mikrobiologi Terapan

Berita Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta – Civitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pengukuhan Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D sebagai Guru Besar dalam Bidang Mikrobiologi Terapan. Pengukuhan ini menjadi momen penting yang menegaskan kontribusi keilmuan beliau dalam pengembangan mikrobiologi untuk ketahanan pangan dan kesehatan global.

Dalam pidato pengukuhan berjudul “Holobiont sebagai Driver Revolusi Mikrobiologi Terapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Global,” Prof. Jaka Widada menyoroti bahwa revolusi mikrobiologi terapan kini memasuki era baru. Konsep holobiont—yakni kesatuan antara organisme dengan mikroorganisme yang hidup bersamanya—kini bersinggungan erat dengan kemajuan rekayasa genetik tingkat lanjut seperti biologi sintetik (synthetic biology) dan biomanufaktur. Perkembangan ini membuka peluang besar dalam menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Prof. Jaka juga menekankan potensi “raksasa mikroskopis” seperti bakteri dari kelompok Streptomyces dan Bacillus yang memiliki peran strategis dalam produksi senyawa bioaktif, peningkatan produktivitas pangan, hingga pengembangan teknologi kesehatan. Beliau dikenal aktif meneliti berbagai galur Streptomyces indigenos dari beragam habitat, termasuk isolat dari lingkungan laut Nusantara seperti Streptomyces sp. GMY01, yang menjadi salah satu sumber potensial pengembangan inovasi berbasis mikroba.

Civitas akademika Departemen Perikanan menyambut pencapaian ini sebagai inspirasi bagi penguatan kolaborasi lintas disiplin, khususnya dalam pemanfaatan mikrobiologi untuk mendukung sektor perikanan, kelautan, dan ketahanan pangan nasional. Pengukuhan ini diharapkan semakin mendorong lahirnya riset unggulan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Pencapaian ini juga selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-2 (Tanpa Kelaparan), tujuan ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), tujuan ke-4 Pendidikan  Berkualitas, tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), tujuan ke-15 Life on Land, serta tujuan ke-14 (Ekosistem Laut). Inovasi mikrobiologi terapan diharapkan dapat berkontribusi pada sistem pangan berkelanjutan, kesehatan global, serta pemanfaatan sumber daya hayati secara bertanggung jawab.

Sekali lagi, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar Prof. Jaka Widada. Semoga capaian ini terus menginspirasi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi bagi Indonesia dan dunia.

 

 

sumber foto: Prof. Nuryani dan Prof. Suadi

Memaknai Hari Kartini di Departemen Perikanan UGM: Memperluas Akses, Menguatkan Peran Perempuan

Berita Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi bagi sivitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada untuk meneguhkan komitmen terhadap kesetaraan, pendidikan, dan peran perempuan dalam dunia sains serta pengelolaan sumber daya perikanan. Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dinilai tetap relevan dalam mendorong perempuan berkontribusi aktif di bidang akademik, laboratorium, hingga lapangan.

Dalam refleksi Hari Kartini tahun ini, dosen Departemen Perikanan, Dr. drh. Nur Laila Fitrotun Nikmah, menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pemberdayaan. Ia menyampaikan, “Pendidikan adalah kunci, dan Kartini yang membuka pintunya. Tugas kita? Jangan cuma masuk, tapi bagaimana membuat pintunya makin lebar buat yang lain.” Pesan tersebut menegaskan bahwa perjuangan Kartini harus dilanjutkan dengan membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi perempuan berikutnya untuk berkembang di dunia akademik dan profesional.

Semangat emansipasi juga dirasakan dalam perubahan nyata di lingkungan kerja. Al’ Ain Shoufi Rahmah Arifin, A.Md., laboran Departemen Perikanan, mengungkapkan bahwa peran perempuan kini semakin terlihat di berbagai bidang yang sebelumnya didominasi laki-laki. Ia menyampaikan bahwa pekerjaan laboran, termasuk yang berkaitan dengan kegiatan lapangan, kini semakin banyak diisi oleh perempuan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kesempatan dan kepercayaan terhadap kompetensi perempuan semakin terbuka.

Pandangan mahasiswa juga menegaskan makna peringatan ini. Mahasiswa Departemen Perikanan, Evora Arda Kirana, menyampaikan bahwa Hari Kartini merupakan pengingat penting bagi generasi muda untuk terus melampaui batas stigma gender. Ia menuturkan, “Bagi saya, Hari Kartini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi sebagai pengingat kita semua bahwa gender bukanlah suatu penghalang untuk terus maju dan berkarya. Dengan meneruskan semangat Kartini, berarti kita berkomitmen untuk menghapus stigma lama demi menciptakan tata kelola perikanan yang adil dan berkelanjutan. Laut saja tidak pernah membedakan siapa yang menebar jaring, begitu pula seharusnya sektor ini.”

