Teknologi Hasil Perikanan UGM Raih Akreditasi Unggul, Teguhkan Komitmen Pendidikan dan Inovasi Perikanan Berkelanjutan
Berita Senin, 7 September 2026
Yogyakarta, 2 September 2026 — Kabar membanggakan kembali hadir dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) berhasil memperoleh status akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP).
Berdasarkan Keputusan Nomor 001/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, status akreditasi Unggul tersebut berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen 365,68. Keputusan tersebut ditetapkan di Surakarta pada 24 Agustus 2026 oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng.
Predikat Unggul menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di Program Studi THP UGM. Bagi Departemen Perikanan, capaian ini tidak hanya menjadi pengakuan formal, tetapi juga mencerminkan komitmen sivitas akademika dalam membangun pendidikan perikanan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia industri.
Bidang Teknologi Hasil Perikanan memiliki posisi strategis dalam rantai nilai perikanan. Sumber daya ikan tidak cukup hanya ditangkap atau dibudidayakan, tetapi perlu ditangani dan diolah secara tepat agar menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi, aman dikonsumsi, memiliki daya saing, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Karena itu, pengembangan kompetensi lulusan THP tidak hanya mencakup teknologi pengolahan, tetapi juga mencakup kemampuan memahami keamanan pangan, pengembangan produk, bioteknologi, inovasi, hingga pengelolaan industri hasil perikanan. Profil lulusan yang dikembangkan juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja, mulai dari wirausaha dan profesional hingga ASN dan asisten peneliti.
Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar. Namun, tantangan sektor ini tidak berhenti pada produksi. Kehilangan hasil, keterbatasan teknologi pascapanen, rendahnya diversifikasi produk, serta kebutuhan terhadap pangan yang aman dan berkualitas menjadi tantangan yang membutuhkan inovasi.
Dalam konteks tersebut, THP UGM berperan penting dalam mengembangkan ilmu dan teknologi untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. Pengembangan teknologi pengolahan, inovasi produk, bioteknologi hasil perairan, serta pemanfaatan hasil samping dapat menjadi bagian dari upaya membangun industri perikanan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan visi THP UGM untuk menghasilkan lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi hasil perikanan serta mampu berkontribusi dalam pemanfaatan sumber daya ikan dan kelautan secara optimal, lestari, dan bermanfaat.
Capaian akreditasi ini juga tidak terlepas dari proses panjang peningkatan mutu yang melibatkan berbagai unsur Departemen Perikanan UGM. Sebelumnya, Departemen Perikanan telah melakukan berbagai persiapan dan koordinasi untuk menghadapi asesmen lapangan LAM-PTIP, yang melibatkan dosen, pengelola program studi, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra pengguna lulusan.
Proses tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kurikulum, sumber daya manusia, proses pembelajaran, penelitian, luaran lulusan, fasilitas, hingga jejaring kerja sama.
Dengan diraihnya akreditasi Unggul, Departemen Perikanan UGM menempatkan capaian tersebut bukan sebagai titik akhir, melainkan sebagai landasan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, inovasi, dan kontribusi THP bagi pembangunan perikanan Indonesia.
Ke depan, tantangan sektor perikanan akan semakin kompleks. Perubahan iklim, tuntutan keamanan pangan, perkembangan teknologi, kebutuhan industri terhadap produk inovatif, serta tuntutan keberlanjutan menuntut sumber daya manusia yang mampu berpikir lintas disiplin.
Dalam konteks ekonomi biru, teknologi hasil perikanan memiliki peran penting untuk memastikan bahwa sumber daya akuatik yang telah dimanfaatkan dapat memberikan nilai ekonomi maksimal dengan tetap memperhatikan efisiensi sumber daya dan dampak lingkungan.
Lulusan THP diharapkan mampu menjadi bagian dari transformasi tersebut, baik melalui pengembangan industri pengolahan, kewirausahaan, penelitian dan inovasi, maupun pengembangan kebijakan dan pelayanan publik.
Capaian akreditasi Unggul Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UGM sekaligus memperkuat kontribusi Departemen Perikanan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pendidikan berkualitas mendukung SDG 4, sementara pengembangan teknologi dan inovasi hasil perikanan berkontribusi pada SDG 9. Pengembangan produk pangan berbasis ikan juga mendukung SDG 2, sedangkan efisiensi proses pengolahan, pemanfaatan hasil samping, dan pengurangan limbah mendukung SDG 12.
Pada akhirnya, penguatan teknologi pascapanen dan pengolahan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi sumber daya perikanan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya akuatik secara lebih bertanggung jawab, sejalan dengan SDG 14.
Akreditasi Unggul THP UGM menjadi bukti bahwa pendidikan perikanan tidak hanya mempersiapkan lulusan untuk bekerja, tetapi juga menyiapkan talenta yang mampu mengubah potensi sumber daya perikanan menjadi inovasi, nilai tambah, dan solusi bagi masa depan ekonomi biru Indonesia yang berkelanjutan.