Bagi Departemen Perikanan UGM, memaknai Hari Kartini bukan sekadar peringatan simbolis, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, mendukung kepemimpinan perempuan, serta memperkuat kontribusi perempuan dalam riset, pengabdian masyarakat, dan pembangunan sektor perikanan berkelanjutan.

Melalui semangat Kartini, Departemen Perikanan UGM berharap perempuan terus hadir sebagai agen perubahan—tidak hanya memanfaatkan pintu kesempatan yang telah dibuka, tetapi juga memperluasnya agar semakin banyak perempuan dapat melangkah maju dan memberi dampak bagi masyarakat. Peringatan Hari Kartini ini juga selaras dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan ke-5 (Kesetaraan Gender), serta tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui penguatan akses pendidikan, peningkatan partisipasi perempuan di bidang sains dan teknologi, serta perluasan kesempatan kerja yang setara, Departemen Perikanan UGM terus berupaya mendorong lingkungan akademik yang inklusif dan berkelanjutan.

Menuju Pesisir Tangguh: FGD Perikanan UGM Rumuskan Model Pengelolaan Perikanan Adaptif di Pantai Depok Kabupaten Bantul

Berita Senin, 20 April 2026

Suasana pesisir Pantai Depok, Bantul, menjadi latar unik penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) Penelitian IJRA–Equity yang diinisiasi oleh Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada pada 20 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, peneliti, serta pelaku perikanan dalam satu ruang dialog terbuka untuk membahas masa depan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Berbeda dari forum ilmiah pada umumnya, FGD ini sengaja dilaksanakan di kawasan pesisir untuk menghadirkan konteks nyata antara teori dan praktik. Pantai Depok yang dikenal sebagai sentra aktivitas nelayan di Kabupaten Bantul menjadi lokasi strategis untuk menggali langsung dinamika ketahanan perikanan.

Diskusi yang dipimpin oleh Dr.nat.sc. Faizal Rachman, S.Pi., M.Sc. ini menyoroti keterkaitan erat antara perubahan lingkungan laut, dinamika sosial masyarakat pesisir, serta sistem kelembagaan yang mengatur aktivitas perikanan. Para peserta menekankan bahwa pengelolaan sumber daya laut tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan ekologis semata, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat nelayan.

Dalam forum tersebut, isu perubahan iklim menjadi salah satu perhatian utama. Perubahan pola musim, gelombang, hingga ketidakpastian hasil tangkapan dirasakan langsung oleh nelayan di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan adaptif berbasis data ilmiah yang mampu menjembatani kebutuhan kebijakan dengan kondisi riil di masyarakat.

FGD ini juga membuka ruang dialog antara peneliti dan nelayan, sehingga pengalaman lokal dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan riset. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan IJRA–Equity ini, UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya menghasilkan riset akademik, tetapi juga mendorong solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan praktik lapangan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perikanan di era perubahan global.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut), sekaligus memperkuat upaya mewujudkan pengelolaan perikanan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Sosialisasi Restocking Ikan Lokal DIY Perkuat Upaya Pelestarian Perairan Umum

Berita Senin, 20 April 2026

Yogyakarta – Dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya ikan lokal di perairan umum Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah diselenggarakan kegiatan Sosialisasi Restocking Sumberdaya Ikan Lokal di Perairan Umum pada Senin, 13 April 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Gurami dan Ruang Rapat Nila III, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Jalan Sagan No. III/4, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dosen Departemen Perikanan UGM Dr. Sulistiowati, S.Si., M.Si yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pelestarian sumber daya ikan lokal. Penyampaian Materi ini dimaksud guna memberikan pemahaman komprehensif kepada para pemangku kepentingan terkait pentingnya restocking sebagai bagian dari strategi konservasi perairan darat. Dalam pemaparan materi, dijelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman ikan yang sangat tinggi, dengan ribuan spesies ikan air tawar dan laut, termasuk ratusan spesies endemik yang tersebar di berbagai wilayah perairan. Di Pulau Jawa sendiri tercatat terdapat 132 jenis ikan asli dan endemik yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan budaya penting bagi masyarakat.

Namun, keberadaan ikan lokal menghadapi berbagai ancaman serius seperti degradasi habitat, pencemaran, perubahan iklim, introduksi spesies invasif, hingga eksploitasi berlebihan. Rendahnya kesadaran masyarakat serta keterbatasan sumber daya juga menjadi tantangan dalam upaya konservasi. Kondisi ini menuntut langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumber daya ikan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, restocking atau penebaran ikan kembali ke habitat alaminya diperkenalkan sebagai salah satu upaya penting untuk meningkatkan keragaman dan produksi ikan di perairan umum. Selain itu, strategi konservasi lain yang disampaikan meliputi pembentukan suaka perikanan, rehabilitasi habitat, pengendalian spesies invasif, regulasi penangkapan, hingga domestikasi dan budidaya ikan lokal yang terancam punah.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat, dalam pelaksanaan program pelestarian ikan lokal. Upaya konservasi diharapkan tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada perikanan perairan umum.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun sinergi dan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan lokal DIY sebagai warisan alam yang bernilai bagi generasi mendatang. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tujuan ke -17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, tujuan ke-4 Pendidikan Berkualitas, tujuan ke-8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomike-14 (Ekosistem Laut), tujuan ke-15 (Ekosistem Daratan), serta tujuan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim). Upaya restocking dan konservasi ikan lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keanekaragaman hayati perairan, memperkuat ketahanan ekosistem, serta memastikan pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

Belajar ‘Aturan Main’ Laut: Mata Kuliah Kelembagaan Perikanan UGM Siapkan Mahasiswa Jadi Pengambil Kebijakan Masa Depan

Berita Senin, 20 April 2026

Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan dunia perikanan, memahami laut tidak cukup hanya dari sisi biologi atau teknologi. Di Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, mahasiswa juga diajak memahami “aturan main” di balik pengelolaan sumber daya laut melalui mata kuliah Kelembagaan Perikanan.

Mata kuliah ini menjadi salah satu fondasi penting dalam Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik. Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak menganalisis bagaimana kebijakan, institusi, dan masyarakat berinteraksi dalam mengelola perikanan secara berkelanjutan.

Materi yang dipelajari sangat beragam dan kontekstual. Mahasiswa akan mengenal konsep dasar kelembagaan, perubahan institusi, hingga penerapannya dalam pengelolaan perikanan di berbagai skala—lokal, nasional, hingga internasional. Contohnya, mahasiswa mempelajari praktik lokal seperti sasi di Maluku dan awig-awig di Bali, yang terbukti efektif dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan berbasis kearifan lokal.

Tidak berhenti di situ, pembelajaran juga mengangkat isu-isu aktual seperti kebijakan penangkapan ikan terukur, pembangunan kawasan minapolitan, hingga rantai pasok hasil perikanan modern. Pendekatan yang digunakan berbasis case-based learning (CBL) dan project-based learning (PBL), sehingga mahasiswa aktif berdiskusi, menganalisis kasus nyata, hingga mempresentasikan solusi.

Menariknya, mahasiswa juga diajak melihat bagaimana kelembagaan berperan dalam pembangunan sektor perikanan, baik di bidang budidaya, penangkapan, maupun pengolahan hasil. Hal ini membuat lulusan tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kebijakan.

Dengan sistem pembelajaran yang interaktif dan berbasis analisis kasus, mata kuliah ini melatih kemampuan berpikir kritis (high order thinking skills) yang sangat dibutuhkan di era kompleks saat ini.

Melalui mata kuliah Kelembagaan Perikanan, UGM membekali mahasiswa untuk menjadi pengelola sumber daya laut, analis kebijakan, hingga pemimpin masa depan di sektor perikanan. Cocok bagi kamu yang ingin berkontribusi nyata dalam menjaga laut sekaligus membangun kesejahteraan masyarakat pesisir. Pembelajaran ini sejalan dengan SDG 17  Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 14 (Ekosistem Laut), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), menjadikan mahasiswa siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia maupun global.

FGD Equity UGM Soroti Perikanan dalam Perspektif Sosial-Ekologi: Dari Perubahan Iklim hingga Dinamika Sumber Daya Pesisir dan Lautan

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026 di Ruang 2.02, Gedung A4. Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas sektor yang mengangkat isu perubahan iklim dan dinamika oseanografi dalam konteks sosial-ekologi perikanan dan kelautan.

FGD menghadirkan berbagai pakar nasional dan internasional, di antaranya Prof. Widodo Setiyo Pranowo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. R. Dwi Susanto dari University of Maryland, serta Prof. Ocky Karna Radjasa. Diskusi juga melibatkan perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan pelaku perikanan dari Kelompok Mina Samodera Pantai Baron, sehingga menghadirkan perspektif ilmiah sekaligus pengalaman lapangan.

Dalam diskusi, para narasumber menekankan bahwa perubahan iklim global telah memengaruhi parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut, arus, dan produktivitas primer. Fenomena ini secara langsung berdampak pada distribusi ikan, musim penangkapan, hingga ketidakpastian hasil tangkapan nelayan.

Lebih jauh, pendekatan sosial-ekologi menjadi kunci dalam memahami sistem perikanan secara utuh. Tidak hanya aspek lingkungan, tetapi juga dimensi sosial seperti adaptasi nelayan, kelembagaan, dan strategi penghidupan menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Paparan juga menyoroti bagaimana fenomena iklim ekstrem, seperti siklon tropis, dapat memicu perubahan produktivitas laut melalui peningkatan nutrien dan klorofil-a. Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika laut bersifat kompleks dan memerlukan pendekatan berbasis data serta teknologi, termasuk pemanfaatan penginderaan jauh dan pemodelan spasial.

Diskusi berlangsung interaktif dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, pemerintah, dan masyarakat pesisir. Integrasi pengetahuan ilmiah dan lokal dinilai menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Melalui FGD ini, Departemen Perikanan UGM menegaskan perannya dalam mengembangkan riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan secara sosial. Kegiatan ini turut mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut), serta memperkuat upaya pengelolaan perikanan yang tangguh dan berkelanjutan di Indonesia.

Dari Satelit NASA ke Laut Indonesia: FGD Equity UGM Bahas Teknologi PACE untuk Pantau Ekosistem Laut

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan diskusi ilmiah strategis melalui Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri yang digelar pada Jumat, 17 April 2026 di Gedung A4. Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah pemaparan teknologi satelit mutakhir untuk pemantauan ekosistem laut.

Materi disampaikan oleh Prof. Riset R. Dwi Susanto, Ph.D., peneliti senior dari University of Maryland, yang membahas pemanfaatan satelit terbaru milik NASA, yaitu PACE (Plankton, Aerosol, Clouds, Ocean Ecosystem).

Dalam paparannya, Dwi Susanto menjelaskan bahwa satelit PACE membawa teknologi hiperspektral yang mampu mendeteksi kondisi perairan laut secara lebih detail dibandingkan satelit sebelumnya. Teknologi ini memungkinkan ilmuwan untuk mengidentifikasi jenis-jenis fitoplankton, termasuk membedakan antara alga yang berbahaya (harmful algal blooms) dan yang bermanfaat bagi ekosistem.

Lebih lanjut, satelit PACE menghasilkan berbagai data penting seperti konsentrasi klorofil-a, struktur komunitas plankton, karbon laut, hingga kualitas air. Data ini sangat krusial untuk memahami dinamika ekosistem laut, termasuk responsnya terhadap perubahan iklim global.

Paparan ini juga menekankan pentingnya integrasi antara data satelit dan pengukuran lapangan. Validasi data menjadi langkah penting agar hasil pemantauan dapat digunakan secara akurat dalam skala lokal maupun regional, termasuk di perairan Indonesia yang memiliki kompleksitas tinggi.

Diskusi dalam FGD ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi satelit modern dapat menjadi solusi dalam meningkatkan akurasi pemantauan sumber daya laut, sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis data. Hal ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi ekosistem laut.

Kegiatan ini menegaskan peran UGM sebagai pusat pengembangan ilmu kelautan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Selain itu, hasil diskusi ini turut berkontribusi pada SDG 17  Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui penguatan riset berbasis inovasi teknologi untuk keberlanjutan laut Indonesia.

Bangun Karier Global! Departemen Perikanan UGM Buka Peluang Kerja Perikanan di Korea Selatan

BeritaLowongan Pekerjaan Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan peluang internasional bagi mahasiswa dan alumni melalui kegiatan Sosialisasi Program Visa Kerja Korea Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan PT Anugerah Bahari Pasifik dan Widuri Training Centre, dilaksanakan secara daring pada Jumat, 17 April 2026.

Mengusung tema “Build Your Career in South Korea”, sosialisasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni untuk mengenal lebih dekat peluang kerja di sektor perikanan di Korea Selatan. Negara tersebut dikenal memiliki industri perikanan yang maju, modern, serta menawarkan pengalaman kerja internasional yang kompetitif.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan informasi komprehensif mengenai prosedur pengajuan visa kerja, persyaratan administrasi, hingga gambaran dunia kerja di sektor perikanan Korea Selatan. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang kesiapan kompetensi, adaptasi budaya kerja, serta peluang pengembangan karier jangka panjang di luar negeri.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform daring ini memberikan kemudahan akses bagi peserta untuk bergabung dari berbagai daerah. Antusiasme peserta terlihat tinggi, mengingat peluang kerja luar negeri, khususnya di sektor perikanan, menjadi salah satu jalur strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan.

Melalui kolaborasi ini, Departemen Perikanan UGM menunjukkan komitmennya dalam membuka akses karier global bagi mahasiswa serta memperkuat konektivitas antara dunia pendidikan dan industri internasional.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta membuka peluang kerja yang lebih luas di tingkat global.

123…13
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY